Posts Tagged With: Lampung Selatan

Hijaunya Sudut Sudut Lampung Selatan

Lampung Selatan_Henk Widi 7

Lampung Selatan dari atas Kapal di Selat Sunda

Melakukan perjalanan keliling Provinsi Lampung merupakan sebuah perjalanan yang sangat melelahkan. Provinsi yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera ini merupakan sebuah provinsi yang memiliki keberagaman adat istiadat, budaya, bentang alam yang sangat indah. Beberapa jepretan perjalanan yang kulakukan diantaranya merupakan sebuah perjalanan di sela sela tugasku.

Curug Widi 7 copy

Pantai Minangruah di Lampung Selatan

Beberapa kabupaten telah kulalui dan saat melalui beberapa pedalaman Lampung diantaranya Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus semua memiliki keindahan alam yang berbeda. Tergantung sudut pandang untuk melihatnya. Salah satu tempat sekaligus tanah kelahiran adalah Lampung Selatan, negeri para penjelajah yang terus berpacu dengan waktu mengejar ketertinggalan dalam pembangunan. Beberapa jepretan kali ini merupakan beberapa sudut di Lampung Selatan yang kuabadikan dan beberapa diantaranya akan menyusul untuk kuunggah.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Keindahan Lampung Selatan yang memiliki pegunungan, laut, dataran rendah tak perlu diragukan lagi. Potensi alam yang membuat Lampung Selatan dijuluki Serambi Sumatera ini merupakan sebuah anugerah dari Tuhan untuk negeri ini.

Pesisir Lampung Selatan yang berpadu dengan pegunungan menjadikan Lampung Selatan masih terus menjadi tujuan wisata tak terkalahkan dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Lampung. Pemandangan yang hijau di sana sini membuat Lampung Selatan selalu terlihat sejuk dalam pandangan mata. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Adventure and Treking, Kalianda, Kisah Kisahku, Rajabasa | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Taklukan Trek Bakauheni Bareng TRABAK

TRAIL1

Trail

Rute petualangan para penghobi wisata minat khusus yaitu motor trail mulai digandrungi oleh para penggila motor trail di wilayah Bakauheni. Medan yang menantang lengkap dengan bentang alam perbukitan, sungai, tepi pantai baik turunan, tanjakan merupakan sarana memacu adrenalin para penggila olahraga para pemberani ini. “Njalur” sebuah istilah yang merupakan aktifitas para pemotor dengan komponen berbeda dengan motor pada umumnya. Selain garang dalam penampilan, motor trail memiliki tingkat kesulitan bagi yang menyukai dan menguasainya.Trabak 11_Henk Widi

Penulis sempat mengikuti beberapa even njalur ini baik skala internasional, nasional maupun lokal. Salah satu even motor trail diantaranya Krakatau Adventure Trail (KAT) mulai KAT I dan seterusnya. Aktifitas yang merupakan wisata minat khusus ini seringkali menggunakan jalur jalur yang sukar dilalui terutama bagi motor motor konvensional. Namun bagi para pecinta modifikasi jangan salah kalau ada motor matic pun ikut unjuk gigi memacu adrenalin sang rider. Tentunya menyertakan mekanik handal untuk mengatasi masalah mesin dalam perjalanan.Trabak 15_Henk Widi
http://www.hendricuswidiantoro.wordpress.com/#

Salah satu klub pecinta motor trail di Kecamatan Bakauheni yang terkenal dengan Menara Siger adalah klub TRABAK. Namanya sepintas nyaris TABRAK yang identik dengan kendaraan. Tapi berdasarkan keterangan salah satu dedengkot Trabak, Hartanto, merupakan akronim dari Trail Adventure Bakauheni.Trabak 1_Henk Widi

Bermarkas di deretan Cafe Kedas di Jalan Lintas Sumatera, Trabak mulai eksis dalam berbagai even baik lokal maupun even even motor trail yang kerap dilakukan di Lampung.

TRAIL 2

Trek Air

Usai melakukan Copi Darat bersama Komunitas Lampung Bersatu (KLB) yang isinya semua komunitas motor baik matik serta berbagai jenis komunitas motor bahkan sepeda, Trabak langsung berpamitan untuk “njalur”. Tak tanggung tanggung rute yang ditempuhs ekitar 40 kilometer dengan rute yang beragam: Mengaspal di Jalan Lintas Timur Sumatera- menyusuri perkampungan penduduk di Desa Sumur lengkap dengan bentang alam pantai di Selat Sunda- lalu menyusuri perkampungan penduduk di Desa Sidoluhur Kecamatan Ketapang- masuk ke perkebunan dan jalan yang sudah diterjang tol- Akhirnya persinggahan terakhir Trabak berada di Pantai Minangruah, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni.

