Posts Tagged With: perjalanan

Sebuah Perjalanan: Tiga Provinsi Satu Lensa

Henk Widi_PKU13

Jembatan di Provinsi Jambi

Perjalanan menuju tempat baru. Pemandangan, pengalaman yang terekam seorang pejalan belum lengkap jika tidak terekam dalam dokumentasi visual. Rekaman ingatan masih terkadang belum sempurna sehingga perlu dituangkan dalam bentuk dokumen visual. Perjalanan tiga Provinsi dari Provinsi asal, Lampung-Sumatera Selatan-Jambi-Riau merupakan sebuah perjalanan seorang backpacker sepertiku. Menggunakan metode tumpangan atau istilah kerennya hitchiking membuat sebuah tempat bisa kukunjungi dengan beberapa pertimbangan. Perlu sebuah tantangan dan komunikasi yang untuk mengenal orang orang baru dan di tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

 

Henk Widi_PKU18

Belilas Provinsi Riau

Meski bukan seorang pejalan, backpacker, hitchhiker profesional, namun pengalaman melakukan perjalanan adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan mengunjungi tempat tempat baru. Perjalanan selalu menghadirkan hal hal baru baik infrastruktur jalan, jembatan, kuliner, tempat tempat baru yang memiliki keberagaman sebagai Indonesia yang sebenarnya. Keramahtamahan Indonesia yang tetap ada sebagai warisan suku bangsa Melayu di Pulau Sumatera.

Henk Widi_PKU1

Jalanan di Provinsi Jambi

Perjalanan yang terekam dalam kamera memperlihatkan kekayaan Indonesia dalam banyak hal meskipun belum secara keseluruhan. Sebuah rekaman yang merupakan dokumen pribadi akan sebuah perjalanan yang memberikan kenangan akan indahnya Pulau Sumatera dari beberapa aspek. Kesan infrastruktur yang bagus dan berbeda dengan beberapa provinsi lain.

Berikut beberapa jepretan perjalanan ke beberapa Provinsi yang terekam dalam lensaku: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

Tetap Survive dan Kembali Ke Kehidupan

Dear World! Tahun telah berganti. Memasuki tahun yang baru ini sebuah capaian yang telah dilalui di tahun 2015 masih akan terlihat jelas. Permenungan di sepanjang malam tak sekedar melihat nyala kembang api di langit atau bunyi berisik terompet. Kegaduhan yang terjadi di tahun 2015 serta berbagai peristiwa yang secara pribadi dialami oleh setiap orang terangkum dalam renungan akhir tahun entah kegagalan, kesuksesan, semuanya dengan penutup sebuah kepuasan atau kekecewaan yang akan dievaluasi di tahun berikutnya. Setiap orang memiliki perjalanannya sendiri dan bisa mengubah serta memperbaikinya menjadi lebih bermanfaat.

 

Memasuki tahun baru 2016 sebuah harapan yang telah didoakan dalam malam tahun baru 2015. Awal tahun yang kulakukan adalah menggendong puteriku, meski usianya sudah 9 tahun. Harapan dan sebuah pencapaian dan refleksi jika menengok ke belakang menggendongnya dari usia satu hari dan melalui perjalanan hidup menuju tahun 2016 memasuki satu dasawarsa yang membuatku menyadari aku telah ditopang oleh Sang Pencipta dibandingkan aku menggendong dan menopang puteriku.

Perjalanan itu membuktikan survive dan keberadaanku untuk tetap tegar tidak tanpa campur tangan sang Pencipta. Hidupku yang telah mengalami berbagai peristiwa, tinggal di beberapa kota: Pringsewu, Penengahan, Blitar, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta serta mengunjungi beberapa wilayah adalah sebuah anugerah dariNya. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Mengagumi Arsitekur Peninggalan Masa Silam

????????????????????????????????????

