Posts Tagged With: Adventure

Taklukan Trek Bakauheni Bareng TRABAK

TRAIL1

Trail

Rute petualangan para penghobi wisata minat khusus yaitu motor trail mulai digandrungi oleh para penggila motor trail di wilayah Bakauheni. Medan yang menantang lengkap dengan bentang alam perbukitan, sungai, tepi pantai baik turunan, tanjakan merupakan sarana memacu adrenalin para penggila olahraga para pemberani ini. “Njalur” sebuah istilah yang merupakan aktifitas para pemotor dengan komponen berbeda dengan motor pada umumnya. Selain garang dalam penampilan, motor trail memiliki tingkat kesulitan bagi yang menyukai dan menguasainya.Trabak 11_Henk Widi

Penulis sempat mengikuti beberapa even njalur ini baik skala internasional, nasional maupun lokal. Salah satu even motor trail diantaranya Krakatau Adventure Trail (KAT) mulai KAT I dan seterusnya. Aktifitas yang merupakan wisata minat khusus ini seringkali menggunakan jalur jalur yang sukar dilalui terutama bagi motor motor konvensional. Namun bagi para pecinta modifikasi jangan salah kalau ada motor matic pun ikut unjuk gigi memacu adrenalin sang rider. Tentunya menyertakan mekanik handal untuk mengatasi masalah mesin dalam perjalanan.Trabak 15_Henk Widi
http://www.hendricuswidiantoro.wordpress.com/#

Salah satu klub pecinta motor trail di Kecamatan Bakauheni yang terkenal dengan Menara Siger adalah klub TRABAK. Namanya sepintas nyaris TABRAK yang identik dengan kendaraan. Tapi berdasarkan keterangan salah satu dedengkot Trabak, Hartanto, merupakan akronim dari Trail Adventure Bakauheni.Trabak 1_Henk Widi

Bermarkas di deretan Cafe Kedas di Jalan Lintas Sumatera, Trabak mulai eksis dalam berbagai even baik lokal maupun even even motor trail yang kerap dilakukan di Lampung.

TRAIL 2

Trek Air

Usai melakukan Copi Darat bersama Komunitas Lampung Bersatu (KLB) yang isinya semua komunitas motor baik matik serta berbagai jenis komunitas motor bahkan sepeda, Trabak langsung berpamitan untuk “njalur”. Tak tanggung tanggung rute yang ditempuhs ekitar 40 kilometer dengan rute yang beragam: Mengaspal di Jalan Lintas Timur Sumatera- menyusuri perkampungan penduduk di Desa Sumur lengkap dengan bentang alam pantai di Selat Sunda- lalu menyusuri perkampungan penduduk di Desa Sidoluhur Kecamatan Ketapang- masuk ke perkebunan dan jalan yang sudah diterjang tol- Akhirnya persinggahan terakhir Trabak berada di Pantai Minangruah, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni.

Bakauheni, merupakan surga petualangan tak terkecuali bagi para pecinta “njalur” di medan medan sulit. Bagaimana tidak, mencoba motor tersebut menyusuri jalan jalan sulit pernah kualami terutama di medan penuh dengan lumpur, menyusuri sungai dan pantai serta perbukitan dan lembah. Memerlukan waktu dari pukul 12:00 WIB dan bertemu di meeting point terakhir sekitar pukul 16:00 WIB merupakan sebuah perjuangan.

“Sempat banyak yang trouble tapi karena kami menyertakan mekanik dan sebagian juga sudah mahir maka persoalan mesin dalam perjalanan petualangan kami bersama Trabak tak mengalami kendala dan semua bisa finish setelah njalur,”ungkap Hartanto.

Trabak 4_Henk WidiPerjuangan melelahkan dengan lumpur dan debu menempel di bodi trail akhirnya terbayar sudah. Hidangan ikan bakar lengkap dengan nasi hangat plus sambal seruit menambah semangat sekitar puluhan anggota Trabak yang kali ini ikut njalur. Pantai Minangruah yang merupakan salah satu pantai dengan banyak medan sulit untuk mencapainya merupakan surga bagi para pecinta trail, baik musim panas maupun hujan.

Seusai menyantap kuliner ala ala pantai, Trabak dengan solidaritas tinggi melakukan evaluasi. Trek yang menantang dan sudah layak untuk menjadikan jalur jalur tersebut sebagai bagian dari ajang ajang penghobi motor trail. Sebelumnya Trabak pun pernah njalur ke arah Pulau Mengkudu yang sedang menjadi perbincangan bagi pecinta wisata petualangan. Trabak menjadi sebuah misi untuk memperkenalkan wisata Bakauheni yang kaya akan pesona laut, perbukitan dan merupakan Gerbang Sumatera. Surganya para pecinta adrenalin! Pastinya even serupa akan dilakukan lain waktu.

