Posts Tagged With: Renungan

Bunga dan Mencintai Kehidupan

????????????????????????????????????

Bunga

Musim hujan tiba. Tanah mulai basah dan rumput rumput tak berdaya mulai menunjukkan hasrat untuk kembali menutupi tanah. Rumput masih bertahan dengan akar yang menghujam ke tanah dan bunga bunga yang memiliki umbi mulai gembira menunjukkan keelokan dan kecantikannya. Bunga bunga yang awalnya muncul dari tangan dingin ibuku yang rajin menyirami saat kemarau berkepanjangan melanda sebagian wilayah bumi Nusantara.

Aku masih mencintai bunga bunga itu meski hanya sekali kali melindunginya dari kekeringan. Air yang terbatas, panas dan cuaca tak menentu masih membuatnya bertahan untuk memulai kehidupan baru. Ketegaran yang ditunjukkan ciptaanNya yang memberi kami kehidupan layaknya ibu yang selalu melindungi kami dari berbagai macam tempaan kehidupan.

????????????????????????????????????

Bunga di halaman rumah

Bunga yang tumbuh bermekaran itu bukan tanpa cobaab, bukan tanpa menahan diri. Semuanya membutuhkan waktu untuk bisa menyambut hujan rintik rintik yang turun sepanjang malam dan mulai hilang saat siang. Tanah tanah basah, tanah tanah kering silih berganti. Hujan dan panas layaknya kehidupan penuh dengan masa kebahagiaan dan kesulitan.

Ibuku telah mengajari semua ini dan bunga bunga ini adalah simbol bahwa saat sesudah masa sulit pasti akan muncul masa yang lebih cerah. PemeliharaanNYA, kebaikan, serta ajaran untuk mencintai kehidupan itu telah muncul dalam senyuman bunga bunga di depan rumah sederhana. Kehangatan dan cinta dan semua yang dibangun dalam kesederhanaan.

Bunga bunga itu yang mengajari untuk tetap survive di tengah berbagai tempaan. Tetap bertahan meski disakiti oleh panas dan terinjak injak. Selalu bersyukur dengan kondisi apapun dalam kehidupan ini. Bahwa sebagai pejalan tak selamanya menemui kesenangan dalam perjalanan.

????????????????????????????????????

Bunga di halaman rumah

Selamat datang butir butir hujan, selamat datang kehidupan baru dan masa masa sulit itu tergambar dalam pohon pohon meranggas yang kini mulai bertunas. Bunga bunga layu yang kini telah mulai muncul dengan warna warni. Love a life and Love our Mother! like she love a flowers in my home. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Bunga, Inspirasi, Liburan, Perjalanan Hidup, renungan | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Renungan Malam Untuk Egosentris

Aku Banget 3

Borobudur (Hendricus Widiantoro)

Malam ini kubuka catatan catatan di Facebook milikku pada tahun 2012. Setidaknya catatan tersebut cocok untuk malam yang dingin ini.

Renungan ini sedikit kutipan dari oom Mario Teguh,,menyentuh untuk jiwa yang mendamba mendapat kesempurnaan dari seseorang yang diharapkan “seperti yang dikehendaki”
Kata beliau:

Sangat tidak adil bagimu untuk merindukan kekasih yang menerimamu apa adanya..(padahal kelakuanmu ga sempurna),,,eh malah menuntutnya untuk tidak tertarik kepada oranglain yang lebih banyak ADANYA(Ganteng, kaya, berpangkat, masa depan cerah, berkendaraan mewah, dll)…
Lebih daripada dirimu,,jadi renungkan jangan sok deh luuu,,udah pas pasan eh nuntut yang mau ngertiin kamu..jadi jangan egois he he
Berdoalah sambil berharap:
Sandingkan kami dalam kebersamaan yang anggun, dalam kemudahan dan kesulitan…
Semoga Tuhan menyandingkan jiwa baik dengan hati yang kepadanya jiwa itu berhak bahagia..
Hayooooo sapa ya????
Nunggu deh…
Kupersembahkan untukmu. (Yang ngerasa)

Untuk yang sedang galau,,jika kamu sedang terluka pikirkanlah. Jika mereka tak melukaimu, kapan engkau akan belajar memaafkan?? Jika mereka tidak membuatmu marah, kapankah engkau akan melatih kesabaranmu?
Dan jika engkau tak digagalkan, kapankah engkau mengetahui cara membesarkan hatimu dan menggerakkan dirimu untuk mengubah keadaan?? Bersabarlah semua yang terjadi dengan maksud untuk memuliakanmu.
Dan ikhlaskanlah, karena semua kesulitan yang dikenakan kepadamu agar engkau memampukan dirimu, yang akan memantaskan dirimu bagi kedudukan yang baik, bagi cinta yg indah, dan bagi rezeki yang penuh berkah..
Jadi, terus belajar dari kehidupan..

