Posts Tagged With: Kalianda

Momen Berbagi Momen Kebahagiaan Bersama

Zrami 48

Curug Cilember Bogor Jawa Barat

Hari ini banyak yang merayakan Valentine Day sebagai hari kasih sayang. Meski banyak pro kontra terkait peringatan yang diperingati setiap tanggal 14 Februari tersebut. Sisi historis yang memang tak berhubungan dengan kearifan lokal warga Indonesia dan dianggap sebagai budaya Barat yang ditanggapi berbeda biarlah kembali kepada keyakinan masing masing. Hal terpenting meskipun momen hari Valentine dirayakan oleh sebagian masyarakat jadi polemik, lebih baik meningkatkan kadar rasa sayang yang selama ini kurang atau menghilang.

Salah satu cara yang kulakukan dalam mengungkapkan rasa sayang kepada puteri kecilku adalah mengajaknya menikmati keindahan Indonesia. Indonesia yang kaya akan beragam hal, keindahan, keberagaman agama, keberagaman alam serta hal hal lain yang bisa meningkatkan kadar cinta kepada alam dan sesama. Cinta toh tak hanya termanifestasikan kepada manusia tetapi kepada alam serta lingkungan. Sebuah rasa cinta yang akan terus abadi saat menyatu dengan alam dan sesama.My Ezra 2

Momen berbagi cinta, momen kebersamaan dan momen kebahagiaan tak akan pernah terulang. Tetap survive dan menjalani kehidupan dengan penuh cinta meski tertatih tatih pasti akan dialami oleh setiap manusia. Jika ada yang mengatakan obat paling mujarab untuk mengobati segala patah hati adalah jalan jalan, ada benarnya. Menikmati kebahagiaan bersama puteri kecilku dengan tetap menikmati sebatang coklat kecil, secangkir kopi hangat dan merasakan keceriaannya.

Air akan tetap murni dengan mengalir dan akan memberi kejernihan dalam aliran selanjutnya

Momen momen kebahagiaan itu tetap harus terus terjaga meskipun bukan dalam momen Valentine.

henk-widi-18

Dermaga Boom Kalianda

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/11/02/wake-me-up-they-dont-like-us-why/

Tak ada bahagia yang berangkat dari hati. Pagi ini dalam keindahan Matahari pagi. Puteriku mengajakku jalan jalan dalam suasana pagi di kaki Gunung Rajabasa. Bangun pagi dan menikmati suasana alam pedesaan. Memberi kebahagiaan dan keceriaan bagi puteriku pagi ini. terima kasih Tuhanku. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Aventure, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Transformasi Wisata Kuliner Boom Kalianda

Senja Boom Henk Widi 8 copy

Pantai Boom Kalianda atau Dermaga Boom Kalianda terus bertransformasi. Jika Jakarta punya Ancol, Losari dimiliki oleh Sulawesi Selatan di Kota Makassar , maka pantai Boom Kalianda Lampung Selatan kini menjadi lokasi favorit warga Kalianda untuk menikmati saat pagi di hari libur atau setiap hari pada senja hari. Menikmati suasana pagi, siang dan sore bahkan malam di dermaga boom Kalianda kini merupakan saat saat untuk menunjukkan kekinian.

Bahkan tak jarang anak anak muda tak lepas dari kamera handphone, kamera DSLR untuk mengabadikan diri dan supaya kekinian di lokasi yang kini mulai terus bersolek ini. Berbagai sarana ditambah oleh pemerintah setempat dan terus menjadi magnet bagi berbagai kalangan untuk sekedar menikmati lokasi ini sebagai tempat menikmati kebersamaan, menikmati kuliner atau hanya memandang laut serta menanti matahari terbenam.Senja Boom Henk Widi 13 copy

Fasilitas ampiteter, panggung hiburan, lampu lampu hias, payung raksasa terus menarik minat masyarakat yang tinggal di Kalianda dan sekitarnya. Even pergantian tahun dari tahun 2015 dan tahun 2016 pun ribuan warga tumpah ruah di lokasi ini untuk menikmati berbagai atraksi kesenian, budaya berpadu dengan sajian spektakuler kembang api memeriahkan pergantian tahun. Berbagai transformasi positif tersebut memberi dampak bagi berbagai pihak. Kunjungan yang meningkat untuk berbelanja ikan di pasar higienis, para pedagang yang berjualan kuliner baik makanan maupun minuman yang diantaranya merupakan sajian khas kuliner laut.Senja Boom Henk Widi 2 copy