Bakauheni, merupakan surga petualangan tak terkecuali bagi para pecinta “njalur” di medan medan sulit. Bagaimana tidak, mencoba motor tersebut menyusuri jalan jalan sulit pernah kualami terutama di medan penuh dengan lumpur, menyusuri sungai dan pantai serta perbukitan dan lembah. Memerlukan waktu dari pukul 12:00 WIB dan bertemu di meeting point terakhir sekitar pukul 16:00 WIB merupakan sebuah perjuangan.

“Sempat banyak yang trouble tapi karena kami menyertakan mekanik dan sebagian juga sudah mahir maka persoalan mesin dalam perjalanan petualangan kami bersama Trabak tak mengalami kendala dan semua bisa finish setelah njalur,”ungkap Hartanto.

Trabak 4_Henk WidiPerjuangan melelahkan dengan lumpur dan debu menempel di bodi trail akhirnya terbayar sudah. Hidangan ikan bakar lengkap dengan nasi hangat plus sambal seruit menambah semangat sekitar puluhan anggota Trabak yang kali ini ikut njalur. Pantai Minangruah yang merupakan salah satu pantai dengan banyak medan sulit untuk mencapainya merupakan surga bagi para pecinta trail, baik musim panas maupun hujan.

Seusai menyantap kuliner ala ala pantai, Trabak dengan solidaritas tinggi melakukan evaluasi. Trek yang menantang dan sudah layak untuk menjadikan jalur jalur tersebut sebagai bagian dari ajang ajang penghobi motor trail. Sebelumnya Trabak pun pernah njalur ke arah Pulau Mengkudu yang sedang menjadi perbincangan bagi pecinta wisata petualangan. Trabak menjadi sebuah misi untuk memperkenalkan wisata Bakauheni yang kaya akan pesona laut, perbukitan dan merupakan Gerbang Sumatera. Surganya para pecinta adrenalin! Pastinya even serupa akan dilakukan lain waktu.

Berikut foto foto aktifitas Trabak saat Njalur di trek Menara Siger-Pantai Minangruah: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Adventure and Treking, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Batu Alif Nan Menawan

Batu Alif Blog 10 copyPetualangan dan menyegarkan pikiran. Kata kawanku bloger lain, “perjalanan dan petualangan adalah obat sakit hati paling mujarab” dan itu telah terbukti. Move on dan melepas penat dari beberapa persolan kehidupan (soal move on ini diketawain kawanku deh ha ha) dan yang terpenting mensyukuri banyaknya berkah dan karunia yang Tuhan berikan melalui alam yang indah dan penuh dengan keanekaragaman. Jika ingin menikmati suasana pesisir pantai berbalut keindahan pegunungan, bentang alam yang mempesona maka salah satu tempat yang sangat kurekomendasikan adalah Desa Kelawi. Beberapa bahasan mengenai Desa Kelawi dengan potensi wisata bahari dan petualangan seakan tak pernah habis untuk ditulis dan goalnya adalah menyusuri setiap pantai, lembah, perbukitan dan menyelam di beberapa lokasi di tempat tersebut.Batu Alif Blog 11 copy

Salah satu lokasi yang saat ini sedang kukunjungi adalah spot Batu Alif. Tulisan mengenai batu alif yang kubuat bahkan beberapa “dibajak” oleh orang orang yang tak pernah mengunjugi lokasi tersebut (he he) pembajakan yang menjadi SEO bagi penulisnya. Namun saat ditanya sudah pernah ke lokasi tersebut belum, malah jawabnya dapat dari kawannya semua data dan foto, ngakak deh!

Beberapa pengalaman berada di lokasi ini sudah kutulis sebelumnya di sini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/04/19/explore-it-find-it-care-it-lampung-selatan-negeri-para-penjelajah/

Mengunjungi lokasi ini sebetulnya sudah kulakukan sejak zaman masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD) saat diajak oleh kakak sepupu. Lalu saat masa masa Sekolah Menengah Atas (SMA) bersama kawan kawan dari pringsewu kami selalu mengadakan camping di area dekat muara Sungai Minang ruah dan dekat Goa lalai. Lokasi yang sanagt cocok bagi pecinta alam, pecinta petualangan tentunya dengan tetap menghargai dan menghormati kearifan lokal setempat.