Gereja Hati Kudus Malang atau dikenal Gereja Kayoetangan

Arsitektur merupakan sebuah karya seni yang sangat mengagumkan. Secara pribadi meski tidak mendalami arsitektur namun melihat bangunan bangunan megah yang masih bertahan hingga kini menimbulkan decak kagum. Kekaguman akan ketelitian serta makna yang mendalam akan karya seni dan fungsi bangunan tersebut dibangun. Secara khusus untuk rumah ibadah berupa gereja yang dibangun untuk kepentingan ibadah pemeluk agama Kristiani.

Salah satu dari beberapa gereja yang menurut penulis cukup unik adalah gereja yang ada di Malang Jawa Timur ini. Berdasarkan sumber yang penulis peroleh,di Malang pada zaman kolonial, terdapat dua buah gereja Katolik yang besar. Pertama adalah Gereja Hati Kudus Yesus yang ada di Jalan Kayoetangan (sekarang Jl. Basuki Rachmad), dan Gereja Santa Theresia (Theresia Kerk) yang berada di Jalan Ijen. Yang tertua adalah Gereja Hati Kudus di Jalan Kayoetangan, yang didirikan pada tahun 1905.

????????????????????????????????????

Katedral Ijen

Sementara gereja kedua yang penulis kunjungi adalah Katedral Ijen di Malang,Gereja Ijen merupakan salah satu gereja Katolik yang terkenal dan berada di pusat Kota Malang. Alamat resminya berada di Jalan Guntur 2 Malang, tetapi karena berada tepat di sudut jalan yang berdekatan dengan Jalan Ijen sehingga banyak yang menyebutnya sebagai Gereja Ijen.

Beberapa sudut gereje tersebut terekam dalam kamera yang memperlihatkan kokohnya bangunan yang sudah berumur cukup tua tersebut dan menjadi salah satu kekayaan arsitektur kota Malang. Sebuah foto foto kenangan saat pernah menjadi Kera Ngalam: Baca lebih lanjut

Categories: Arsitektur, Malang, Perjalanan, Wista Rohani | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Menyusuri Bibir Lautan Hindia Berbekal Kearifan Lokal Way Haru

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Perjalanan menyusuri bibir lautan hindia merupakan perjalanan pertama kali yang kulakukan. Perjalanan yang harus bersentuhan dengan jilatan ombak yang menerjang untuk menuju sebuah wilayah di bibir Samudera Hindia bernama Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Pesisir Barat. Awalnya dari kisah yang kudengar dari pak Hindar dan pak Supri yang mengajakku ke lokasi ini perjalanan ke lokasi Way Haru harus menyeberangi sungai, muara dan pasir yang bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia. Bayangan basah, menyeberangi sungai dengan sesekali melihat penyu Belimbing atau Buaya Muara sirna setelah melihat kenyataan berbeda.

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Kenyataan berbeda tersebut bukan karena salah melainkan karena pak Hindar jauh jauh hari memperhitungkan kondisi cuaca terbaik menuju lokasi itu adalah jangan waktu musim penghujan. Benar saja berbekal tekhnologi serta kearifan lokal masyarakat setempat tentang penghitungan waktu terbaik untuk melintasi jalan pasir membuat kami menemukan keindahan yang berbeda dari perjalanan sebelumnya.

Pasir bersih, nyaris tidak ada batu karang dan hanya sampah sampah kayu kering sesekali kami temui di perjalanan. Konon menurut warga pasir putih tersebut ada masanya karena ada waktunya nanti saat “pembersihan” dimana penguasa lautan akan kembali menarik pasir pasir tersebut untuk dibersihkan dan baru saat itu karang karang kecil akan muncul. Siklus yang bagi masyarakat dihitung untuk memudahkan perjalanan.

Tulisan perjalanan ini kuposting ditulisan sebelumnya:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/09/11/perjalanan-ke-barat-way-haru-negeri-sejuta-pesona-yang-terlupa/

Masyarakat Way Haru, Way Heni dan sekitar wilayah di Bengkunat Belimbing bahkan lebih banyak menggunkan kalender Jawa yang menghitung penanggalan bulan. Penghitungan tersebut untuk melihat pasang surut air laut. Saat bulan purnama dan waktu waktu sebelum purnama datang kondisi pasang air laut menjadi saat yang dihindari untuk bepergian kecuali karena terpaksa. Alasannya kondisi lautan sedang pasang sehingga air laut menyentuh tebing tebing pantai. Tebing tebing pantai tersebut sebaliknya pada saat surut bulan awal akan berjarak jauh dari pantai bahkan bisa mencapai setengah kilometer saat terjadi surut.