Berikut foto foto aktifitas Trabak saat Njalur di trek Menara Siger-Pantai Minangruah: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Adventure and Treking, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jalan Jalan itu Bukan Sekedar Jalan Jalan

????????????????????????????????????

Penjual jagung rebus

Jalan jalan itu bukan sekedar jalan jalan. Kalimat ini merupakan sebuah petuah, kalimat yang memiliki makna dalam bagiku. Begitu berkesan melihat sebuah perjalanan sebagai bagian untuk berempati, melihat kondisi real masyarakat yang dijumpai selama perjalanan. Banyak yang berkomentar kenapa aku hobi jalan jalan apakah tak menghabiskan uang ataukah tidak memikirkan untuk menabung saja dibandingkan jalan jalan. Jalan jalan pun bukan hanya melulu soal selfie, soal berfoto di lokasi yang dikunjungi untuk diposting di medsos dan agar diketahui bahwa si empunya foto pernah datang di lokasi tersebut. Perjalanan merupakan sebuah pembelajaran sepanjang jalan.

Bagi yang tak memahami bagaimana semuanya itu ku-manage, mungkin akan komplain tapi setidaknya aku banyak belajar dari senior senior yang telah menempuh perjalanan ke lima benua. Sebuah pengalaman untuk melihat semua mahkhluk hidup sebagai bagian dari kebaikan sang Pencipta.Belajar Hidup Widi 1

Pengalaman jalan jalan merupakan sebuah situasi yang tak bisa diprediksi. Terkait arah dan tujuan termasuk bagaimana dan dimana akan berhenti.Salah satu hal yang kupelajari dan akhirnya memberi pemahaman baru bagiku adalah bagaimana menghargai kearifan lokal. Kearifan lokal yang masih menjadi bagian masyarakat dan tetap dipertahankan. Salah satunya menjual hasil bumi dan hasil kebun yang diolah untuk ditawarkan kepada pelintas termasuk bagiku sebagai pejalan.

Bagiku, cukup mudah bagi sang seniorku untuk memilih akan makan dan akan membeli makanan dengan pilihan tempat yang lebih mewah. Namun tak demikian. Saat melintas di sebuah jalanan ke arah Liwa Lampung Barat, aku diajak mampir di sebuah warung yang sebagian bahkan sudah bocor di bagian gentengnya. Sang senior mengatakan kepadaku sejak sekitar 10 tahun lalu sang ibu ini tetap berjualan di tempat yang sama dan menjual hal yang sama diantaranya: keripik pisang, keripik ketela, keripik gadung, ubi rebus, jagung rebus, kopi. Semuanya sebagian besar merupakan hasil kebun miliknya bersama sang suami.

“Saya beli karena ingin sang ibu tetap bisa berjualan lagi dan bisa menghidupi keluarganya,” ungkap sang senior kepadaku.

Kalimat itu aku renungkan sepanjang jalan. Selama ini hal hal tradisional sudah tergeser dengan hal hal modern karena status sosial, gengsi dan tetek bengek lainnya. Bagaimana menikmati kopi yang sebetulnya banyak hasil dari kebun lokal namun lebih nikmat menikmati kopi produk luar (itu soal selera juga sih), membeli di pasar modern dibandingkan membeli di pasr tradisional, atau membeli minuman bersoda atau kemasan dibandingkan membeli minuman dari kelapa muda yang dijual penduduk lokal. Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Jalan jalan, Kearifan lokal | Tag: , , , | 2 Komentar

Eksotisme Pasir Timbul Pulau Mengkudu Lampung Selatan

Jalanan berliku liku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata petualangan yang ada di Lampung Selatan. Lokasi wisata ini sedang booming, bagi para instagramer, Twitter, maupun yang sedang senang eksis dengan selfie serta pose pose cantik berlatarbelakang Pulau Mengkudu yang ada di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni (Semula sempat dikenal dan penulis menulis sebagai wilayah Desa Batu Balak Kecamatan Rajabasa , tapi diralat oleh warga sekitar he he ) tersebut. Keindahan ini jangan serta merta ditelan mentah mentah karena harus ada pengorbanan yang baik waktu, tenaga serta kuda besi yang harus selalu dalam kondisi prima.