Lihat tulisanku sebelumnya mengenai dermaga, pantai yang menjadi daya tarik warga Kalianda ini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/10/19/menanti-sang-surya-turun-ke-peraduan-wisata-indah-dari-tuhan/

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Kisahku, Visit Kalianda, Visit Lampung Selatan | Tag: , , , , , , , | 6 Komentar

Ruwat Laut Tradisi dan Keceriaan Masyarakat Nelayan Lampung Selatan

Aku Widi 3 copy

Melarung sesaji nelayan Kalianda (Foto: Hendricus  Widiantoro)

Ruwat laut merupakan tradisi yang sudah dilestarikan warga pesisir yang ada di seluruh Indonesia dengan beragam cra serta keunikan. Salah satunya di Lampung Selatan. Ruwat laut yang kuikuti kali ini merupakan kesekian kali ruwat laut yang dilakukan di Lampung Selatan. Kemeriahannya pun selalu sama. Antusiasme masyarakat akan rasa syukur hasil tangkapan sebagai nelayan diungkapkan dalam beragam cara diantaranya menghias semua kapal yang akan melakukan ruwat laut.

Aku Utama copy.jpg

Sesaji dilarung (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tradisi ruwat laut yang pernah kuikuti diantaranya Ruwat Laut masyarakat pesisir Bakauheni:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/01/21/yuk-ikutan-ruwat-laut-nelayan-di-selat-sunda/

Ritual melarung sesaji merupakan tradisi untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang banyak bagi para nelayan. Dengan menggunakan ratusan perahu, warga mengiringi satu perahu besar yang membawa sesaji yang akan dilarung ke Selat Sunda yang menjadi lokasi para nelayan mencari ikan untuk kehidupan mereka.

Aku Widi 4 copy.jpg

Keceriaan masyarakat (Foto: Hendricus Widiantoro)

Ratusan warga dari anak-anak hingga orangtua tampak antusias mengikuti prosesi tersebut. Setelah sampai di titik yang ditentukan, tak jauh dari dermaga Boom Kalianda, perahu-perahu mulai mengitari lokasi tersebut sebanyak tiga kali.

Setelah pembacaan doa oleh sesepuh desa setempat, perahu dilarung ke laut. Sesaji yang dilarung langsung menjadi rebutan untuk mendapat berkah bagi yang mengambilnya menurut kepercayaan warga sekitar. Sesaji tersebut di antaranya kepala kerbau lengkap dengan bagian bagian tubuhnya, hasil pertanian, dan berbagai sesaji lain.

Aku Widi 6 copy

Perahu yang akan dilarung (Fot0: Hendricus Widiantoro)

Puluhan kapal diantara ratusan kapal di dermaga Boom Kalianda beriringan menuju titik sesaji akan dilarung. Sesaji berupa kepala kerbau, bunga rampai, buah buahan, makanan tradisional nelayan, bahkan HANDPHONE alias telepon genggam pun terlihat dilarung. Saat salah satu pembuat sesaji ditanya kenapa melarung handphone mereka beralasan salah satu hasil dari tangkapan ikan selanjutnya dijual untuk membeli handphone jadi rasa syukur diantaranya dengan “mengembalikan” handphone tersebut ke laut. Aya aya wae kata urang Sunda mah!

Antusiasme masyarakat nelayan pun terlihat mulai dari arak arakan hingga di laut pun arak arakan tersebut terlihat. Ada yang narsis merekam prosesi tersebut. Ada yang mabok laut bahkan karena tak pernah naik perahu ada yang terjatuh. Namun semuanya berakhir dengan senyum bahagia para nelayan tersebut. Bahari yang menjadi ladang mereka mencari penghasilan telah menerima persembahan untuk Dewa Baruna dan penguasa lautan. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Kalianda, Kapal, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pantai Banding Resor , Memandang Krakatau dari Kejauhan

Pantai banding Resor merupakan salah satu jajaran pantai di pesisir Kalianda Lampung Selatan. Pantai ini memiliki bentang yang luas dengan penahan gelombang buatan dan sebagian masih alami dengan pasir yang bersih.

Banding Resor Henk Widi 2 copy

Pantai Banding Resor Rajabasa Lampung Selatan

Berada di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan dan dekat dengan jalan lintas Pesisir membuat pengunjung bisa lebih mudah mencapainya.