????????????????????????????????????

Pesisir Way Haru

Kearifan lokal tersebutlah yang dijaga hingga sekarang bahkan semua warga saat melakukan perjalanan saling bantu mulai dari menyeberang menggunakan rakit, melalui muara, serta saat motor yang dikendarainya terjatuh akibat mati mesin terjilat bibir ombak. Kearifan lokal tersebut menjadikan wilayah terisolir penghasil lada,kopi, kelapa dan hasil bumi lainnya menjadi wilayah yang sangat unik dan menjadi tempat di bibir Samudera Hindia yang istimewa.

Berikut foto foto perjalanan ke lokasi tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Bengkuat belimbing, Fotografi, Lampung, Perjalanan, Pesisirr Barat, Samudera Hindia, Way Haru, Way Heni | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Fotografi Dalam Perjalanan

Semua orang kini bisa menjadi seorang fotografer. Munculnya gadget smartphone, kamera digital, kamera DSLR serta berbagai alat perekam foto semakin memberi kesempatan untuk mewujudkan semua bisa menjadi fotografer atau setidaknya bisa mengabadikan momen momen yang tanpa disengaja saat di perjalanan atau potret potret kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia.

????????????????????????????????????

Ojek Motor Nelayan di Labuhan Maringgai (8/7/2015)

Saya bukan seorang fotografer tepatnya dan hanya menyukai memotret objek saat perjalanan saya. Namun semuanya tentu akan memberi pengalaman bahwa dalam setiap momen ada hal hal yang tak bisa diulang. Kecepatan dalam mengambil keputusan untuk mengarahkan objek terutama saat dalam kendaraan tentunya membutuhkan kecepatan.

Perlu mempelajari tekhnik untuk mendapatkan foto yang dikenal dengan fotografi jalanan. Awalnya fotografi jalanan mungkin hal yang dilakukan sambil iseng namun secara histori rupanya ini menjadi aliran fotografi yang pastinya akan jadi acuan.

Fotografi jalanan (bahasa Inggris: street photography) adalah salah satu aliran dalam fotografi. Fotografi jalanan umumnya memuat objek yang diambil di ruang terbuka publik dalam kondisi candid atau tanpa pengarahan. Belum ada kesepakatan mengenai padanan yang baku untuk street photography dalam bahasa Indonesia, namun istilah fotografi jalanan sering dipakai dalam beberapa kesempatan. Foto-foto dalam street photography dapat mengambil lokasi dari berbagai ruang publik seperti jalan, pasar, mal, terminal, stasiun kereta api, dan sebagainya.

Foto-foto yang diambil pada aliran fotografi ini umumnya memakai teknik straight photography. Foto menggambarkan kondisi apa adanya dengan meminimalkan manipulasi objek. Dalam perkembangannya, fotografi jalanan banyak memasukkan unsur-unsur seperti surealisme, humor, dan kejutan dalam komposisinya. Untuk mendapatkan unsur-unsur tersebut dalam suatu foto, perlu dicari saat yang paling tepat dengan posisi objek yang unik. Istilah decisive moment diperkenalkan oleh Henri Cartier-Bresson untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Selengkapnya: https://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_jalanan

Perjalanan yang saya lakukan ke beberapa tempat memberikan sebuah pemahamanan untuk lebih peka pada situasi dalam perjalanan. Secepatnya untuk mengarahkan kamera pada objek yang momennya tak akan kembali. Semoga saya bisa terus belajar dan akan terus belajar mengenai aliran fotografi ini.

