Posts Tagged With: sELAT sUNDA

Backpacker, Traveler ini Penampakan Baru Pelabuhan Bakauheni

Bagi Traveler yang sering bepergian menggunakan moda transportasi laut terutama lintasan Bakauheni Lampung dan Merak Banten dan menggunakan moda transportasi bus pastinya akan melewati loket pembelian tiket. Toll gate system yang ada di Pelabuhan Bakauheni ini memilki tampilan yang berbeda dibandingkan sebelumnya akibat perubahan sistem untuk penggunaan tiket elektronik lebih maju dari sebelumnya yang masih menggunakan sistem semi elektronik. Dipastikan penerapan sistem ini akan memiliki kelebihan dan tentunya masih dalam tahap penyesuaian pengguna jasa pelabuhan.

Henk Widi 1 copy

Pintu pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni Lampung terbaru (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bagi yang terbiasa melihat pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat ini pasti akan mengalami perubahan. Bayak tiang tiang sensor yang akan terpasang menyambut pengguna jasa pelabuhan Bakauheni dan sudah dikhususkan untuk kendaraan dengan jenis yang berbeda beda. Kendaraan dengan panjang serta ukuran tertentu berdasarkan kelas akan memilliki pintu khusus dan ini akan ditandai dengan papan penunjuk agar tidak salah jalur. Sementara untuk jalur kendaraan setelah membeli tiket pun akan diarahkan ke dermaga 1,2,3,4,4,6 menggunakan tanda tanda khusus serta petugas security. Masih membingungkan tapi nanti lama lama terbiasa.

Henk Widi 2 copy

Sistem elektronik di Toll Gate Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semoga dengan perubahan ini tidak membingungkan bagi pengguna jasa Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan selamat menikmati perubahan yang tentunya memiliki maksud positif. Berikut beberapa foto are Pelabuhan Bakauheni yang lebih baru: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Backpackeran, Bakauheni, Kapal, Lampung, Lampung Selatan, Pejalan, Pelabuhan Bakauheni, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Ideologi Pejalan : Perjalanan Bijak Di Saat Tepat

Menjadi pejalan itu sebuah keputusan. Bukan sebuah paksaan ataupun keharusan. Semua butuh proses dan tak semua menyukainya.

????????????????????????????????????

KMP Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Fasilitas transportasi yang semakin modern membuat fasilitas transportasi yang lainnya ditinggalkan. Sisi positifnya karena transportasi yang dipilih lebih cepat dibanding dengan transportasi lainnya. Semisal perjalanan darat menggunakan mobil, kereta api,laut dengan kapal berbeda dengan perjalanan menggunakan pesawat udara dengan koper lengkap dan tinggal tarik bukan dengan backpacker.

Saya pernah memiliki kawan yang menolak untuk melakukan perjalanan darat dengan alasan: ribet, lama dan penuh dengan tetek bengek yang membuatnya tak mau menempuh perjalanan darat plus perjalanan laut. Kawan saya ini tinggal di salah satu jantung ibukota Lampung dan saya juga berpikir logis karena perjalanan lewat udara menuju ibukota Indonesia lebih cepat dibandingkan darat. Ist okey! Semuanya juga tergantung budget alias isi dompet.

Pejalan, lagi lagi memiliki perbedaan dalam hal memilih moda transportasi. Itu soal “ideologi” pejalan yang menentukan pernak pernik perjalanan sampai dalam hal menentukan moda transportasi.

????????????????????????????????????

Pramugari kapal Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Bagi pemilih jalur darat, laut pun bukan berarti pemilik budget rendah. Jangan salah, di pelabuhan Bakauheni saya pernah bertemu dengan para backpacker dari Eropa diantaranya dari Spanyol yang notabene turis turis keren sehabis berselancar di tanjung Setia Lampung Barat.

Mereka memanfaatkan jalur darat dan tak memilih jalur udara. Tapi mereka tetap enjoy dan meski bukan “turis kere” saya yakin mereka lebih berkantong tebal dibanding saya. Selain para turis tersebut beberapa kawan backpacker yang saya temui bahkan memiliki Fortuner dan Pajero Sport. Ia asli Pajero, bukan seperti Pejero yang saya miliki (Panas Njobo Njero) hujan kehujanan panas kepanasan. Ya mereka memilih menenteng ransel di punggung bukan menyeret koper lalu naik ke pesawat.

????????????????????????????????????