Banding Resor Henk Widi 3

Pantai Banding Resor Rajabasa Lampung Selatan

Penulis biasa berada di pantai ini untuk mencari inspirasi foto, memandang gugusan Pulau Sebuku, Pulau Sebesi dan Gugusan Gunung Krakatau yang samar samar terlihat dari kejauhan. Semuanya berpadu dalam suasana pantai yang membuat pengunjung akan betah berada di sini terutama bersama keluarga.

Kondisi air yang bening pada saat saat tertentu membuat pengunjung bisa melihat ikan ikan hias yang bersembunyi di balik bebatuan. Suasana santai bisa didapatkan di pantai yang berada di kaki Gunung Rajabasa ini. Berikut beberapa foto pantai tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Kalianda, Lampung Selatan, Pantai, Pantai banding, Rajabasa | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Menengok Vihara Dharma Sasana Kalianda

Perayaan Tri Suci Waisak 2559 BE/2015 dirayakan oleh umat Budha di seluruh dunia. Vihara Dharma Sasana Kalianda Lampung Selatan merupakan salah satu Vihara bersejarah di Kalianda.

????????????????????????????????????

Vihara Dharma Sasana Kalianda (Hendricus Widiantoro)

Berikut beberapa sudut vihara yang terletak di Jalan Pratu M.Yusuf No.98 Kalianda:

????????????????????????????????????

Vihara Dharma Sasana (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Vihara Dharma Sasana (Hendricus Widiantoro)

Baca lebih lanjut

Categories: Budha, Kalianda, Kisah Kisahku, Vihara, Waisak | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Mengajak Puteriku Memahami dan Menghargai: Edisi Imlek 2566

Suasana Tahun Baru Imlek yang jatuh hari ini adalah kesekian kalinya bisa kuikuti. Sebelumnya karena huan dan keadaan membuatku tak bisa mengikuti dan berkunjung ke beberapa kerabat yang merayakannya.

Widi Imlek 8

Images : Hendricus Widiantoro

Widi Imlek 9

Images; Hendricus Widiantoro

Sebuah keberuntungan sekaligus kebersyukuran pastinya bagi yang masih bisa merayakan Tahun Baru Imlek pada 2015 initerutama etnis Tionghoa yang tinggal di Kalianda Lampung Selatan.

Widi Imlek 6

Image: Hendricus Widiantoro

Kali ini aku langsung menuju Vihara Dharma Sasana di Kalianda yang terletak di Jalan Pratu M Yusuf No 89 Kalianda. Bau dupa dan hio yang dibakar yang dinyalakan oleh umat yang bersembahyang di tempat tersebut beraroma harum dan aku disambut oleh pengurus vihara dengan ramah.

Rupanya si Kokoh sudah hapal wajah karena hampir tiap Imlek aku selalu berada di situ untuk mengabadikan momen yang istimewa tiap tahunnya di vihara tersebut. Ia mempersilakanku untuk mengambil gambar sebab ia sedang disibukkan oleh jemaat yang akan sembahyang.

widi Imlek 5

Images: Hendricus Widiantoro

Di luar beberapa polisi berjaga, sementara di dalam beberapa umat sedang berdoa. Pengurus vihara lainnya pun sibuk memeriksa ratusan lilin berwarna merah yang menyala. Lilin tersebut rata rata memiliki label nama sesuai keluarga yang membawanya. Tanda ungkapan syukur dalam tahun yang baru.

Karena aku ada di dalam Vihara beberapa umat yang datang pun sempat mengucapkan Qiong Hi! padaku dan kujawab serupa. Seusai mengambil gambar aku malah diminta mendekat oleh si kokoh,” de ini ada kue keranjang kan jarang jaran ada!” dengan berpamitan dan berterima kasih : xie xie kokoh! aku meninggalkan Vihara tersebut yang masih dipenuhi doa doa umat Budha tersebut.

Widi Imlek 4

Images: Hendricus Widiantoro

Dalam kalender yang didasarkan oleh perhitungan bulan, Tahun Baru Imlek 2015 dirayakan pada Kamis, 19 Februari ini dan secara hitungan lunar tadi merupakan tahun baru yang ke-2566. Sedangkan menurut perhitungan shio (dalam tradisi Tionghoa), tahun 2566 adalah tahun kambing.