Berikut pelajaran yang saya ambil dalam perjalanan perjalanan saya. Mohon koreksi untuk jepreten jepretan ini. Foto saya urutkan berdasarkan tahun pengambilan:

1. Pemulung Mencari Kertas Koran Sehabis Sholat Ied (15/10/2013)

Teluk Betung Selatan-20131015-022901 Teluk Betung Selatan-20131015-022891

2. Pengepul Pisang di Pulau Sebesi (20/2/2014)

????????????????????????????????????

Pengepul Pisang di Pulau Sebesi

Baca lebih lanjut

Categories: Belajar, Fotografi, Perjalanan, Street Fotografi | Tag: , , , | 2 Komentar

Ideologi Pejalan : Perjalanan Bijak Di Saat Tepat

Menjadi pejalan itu sebuah keputusan. Bukan sebuah paksaan ataupun keharusan. Semua butuh proses dan tak semua menyukainya.

????????????????????????????????????

KMP Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Fasilitas transportasi yang semakin modern membuat fasilitas transportasi yang lainnya ditinggalkan. Sisi positifnya karena transportasi yang dipilih lebih cepat dibanding dengan transportasi lainnya. Semisal perjalanan darat menggunakan mobil, kereta api,laut dengan kapal berbeda dengan perjalanan menggunakan pesawat udara dengan koper lengkap dan tinggal tarik bukan dengan backpacker.

Saya pernah memiliki kawan yang menolak untuk melakukan perjalanan darat dengan alasan: ribet, lama dan penuh dengan tetek bengek yang membuatnya tak mau menempuh perjalanan darat plus perjalanan laut. Kawan saya ini tinggal di salah satu jantung ibukota Lampung dan saya juga berpikir logis karena perjalanan lewat udara menuju ibukota Indonesia lebih cepat dibandingkan darat. Ist okey! Semuanya juga tergantung budget alias isi dompet.

Pejalan, lagi lagi memiliki perbedaan dalam hal memilih moda transportasi. Itu soal “ideologi” pejalan yang menentukan pernak pernik perjalanan sampai dalam hal menentukan moda transportasi.

????????????????????????????????????

Pramugari kapal Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Bagi pemilih jalur darat, laut pun bukan berarti pemilik budget rendah. Jangan salah, di pelabuhan Bakauheni saya pernah bertemu dengan para backpacker dari Eropa diantaranya dari Spanyol yang notabene turis turis keren sehabis berselancar di tanjung Setia Lampung Barat.

Mereka memanfaatkan jalur darat dan tak memilih jalur udara. Tapi mereka tetap enjoy dan meski bukan “turis kere” saya yakin mereka lebih berkantong tebal dibanding saya. Selain para turis tersebut beberapa kawan backpacker yang saya temui bahkan memiliki Fortuner dan Pajero Sport. Ia asli Pajero, bukan seperti Pejero yang saya miliki (Panas Njobo Njero) hujan kehujanan panas kepanasan. Ya mereka memilih menenteng ransel di punggung bukan menyeret koper lalu naik ke pesawat.

????????????????????????????????????

Cara memakai jake keselamatan (Hendricus Widiantoro)

Itu pilihan dan saya yakin setiap pejalan memiliki ideologi sendiri. Menentukan perjalanan bijak dan tepat ! itulah ideologi para pejalan yang sering aku temui dan juga kulakukan. Melakukan perjalanan ke beberapa daerah dengan budget minim dan tentunya dengan bijak memilah milah tempat untuk tinggal. Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Flashpacker, Kapal, Kapal Roro, Pejalan, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

KMP Legundi, KMP Sebuku Selamat Datang di Selat Sunda

???????????????????????????????

KMP Sebuku di Bakauheni (Foto: Hendricuswidiantoro.wordpress.com)

Bagi para Ferry Mania alias pecinta kapal ferry di Selat Sunda pasti akan melihat dua kapal baru yang berlayar di Selat Sunda. Kedua kapal tersebut didominasi warna biru dan merupakan dua kapal baru yang sudah diluncurkan oleh Menteri perhubungan (kala itu EE.Mangindaan ) dan diluncurkan pertama kali pada bulan Agustus 2014 dan juga September 2014.