????????????????????????????????????

Pulau Mengkudu Lampung Selatan ( Foto: Hendricus Widiantoro)

Eksotisme tersebut merupakan reward khusus dan tertantang untuk melakukan petualangan untuk menghadiahi diri dalam rangka hari jadi, ulang tahunku. Bagaimana tidak bersyukur karena ada yang memberi hadiah mungkin untuk bepergian jauh ke Raja Ampat atau Bali, Lombok tapi menyadari semua itu harus memerlukan budget lebih serta mengganggu pekerjaan maka destinasi terdekat masih seputar Lampung. Lampung Selatan yang menjadi gerbang Pulau Sumatera rupanya memiliki potensi keindahan yang bisa dinikmati dengan low budget.

Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Pulau Mengkudu. Setelah beberapa menit tepatnya menyusuri jalan beraspal dengan kuda besiku Revo akhirnya jembatan penghubung Desa Totoharjo dan Desa Kerinjing dan Desa Batu Balak harus kusudahi untuk menyusuri jalanan tanah yang berdebu (mungkin jika musim hujan berlumpur).

????????????????????????????????????

Tanda arah

Di pos pertama seorang petugas security dengan ramah memintaku untuk mengisi daftar tamu. Buku tamu yang menjadi saksi berapa jumlah pengunjung yang berniat untuk mengunjungi Batu Lapis dan Pulau Mengkudu. Ada ratusan pengunjung dari beberapa daerah bahkan dari luar Lampung atau luar Sumatera. Security tersebut tampak ramah dan menunjukkan arah untuk menuju ke lokasi yang kumaksud. Ia adalah security yang menjaga jalur untuk ke lokasi penambangan batu di wilayah tersebut dan sekligus menjadi jalan untuk akses ke Pulau Mengkudu.

????????????????????????????????????

Jalan tanah ke lokasi

Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju Pulau Mengkudu. Sebaiknya membawa masker atau penutup hidung serta pelindung mata jika melintasi wilayah ini karena debu yang timbul akibat angin. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalans etapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor. Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua atau kalau menyukai hiking, treking bisa menikmatinya sambil menyanyi atau menikmati hijaunya tumbuhan di sana (sambil bercengkerama dengan burung burung atau melihat buah durian bergelantungan, tapi jangan ikut bergelantungan he he he..monyet yach?).

Kedatanganku disambut sang sobat, Zamroni yang sudah menunggu bersama dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Sebanyak tujuh orang tetap menjadi penjaga area parkir sekaligus dengan sangat ramah akan menjadi pemandu menunjukkan spot spot menarik untuk mengambil view. Catatan: para penunggu parkiran ini benar benar sangat friendship dan saat berbincang denganku terlihat beberapa memang berlaku seperti pemandu wisata (Salut deh untuk pemuda Batu Balak!).

????????????????????????????????????

Guard dan Guide Pulau Mengkudu

Keramah tamahan yang kuperoleh tersebut adalah cerminan bahwa wisata Lampung Selatan adalah kunci untuk menarik wisatawan berkunjung. Aku bahkan sempat ditunjukkan view menarik sebelum akhirnya turun ke spot utama di Pasir Timbul Pulau Mengkudu.

Tiba di lokasi untuk parkir kendaraan sekaligus base camp. Bagi yang masih kuat fisiknya bisa langsung turun ke lokasi pasir timbul. Tapi ini juga membutuhkan stamina cukup baik karena jalanan yang terjal di sini. Nah setelah beberapa menit menyusuri kebun pisang maka deburan ombak dan sesekali bisa berswa foto. Tapi ada yang membuat miris karena para pecinta alam yang ngaku pecinta alam justru membuang kertas sembarangan dan juga sampah sampah plastik. Jangan lebay dan alay buat foto foto tapi buang sampah sembarangan!

????????????????????????????????????

Pasir Timbul

Saat sampai di bawah deburan ombak akan terasa saat menyusuri pantai dan bisa mlihat pasir putih yang ada di lokasi pasir timbul dan Pulau Mengkudu di seberang. Jika sedang beruntung atau membawa bekal bisa makan makan di tepi pantai serta di bawah rerimbunan pohon yang banyak terdapat di Pulau Mengkudu. Pasir timbul ini konon memang ada karena pertemuan antara dua arus sehingga menimbulkan pasir, koral serta batu batu karang kecil di antara Pulau Sumatera dan Pulau Mengkudu.