Cara memakai jake keselamatan (Hendricus Widiantoro)

Itu pilihan dan saya yakin setiap pejalan memiliki ideologi sendiri. Menentukan perjalanan bijak dan tepat ! itulah ideologi para pejalan yang sering aku temui dan juga kulakukan. Melakukan perjalanan ke beberapa daerah dengan budget minim dan tentunya dengan bijak memilah milah tempat untuk tinggal. Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Flashpacker, Kapal, Kapal Roro, Pejalan, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

Serbuan Kapal Kapal Baru di Selat Sunda

Kapal kapal di Selat Sunda beberapa pergi dan beberapa datang. Kebutuhan akan transportasi laut di lintasan Selat Sunda bisa terlihat dari hajat tahunan yakni arus mudik dan arus balik lebaran yang membutuhkan moda transportasi vital yakni kapal laut.

????????????????????????????????????

KMP Sebuku (Hendricus Widiantoro)

Beberapa kapal baru didatangkan dan beberapa diantaranya merupakan kapal baru versi blog ini diantaranya. Sementara sebelumnya lintasan Merak-Bakauheni telah memiliki beberapa kapal Roll on Roll off (Roro) dari beberapa perusahaan pelayaran.

Serbuan serbuan kapal baru tersebut adalah sebuah harapan akan kapal kapal yang memberi kenyamanan bagi para penumpang pengguna jasa pelayaran. Pilihan pilihan akan kapal kapal yang lebih bagus dari sebelumnya secara fisik maupun pelayanan.

????????????????????????????????????

KMP Virgo 18 (Hendricus Widiantoro)

Selengkapnya tentang kapal kapal di Selat Sunda bisa dilihat dipostingan saya sebelum ini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/04/30/travel-via-sunda-strait-apa-saja-kapal-di-selat-sunda/

Kapal kapal baru tersebut diantaranya:

– KMP Elysia
– KMP Suki II
– KMP Salvatore
– KMP Safira
– KMP Sagita
– KMP Trimas Laila
– KMP Sebuku (uji coba)
– KMP Legundi (Uji coba)
– KMP Batu Mandi Baca lebih lanjut

Categories: Kapal, Kapal Roro, Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelayaran, Selat Sunda | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Hilangkan Kejenuhan Yuk Berburu Ikan di Selat Sunda!

Weekend, saat rutinitas mulai mengendur dari ketegangan di sepanjang pekan, tak ada salahnya memanfaatkan akhir pekan dengan kegiatan adventure yang tak biasa di luar aktifitas rutin. Banyak kegiatan bisa dipilih salah satunya dengan memancing.

????????????????????????????????????

Ikan Simba (Hendricus Widiantoro)

Memancing merupakan aktifitas yang menjemukan bagi sebagian orang, namun bagi sebagian orang bisa menjadi aktifitas menyenangkan. Tapi boring bagi orang lain belum tentu boring bagi yang memang ingin melamun sambil menghisap sebatang rokok dan menyeruput kopi sambil menunggu pancing ditarik ikan.

Filosofi serta keasikan memancing pasti akan berbeda masing masing individu tergantung minat dan kesukaannya. Nah kali ini aktifitas berburu ikan di Selat Sunda diantaranya di perairan Pulau Kandang Balak, Pulau Kandang Lunik serta di antara pulau pulau kecil tak jauh dari Bakauheni Lampung Selatan menjadi saat yang asik di akhir pekan.

????????????????????????????????????

Mancig Selat Sunda (Hendricus Widiantoro)

Tak perlu bermodalkan alat pancing mahal yang penting aktifitas ini bisa menghilangkan kejenuhan. Sembari menunggu pancing disambar ikan bisa menikmati ombak mengalun, melihat kapal kapal roll on roll off (Roro) berbagai jenis dan ukuran melintas di Selat Sunda dari Bakauheni ke Merak dan sebaliknya.

Menungu, menunggu dan menunggu, mata pancing pun disambar oleh ikan jenis Simba. Tak salah salah salah satu kawan memperoleh jenis ikan Simba dengan perkiraan berat mencapai sekitar 10 kilogram. Jenis jenis ikan yang diperoleh dengan umpan ikan kembung tersebut sungguh menggiurkan.

????????????????????????????????????

Pemancing tradisonal (Hendricus Widiantoro)

Sementara jenis ikan yang bisa diperoleh di perairan tersebut diantaranya Marlin, ikan Tongkol, ikan Kakap serta jenis jenis ikan perairan dalam yang pastinya menggiurkan para mancing mania yang menyukai perburuan ikan di laut lepas.