Kapal  pertama yakni KMP Legundi, kenapa dinamakan Legundi. Seperti diketahui Legundi merupakan salah stu pulau yang cukuo di kenal berada di Teluk Lampung dan juga masih dalam wilayah Selat Sunda. Kapal inimemiliki panjang 109,40 meter; lebar 19,60 meter; tinggi geladak utama 5,60 meter; serat air 4,10 meter; dan kecepatan 15,00 knot. Kapal itu didesain berkapasitas 812 orang serta mampu menampung kendaraan sebanyak 21 trailer, dua tronton, 37 truk medium, dan 77 sedan atau multipurpose vehicle. Baca lebih lanjut

Categories: Kapal Ferry, Kapal Roro, KMP Legundi, KMP Sebuku, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Hidup Kudu Ada Belokan

Belok1

Turunan dan belokan Gubuk Seng Bakauheni Pulau Sebesi samar samar (Foto diambil 10/12/2014: Hendricus Widiantoro)

Hidup kudu, harus ada belokan! meski sekarang zamannya jalan tol, jalan bebas hambatan yang kadang lurus pun tetap ada belokan. Meski belokannya tak setajam jalan jalan di Sumatera yang sepertinya belum ada jalan tol. Belokan di jalan menuntut pengendara atau pemakai jalan selalu waspada: ada apa di depan? entah sepi entah ramai selalu harus waspada! Petuah Mahaguruku hari ini memang tetap selalu kurenungkan. Dalam hidup selalu harus memiliki waktu untuk memandang diri dan itu untuk belajar kehidupan. Jalan tak selalu mulus, rata, kadang bergelombang dan ada belokan itu wajar!

Membelok sejenak memberi waktu untuk cepat berpikir. Ide ide dan gagasan pun kadang harus GILA, melenceng. Kemarin sempat baca PM seseorang yang mengatakan : Karya karya keren di zaman modern ini awalnya dari ide gila! ide ide melenceng! wah bener juga itu. Lalu sekarang aku mencoba membelok sejenak ke arah yang entah ke kiri atau ke kanan. Sungguh menyenangkan menuliskan semua kisah dan perjalanan hidupku di https://hendricuswidiantoro.wordpress.com dan akupun tak malu disebut gila melenceng dan membelok ke http://www.hendricuswidiantoro.com

Belok2

Turunan dan belokan Gubuk Seng Bakauheni di kejauhan Pulau Sebesi samar samar (Foto diambil 10/12/2014: Hendricus Widiantoro)

Semuanya butuh proses dan keberanian kata Mahaguruku. Mimpi mimpi besar harus diwujudkan meskipun diketawain orang. Jangan malu dan minder untuk bisa maju. Belokan tetap diperlukan untuk menemukan jalan lurus. Seperti setiap hari kutemui belokan di tengah perjalanan yang tak selalu mulus. Meski di perjalanan tetap menjumpai hal hal indah namun terkadang di jalan menemukan peristiwa menyedihkan. Itulah hidup, kudu ada belokan.

Selanjutnya semoga sejenak aku bisa membelok ke rumah baru dan harapan baru dengan tetap mencintai rumah lama ini. Belokan yang akan memberikan sebuah harapan di http://www.hendricuswidiantoro.com

Tak hanya belokan jalan menurun yang membutuhkan kehati hatian pun harus tetap menjadi perhatian. Meski rambu rambu banyak di tepi jalan namun jika lengah kecelakaan pun bisa terjadi pun demikian saat berada di tanjakan. Semoga belokan dan tanjakan, turunan bisa kulalui berkat petuah sang Mahaguru.