Saat berada di sini beruntung bisa bertemu dengan dua orang pemancing yang sengaja datang untuk memancing. Keduanya merupakan warga Desa Totoharjo yang menyempatkan akhir pekan untuk mencari ikan di Pasir Timbul Pulau Mengkudu. Setelah asik melihat dari dua sisi dari Pulau Sumatera dan melihat ke arah sebaliknya dari Pulau Mengkudu ke arah Pulau Sumatera akhirnya aku meminta tolong sang pemancing untuk mengambil gambarku di atas pasir timbul. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Baca lebih lanjut

Categories: Lampung, Lampung Selatan, PAsir Timbul, Pulau Mengkudu, Wisata | Tag: , , , , , , , | 37 Komentar

Navara Ajakku Nikmati Petualangan Alam Lampung

Ketangguhan Navara yang merupakan salah satu produk pabrikan otomotif dari PT Nissan Motor Indonesia (NMI) merupakan pertama kalinya kulakukan bersama pak Hindar dan pak Supri dari Jakarta. Awal petualangan dengan kedua petualang sejati tersebut diawali dari pintu keluar kapal milik PT Jemla Raja Rakata kemudian menyusuri jalanan mulus di Lampung Selatan, melintasi jalanan mulus hingga ke Tanggamus dan Pesisir Barat Lampung. Ini kali pertama Navara mengajakku menikmati keindahan Sang Bumi Khua Jurai yang terkenal dengan tanah lada.

????????????????????????????????????

Nisan Navara melintasi Way Haru Suoh lampung Barat Lampung

Sebelum berangkat sudah kucari terkait kendaraan yang cocok untuk petualang tersebut. Sebuah kendaraan dobel kabin yang mungkin tak bisa kumiliki he he (harganya muahaal amit). Berdasarkan informasi yang kuhimpun PT Nissan Motor Indonesia (NMI) meluncurkan All New NP300 Navara, double cabin 4WD dengan desain paling modern di kelasnya, teknologi terdepan, terbukti tangguh di berbagai medan dan efisien.

All New NP300 Navara yang merupakan generasi Nissan pick-up ke-12, kini hadir dengan dua model, mid-grade (SL) yang ditawarkan bagi pelaku bisnis dan high-grade (VL) bagi segmen privat yang gemar berpetualang. Dengan dukungan 115 jaringan dealer di seluruh Indonesia dan layanan purna jual – Nissan Maximum Service, khusus bagi All New NP300 Navara – produk terbaru Nissan ini siap menembus segmen komersial di Indonesia.

????????????????????????????????????

Mendekati Perbatasan Tanggamus di trek jalan tanah merah dan batu

Steve Ardianto, President Director NMI menjelaskan, “Segmen komersial merupakan pasar yang besar di Indonesia, dengan komposisi sekitar 30% dari total pasar otomotif nasional. Untuk itu, melalui keahlian Nissan selama 80 tahun untuk membuat pick-up yang reliable, kami membidik segmen ini melalui All New NP300 Navara. Generasi terbaru ini kini memiliki tipe mid-grade, yang akan memberikan solusi terbaik bagi para pelaku bisnis di segmen komersial, tanpa melupakan segmen privat yang selama ini dipenuhi Navara melalui tipe high-grade”.

Navara Henk Widi 10

Melintasi Jembatan Way semaka di Tanggamus

All New NP300 Navara menawarkan kombinasi sempurna antara tampilan yang memikat, performa impresif, efisiensi, ketahanan dan ketangguhan yang teruji di beragam medan – antara lain menjadi double cabin bertransmisi otomatis pertama yang berhasil menapak Gunung Tambora.

All New NP300 Navara dilengkapi mesin generasi terbaru 2.5-liter DOHC in-line 4-cylinder intercooled turbo Diesel yang dikombinasikan dengan transmisi manual 6-percepatan (tipe SL dan VL) dan transmisi otomatis 7-percepatan (tipe VL), yang menghasilkan performa impresif, akselerasi dinamis dan efisien bahan bakar.

All New NP300 Navara menawarkan pilihan warna, Brilliant Silver, Black Star, Solid White (tipe SL), Pearl White (tipe VL) dan Savanna Orange (tipe VL), dengan harga on the road Jakarta: Rp 380 juta (tipe SL M/T), Rp 415 juta (tipe VL M/T) dan Rp 430 juta (tipe VL A/T).

Nah berbekal informasi tersebut, akhirnya menjadi kenyataan bisa berada di samping kemudi dan berada di kabin belakang. Modifikasi warna orange di depan, samping dan belakang pada Navara milik Pak Hindar ini menamabah garang Navara yang mengantar kami ke beberapa kabupaten di Lampung.