Sayang karena tadi malam hujan aku tak bisa ikut melihat doa malam hari jelang pergantian tahun sehingga baru bisa datang pagi harinya bersama puteriku.

Widi Imlek 3

Images: Hendricus Widiantoro

Menurut pengurus Vihara beberapa persiapan menjelang Imlek biasanya dilakukan oleh etnis Tionghoa: Mendekorasi ulang rumah, membersihkan barang-barang dan menyortir barang yang sudah lama diganti yang baru, menyiapkan baju untuk dipakai saat Tahun Baru Imlek, dan tak ketinggalan ialah menstok bahan makanan yang nantinya akan dimasak saat makan malam Tahun Baru Imlek.

Widi Imlek 2

Images: Hendricus Widiantoro

Dari pagi hingga siang umat Budha nampak berdatangan rata rata bersama anggota keluarganya. Berdoa dengan khusuk dan penuh dengan harapan di tahun baru ini.

Amat istimewa bagiku bersama puteriku bisa berkunjung ke salah satu keluarga yang ada di Kalianda. Kue keranjang dan sajian khas yang ada saat Imlek tersaji di meja. Tanpa lupa pula angpao pun menjadi tradisi yang tak pernah telat saat Imlek kali ini.

Imlek 9

Images: Hendricus Widiantoro

Sebagai masyarakat yang majemuk, akupun tak lupa mengucapkan:

Gong Xi Fat Cai 2566. Xin Nian Khua Le. Wan She Ru Yi, semoga tahun baru 2566 ini menjadi awal yang baik.

Widi Imlek Utama

Images: Hendricus Widiantoro

Widi Imlek1

Images: Hendricus Widiantoro

Imlek 12

Images: Hendricus Widiantoro

Categories: Angpao, Imlek 2566, Kalianda, Lampung Selatan, Tahun Baru China, Tionghoa, Vihara | Tag: , , , , , , | 6 Komentar

Berbuat Hal Kecil Untuk Pantai Pantai di Lampung Selatan

Sebuah Keprihatinan untuk bisa berbuat #Saveourbeach:

Pantai 1

Kali ini aku ingat dengan rekanku Fitri, si pecinta alam yang gigih dan penuh perjuangan. Beberapa gunung di Sumatera sudah didakinya diantaranya Gunung Dempo, Gunung Tanggamus, Gunung Rajabasa , Gunung Krakatau dan gunung gunung yang lain.

Tak hanya gunung dia mengaku juga si pecintai pantai, pantai yang selelu memberinya banyak inspirasi. Semua hal yang berkaitan dengan alam dan pendakian alam, explore hutan dan juga pantai.

Lampung Selatan dikenal Kabupaten Gerbang Sumatera memiliki bentang alam yang sangat indah membentang dari Tanjung Tua di Bakauheni hingga Ketibung dihiasi dengan bentangan pantai yang eksotik di pantai barat dengan pulau pulaunya.

Pantai 2

Ini salah satu pantai di Lampung Selatan, Pantai Minang Ruah (Hendricus Widiantoro)

Selain itu di Pantai Timur membentang dari Bakauheni menuju Ketapang juga pantai dan pulau pulau kecil menghiasi.

Kekayaan pantai tersebut menambah aset dan juga penghasilan bagi para pelaku wisata yang menambah pundi pundi di sektor wisata. Namun apakah keindahan alam tersebut dibarengi oleh upaya penyelamatan biota yang ada di sekitarnya.

Miris saat berada di beberapa pantai, mau menyelam banyak pecahan beling dan kaca serta sampah sampah plastik. Tapi di beberapa tempat masih ada lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan penyelaman.

Lalu aku berkata kepada Fitri: “Apa kita cuma jalan jalan saja tanpa berbuat untuk tempat yang kita kunjungi?”

Menanggapi hal tersebut ia langsung berujar: “Ayo lakukan sesuatu #Saveourbeach katanya. Jiwa petualangan dan kecintaannya terhadap alam terketuk sebagai mahasiswa pecinta alam. Melakukan hal positif dengan secara sukarela berbuat untuk pantai pantai yang dikunjungi menjadi sebuah konsep yang terbersit saat itu dan langsung dilakukan. Baca lebih lanjut

Categories: Bersih pantai, Kisahku, Pantai, Perjalanan, Wisata | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Keliling Pesisir Kalianda Bersama Puteriku

Keliling beberapa Kecamatan yang ada di Lampung Selatan bersama puteriku menjadi agenda mingguan yang terkadang tak terlewat. Dari usianya 3 tahun hingga kini. Suasana pemandangan alam yang menghijau, pegunungan, bukit, lembah dan pantai menjadi sebuah pemandangan yang menyenangkan buat  puteriku.