Categories: Inspirasi, Kisahku, Weblog | Tag: , , , | 6 Komentar

Batu, Keris Dan Perjalananku

11

Gunung Rajabasa dari Register I Kecamatan Penenengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Perjalanan ke suatu tempat selalu menemukan hal hal baru dan tak terduga. Bahkan terkadang hal hal yang sebelumnya tak pernah terlihat dan terpikirkan. Kali ini perjalanan menggunakan bebek besi Revo menyusuri jalan jalan berbatu dan terjal di Register I Way Pisang Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Kontur perbukitan yang menjadi pemandangan dalam perjalanan dengan hembusan angin cukup kencang menerpa perjalananku di atas jalan berbatu.

Sesekali aku berhenti untuk sejenak mengabadikan perjalanan yang panas ditemani Revo yang selalu setia menemaniku ke  manapun pergi. Perbukitan gersang saat musim panas ini adalah sejarah bagiku. Sejarah hidup yang pastinya akan kusyukuri karena dari tempat inilah aku berasal. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Alam, Backpackeran | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

8 Hal Hal Penting Bikin Anak Tetap Senang Saat Traveling

Hari ini dikenal sebagai hari Ayah “Father Day”. Menyenangkan pastinya bagi yang memiliki keluarga utuh yang memiliki ibu, ayah serta anak anak. Bersama sang ibu bisa dirayakan hari ayah tersebut dengan banyak cara, memasak, melakukan perjalanan maupun berlibur untuk merayakan hari ayah . Namun bagiku yang singelparents hal tersebut tak mengurangi saat untuk membahagiakan puteriku. Perjalanan bersama puteriku ke tempat tempat baru tetap masih bisa dilakukan untuk bisa menikmati keindahan alam, pantai dan berbagai tempat menyenangkan lainnya.

4

Perjalanan di Pantai Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Melakukan liburan atau perjalanan dengan putera puteri kita tentunya akan menjadi saaat yang menyenangkan dan membahagiakan. Namun mengajak putera puteri kita melakukan perjalanan jauh tentunya memiliki tantangan. Menerjemahkan secara bebas tips tips perjalanan dari Michelle Bucher, penulis perjalanan di http://www.travelpulse.com saya menemukan beberapa tips yang layak diterapkan dalam perjalanan yang mengajak putera puteri kita.

Banyak keluarga melakukan perjalanan bersama putera puteri mereka sesekali dalam setahun untuk liburan melepas kepenatan atau saat liburan sekolah. Hal tersebut kadang kadang menantang para orangtua untuk menjaga putera puteri yang diajak tetap terhibur dan bahagia sepanjang perjalanan yang terkadang memakan jarak cukup jauh. Menyitir penulis, penulis mengingat pernah merasakan kebosanan yang sangat dan hal tersebut membuat berpikir hal tersebut sesuatu yang menggelikan.

Zrami 48

Curug Cilember Bogor Jawa Barat (Foto: Hendricus Widiantoro)

Nah berikut beberapa tips jitu yang bisa diterapkan para ayah untuk membantu putera puteri tetap merasa nyaman, bahagia, terhibur selama perjalanan:

1.Libatkan Anak Ikut Merencanakan Perjalanan

Upayakan putera puteri kita ikut terlibat dalam merencanakan perjalanan yang akan dilakukan. Jika mereka dilibatkan dalam bagian perjalanan tersebut mereka akan lebih tahu perjalanan yang akan dilalui, mereka akan lebih tahu serta memahami berapa lamanya waktu perjalanan yang akan ditempuh dari satu spot ke spot lain dan mereka akan tahu berapa jauh traveling yang akan dilakukan.

2. Siapkan Catatan Perjalanan

Mintalah kepada putera puteri kita untuk membuat catatan tentang perjalanan tersebut. Cara ini tak hanya membuat peninggalan sesuatu untuk dikenang di masa mendatang, tapi catatan harian perjalanan ini juga memberikan mereka beberapa hal untuk dikerjakan selama perjalanan. Akan menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi anak anak jika kita menyertakan juga Kamera selama perjalanan tersebut. Usahakan mereka bisa mengabadikan foto foto perjalanan yang menarik selama perjalanan tersebut untuk menghiasi catatan perjalanan mereka.