????????????????????????????????????

Navara di Lampung Barat

Perjalanan yang kami tempuh memakan waktu total waktu sekitar enam hari dengan melintasi Kabupaten Lampung Selatan hingga ke Lampung Barat. Beberapa rute yang kami lalui sangat beragam: jalan mulus, jalan berbatu, melintasi bukit, tanjakan, lembah serta kubangan berair. Bahkan yang lebih mengasikkan melintasi sungai Way Haru yang masih mengalir meski debit airnya kecil akibat musim kemarau.

Ketangguhan Navara tersebut sangat terasa mengatasi medan medan sulit apalagi di medan mulus. Trek dan jalur berliku bahkan ditaklukkan dengan mudah dibawah kendali pak Hindar. Aku mah hanya duduk di belakang sambil mengintip jika aku memperoleh  view view menarik dari kabin. Navara telah memberiku kesan mendalam akan kendaraan petualang yang nyaman dan save. Selain mendapatkan pengalaman petualangan akhirnya aku bisa juga merasakan camping di Rumah Kalkun Pringsewu, menikmati kuliner di beberapa wilayah di Lampung yang kami lalui.

Berikut perjalanan yang terekam dalam perjalananku bersama Navara, selain itu jepretan foto foto Navara lain yang kuperoleh dalam perjalanan dan huntingku: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Adventure and Treking, All New NP300 Navara, Lampung, Navara, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menyusuri Bibir Lautan Hindia Berbekal Kearifan Lokal Way Haru

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Perjalanan menyusuri bibir lautan hindia merupakan perjalanan pertama kali yang kulakukan. Perjalanan yang harus bersentuhan dengan jilatan ombak yang menerjang untuk menuju sebuah wilayah di bibir Samudera Hindia bernama Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Pesisir Barat. Awalnya dari kisah yang kudengar dari pak Hindar dan pak Supri yang mengajakku ke lokasi ini perjalanan ke lokasi Way Haru harus menyeberangi sungai, muara dan pasir yang bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia. Bayangan basah, menyeberangi sungai dengan sesekali melihat penyu Belimbing atau Buaya Muara sirna setelah melihat kenyataan berbeda.

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Kenyataan berbeda tersebut bukan karena salah melainkan karena pak Hindar jauh jauh hari memperhitungkan kondisi cuaca terbaik menuju lokasi itu adalah jangan waktu musim penghujan. Benar saja berbekal tekhnologi serta kearifan lokal masyarakat setempat tentang penghitungan waktu terbaik untuk melintasi jalan pasir membuat kami menemukan keindahan yang berbeda dari perjalanan sebelumnya.

Pasir bersih, nyaris tidak ada batu karang dan hanya sampah sampah kayu kering sesekali kami temui di perjalanan. Konon menurut warga pasir putih tersebut ada masanya karena ada waktunya nanti saat “pembersihan” dimana penguasa lautan akan kembali menarik pasir pasir tersebut untuk dibersihkan dan baru saat itu karang karang kecil akan muncul. Siklus yang bagi masyarakat dihitung untuk memudahkan perjalanan.

Tulisan perjalanan ini kuposting ditulisan sebelumnya:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/09/11/perjalanan-ke-barat-way-haru-negeri-sejuta-pesona-yang-terlupa/

Masyarakat Way Haru, Way Heni dan sekitar wilayah di Bengkunat Belimbing bahkan lebih banyak menggunkan kalender Jawa yang menghitung penanggalan bulan. Penghitungan tersebut untuk melihat pasang surut air laut. Saat bulan purnama dan waktu waktu sebelum purnama datang kondisi pasang air laut menjadi saat yang dihindari untuk bepergian kecuali karena terpaksa. Alasannya kondisi lautan sedang pasang sehingga air laut menyentuh tebing tebing pantai. Tebing tebing pantai tersebut sebaliknya pada saat surut bulan awal akan berjarak jauh dari pantai bahkan bisa mencapai setengah kilometer saat terjadi surut.

????????????????????????????????????

Pesisir Way Haru

Kearifan lokal tersebutlah yang dijaga hingga sekarang bahkan semua warga saat melakukan perjalanan saling bantu mulai dari menyeberang menggunakan rakit, melalui muara, serta saat motor yang dikendarainya terjatuh akibat mati mesin terjilat bibir ombak. Kearifan lokal tersebut menjadikan wilayah terisolir penghasil lada,kopi, kelapa dan hasil bumi lainnya menjadi wilayah yang sangat unik dan menjadi tempat di bibir Samudera Hindia yang istimewa.