Perahu perahu pemancing lain pun berada di sekitarku, semuanya masih menggunakan alat sederhana. Sementara pemancing lain menggunakan perahu sewaan yang bisa melakukan aktifitas memancing di perairan Selat Sunda karena membawa bekal cukup banyak. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Hobi, memancing, Selat Sunda | Tag: , , , , | 5 Komentar

Menanam Mangrove Di Sebuah Pulau Kecil Selat Sunda

Melakukan traveling, berwisata menjadi kegiatan rutin yang selalu aku lakukan. Namun sering kali perjalanan wisata yang sebelumnya kulakukan adalah perjalanan yang hanya menikmati kesenangan dan berbagai fasilitas yang bersifat memanjakan mata, pikiran dan suasana baru, tak berkonsep dan hanya sekedar jalan jalan.

AB3

Dermaga Keramat titik poin keberangkatan ke Pulau Rimau Balak (Hendricus Widiantoro)

Hingga suatu ketika aku memutuskan melakukan perjalanan yang memang diniati untuk melakukan sebuah aktifitas menanam yang memang sempat menggelitik untuk kuprotes meski bukan dengan kata kata tapi dengan tindakan.

Aku masih ingat beberapa waktu sebelumnya di wilayah Lampung Selatan tempat aku berasal, sebuah tempat wisata yang ada di pesisir pantai mengaku memberikan uang tanggungjawab sosial kepada masyarakat senilai ratusan juta untuk menanam Mangrove. Namun pengelolaannya diberikan kepada sebuah organisasi untuk menanam Mangrove di daerah wisata tersebut. Namun hasilnya tanaman mangrove yang sedianya bisa tumbuh justru mati dan nilai uang dan hasil penanaman Mangrove pun tak sebanding dan proyek Mangrovisasi bernilai fantastis tersebut. Semuanya gagal total dengan Mangrove yang mati dan bahkan publisitas yang pernah dilakukan tak lagi menyisakan Mangrove yang tumbuh. Miris namun terjadi.

Konsep wisata alam yang semula direncanakan sepertinya tak berjalan dengan semestinya dan berbanding terbalik dengan biaya yang sudah dikeluarkan. Sempat ada penyesalan dari sang pengelola resor saat berbincang denganku saat aku dimintanya untuk melihat konsep baru yang diciptakannya yakni hutan wisata dengan menananam berbagai jenis tanaman langka di resornya. Konsep ini sepertinya yang cocok sehingga akhirnya terus berjalan dan pohon pohon yang ditanam pun teus tubuh besar.

Merahku

Di atas kapal menuju Pulau Rimau Balak (Hendricus Widiantoro)

Berangkat dari keprihatinan tersebut aku memutuskan untuk melakukan sebuah perjalanan yang tak biasa. Menyeberang ke salah satu pulau yang ada di Selat Sunda. Butuh waktu sekitar 15 menit dari dermaga Keramat dalam kondisi ombak yang tenang untuk sampai di Pulau bernama Rimau Balak tersebut. Pulau Rimau Balak tepat berada di dekat Pelabuhan Bakauheni sehingga bagi para traveler yang melintas di Selat Sunda menggunakan kapal Roll on Roll Off dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera pasti akan melihatnya. Baca lebih lanjut

Categories: MAngrove, Pelabuhan Bakauheni, Pulau Rimau Balak, Traveler, Wisata | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

KMP Legundi, KMP Sebuku Selamat Datang di Selat Sunda

???????????????????????????????

KMP Sebuku di Bakauheni (Foto: Hendricuswidiantoro.wordpress.com)

Bagi para Ferry Mania alias pecinta kapal ferry di Selat Sunda pasti akan melihat dua kapal baru yang berlayar di Selat Sunda. Kedua kapal tersebut didominasi warna biru dan merupakan dua kapal baru yang sudah diluncurkan oleh Menteri perhubungan (kala itu EE.Mangindaan ) dan diluncurkan pertama kali pada bulan Agustus 2014 dan juga September 2014.