Zrami 31

Curug Cilember Bogor Jawa Barat (Foto : Hendricus Widiantoro)

3. Sesekali Berhentilah

Kadangkala berhenti sementara membuat perjalanan menjadi lebih lama, namun ini merupakan tips bagus untuk setiap orang keluar sejenak dari mobil dan beristirahat. Rencanakan sesekali berhenti selama perjalanan untuk beristirahat dari perjalanan jauh dan menghilangkan kebosanan untuk putera puteri kita. Hal ini juga memberi waktu bagi mereka untuk menuliskan catatan perjalanan dan tetap menjaga mereka tertarik pada traveling yang sedang dijalaninya.

4. Rencanakan Pergi Seharian

Melakukan perjalanan jauh bisa memerlukan waktu lama. Ini cukup penting termasuk di dalamnya aktifitas menyenangkan sepanjang perjalanan, tapi juga bisa direncanakan untuk pergi seharian sehingga keluarga masih memiliki waktu cukup untuk relaks dan menikmati perjalanan tersebut. Keluarga penulsi kadang kadang suka membuat rencana seharian di tempat tempat yang dekat dengan pantai, atau spot untuk hiking. Hal ini membuat kita bisa keluar dari kendaraan dan membiarkan kita bisa mengeksplore kegiatan alam bebas.

5. Beri Reward Bagi Anak Untuk Kebiasaan Bagusnya

Hal ini merupakan tips yang sangat penting untuk mengembangkan kebiasaan bersikap baik selama perjalanan. Berikan kejutan kejutan kecil bagi putera puteri kita hadiah selama perjalanan berlangsung. Hadiah bisa diberikan meski hanya sebuah es krim, Kejutan kecil tersebut bisa saja diberikan ketika mengunjungi sebuah taman seharian.

6. Siapkan Makanan Ringan

Siapkan beberapa makananan ringan di kendaraan bagi putera puteri kita secukupnya sedari awal dari rumah. Hal ini cara terbaik untuk menghemat uang, dengan cara ini maka akan menjaga kita terlalu sering menghabiskan waktu berhenti di tempat tempat seperti restoran cepat saji sepanjang perjalanan. Tapi ini bisa saja berbeda dengan orangtua lain karena biasanya orangtua berhenti di restoran cepat saji untuk membeli makanan cepat saji.

Henk Widi 2

Selat Sunda dari Gunung Rajabasa Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

7. Hindari Kemacetan

Hal ini terlihat cukup mudah diucapkan dibanding kenyataannya karena kemacetan tak bisa diprediksi, tapi usahakan untuk melakukan perjalanan sebelum jam jam sibuk. Pikirkan juga apa yang akan dilakukan putera puteri kita saat berhenti dalam sebuah kemacetan dalam beberapa jam tanpa bergerak sama sekali. Secara pribadi saya lebih suka melakukan perjalanan di malam hari di mana sering taka da kemacetan dan anak anak justru malah tertidur sepanjang malam.

8. Jangan Stress

Hal ini merupakan hal terpenting dalam sebuah perjalanan. Perjalanan dimaksudkan untuk membuat petualangan menyenangkan bagi semua anggota keluarga. Anak anak bisa membuang tingkat stress dalam perjalanan tersebut tapi mereka juag bisa menjadikannya modal besar untuk membangun sebuah kenangan indah terkait perjalanan yang dibuat. Buatlah keseluruhan perjalanan dengan anak anak kita menjadi hal yang menyenangkan dan perkecil tingkat stress yang dialami.

Henk Widi 21

Dermaga Boom Kalianda (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tulisan ini merupakan terjemahan bebas dari : http://www.travelpulse.com/opinions/blog/8-essentials-to-keeping-kids-happy-while-road-tripping.html

Nah, semoga hari ayah ini bisa digunakan oleh para keluarga untuk merayakan bersama dengan putera puterinya. Melakukan perjalanan perjalanan menarik ataupun melakukan hal hal menyenangkan lainnya.

Selamat hari Ayah !

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Fotografi, Hari Ayah, Kisahku, Perjalanan, Traveling, Trip | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.