Berikut foto foto perjalanan ke lokasi tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Bengkuat belimbing, Fotografi, Lampung, Perjalanan, Pesisirr Barat, Samudera Hindia, Way Haru, Way Heni | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Perjalanan Panjang: Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu

Pasca mengunjungi wilayah di Pesisir Barat, perjalanan ke arah Barat dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Lampung Barat. Menyusuri jalan lintas Barat yang berliku liku dan melewati wilayah Krui yang menjadi ibukota Pesisir Barat, perjalanan selanjutnya menuju wilayah dingin. Sebelumnya saat berada di Pesisir Barat yang berada di tepian Lautan Hindia udara terasa kering dan gerah. Namun menyusuri perbukitan menuju Liwa udara lebih sejuk dan dingin.

????????????????????????????????????

Keindahan alam di antara Suoh di Lampung Barat menuju Tanggamus

Perjalanan kami bersama Mr.Hindar, Mr.Supri selanjutnya menuju ke Kecamatan Way Tenong Lampung Barat setelah melewati beberapa kecamatan. Kopi dan tanaman lada masih menjadi pemandangan yang biasa di wilayah tersebut. Udara yang menusuk ke tulang membuat kami harus menarik selimut saat malam dan nafas mulai mengeluarkan uap saat pagi hari. Bermalam di Way Tenong Lampung Barat berasa di wilayah Bogor atau Cianjur. Brr..dingin!

Selanjutnya setelah bermalam di Way Tenong, perjalanan dilanjutkan hari berikutntya ke wilayah Bandar Negeri Suoh dan Suoh. Sebuah wilayah terisolir yang sangat terasa sulit mencapainya. Jalanan terjal, curam, bukit bukit berbatu menjadi medan yang sangat sulit jika dilalui dimusim hujan. Bekas bekas keganasan musim terlihat dari lubang lubang bekas gerusan air saat hujan. Perjalanan melewati Kecamatan Batu Brak memakan waktu cukup lama sekitar 3 jam dan menyajikan pemandangan alam yang berbeda. Musim kemarau setidaknya membuat jalanan mudah ditempuh. Mr. Hindar yang sudah sejak 15 tahun lalu selalu ke wilayah ini telah memperhitungkan dengan tepat. Masih tetap sama Navara nya tergores ranting ranting pohon dan baret di sana sini.

????????????????????????????????????

Perjalanan melewati Jalanan berkelok dari Pesisir Barat menuju Lampung Barat

Suoh adalah sebuah kecamatan yang terpencil yang ada di lampung barat, dimana di dalamnya terdapat kekayaan alam yang sangat melimpah dan keindahan alam yang sangat mempesona, ini bisa dikatakan mutiara yang terpendam dan belum terungkap, daerah suoh berada di daerah lampung barat yang berjarak berkisar antara 250 km dari kota bandar lampung yang mana daerah suoh ini sangat terisolir. Perjalanan jauh tersebut terbayar saat tujuan yang kami datangi tercapai.

Daerah suoh letaknya sungguh strategis sekali dimana sejalur dengan pegunungan taman nasional bukit barisan selatan ( TNBBS ) daerah suoh merupakan daerah yang banyak patahan patahan lempeng tektonik dan terdapat sesar semangka yang sangat panjang.

????????????????????????????????????

Pegunungan di Lampung Barat

Berada di Kecamatan Bandar Negeri Suoh aku diajak oleh warga untuk melihat pembangkit listrik tenaga turbin dari air deras yang banyak di wilayah tersebut.Belum ada listrik PLN yang menjangkau wilayah tersebut dan pastinya sinyal tak akan ditemukan saat berada di lembah.

Hebatnya meskipun kemarau, Mutiara terpendam dari wilayah Suoh sangat terasa dengan masih banyaknya air yang bisa dipergunakan untuk bertani sawah. Berada di Suoh satu hari satu malam terasa udara yang berbeda dan tetap dingin. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat, Pesisir Barat, Pringsewu, Suoh, Tanggamus, Way Tenong | Tag: , , , , , , , | 3 Komentar

Perjalanan ke Barat, Way Haru Negeri Sejuta Pesona yang Terlupa

Perjalanan yang kali ini kulakukan di awal bulan September merupakan sebuah perjalan ke Barat. Bersama dua orang hebat yang mengajariku banyak hal: Kehidupan, petualangan, berbagi, bersyukur, melihat kehidupan dari sisi sedekat mungkin dan dengan kacamata yang berbeda. Perjalanan ke Barat yang begitu dekat namun begitu jauh. Negeri yang sangat membutuhkan orang orang hebat dan memberikan hidupnya bagi masyarakat yang terpinggirkan.