Aku Banget 2

Borobudur (Hendricus Widiantoro)

NB: Foto Borobudur ini selalu mengingatkanku akan arti untuk tidak egois. Semuanya sudah diatur oleh Sang Pencipta. Apapun yang Tuhan kehendaki atas hidup kita itulah yang terbaik.

Categories: Egosentris, Inspirasi, Kisahku | Tag: , , , | 2 Komentar

Hak Kita : Cinta, Pertobatan, Penyembuhan

Cinta, pertobatan, dan penyembuhan adalah bagian dari kehidupan manusia, terutama manusia yang percaya. Untuk bisa mencapai ketiganya (dimana ketiga hal tersebut kalau kita perhatikan merujuk pada kebaikan hidup) kita harus berani lepas dari intimidasi/tantangan supaya bisa disembuhkan. Bagaimana tanggapan kita terhadap panggilan Tuhan ketika dalam kesusahan? Apakah sama seperti saat senang?

images

Kita lihat kisah di Yeremia 31 : 7-9, dimana Nabi Yeremia menghibur umat Israel yang sedang galau dalam pencobaan (ada di pembuangan). Sukacita merupakan satu kunci untuk bisa lepas dari intimidasi. Sukacita adalah kunci supaya tidak merasa terbuang di dunia.

Selain itu, jaminan kita untuk mendapatkan cinta, pertobatan, dan penyembuhan bukanlah sekedar dokter pintar ataupun cinta dari seorang pasangan idaman, namun seorang Imam Agung yang tidak lain adalah Yesus Kristus sendiri (Ibrani 5:1-6)

SacredHeartofJesus-16

Sacred Heart Of Jesus (Photobucket.com)

Adalah sia-sia kalau kita hidup tanpa berusaha ‘naik level’ dalam kehidupan rohani kita. Hendaknya kita “menemukan wajah Yesus dalam kehidupan kita” Markus 10 : 46-52 menunjukkan kisah seseorang yang fokus dan percaya, kontras dari orang sakit di tepi kolam (baca preach Anjing hidup diatas singa mati oleh kak Tommy tanggal 13 Oktober).

Kira-kira kenapa ya Markus kurang kerjaan sekali sampai-sampai menulis nama orang tua (“Bartimeus anak Timeus)?

1. Dari segi rohani : Nama Timeus berarti “beban, kotor, polusi, bodoh”. Hal ini menunjukkan bahwa Bartimeus sendiri lahir dari keluarga yang ‘kotor’, tidak baik, dan tidak hidup untuk Tuhan. Dosa membuat kita menjadi ‘buta’, kehilangan arah, dan ditolak. Namun nanti kita lihat bahwa ia diubahkan oleh kehadiran Yesus.

2. Dari segi duniawi, dalam ilmu linguistik ada yang disebut dengan Ethos, Logos dan Pathos. Tiga tehnik ini dipergunakan dalam tulisan untuk membuatnya persuasif dengan menyampaikan fakta-fakta atau mempengaruhi emosi. Nampaknya Markus menggunakan teknis logos, dimana ia menunjukkan bahwa “Bartimeus benar-benar ada, kejadian ini benar, dan ia merupakan anak dari Timeus (supaya orang yakin bahwa tokoh Bartimeus bukan karangan belaka”)

Bartimeus berani dan secara semangat menuntut pemulihan dari Yesus, meskipun ditegur dan dimarahi orang-orang (refleksi dari intimidasi dan halangan-halangan duniawi). Ia tidak patah semangat hanya karena dunia memberinya kesulitan (ingat bahwa ia buta, suatu halangan besar yang membuatnya sulit menggapai Yesus). FOKUSNYA hanya kepada Yesus dan ia melakukannya dengan SEMANGAT, SUKACITA, dan KEYAKINAN.