Henk Widi 2

View Selat Sunda dari Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan . Foto diambil pada Jumat 31/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kali ini perjalanan keliling Gunung Rajabasa melalui jalan pesisir menjadi saat menyenangkan bagi puteriku terutama karena dia bisa mandi di pantai. Gunung, Pantai dalam satu paket menjadi daya tarik bagi wisata alam di Lampung Selatan. Alam indah bagi yang bisa menjaga dan mensyukurinya. Namun view menarik terkadang terlewat dalam bidikan kamera. Perlu kesabaran untuk berhenti sejenak.

Henk Widi 1

View Selat Sunda dari Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan . Foto diambil pada Jumat 31/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Perjalanan dimulai dari Kecamatan Penengahan menyusuri alam perbukitan di Lampung Selatan dan kemudian melewati jalan jalan curam di Kecamatan Bakauheni, Kecamatan Rajabasa dan Kecamatan Kalianda. Sungguh indah alam Lampung Selatan yang menjadi rasa syukur sebagai bagian dari Lampung. Berikut perjalanan yang kuabadikan bersama puteriku dan berakhir di dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan.

Henk Widi 3

View Selat Sunda dari Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan . Foto diambil pada Jumat 31/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 4

View Selat Sunda dari Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan . Foto diambil pada Jumat 31/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 5

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 6

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 7

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 8

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 9

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 11

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 12

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 13

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 14

Pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 15

Gunung Rajabasa dari pesisir (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 16

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 17

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 18

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 19

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 20

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Henk Widi 21

Dermaga Boom Kalianda Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Categories: Backpackeran, Kisah Kisahku, Kisahku, Papa Backpacker | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Wisata Keluarga Nuansa Pantai di Kalianda

Mencari tempat wisata di Kalianda Lampung Selatan yang pertama kali terbersit adalah wisata di tepi pantai. Hal tersebut cukup tepat sebab pantai, laut, ombak, pasir merupakan hal yang sangat disukai berbagai usia dan kalangan. Bermain air dan mengajak keluarga adalah sebuah kegiatan yang sangat menyenangkan. Antusiasme untuk berenang memang menjadi keinginan anak anak yang memang paling senang jika diajak bermain air. Dari pagi putriku sudah sibuk ingin mengajak renang.

5

Pantai Ketang Kalianda Minggu 26/10/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Awalnya pilihan kami ingin pergi ke kolam renang yang ada di Kalianda yang pastinya banyak pilihan. Namun sebuah miskomunikasi membuat renang di kolam renang diurungkan alias batal. Mengapa? Sebab saat sampai di kolam renang ternyata kolam renang tutup sekitar pukul 17:00 sedangkan kedatangan kami pun cukup mepet  sehingga asumsi waktu berada di kolam renang akan sangat singkat. Bersama keluarga kawanku kami pun balik kanan untuk pergi ke laut dan mengurungkan niat untuk renang di kolam renang. Namun dalam perjalanan ke pantai anugerah Ray Of Light menghujam ke langit menjadi momen yag patut diabadikan sore itu. Baca lebih lanjut

Categories: Kalianda, Keluarga, Kisahku, Pantai, Wisata | Tag: , , , , , , , | 5 Komentar

Menanti Sang Surya Turun Ke Peraduan Wisata Indah Dari Tuhan

Hunting Sang Surya turun ke peraduannya kali ini bukan sebuah kesengajaan.Awalnya pulang dari resepsi pernikahan salah satu kakak kelasku rencana itu bermula. Seusai dari gereja untuk Sakramen Perkawinan resepsi di rumah mempelai wanita membuat kami yang jarang bertemu akhirnya bertemu dengan banyak kawan lama. Reuni yang dibuat secara tak sengaja.

Boom Blog 1

Susnet di Dermaga Boom diambil 18 Oktober 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kawan satu kelasku sekaligus tetanggaku berniat mengajak kawan kawannnya yang berasal dari Pulau Jawa untuk menikmati kota Kalianda. Kalianda memang memiliki banyak keindahan yang cukup bagus namun pastinya tak akan bisa dijangkau dalam sehari karena waktu yang mepet buat para pekerja di perusahaan farmasi besar di Cikande tersebut.