????????????????????????????????????

Gerobak sapi di Way Haru Pesisir Barat Lampung (Hendricus Widiantoro)

Perjalanan berawal dari pintu keluar kapal Jemla saat dua “musafir” Mr. Hindar n Mr. Supri dengan Nissan Navara serta sebuah ATV yang dibawanya untuk melakukan perjalanan berkilo kilo meter di sejumlah wilayah di Barat negeri Lampungku. Kisah kisah awal yang menggerakkan untuk pergi ke Barat berawal dari sang Musafir yang memperlihatkan kepadaku negeri yang terus tertatih tatih mengejar ketertinggalan dan ketimpangannya.

Ketimpangan yang sang musafir sebut sebagai: Wilayah Indonesia yang waktunya berbeda dengan Indonesia yang lain. Bukan Waktu Indonesia Bagian Barat atau Waktu Indonesia Bagian Tengah maupun Waktu Indonesia bagian Timur. Ini adalah sebuah tepat di bibir pesisir pantai Lautan Hindia yang berdengung di telingaku sebagai “negeri yang waktunya melambat”. Melambat dalam segala hal jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia pada umumnya.

????????????????????????????????????

Musafir

Setelah menyusuri jalanan di negeri Tanah Lada, Kopi dan segala sebutan indah tersebut siang berganti sore dari Lampung Selatan- Bandarlampung- Pesawaran- Pringsewu- Tanggamus bahkan saat malam perjalanan tetap dilanjutkan menyusuri hutan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Gelap sepanjang jalan sebelum memasuki tanjakan Sedayu Kabupaten Tanggamus dan berada di rerimbunan pohon sepanjang Jalan Lintas Barat menuju wilayah termuda di Lampung yakni Pesisir Barat. Jalan berkelok kelok saat malam hari di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi saksi dengan suara suara binatang hutan yang mengawasi perjalanan kami dari kegelapan.

Berada di kendaraan dua kabin membuat perjalanan terasa berbeda. Bukan sebagai rider, bukan sebagai backpacker tetapi sebagai bagian dari perjalanan ke Barat. Tengah malam kami akhirnya tiba di Way Heni Belimbing Bengkunat sekitar pukul 22:00 WIB pada Minggu (6/9). Suara angin dan deburan ombak mulai terdengar di tengah malam yang tanpa bintang. Deburan ombak yang sangat keras terdengar dari Lautan Hindia yang akan menjadi saksi perjalanan perdanaku ke Way Haru wilayah Pesisir Barat Lampung.

????????????????????????????????????

Para pengojek di Way Haru Pesisir Barat Lampung

Istirahat pertama malam tersebut masih terdengar suara deburan ombak dari jarak sekitar 4 kilometer. Kisah kisah Gajah mengamuk atau gajah berjalan jalan di perkebunan warga, suara petasan untuk mengusir Gajah yang masuk ke perkampungan warga masih terdengar menjadi dongeng sebelum tidur sambil mempersiapkan untuk perjalanan ke Antar Siku Way Haru.

Pagi berganti saat kokok ayam jantan membangunkan semesta dan matahari mulai meyinari tanaman lada, tanaman coklat yang masih tumbuh subur di wilayah pesisir Barat. Persiapan dilakukan dengan membawa beberapa buah tangan dari anak anak negeri di belahan bumi yang lain untuk para warga yang ada di negeri Way Haru: makanan, pakaian serta tali asih yang merupakan setitik embun di musim kemarau di tepian Samudera Hindia.

????????????????????????????????????

Jalan menuju Way Haru Pesisir Barat Lampung

Paginya Senin (7/9) kami berangkat dengan 1 ATV, dua motor roda dua menyusuri jalan jalan berbatu yang masih jauh dari sempurna. Ketimpangan infrastruktur yang masih ada di negeri yang kaya akan lada dan kekayaan alam yang sangat banyak di dekat Taman Nasional dan Samudera Hindia. Perjalana beberapa kilo menjadi awal perjalanan ke arah Way Haru untuk melihat negeri yang berada di tepian Lautan Hindia tersebut. Baca lebih lanjut

Categories: Kecamatan Belimbing Bengkunat, Lampung, Pesisr Barat, SDN 1 Way Haru, Sekolah, Sekolah Dasar | Tag: , , , , , | 6 Komentar

Pulau Umang Umang, Sebuku, Sebesi Gugusan Pulau Pelepas Rindu

????????????????????????????????????