Kapal  pertama yakni KMP Legundi, kenapa dinamakan Legundi. Seperti diketahui Legundi merupakan salah stu pulau yang cukuo di kenal berada di Teluk Lampung dan juga masih dalam wilayah Selat Sunda. Kapal inimemiliki panjang 109,40 meter; lebar 19,60 meter; tinggi geladak utama 5,60 meter; serat air 4,10 meter; dan kecepatan 15,00 knot. Kapal itu didesain berkapasitas 812 orang serta mampu menampung kendaraan sebanyak 21 trailer, dua tronton, 37 truk medium, dan 77 sedan atau multipurpose vehicle. Baca lebih lanjut

Categories: Kapal Ferry, Kapal Roro, KMP Legundi, KMP Sebuku, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Yuk Malam Tahun Baru Kapal Di Atas Kapal DLU

Sudah ada rencana untuk merayakan pergantian tahun atau malam tahun baru? Beberapa tempat pasti sudah menjadi pilihan untuk merayakannya bersama keluarga terutama tempat tempat wisata. Sementara saat ini semua orang sudah berada jauh dari rumah untuk merayakan pesta pergantian tahun di tempat yang jauh di belahan bumi yang lain bersama orang orang yang dicintainya namun banyak juga yang terpaksa merayakan malam pergantian tahun di perjalanan.
dharma-kencana-ix-widi

KMP Dharma Kencana IX milik PT Dharma Lautan Utama (Hendricus Widiantoro)

Namun bukan berarti bagi yang mau merayakan tahun baru di rumah tak ada maknanya. Berkumpul bersama keluarga dan menikmati pergantian tahun merupakan sebuah rasa syukur tak berkesudahan bagi keluarga yang mendambakan kebersamaan. Tetap memaknai malam pergantian tahun baru dengan berbagai aktifitas bermanfaat bersama orang orang yang dikasihi dengan kebersamaan penuh cinta.
Nah, bagaimana dengan orang orang yang secara kebetulan terpaksa berada di tengah lautan di Selat Sunda? Agaknya mau tak mau harus merayakan malam pergantian tahun di tengah laut. Tak perlu kuatir karena PT Dharma Lautan Utama merupakan salah satu kapal Roll On Roll Off (Roro) atau kapal ferry ini menyajikan suasana merayakan tahun baru yang tak kalah menarik seperti di darat. Meskipun karena kebetulan dalam perjalanan tak ada salahnya jika berada dekat dengan lokasi pelabuhan Merak atau Bakauheni bisa secara sengaja memesan tiket untuk merayakan pergantian tahun di kapal.
Malam pergantian tahun baru dari tahun 2014 menuju tahun 2015 dipastikan kapal kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) akan memberikan keistimewaan kepada para penumpang. Menurut Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama rute Bakauheni- Merak Sunaryo, moment pergantian tahun di atas kapal kapal DLU para penumpang akan diberi terompet secara gratis.

Blog 9

Ruang Live Music di KMP Dharma Rucitra I milik PT Dharma Lautan Utama (Hendricus Widiantoro)

Bahkan beberapa fasilitas yang selama ini sudah digratiskan di kapal milik PT DLU akan semakin istimewa saat pergantian tahun nanti.Terompet yang dibagikan kepada para penumpang tersebut akan ditiup secara bersama sama menjelang detik detik pergantian tahun bagi penumpang yang secara kebetulan berada di atas kapal kapal milik PT DLU. Malam pergantian tahun akan menjadi menarik saat berada di tengah laut dan melihat dari atas Menara SIGER yang ada di Bakauheni kembang api yang dinyalakan menghiasi langit Bakauheni.
“Seperti biasa kita akan memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa kapal DLU baik yang akan ke Bakauheni atau sebaliknya ke Merak teristimewa saat malam pergantian tahun, ” ujar Sunaryo saat dihubungi melalui pesan di BlackBerry Messenger.
Menurut Sunaryo kapal kapal milik PT DLU yang berlayar di Selat Sunda diantaranya, Dharma Kencana IX, Mustika Kencana, Dharma Rucitra I, Kirana I. Bahkan untuk  KMP Dharma Rucitra fasilitas eskalator atau tangga berjalan memudahkan penumpang yang akan naik ke dek atas serta fasilitas restoran yang cukup menarik layaknya di darat,  ruang bermain untuk anak yang disiapkan agar anak anak tak jenuh saat perjalanan.  Secara umum berada di atas kapal kapal milik PT DLU saat situasi malam pergantian tahun baru pastinya akan merasakan sensasi yang menakjubkan saat berada di tengah laut.
Blog 3

Penampakan Kabin di KMP Dharma Rucittra I (Hendricus Widiantoro)