Pada awalnya Yesus tidak langsung menanggapi panggilan pertama Bartimeus, namun ia semakin keras berteriak dengan rasa percaya bahwa Yesus pasti memberi kasihan padanya. Teriakan Bartimeus demikian : “Yesus anak Daud, kasihanilah aku” bukan “Yesus anak Daud, sembuhkanlah aku”. Bartimeus menghargai otoritas pribadi Yesus sebagai Tuhan, dia tidak langsung meminta melainkan sekedar meminta ‘belas kasihan’ – soal apa yang dilakukan Yesus kepadanya selanjutnya, ia tidak peduli dulu. Kita pun dalam meminta dari Tuhan harus seperti Bartimeus : tidak putus asa apabila belum ditanggapi/dijawab, dan meminta dengan mengingat otoritas Tuhan itu sendiri (tidak seenaknya meminta – ingat bahwa sesungguhnya Tuhan yang maha memberi dan mengerti kebutuhan kita).

Pada akhirnya, Tuhan BERHENTI dan MERESPON pada panggilan Bartimeus. Nah, harusnya kitapun bisa seperti itu, memanggil Tuhan dengan penuh keyakinan supaya Tuhan secara khusus berhenti dan merespon kita untuk memberi cinta, pertobatan, dan penyembuhan. Permasalahannya adalah, apakah kita memanggil Tuhan dengan iman yang berkualitas? Mencontoh dari Bartimeus, kita bisa mengintip seperti apa iman yang berkualitas itu :

1. Fokus kepada Tuhan : Bartimeus berteriak2 hanya untuk mendapatkan perhatian Tuhan, bukan malah ngotot minta orang disekitarnya untuk membantunya bertemu dengan Tuhan. Ia yakin Tuhan sendiri yang akan menghampirinya secara personal

2. Cuek terhadap goncangan, dan malah membuatnya semakin termotivasi untuk memanggil Tuhan-ayat 48

3. Percaya bahwa Tuhan mendengar dan merespons kita, sekaligus percaya bahwa Tuhan sanggup melakukanNya. Bartomeus di ayat 51 tidak menggunakan kalimat permohonan tanya : “bisakah engkau membuatku sembuh?” namun menggunakan kalimat permohonan seru : “Rabuni, supaya aku dapat melihat!”, perlu kita catat bahwa Yesus sendiri yang bertanya DULUAN “apa yang dapat kuperbuat bagimu?” Sehingga Bartimeus berani menjawab seru demikian (ingat poin tentang menghargai otoritas Tuhan diatas)

4. Tidak lupa dan membalas kebaikan Tuhan – ayat 52, ia menjadi mengikuti Yesus sehabis disembuhkan.

5. Menanggalkan beban duniawi – ayat 50 ‘outer garment’ menggambarkan demikian
Bartimeus tidak malu untuk menghadap Tuhan, memanggilnya dengan berteriak-teriak, dan MEMINTA sesuatu (penyembuhan) meskipun ia mungkin sebelumnya orang yang terbuang, tidak pernah belajar agama, dan hidup dalam sisi gelap.

Kita pun tidak perlu malu untuk mengungkapkan iman kepada Tuhan seburuk apapun kondisi iman kita saat ini. Memang kita dituntut untuk hidup dalam iman yang berkualitas supaya kita bisa diperanakkan seperti Yesus sendiri, tapi tidak pernah ada batasan ‘minimum’ untuk meminta bimbingan dari Tuhan sendiri. Yesus mengerti segala permasalahan kita maka ungkapkanlah segala kekayaan (dalam arti baik kekurangan dan kelebihan) hidup kita kepadaNya (mempasrahkan). Dengan cara ini iman kita tentunya akan lebih ‘berkualitas’ karena kita memohon bimbingan langsung dari sang Imam Agung, dan ia akan dengan senang hati memberikan bimbingan lewat Roh Kudus supaya iman kita bisa ‘naik LV’.

hky-6

Jesus Christ

Serta verse ini yang sungguh menyembuhkan:

Mata yang bersinar bagai permata
Bukan jaminan hati yang jujur berkata
Rambut yang halus bagai ombak
Diwakili oleh hati yang terombak
Kulit yang halus bagai pesir persia
Memancarkan cinta yang berbisa

Sentuhan telunjuk di pipi lembutnya
Menjadikanmu iblis pecicilan

Dua helaian di rambutnya
Menjadikanmu seorang kawan

Bercanda tawa dengan kawannya
Menajiskan dirimu dihadapannya

Menggodanya dengan senyum fana
Menjadikanmu penghiburannya

Perasaan yang tulus tak lagi terbaca dari bola mata
Hati yang jujur tak lagi ternilai dari ucapan doa