Pulau Umang Umang Lampung Selatan

Lampung Selatan menjadi kabupaten gerbang Sumatera. Keindahannya tak diragukan lagi oleh para petualang lokal nasional dan mancanegara. Petualang petualang tersebut menggunakan waktu beberapa hari di sela liburan untuk menikmati salah satu spot diving, snorkling di dekat Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku. Pulau Umang umang bahkan menjadi ajang selfie, renang, bahkan diving para pelancong berbagai negara.

????????????????????????????????????

Pulau Umang Umang Lampung Selatan ramai dikunjungi wisatawan

Beberapa kelompok perjalanan wisata menjadikan Pulau Umang Umang, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku sebagai destinasi pelengkap sebelum “menu” utama ke Gunung Krakatau. Turus turis dari Jepang, Korea, menyempatkan untuk memenuhi hasratnya berada di daerah ini.

Beberapa bagian memang tak hanya dilihat namun harus dirasakan: ombak yang mengalun, pasir yang putih, deburan ombak serta kebersamaan yang tentunya dikenang dengan mengabadikan momen momen istimewa bersama orang yang disayang.

Pulau Umang umang bisa ditempuh dengan menggunakan kapal perahu nelayan dari dermaga Canti, dermaga Boom Kalianda dan eksotisem Krakatau biasanya dinikmati setelah menginap di Pulau Sebesi. Inilah salah satu bagian dari Lampung yang bisa dikunjungi. Meski penulis sering mengunjungi lokasi ini namun kerinduan selalu muncul, pulau pulau yang selalu memberi rindu. Berikut momen momen berada di sekitar pulau tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Petualangan, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku, Pulau Umang umang, Wisata | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Enjoy The Experience: Bromo Sunrise Tour

No more word about all experience. Only feel; cold,sunrise,fog,horse, and friendship. There more love and let me share what I can find in this amazing landscapes in Indonesia. Bromo, one of landscapes ini Bromo Tengger Semeru National Park. All people can say that this place is one amazing place in Indonesia.

????????????????????????????????????

Sunrise

As a backpacker I can not say anymore about it because i think some people go there and have so many experiences, and awesome moment with their beloved, family and friend in friendship moment. So enjoy your experiece like I have and see the dramatic sunrise with a cold air in the morning in Bromo Sunrise tour.

Henk Widi Bromo 1

Bromo

????????????????????????????????????

Bromo

We can go with our own car, but local tour organizers will basically hire you a car with a driver to take you to Bromo with their hartop or jeep car. See more there in my experience with Angeline’s Adventure Trip : Baca lebih lanjut

Categories: Aventure, Backpackeran, Bromo, Semeru, Tengger | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Adventure Trip East Java: Coban Rondo

Perjalanan menuju Jawa Timur selanjutnya menuju sebuah air terjun yang cukup terkenal di Kota Batu, yakni Coban Rondo. Sebenarnya kalau mengingat coban ini sedikit perih rasanya (ingat masa lalu) saat saat kebersamaan dengan seseorang di Malang, but itu masa lalu. Zaman dikala pergi ke tempat ini belum memiliki gadget untuk merekam momen momen tersebut.

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

Perjalanan ke coban rondo dari wisma Unio di Jalan Jaksa Agung Suprapto 75 Malang sekitar 45 menit menggunakan kendaraan pribadi. Dalam perjalanan AC mobil tak perlu dihidupkan karena udara memang sudah cukup dingin. Angin dan udara pegunungan yang menyejukkan setelah lama berada di daerah yang berdebu dan bising. Udara segar yang diperoleh selama perjalanan ke coban rondo ini.

Coban Rondo terletak 12 Km dari Kota Batu, tepatnya berada di desa Pandansari, Kecamatan Pujon. Air terjun di Coban Rondo memiliki ketinggian 60 M dan merupakan wahana air terjun yang paling mudah di tempuh.

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

Nah, untuk mengetahui mengapa diberi nama coban rondo, beberapa plang serta petunjuk telah disiapkan di tempat ini. Akomodasi yang cukup representatif tentunya sebanding dengan tiket masuk yang dibayar. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Air Terjun, Backpackeran, Batu, Coban Rondo, East Java, Jawa Timur, Malang | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.