Seperti sudah menjadi ciri khas kapal kapal milik PT DLU disediakan hiburan berupa live music di ruangan yang nyaman layaknya di sebuah ruang karaoke keluarga dengan tempat duduk yang super nyaman dan sudah disiapkan alat musik, penyayi dan jika ingin menyanyi pun dipersilakan, semuanya free . Selain itu untuk para sopir kendaraan truk dan bis mendapat kesempatan untuk mendapatkan pijat gratis selama 15 menit, welcome drink semuanya gratis di kapal DLU.
Selaini memberikan fasilitas gratis tersebut, Sunaryo yang juga menjabat sebagai kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni mengatakan Gapasadap Bakauheni akan menggelar istighozah di Pelabuhan Bakauheni. Berbeda dengan pelayanan yang diberikan di atas kapal. Memaknai pergantian tahun baru dilakukan oleh Gapasdap dengan kegiatan yang melibatkan anak yatim, masyarakat serta karyawan perusahaan perusahaan kapal yang ada di Selat Sunda dengan menggelar isthigozah.
dharma-rucitraa1-_widi

KMP Dharma Rucitra I (Hendricus Widiantoro)

“Isthigozah dilakukan di halaman ASDP yang dilakukan oleh seluruh karyawan serta stakeholder yang ada di Pelabuhan Bakauheni di malam pergantian tahun sebagai rasa syukur dan memohon keselamatan untuk tahun yang akan datang,” ujar Sunaryo.
Nah, jadi yang terpaksa merayakan malam pergantian tahun baru di Selat Sunda karena sedang melakukan perjalanan baik dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya jangan kuatir sebab jika naik kapal milik PT DLU maka dipastikan Anda akan mendapatkan terompet gratis dan berbagai fasilitas menarik lainnya selama di atas kapal ini. Selamat menyongsong tahun baru 2015!
Categories: Dharma Lautan Utama, Malam Pergantian tahun, PT DLU, Tahun baru, Wisata | Tag: , , , , , , , | 10 Komentar

Masih Mengeluhkan Kondisi Kapal di Selat Sunda?

Kapal Ferry, kapal penumpang atau yang di Selat Sunda dikenal dengan kapal Roll On Roll Off (Roro) menjadi faktor penting transportasi antar dua pelabuhan penting di Pulau Jawa yakni Merak Banten dan Bakauheni Lampung Selatan. Seperti yang sering digambarkan oleh para pengguna jasa pelayaran di Selat Sunda keluhan akan waktu tempuh yang cukup lama, kondisi kapal yang beragam dari yang kondisinya kurang bersih hingga kapal Ferry yang bagus fasilitas bak kapal pesiar semuanya ada di Selat Sunda, armada kapal lintas Bakauheni Merak masih jauh dari sempurna.

port-link-iii_widi

Penulis mencoba beberapa kapal yang ada di Selat Sunda dan beberapa diantaranya terbukti memang memiliki fasilitas cukup bagus untuk kelas kapal penumpang dengan jarak tempuh rata rata di Selat Sunda 2-3 jam dan bisa lebih dengan situasi cuaca yang berbeda. Bahkan penulis pernah mengalami naik kapal Nusa Jaya dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dalam waktu tempuh yang cukup lama karena faktor cuaca. Dari Pelabuhan Merak Banten jam 01:00 WIB dini hari baru sandar jam 07:30 WIB pagi. Itu buatku cukup beralasan karena kondisi perairan Selat Sunda pada bulan November hingga Januari cenderung mengalami perubahan.

Karena faktor cuaca inilah tak asing jika berita berita di Televisi maupun media massa lain memberitakan tentang penumpukan kendaraan baik di Merak maupun Bakauheni, semua terjadi karen keterlambatan waktu keberangkatan. Hal hal terkait sailing time, port time, waktu bongkar, waktu di alur memang masih asing bagi pengguna jasa pelayaran yang penting sampai tepat waktu dan selamat sampai tujuan. Namun sudah banyak juga kapal kapal di Selat Sunda yang menyajikan fasilitas nyaman bahkan bagi anak anak.