Pembaca firman bukan jaminan kedewasaan
Penyembahan bukan jaminan keperawanan
Puji pujian bukan jaminan kejujuran

Hatimu nullus tapi membius
Matamu tulus tapi membius
Kulitmu mulus tapi membius
Imanmu lurus tapi membius

Say Thank to Jesus and  Asiaril on November 2012, see more on: https://shadowrote.wordpress.com/page/5/

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

May You Be The Best Papah! Thank You Le Fetit Angeli

Good Morning Worl! Good Morning Mama Papa..my Daughter. Love for life and everything! Thank to Jesus Christ  and for everything to facing my life. First time a kiss from my daughter in mya special day, thank you my le fetit Angeli who make me a cup of milk this morning.

I recently had a birthday. As I’ve gotten older, birthdays have become for me a time of intense self-reflection: where am I in my life, where do I want to be, what could I improve? They don;t depress me, like they do so many others, but they do make me think.

IMG-20141001-06228d

Happy Birth  Day (Foto: Hendricus Widiantoro)

Thank you for give me Birthday Card from deep down of your heart today:

“Proficiat Widi HBD may God bless you and always happy forever” (Mother )

“Happy Birthday to u mas Widi semoga menjadi the Great Papah for your daughter sehat selalu dan sukses selalu”

Henk Widi, Happy Birthday from ** team!

Dear Henk Widi,

We at Eur ** are very happy to wish you the Happiest Birthday!

As you make all your birthday wishes, Eur *** team wishes that they all come true!

May this birthday be just the beginning of a year filled with happy memories, wonderful moments and shinning dreams.

And of course we are always here to help you fulfill your dreams and aspirations at Eur *** — please be sure that we are here if you need us!

Best wishes from

Eu ** Team

and thank you for first time call me my beloved jeyek.

images (25)

credit: nuransharilaw.blogspot.com

For the last few weeks, that’s exactly what I’ve been doing – re-thinking my goals, my choices, and my habits to see what simply isn’t helping to solve the things in my life that I’m not quite happy about. And, at the same time, the things I am – this  isn’t about self-flagellation, but about an honest inventory of strengths and shortcomings, so that the one can be applied to the other.

Time most go everyday in my life . Today  32 x 365 days everything changed..a question: A year older, and wiser? I write everything in my life as a legacy to my daughter and everyone who know me. Thank to you give me love during 32 x 365 days. I dont know how and why i cry today. Everything changed in my life and i know God have more planing in my life and its good for me.

I’m a October baby, so it’s almost like I because have #October Wish.

Althoughmy life can be challenging, I really believe the universe is looking after me. I don’t know what form this higher power takes, but I do believe I’m being cared for and that hard times are an opportunity to learn valuable lessons — about the world, about myself, my past time, my family, my daughter and about other people.

images (24)

cake

The last year was a real mixed-bag for me. There were times when I thought I had found the rhythm, only to realize that the beat had changed again. There were times when I felt like I couldn’t keep up and other times when I was going too fast… and it was challenging. But every day is a new day. I do my best, I look to the universe for guidance and I never let myself become jaded or pessimistic.

I believe in being true to myself in the moment, even if it’s not the best moment, and trusting the universe is guiding me in the right direction is key to my happiness, now and always and at every age.

More place and more hope in my life is a awesome experience as a Great Gift from my God.

Thank you Jesus Christ, Father, Mother, my Family : thank you le fetit angeli!

10689874_10152688386606206_2947034741179353639_n

Karikatur ku (Den Mas Kukuh)

Kiriman karikatur dari seniorku di Rumah Sakit Budi Rahayu Blitar pada hari ulang tahunku..

Doodle Google hari ini:

Google

Categories: Hidupku, Inspirasi, Kisah Kisahku, Perjalanan Hidup | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Lilin Dalam Hening Kontemplasi Memandang Diri

IMG-20141001-06226b

Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

Suara jangkrik, hening, dan pastinya suasana kegelapan yang semakin larut  lagu lagu renungan dan kontemplasi. Bukan karena mati lampu kunyalakan lilin.

Lilin selalu ada saat doa doa dipanjatkan, saat merenung dan berkontemplasi. Lilin sangat penting bagiku, bagi kehidupan kami bahkan dari sisi rohani. Selalu banyak orang merenung tentang lilin dan pengorbanannya.