Spot yang wajib dikunjungi diantaranya Goa lalai diantara tebing tebing karang, air terjun Minangruah, Pantai Batu Alif lokasi memancing yang sangat mengasikkan dan tempat menyelam yang keren. Perlu perjuangan untuk menuju lokasinya bisa lewat darat bagi penghobi motor trail atau menggunakan perahu nelayan. Dusun Minangruah juga kerap digunakan sebagai lokasi untuk menuju Pulau Mengkudu yang sedang heboh.

Mencapai lokasi ini pun cukup mudah karena dengan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Dari lokasi start SPBU Garuda Hitam bisa ditempuh menyusuri jalan jalan Desa Kelawi bertemu dengan masjdi hijau ke arah Desa Kelawi. Butuh waktu sekitar 30 menit atau lebih cepat untuk ke lokasi. Izin dengan penjaga serta menjaga kearifan lokal (salah satunya membayar karcis masuk untuk parkir) sebesar Rp5ribu maka beberapa aktifitas petualangan bisa dilakukan. Kalau mau mancing silakan nego dengan nelayan setempat dengan kisaran Rp25ribu sampai ke lokasi batu alif.Batu Alif 12 copyBatu Alif Blog 8 copy

Batu alif sebetulnya sebuah batu yang menjulang tinggi di tepi pantai. Batu tersebut gagah berdiri menaungi para penghobi memancing di tempat itu. Sebelahnya merupakan sebuah ceruk yang bisa digunakan sebagai lokasi berteduh. Selain itu kalau mau menyelam bisa juga kok  mencari lokasi di sekitar batu alif. Batu Alif bahkan sudah menjadi ikon bagi Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan. Bagi pecinta kuliner ikan pun masih bisa menikmati ikan segar dengan membeli ikan dari nelayan setempat yang mengelola jaring ikan jenis set net sekaligus ikut melakukan proses penangkapan ikan.

Tak usah berlama lama lokasi ini merupakan lokasi favorit penghobi petualangan. Beberapa jepretan yang kubadikan berikut ini: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Adventure and Treking, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , , , | 2 Komentar

Transformasi Wisata Kuliner Boom Kalianda

Senja Boom Henk Widi 8 copy

Pantai Boom Kalianda atau Dermaga Boom Kalianda terus bertransformasi. Jika Jakarta punya Ancol, Losari dimiliki oleh Sulawesi Selatan di Kota Makassar , maka pantai Boom Kalianda Lampung Selatan kini menjadi lokasi favorit warga Kalianda untuk menikmati saat pagi di hari libur atau setiap hari pada senja hari. Menikmati suasana pagi, siang dan sore bahkan malam di dermaga boom Kalianda kini merupakan saat saat untuk menunjukkan kekinian.

Bahkan tak jarang anak anak muda tak lepas dari kamera handphone, kamera DSLR untuk mengabadikan diri dan supaya kekinian di lokasi yang kini mulai terus bersolek ini. Berbagai sarana ditambah oleh pemerintah setempat dan terus menjadi magnet bagi berbagai kalangan untuk sekedar menikmati lokasi ini sebagai tempat menikmati kebersamaan, menikmati kuliner atau hanya memandang laut serta menanti matahari terbenam.Senja Boom Henk Widi 13 copy

Fasilitas ampiteter, panggung hiburan, lampu lampu hias, payung raksasa terus menarik minat masyarakat yang tinggal di Kalianda dan sekitarnya. Even pergantian tahun dari tahun 2015 dan tahun 2016 pun ribuan warga tumpah ruah di lokasi ini untuk menikmati berbagai atraksi kesenian, budaya berpadu dengan sajian spektakuler kembang api memeriahkan pergantian tahun. Berbagai transformasi positif tersebut memberi dampak bagi berbagai pihak. Kunjungan yang meningkat untuk berbelanja ikan di pasar higienis, para pedagang yang berjualan kuliner baik makanan maupun minuman yang diantaranya merupakan sajian khas kuliner laut.Senja Boom Henk Widi 2 copy