Pelabuhan dan sarana prasarana pelabuhan termasuk kapal kapal yang ada di Selat Sunda memang harus dan sangat urgent untuk dibenahi. Bahkan program Presiden ke -7 Indonesia Joko Widodo yang akan membangun “tol laut” perlu diapreasiasi dan didukung. Tol laut yang salah satu tolok ukurnya adalah mempercepat transportasi laut yang selama ini menjadi persoalan klasik di negeri Maritim ini yakni: waktu tempuh kapal LAMBAT dan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tak bisa tutup telinga dan matai juga masih sering terjadi kesemrawutan moda transportasi laut hingga menimbulkan kecelakaan laut seperti tabrakan kapal, kapal terbakar serta faktor cuaca yang memicu kecelakaan serta keterlambatan kedatangan kapal. Baca lebih lanjut

Categories: Banten, Ferry, Kapal, Merak, Selat Sunda | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

Jembatan Selat Sunda : Pengkhianatan Hakikat Negara Maritim?

Akan tiba saat dimana sesuatu yang kita bangun dalam jangka waktu yang tak sebentar akan dihancurkan oleh keburukan dan ketamakan orang lain dalam waktu singkat. Bahwa semua itu kita peroleh dari hal-hal yang tidak benar. Namun, tetaplah membangun. Tegakkan kembali kebaikan-kebaikan itu. Itulah sebuah nasehat pagi ini yang kupakai untuk membuka postinganku kali ini. Sebuah nasehat yang mengena dan memang kualami dalam kehidupan ini.

2130197

Konsep Jembatan Selat Sunda (Net)

Namun tulisanku kali ini bukanlah soal nasehat ataupun kata kata bijak namun soal yang menjadi isu nasional bahkan isu yangs elalu didengung dengungkan sejak aku duduk di Bangku sekolah dulu. Isu terkait Sunda Strait Bridge atau Jembatan Selat Sunda. Bayangan bayangan sebuah jembatan berukuran panjang, tinggi, lebar yang membentang di antara Pulau Jawa ke Pulau Sumatera tersebut terus terngiang ditambah foto foto yang sudah dicanangkan. Namun yang menjadi kenyataan jembatan antar Pulau di Indonesia yang sudah terealisasi adalah Jembatan Surabaya Madura penghubung Pulau Jawa dan Pulau Madura.

Judul dalam artikel media daring yang kubaca memang ada benarnya yang ditulis oleh Yayan Sopyani Al Hadi: Pembangunan JSS Khianati Hakikat Negara Kepulauan. Berikut tulisan yang membuat berpikir membuat merenung benarkah selama ini rencana Mega Proyek yang didengung dengungkan tersebut?

???????????????????????????????

Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS)berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia sebagai Negara Kepulauan. Dalan Negara Kepulauan, laut merupakan penghubung antar-pulau, dan bukan pemisah antar-pulau.

Karena itu, secara tegas Indonesia Maritime Institute (IMI) menolak pembangunan JSS ini. Direktur IMI, Y Paonganan, mengatakan pembangunan JSS yang akan menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini diperkirakan akan menelan dana 200 an trilyun. Dan pembangunan JSS adalah bentuk pengkhianatan tehadap NKRI sebagai negara kepulauan yang harusnya mengedepankan strategi maritim dalam membangun negara ini.

“Seharusnya yang dilakukan adalah meningkatkan infrastruktur maritim di Selat Sunda seperti penyebarangan Merak-Bakaehuni dan merampungkan pembangunan PIB (Pelabuhan Internasional Bojonegara) di Serang Banten,” kata Paonganan, Rabu malam (31/7).

Bahkan lanjut Paonganan, JSS juga akan menghalangi ALKI Selat Sunda yang merupakan amanat dari UNCLOS 82 sebagai konsekuensi dari dicetuskannya Deklarasi Djuanda 1957. “Pemerintah jangan terlalu yakin dan ambisius dengan pembangunan JSS, perlu dipertimbangkan faktor-faktor lainnya yang kemungkinan justru akan mempermalukan Indonesia di mata Internasional,” ungkapnya.

Selain itu, Ongen, kerap Paonganan disapa, menambahkan kerawanan gempa di Selat Sunda sudah diwanti-wanti oleh pakar geologi. Aspek oseanografi juga harus diperhatikan dalam pembangunan JSS yang bisa berpotensi mengubah pola arus yang akan berimplikasi terhadap kehidupan biota laut yang ada diperairan Indonesia.

“Penolakan kami bukan tanpa sebab, karena JSS merugikan semua sektor,” tandas Ongen. [ysa]

Nah konsep Pembangunan JSS akhirnya dibatalkan atau setidaknya “ditunda” untuk jangka waktu yang tak ditentukan oleh pemerintahan Presiden Jokowi-JK.