Malam ini detik demi detik, jam bahkan hari bulan dan tahun telah terlewati. Memandang lilin yang menyala ini memberiku waktu untuk berkontemplasi. Sejenak tanpa lampu listrik. Diam dalam hening. Sehening lilin ini.

Lilin lilin ini kubakar dengan doa doa yang terpanjat:

Ia akan tetap tenang bahkan ketika api membakar dirinya. Namun tak banyak orang mau menjadi seperti lilin yang “membakar” dirinya sendiri untuk menerangi sekelilingnya. Harusnya orang mengerti lilin tak menyala jika tak dibakar dan orang harus lebih menyadari bisakah menjadi sinar seperti lilin.

IMG-20141001-06225a

Lilin terbakar (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bahkan ketika angin mencoba mematikan sesaat api lilin akan bergerak dan bergoyang untuk bertahan agar tetap hidup. Lilin berusaha mencoba tetap tenang, berusaha agar tidak menyerah apalagi complain, tidak berontak, tidak berfurstasi, tidak berputus asa, dan hanya menikmati keadaannya dan fungsinya menjadi pribadi yang bersinar.

Beranjak dari hari ke hari, hingga saat ini, hari lahir menjadi pertanda bagiku, bahkan umurku tahun demi tahun bertambah. Tapi kini sebuah kedewasaan penuh tanggung jawab yang harus tertanam dalam diri yang dirahmati Allah.

Bagi sebagian orang perayaan ulang tahun adalah hal yang wajib. Tapi tidak bagiku. Perayaan ulang tahun adalah suatu peristiwa dimana aku harus semakin bersyukur, karena aku masih diberi umur panjang dan kesehatan.

Selain itu adalah peristiwa dimana aku perlu berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun sebenarnya berbenah diri tak harus dilakukan pada hari ulang tahun saja, tapi pada keseharian juga.

Saat api lilin mulai meleleh, saat kepenatan yang kualami selama ini bercampur dengan rasa syukur. Semua yang Tuhan Yesus rencanakan dalam hidupku pasti sudah digariskan bagiku.

Hari ini aku bertanya kepada puteriku seusai kuajak melihat pasar malam. Pasar yang akan terlihat indah di malam hari dengan dominasi lampu warna warni. Seperti lilin lilin yang kubakar bersama puteriku malam ini meski belum boleh ditiup:

IMG-20141001-06230f

Tarian Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06227c

Lilin Terbakar (foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06228d

Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06229e

Lilinku (Foto : Hendricus Widiantoro)

“Bahagiakah kamu de?”

Pertanyaan itu pun kutanyakan padaku meski puteriku menjawab ia bahagia karena bisa diajak papanya malam ini. Semoga kegagalan dan hal hal yang belum sempurna masih bisa kuperbaiki.

Kegagalan yang bagiku pasti akan selalu terkenang dan kegagalan itu tergantung dari apakah aku hanya lilin yang terbakar percuma? atau lilin yang digunakan Tuhan untuk menyinari salah satu puterinya.

Mendampinginya dalam masa masa pertumbuhannya sebagai gadis kecil yang bertumbuh. Kuserahkan kepadaMu ya Tuhan.

Kesendirian yang kualami ini bukan untuk dikomplain bukan untuk dibuat frustasi.  Kubakar semua luka dan segala kepahitan yang pernah terjadi dan kupasrahkan kepadaMU El Senyor.

Saatnya menanti detik detik dalam hening sambil berkontemplasi. Mendengarkan lagu TAIZE:

El Senyor

In the Lord I’ll be ever thankful
In the Lord I will rejoice
Look to God do not be afraid
Lift up your voices the Lord is near
Lift up your voices the Lord is near

Dalam Tuhan aku bersyukur
Dengan lagu pujian
Tuhanlah penyelamatku
Dalam Dialah sukacita
Dalam Dialah sukacita

El Senyor es la meva forca
El Senyor el meu cant
Ell m’haestat la savacidor
En ell confio in no tinc por
En ell confio in no tinc por

In Nomine Patrii Et Filii Et Spirito Sancti. Amen.

Categories: Inspirasi Pagi, Kisah Kisahku, renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

October Wish : Terima Kasih Tuhan Aku Pernah Di Sini

Aku TB39

Taman Bali (Oktober 2013)

Bulan Oktober, bulan kesepuluh 10 dalam penanggalan Masehi sekarang ini . Bulan ini memiliki arti penting dalam hidupku. Selain karena semua putera puteri bapak mamak semuanya lahir di Bulan Januari kecuali aku Oktober, bulan ini juga sangat istimewa bagiku.  Namun semua orang pasti memiliki bulan istimewa tersendiri.