Lihat tulisanku sebelumnya mengenai dermaga, pantai yang menjadi daya tarik warga Kalianda ini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/10/19/menanti-sang-surya-turun-ke-peraduan-wisata-indah-dari-tuhan/

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Kisahku, Visit Kalianda, Visit Lampung Selatan | Tag: , , , , , , , | 6 Komentar

Gunung Rajabasa Sudut Berbeda Waktu Berbeda

WIDI BAKAU 3

View Rajabasa dari Bakauheni

Sebagian wilayah di sekitar tempat tinggal memiliki pemandangan berbeda terutama ketika mengambil gambar dalam waktu berbeda. Saat melakukan perjalanan ke beberapa tempat dan melihat Gunung Rajabasa, Selat Sunda serta beberapa lokasi lain hal hal berbeda akan kutemui. Visibilitas yang tergantung faktor cuaca oleh pandangan mata terkadang berbeda dengan pandangan lensa. Menggunakan kamera dari Asus Zenfone ZE500KL  dan D5200 visi Gunung Rajabasa serta tempat tempat yang kulalui terasa berbeda dan itulah yang tertangkap mata kamera.

WIDI BAKAU 4

View Rajabasa dari Hatta

Beberapa sisi Gunung Rajabasa yang selama ini berada di wilayah Lampung Selatan serta beberapa wilayah yang kuabadikan ini pasti akan berbeda di saat berbeda. Sisi Gunung Rajabasa yang memberi kehidupan bagi ribuan warga yang berdiam di sekeliling Gunung Rajabasa bukan hanya karena keindahannya tapi karena manfaat yang diperoleh dari Gunung tersebut. Beberapa foto dari sudut berbeda mengenai Rajabasa akan menyusul. Beberapa sudut yang kutangkap dari Gunung Rajabasa serta beberapa tempat tak jauh dari Gunung Rajabasa berikut ini: Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , , | 2 Komentar

Nikmati Liburan Akhir Tahun dengan Tepat

 

Liburan Idul Adha 5

Liburan di pantai

Liburan sekolah, liburan Natal dan menjelang tahun baru banyak pilihan yang dilakukan masyarakat.Bagi pecinta wisata pantai bersama keluarga tentunya akan mengajak keluarga ke pantai. Namun saat ini dengan pikiran yang sama semua orang memenuhi hampir setiap tempat wisata. Pergi berpiknik ke luar kota tentunya akan sangat macet karena semua orang memiliki keinginan yang sama berlibur di luar kota. Konsekuensinya jalanan penuh dengan kensaraan berbagai jenis mulai dari kendaraan roda dua dan roda empat.

Pantai 11

Nikmati pantai

 

Alam Henk Widi 5

South Lampung

Sebagai pejalan tentunya akan menghindari bepergian pada saat ini. Meskipun budget cukup namun jika hasilnya bukan sukacita melainkan justru bete di jalan mendingan memiliki siasat yang setiap orang tentunya memiliki cara sendiri. Berkumpul bersama keluarga di rumah dengan memasak masakan kesukaan, bakar ikan, serta kegiatan keluarga lainnya. Pastinya liburan bukan untuk menikmati suasana macet dan apalagi berlama lama di jalan.

Lampung Selatan yang biasanya merupakan kawasan tanpa macet pun saat liburan akhir tahun kondisinya sangat macet. Berbagai kalangan baik wisatawan lokal maupun wisatawan dari daerah lain memadati kawasan wisata di sekitar pesisir pantai Kalianda dan dampaknya macet !

Apapun cara menikmati liburan tentunya jangan justru menjadikan suasana liburan justru mengecewakan karena terjebak macet. Selamat berlibur akhir tahun! Beberapa suasana kemacetamn saat liburan di Lampung Selatan  seperti terlihat di gambar ini: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Adventure and Treking, Kisah Kisahku | Tag: , , , | 2 Komentar

Kreasi Siswa SMKN 1 Sragi Busana Daur Ulang

Widi 4

Vcd bekas dikreasikan jadi busana

Kreatifitas tak mengenal batas. Meskipun berbahan daur ulang namun dengan kreatifitas yang tinggi benda benda tak terpakai masih bisa disulap menjadi karya seni yang teraplikasi dalam busana. Karya seni yang diwujudkan dalam busana tersebut merupakan karya para siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sragi, Lampung Selatan. Benda benda yang bagi orang lain tak terpakai masih bisa dimanfaatkan untuk peragaan busana.