Beberapa hal yang membuat berpikir diantaranya : Biaya JSS Rp200 T lebih baik dialihkan ke Infrastruktur Lain, Proyek Jembatan Selat Sunda Resmi Dibatalkan, JSS Batal Pemerintah Akan Perbaiki Dermaga dan pelayanan, Menhub Setuju Jembatan Selat SUnda Dibatalkan.

Kenapa bisa batal sih? Pertanyaan itu pasti terucap jika mendengar pernyataan Jembatan Selat Sunda Dibatalkan. Berikut alasannya yang ditulis Raisa Adila, jurnalis Okezone.

Batalnya proyek Jembatan Selat Sunda (JJS), akan membuat pemerintah membangun proyek-proyek lain yang lebih menguntungkan. Pasalnya, pemerintah akan mengganti JSS dengan proyek-proyek dermaga.

“Gampang. Kurangi kapal-kapal tua, tambah dermaga perbaiki sistem pelayanan, dan taruh kapal baru,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Andrinof Chaniago di kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (6/11/2014).

Andrinof menambahkan belum memikirkan letak penambahan dermaga baru yang direncanakan. Namun, itu akan menjadi pembahasan secara teknis selanjutnya.

“Secara hitung-hitungan kalau nambah dermaga dan armada ya masalah kita itu terjawab,” ungkap Andrinof.

Kuantitas kapal dan frekuensi lalu lintas yang lambat, lanjutnya, sebagai permasalahan utama pada lalu lintas Selat Sunda. Sementara itu, ketika ditanyakan mengenai anggaran untuk tambahan dermaga dan armada, Andrinof tidak memberikan keterangan lebih jelas.(rzy)

Secara pribadi beberapa hal yang kulihat di lapangan adalah adanya banyak dermaga yang hancur, tak layak dan bahkan rusak dan tak bisa dipakai lagi hal yang sangat miris jika kembali melihat sejarah bahwa negara Indonesia adalah negara MARITIM. Negara yang lautnya lebih luas dari daratannya. Fakta bahwa dermaga dermaga penghubung antar pulau yang sangat memprihatinkan tak bisa dipungkiri seperti yang kujepret berikut ini:

AB4

Dermaga Keramat Kecamatan Ketapang yang rusak (Foto: Hendricus Widiantoro)

AB 5

Dermaga Keramat Kecamatan Ketapang yang rusak (Foto: Hendricus Widiantoro)

AB1

Dermaga Keramat Kecamatan Ketapang yang rusak (Foto: Hendricus Widiantoro)

AB3

Dermaga Keramat Kecamatan Ketapang yang rusak (Foto: Hendricus Widiantoro)

Negara yang pulau pulaunya banyak seolah justru meninggalkan konsep kelautannya dan inilah yang membuat nama Susi Pudjiastuti sebagai Menteri Kelautan ngotot untuk menjadikan laut sebagi sebuah lahan yang bagus untuk ekonomi bangsa.

Jika JSS dibatalkan maka “Pengkhianatan” terhadap konsep maritim bisa kembali direnungkan apa saja yang perlu dibenahi. Pastinya dermaga dermaga penghubung antar pulau, kapal kapal yang representatif. Apalagi dalam kenyataannya banyak tempat wisata yang harus menyeberang antar pulau justru menggunakan kapal kapal tradisional yang keselamatannya masih perlu ditingkatkan.

MAritim 2

Nelayan (Foto :Hendricus Widiantoro)

Maritim 1

Dermaga Rusak (Foto : Hendricus Widiantoro)

Jika rencana pemerintah akan memperbaiki dermaga dan pelayanan maka Pelabuhan Merak Bakauheni taka kan selalu menjadi langganan kemacetan akibat armada yang kurang dan dermaga yang kurang yang selama ini menjadi persoalan klasik alasan lamanya Siling Time di Selat Sunda.

Pembatalan Jembatan Selat Sunda semoga bisa mengafirmasi kalimat pengkhianatan terhadap konsep negara kepulauan. Jika hanya jargon dan tak dibenahi oleh pemerintah maka kalimat kalimat itu tak akan menjadi kenyataan.

Para wisatawan, pemudik, penumpang, masyarakat, warga antar Pulau pastinya harus mendapatkan sarana prasarana layak khusunya dalam transportasi laut: dermaga yang layak, kapal layak dan pelayanan yang lebih baik. Semoga konsep kemaritiman yang digaungkan Presiden Jokowi benar benar akan menjadikan bangsa Indonesia kembali ke masa kejayaan Maritim seperti yang dibaca dalam literatur sejarah masa masa sekolah.