Bagiku bulan ini menjadi sangat penting karena usiaku yang sudah tak lagi muda. Dalam perjalanan hidup ini syukur kepada sang pemberi hidup, orangtua, leluhur, keluarga serta semua orang yang pernah ada dalam sejarah hidupku.

Menjelang saat saat syukur itu October Wish, selalu ada harapan di bulan yang baru ini. Bulan yang pastinya pada puluhan tahun yang lalu aku tak ada di sini. Demikian juga bulan bulan Oktober di tahun tahun sebelumnya aku pun tak ada di sini. Tempat tempat tersebut selalu akan menjadi sejarah yang tak akan terlupakan.

Berikut adalah tempat tempat di mana aku pernah berada : Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Great Papah Not Eagles Broken Wings

images (22)

junialeigh.files.wordpress.com

Menjadi seorang papa itu sebuah pilihan dan sekaligus kewajiban dan tanggungjawab. Semalam seorang kawan dari Yogyakarta yang pernah merasakan masa masa di kampus USD  Paingan sedikit terkejut. Terkejut saat tahu aku Singleparents.

Kupikir dia memang  tak salah jika mengira aku adalah seorang ayah yang lengkap mendidik puteriku dengan
lengkap bersama mamanya. Tidak demikian. Kukatakan aku adalah Eagles Broken Wings. Tapi faktanya memang  demikian. Ya aku adalah seekor Rajawali yang terbang dengan kepakan sayap yang patah.

Bukan, you Great Papah not eagles broken wings or without wings or Eagles fly alone : meskipun faktanya diriku -Alis volat propiis – She flies with her own wings.

images (23)

livinginvictoryeveryday.com

Pagi ini tanpa sengaja melintas di timeline soal Piyu Padi. Bagiku ini inspirasi  terlebih secara tak langsung dia menjadi guru bagiku.

“Status nggak perlu, yang penting sekarang kewajaran dalam bertindak, berkarya, berbisnis, nggak ada yang dipermasalahkan,” kata Piyu.

Untuk saat ini, lelaki kelahiran 15 Juli 1973 itu ingin fokus bekerja dan mengurus  tiga buah hatinya. Ia tak ingin memikirkan hal lain terutama terkait status ataupun  pendamping hidup yang baru.

“Saya lihat ke depan, yang saya pikirkan itu soal anak, pendidikan, kesehatan, kenyamanan mereka. So far nggak ada masalah,” pungkasnnya.

Sumber: https://id.celebrity.yahoo.com/news/meski-sudah-pisah-rumah-piyu-padi-tak- cerai-

Masa depan, melihat ke depan dan memikirkan soal pendidikan, kesehatan, kenyamanan anak lebih penting. Serius tapi santai. Meski menjadi papah belum sempurna. Setidaknya masih banyak papa yang berjuang dengan banyak pengorbanan. Membesarkan putera puterinya seorang diri.

Seperti yang terjadi pada salah satu kawanku yang ada di Bali hingga kini berhasil papanya membesarkan dirinya hingga beranjak dewasa.

10686789_1536173296615270_7477729458170500337_n

Inspirasi seorang papa

Semoga!

Categories: Inspirasi, Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Bersadar Diri: Sebuah Refleksi

10

Lubang Camoy Air Anyir Bangka (Foto: Hendricus Widiantoro)

Buat jiwa yang bersikukuh bahwa yang ada di sisinya adalah benar-benar tambatannya, mungkin sebaiknya bermeditasi sejenak, bersama jiwa ini..kata Opick ‘Bagaimanakah kau merasa bangga ….bila waktu telah memanggil,,’, tak ada kebanggaan sejati. 

Apalagi yang dengan penuh percaya diri meyakini bahwa dia adalah sumber kebahagiaan..ikhlas.. 
Apakah kita akan bahagia jika seseorang yang kita sayangi hidup bersama orang lain?? 
Terus,kata oom Mario Teguh,,akan lebih tidak bahagia jika orang yang kita sayangi malah ga nyaman,,ga bahagia sama kita.. 
Benar benar mengena banget nich..jadi buat apa sich??? 

Setidaknya ini bukan sebuah cerita orang lain dan aku mengalaminya. Awalnya berat namun semuanya harus diterima dan kata kata Om Mario Teguh benar adanya..
Make Yourself Comfort…

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.