Kreasi dibawah bimbingan sang guru untuk membuat busana yang dikenakan oleh model model cantik dadakan yang lenggak lenggok bagaikan di catwalk tersebut menjadi sarana aktualisasi diri para siswa. Meski sederhana beberapa busana memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi dan membutuhkan waktu cukup lama untuk membuatnya.

Bahan dasar pembuatan busana bahan bekas tersebut diantaranya kertas koran bekas, gelas bekas, kardus bekas, kepingan vcd bekas serta beberapa bahan lain sebagai media untuk berkreasi. Beberapa model melakukan peragaan busana sebagai bagian mengisi waktu class meeting siswa di SMKN 1 Sragi tersebut. Beberapa penampilan peragaan busana yang ditampilkan bisa dilihat dalam foto foto berikut ini: Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bangunan Menyerupai Benteng di Perkebunan Kecamatan Penengahan

Perbatasan Desa Banjarmasin dan Desa Gayam Kecamatan Penengahan di bawah kaki Gunung Rajabasa dilalui Jalan Lintas Sumatera penghubung kota kota di Sumatera menuju ke Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

????????????????????????????????????

Bangunan berbentuk gerbang indah

Saat melintas di Jalinsum Desa Banjarmasin sesekali pengendara akan melihat bangunan berbentuk gapura, benteng dan memiliki kesan sebuah bangunan kuno yang unik dan sebagian bahkan mengira itu adalah sebuah benteng peninggalan masa silam yang masih bertahan hingga sekarang. Pertanyaan tersebut bahkan muncul saat seseorang yang bertanya kepada saya mengira bangunan tersebut adalah sebuah kerajaan di masa silam yang kini tak terawat.

Rasa penasaran sang penanya kepada saya akhirnya terjawab setelah dia mendapat penjelasan dari saya dan beberapa orang yang mengetahui bahwa bangunan tersebut bukanlah sebuah bangunan peninggalan masa silam apalagi benteng kerajaan. Peninggalan masa silam yang masih tetap lestari di Kecamatan Penengahan yang pasti tetap adalah Benteng Cempaka di Desa Gedong Harta yang kini menjadi kompleks makam Raden Inten II. Selain itu peninggalan lain adalah keramat seksi yang dahulu merupakan benteng di Desa Kuripan dan kini berada di area persawahan warga Banyuurip.

????????????????????????????????????

‘Benteng”

Nah,bangunan apakah yang menyerupai benteng dengan gapura yang penampilannya cukup unik tersebut? Jawabannya kuperoleh dari salah seorang penggarap kebun di sekitar lokasi tersebut. Salah satunya Ahmad, yang mengatakan awalnya bangunan tersebut justru merupakan bangunan yang cukup indah dengan pagar berwarna putih dengan lokasi penjagaan di pintu masuknya. Pintu besar berukuran sekitar 3 meter dan pintu kecil melengkung di kedua sisi juga menjadi pintu masuk. Sebuah bangunan yang kini tak digunakan lagi namun masih menyisakan kejayaan peternakan di lokasi tersebut dan merupakan nilai estetika sang pembuatnya.

Bangunan tersebut selain bernilai artistik bukanlah sebuah bangunan kerajaan melainkan bekas lokasi usaha peternakan ayam. Akibat sesuatu hal lokasi peternakan ayam yang pernah ada tersebut akhirnya ditinggalkan berikut bangunan bangunan kayu tempat peternakan ayam. Beberapa tahun kemudian peternakan tersebut tinggal menyisakan pagar berbentuk bangunan dengan pintu melengkung menyerupai benteng benteng peninggalan zaman Belanda. Ada aroma mistis saat berada di lokasi tersebut meski saya hanya berniat untuk mengabadikannya.

????????????????????????????????????

Mistis

Bangunan tersebut tepatnya kini hanyalah beberapa pagar yang sudah tak berfungsi. Namun merupakan saksi kejayaan peternakan ayam di Kecamatan Penengahan. Sementara saat musim tanam jagung bangunan tersebut berada di rerimbunan tanaman jagung dan saat musim hujan dengan berbagai tanaman menghijau, bangunan tersebut tersembunyi diantara pepohonan menambah nuansa benteng yang tersembunyi di perkebunan. Bahkan diskusi dengan kawan, tak ada bangunan wisata saat ini yang memilki bangunan seindah ini. Sebuan bangunan, properti yang menjadi saksi masa lalu.