Akhirnya dengan tiga buah motor kuhantar kawan kawan tersebut untuk menikmati Sang Surya turun ke peraduannya di Pantai Boom Kalianda. Pantai Boom Kalianda merupakan sebuah tempat pelelangan ikan yang ada di Kalianda. Karena lokasinya yang cukupo dekat dengan pusat ibukota Lampung Selatan Kalianda maka tempat ini menjadi favorit untuk nyore. Menikmati deburan ombak, melihat orang memancing ikan di antara bebatuaan, menikmati kebersamaan dengan keluarga, membeli ikan segar yang dijual di pusat Kuliner Kalianda.

Widi_News8

Kuliner Kalianda di Dermaga Boom Kalianda (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bagi anak anak muda tempat ini mungkin menjadi tempat yang romantis untuk menikmati malam Minggu atau saat senja setiap hari. Hal itulah yang membuat kawan kawanku ini senang berada di sini. Selain cuacanya yang bersahabat moment menanti Sang Surya tenggelam merupakan saat yang dinantikan untuk selfie atau foto bersama.

Lebih menariknya kawan kawanku yang juga hobi jalan jalan ini bisa naik Kapal Patroli Napoleon yang bersandar di samping Kapal Inka Mina milik Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Selatan serta Puskesmas Keliling Dinas Kesehatan Lampung Selatan. Naik kapal Ferry dari Merak Bakauheni yang berukuran besar, kini mereka naik kapal fiber ukuran kecil hanya sekedar untuk foto foto dan itu membuat mereka bahagia bahkan berfoto narsis di atas kapal.

Boom Blog 4

KP Napoleon, Pusling, Kapal Inka Mina di dermaga Boom Kalianda (Foto; Hendricus Widiantoro)

Detik demi detik menanti Sang Surya turun ke peraduan akhirnya tiba. Masing masing siap dengan gadgetnya untuk mengambil moment terbaik. Buatku moment Sang Surya turun ke peraduan yang berada di tepi laut merupakan moment paling bagus. Meskipun Golden Sunrise merupakan hal bagus setidaknya Sunset bisa diabadikan oleh banyak orang dan itu adalah keindahan dari Tuhan yang gratis.

Pengalaman mengejar Golden Sunrise di berbagai tempat memang lebih berat daripada mengejar Sunset. Menanti Sang Surya terbangun dari peraduannya merupakan momen berat karena harus bangun pagi pagi sepert yang kualami di Sawarna Lebak Banten saat harus bangun sekitar pukul 04 pagi untuk berangkat ke Legoon Pari, demikian juga saat berada di Pulau Sebesi. Berbeda halnya dengan keindahan dari Tuhan yang diberikan pada sore hari: tua, muda, bear kecil, anak anak bahkan bayi pasti bisa diajak menikmati moment Sunset ini.

Boom Blog 11

Sunset Dermaga Boom Kalianda 18 Oktober 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Setelah puas dengan jepretan jepretan dari Telepon pintar, Android nya dan juga kamera SLR nya akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke lapangan Korpri Pemda Lamsel untuk menikmati suasana malam di sana sekaligus ke Masjid Agung dan ke Tpoeng Tuping yang di sebelahnya dicanangkan sebagai Malioboro Kalianda. Malioboro nya Kalianda. Puas menikmati semuanya dengan acara mati lampu PLN yang syahdu akhirnya mereka mengajak pulang.

Kesan yang mengasikkan mereka peroleh karena dapat menikmati momen Sang Surya terbenam. Berikut beberapa moment saat menikmati Matahari turun ke peraduan di Kalianda:

Boom Blog 19

Bahagianya mereka di atas KP Napoleon

Boom Blog 6

Pohon meranggas di dermaga boom

Boom Blog 7

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 8

Dermaga Boom Kalianda saat senja untuk narsis kawan kawan (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 12

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 13

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 14

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 15

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 16

Pemancing di Dermaga Boom Kalianda. Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 17

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Amy 3

Dermaga Boom Kalianda saat senja (Foto : Hendricus Widiantoro)

Amy 7

Jauh jauh dari Magelang, Lamteng, Blora

Amy 4

Kepooooo

Amy 8

Narsis

Amy 9

Awass

Amy 10

Pemilik kapal pesiar

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Jalan jalan, Kalianda | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.