Semoga semboyan Jalesveva Jaya Mahe : Di Laut Kita Berjaya tidak tertelan gelombang laut dan bukan hanya menjadi slogan Angkatan Laut tapi menjadi jati diri bangsa Indonesia. Tak ada lagi Jalesveva Jayamahe ora ono duite (Kenapa?) karena dari beberapa percakapan yang kulakukan dengan pelaku pengamanan di laut kapal kapal patroli tak bisa berjalan karena tak ada solar. Biaya operasional untuk mengamankan laut dari pelaku pelaku ilegal fishing dan pencuri ikan kurang. Ini sebuah pekerjaan rumah pemerintahan Jokowi.

Jalesveva Jayamahe!

Categories: Inspirasi, Jembatan Selat Sunda, Jokowi, Kisahku, Maritim | Tag: , , , , , , , , , | 7 Komentar

KMP Suki 2 Satu Lagi Kapal Jepang di Selat Sunda

いらっしゃいませ Irasshaimase alias selamat datang! , andai kapal kapal Jepang tersebut  mampu menjawabnya. Bagi backpacker “kere” sepertiku kapal ferry alias Kapal Roll on Roll Off alias kapal Roro menjadi akomodasi atau jembatan penyeberangan yang paling sering kugunakan. Kenapa selalu memakai kapal, ya terang saja  karena lebih memilih kapal daripada pesawat. Nah kali ini aku ingin memperkenalkan salah satu kapal baru (versi kedatangannya maka baru) meskipun kapal tersebut hampir bisa dibilang cukup tua jika ada di daerah asalnya Jepang.

Suki 2

KMP Suki 2 di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Foto diambil 8/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Perlintasan penyeberangan penumpang dengan rute Pelabuhan Bakauheni– Merak hari ini terlihat dengan kehadiran sebuah kapal baru. Hari ini aku mencoba melihat Kapal Motor Penumpang yang masih terlihat bertuliskan huruf kanji Jepang tersebut bersandar di dermaga V Pelabuhan Bakauheni siang ini untuk pelayanan.

Menurut informasi yang  kuperoleh dari PT ASDP satu unit kapal yaitu Kapal Motor Penumpang (KMP) Suki 2 adalah kapal Roll On Roll Off milik perusahaan pelayaran PT Bukit Merapin Nusantara Lines. Sebelumnya PT Bukit Merapin Nusantara Lines sudah memiliki KMP Sakura Express yang melayani pelayaran di Selat Sunda.

Suki 2 a

KMP Suki 2 di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Foto diambil 8/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kapal Suki 2 memiliki  spesifikasi KMP Suki 2 buatan Jepang tersebut memiliki berat mencapai 2.052 ton. Kapal tersebut dapat menampung penumpang hingga 500 orang dan 75 kendaraan campuran dengan IMO 9066722.

Sementara kapal Roro ini dibuat  tahun 1993, dengan panjang kapal 99 meter, lebarnya 16 meter, untuk kecepatan kapal dapat mencapai 18 knot. Namun anehnya seperti kapal kapal lain entah karena namanya yang asing atau bagaimana aku mencoba mencarinya di situs Marinetraffic kok ga muncul beda dengan salah satu saudaranya yakini KMP Sakura Express.

Suki 2 b

KMP Suki 2 di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Foto diambil 8/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Suki 2 c

KMP Suki 2 di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Foto diambil 8/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Suki 2 d

KMP Suki 2 di dermaga V Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Foto diambil 8/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tapi bagi penumpang pejalan kaki sepertiku yang tak memiliki kendaraan pribadi agaknya akan sulit untuk naik kapal ini. Sebab seperti biasanya aku sebagai backpacker lebih sering naik di dermaga 1, 2 maupun 3 Pelabuhan Bakauheni.

Kalau mau mencoba kapal buatan Jepang Silakan naik di dermaga V pelabuhan Bakauheni.

Kecintaan, atau tepatnya karena keseringan traveling via Selat Sunda kuhapal satu demi satu nama nama kapal yang melintas di Selat Sunda. Untuk tahu lebih banyak kapal kapal yang beroperasi di Selat Sunda bisa dibaca dipostinganku sebelumnya di sini;

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/09/28/travel-via-sunda-strait-apa-saja-kapal-di-selat-sunda-2/

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Kisah Kisahku, Pelabuhan Bakauheni, Perjalanan, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 3 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.