Tak ada yang bisa membuat gerbang cukup indah seperti bangunan tersebut! tempat wisata sekalipun saat ini

Setidaknya bangunan yang dikira oleh salah satu kawanku sebagai bangunan benteng tersebut telah terjawab. Beberapa sudut yang tak sempa tereksplore bisa memberikannya gambaran bagaimana banguan tersebut dahulu dibangun dan kini masih kokoh berdiri. Bangunan yang sudah ada sejak masa masa SMA ku dan selalu dilintasi saat akan menuju Pelabuhan Bakauheni dan sebaliknya. Berikut beberapa bagian banguan yang masih tersisa: Baca lebih lanjut

Categories: Bangunan, Benteng, Kecamatan Penengahan, LampungS elatan, Peninggalan, Properti, Seni | Tag: , , , , , , | 2 Komentar

Backpacker, Traveler ini Penampakan Baru Pelabuhan Bakauheni

Bagi Traveler yang sering bepergian menggunakan moda transportasi laut terutama lintasan Bakauheni Lampung dan Merak Banten dan menggunakan moda transportasi bus pastinya akan melewati loket pembelian tiket. Toll gate system yang ada di Pelabuhan Bakauheni ini memilki tampilan yang berbeda dibandingkan sebelumnya akibat perubahan sistem untuk penggunaan tiket elektronik lebih maju dari sebelumnya yang masih menggunakan sistem semi elektronik. Dipastikan penerapan sistem ini akan memiliki kelebihan dan tentunya masih dalam tahap penyesuaian pengguna jasa pelabuhan.

Henk Widi 1 copy

Pintu pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni Lampung terbaru (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bagi yang terbiasa melihat pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat ini pasti akan mengalami perubahan. Bayak tiang tiang sensor yang akan terpasang menyambut pengguna jasa pelabuhan Bakauheni dan sudah dikhususkan untuk kendaraan dengan jenis yang berbeda beda. Kendaraan dengan panjang serta ukuran tertentu berdasarkan kelas akan memilliki pintu khusus dan ini akan ditandai dengan papan penunjuk agar tidak salah jalur. Sementara untuk jalur kendaraan setelah membeli tiket pun akan diarahkan ke dermaga 1,2,3,4,4,6 menggunakan tanda tanda khusus serta petugas security. Masih membingungkan tapi nanti lama lama terbiasa.

Henk Widi 2 copy

Sistem elektronik di Toll Gate Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semoga dengan perubahan ini tidak membingungkan bagi pengguna jasa Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan selamat menikmati perubahan yang tentunya memiliki maksud positif. Berikut beberapa foto are Pelabuhan Bakauheni yang lebih baru: Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Bakauheni, Kapal, Lampung, Lampung Selatan, Pejalan, Pelabuhan Bakauheni, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Eksotisme Pasir Timbul Pulau Mengkudu Lampung Selatan

Jalanan berliku liku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata petualangan yang ada di Lampung Selatan. Lokasi wisata ini sedang booming, bagi para instagramer, Twitter, maupun yang sedang senang eksis dengan selfie serta pose pose cantik berlatarbelakang Pulau Mengkudu yang ada di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni (Semula sempat dikenal dan penulis menulis sebagai wilayah Desa Batu Balak Kecamatan Rajabasa , tapi diralat oleh warga sekitar he he ) tersebut. Keindahan ini jangan serta merta ditelan mentah mentah karena harus ada pengorbanan yang baik waktu, tenaga serta kuda besi yang harus selalu dalam kondisi prima.

????????????????????????????????????

Pulau Mengkudu Lampung Selatan ( Foto: Hendricus Widiantoro)

Eksotisme tersebut merupakan reward khusus dan tertantang untuk melakukan petualangan untuk menghadiahi diri dalam rangka hari jadi, ulang tahunku. Bagaimana tidak bersyukur karena ada yang memberi hadiah mungkin untuk bepergian jauh ke Raja Ampat atau Bali, Lombok tapi menyadari semua itu harus memerlukan budget lebih serta mengganggu pekerjaan maka destinasi terdekat masih seputar Lampung. Lampung Selatan yang menjadi gerbang Pulau Sumatera rupanya memiliki potensi keindahan yang bisa dinikmati dengan low budget.

Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Pulau Mengkudu. Setelah beberapa menit tepatnya menyusuri jalan beraspal dengan kuda besiku Revo akhirnya jembatan penghubung Desa Totoharjo dan Desa Kerinjing dan Desa Batu Balak harus kusudahi untuk menyusuri jalanan tanah yang berdebu (mungkin jika musim hujan berlumpur).

????????????????????????????????????

Tanda arah

Di pos pertama seorang petugas security dengan ramah memintaku untuk mengisi daftar tamu. Buku tamu yang menjadi saksi berapa jumlah pengunjung yang berniat untuk mengunjungi Batu Lapis dan Pulau Mengkudu. Ada ratusan pengunjung dari beberapa daerah bahkan dari luar Lampung atau luar Sumatera. Security tersebut tampak ramah dan menunjukkan arah untuk menuju ke lokasi yang kumaksud. Ia adalah security yang menjaga jalur untuk ke lokasi penambangan batu di wilayah tersebut dan sekligus menjadi jalan untuk akses ke Pulau Mengkudu.

????????????????????????????????????

Jalan tanah ke lokasi

Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju Pulau Mengkudu. Sebaiknya membawa masker atau penutup hidung serta pelindung mata jika melintasi wilayah ini karena debu yang timbul akibat angin. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalans etapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor. Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua atau kalau menyukai hiking, treking bisa menikmatinya sambil menyanyi atau menikmati hijaunya tumbuhan di sana (sambil bercengkerama dengan burung burung atau melihat buah durian bergelantungan, tapi jangan ikut bergelantungan he he he..monyet yach?).

Kedatanganku disambut sang sobat, Zamroni yang sudah menunggu bersama dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Sebanyak tujuh orang tetap menjadi penjaga area parkir sekaligus dengan sangat ramah akan menjadi pemandu menunjukkan spot spot menarik untuk mengambil view. Catatan: para penunggu parkiran ini benar benar sangat friendship dan saat berbincang denganku terlihat beberapa memang berlaku seperti pemandu wisata (Salut deh untuk pemuda Batu Balak!).

????????????????????????????????????

Guard dan Guide Pulau Mengkudu

Keramah tamahan yang kuperoleh tersebut adalah cerminan bahwa wisata Lampung Selatan adalah kunci untuk menarik wisatawan berkunjung. Aku bahkan sempat ditunjukkan view menarik sebelum akhirnya turun ke spot utama di Pasir Timbul Pulau Mengkudu.

Tiba di lokasi untuk parkir kendaraan sekaligus base camp. Bagi yang masih kuat fisiknya bisa langsung turun ke lokasi pasir timbul. Tapi ini juga membutuhkan stamina cukup baik karena jalanan yang terjal di sini. Nah setelah beberapa menit menyusuri kebun pisang maka deburan ombak dan sesekali bisa berswa foto. Tapi ada yang membuat miris karena para pecinta alam yang ngaku pecinta alam justru membuang kertas sembarangan dan juga sampah sampah plastik. Jangan lebay dan alay buat foto foto tapi buang sampah sembarangan!

????????????????????????????????????

Pasir Timbul

Saat sampai di bawah deburan ombak akan terasa saat menyusuri pantai dan bisa mlihat pasir putih yang ada di lokasi pasir timbul dan Pulau Mengkudu di seberang. Jika sedang beruntung atau membawa bekal bisa makan makan di tepi pantai serta di bawah rerimbunan pohon yang banyak terdapat di Pulau Mengkudu. Pasir timbul ini konon memang ada karena pertemuan antara dua arus sehingga menimbulkan pasir, koral serta batu batu karang kecil di antara Pulau Sumatera dan Pulau Mengkudu.

Saat berada di sini beruntung bisa bertemu dengan dua orang pemancing yang sengaja datang untuk memancing. Keduanya merupakan warga Desa Totoharjo yang menyempatkan akhir pekan untuk mencari ikan di Pasir Timbul Pulau Mengkudu. Setelah asik melihat dari dua sisi dari Pulau Sumatera dan melihat ke arah sebaliknya dari Pulau Mengkudu ke arah Pulau Sumatera akhirnya aku meminta tolong sang pemancing untuk mengambil gambarku di atas pasir timbul. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Baca lebih lanjut

Categories: Lampung, Lampung Selatan, PAsir Timbul, Pulau Mengkudu, Wisata | Tag: , , , , , , , | 37 Komentar

Blog di WordPress.com.