Kisahku

Berbuat Hal Kecil Untuk Pantai Pantai di Lampung Selatan

Sebuah Keprihatinan untuk bisa berbuat #Saveourbeach:

Pantai 1

Kali ini aku ingat dengan rekanku Fitri, si pecinta alam yang gigih dan penuh perjuangan. Beberapa gunung di Sumatera sudah didakinya diantaranya Gunung Dempo, Gunung Tanggamus, Gunung Rajabasa , Gunung Krakatau dan gunung gunung yang lain.

Tak hanya gunung dia mengaku juga si pecintai pantai, pantai yang selelu memberinya banyak inspirasi. Semua hal yang berkaitan dengan alam dan pendakian alam, explore hutan dan juga pantai.

Lampung Selatan dikenal Kabupaten Gerbang Sumatera memiliki bentang alam yang sangat indah membentang dari Tanjung Tua di Bakauheni hingga Ketibung dihiasi dengan bentangan pantai yang eksotik di pantai barat dengan pulau pulaunya.

Pantai 2

Ini salah satu pantai di Lampung Selatan, Pantai Minang Ruah (Hendricus Widiantoro)

Selain itu di Pantai Timur membentang dari Bakauheni menuju Ketapang juga pantai dan pulau pulau kecil menghiasi.

Kekayaan pantai tersebut menambah aset dan juga penghasilan bagi para pelaku wisata yang menambah pundi pundi di sektor wisata. Namun apakah keindahan alam tersebut dibarengi oleh upaya penyelamatan biota yang ada di sekitarnya.

Miris saat berada di beberapa pantai, mau menyelam banyak pecahan beling dan kaca serta sampah sampah plastik. Tapi di beberapa tempat masih ada lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan penyelaman.

Lalu aku berkata kepada Fitri: “Apa kita cuma jalan jalan saja tanpa berbuat untuk tempat yang kita kunjungi?”

Menanggapi hal tersebut ia langsung berujar: “Ayo lakukan sesuatu #Saveourbeach katanya. Jiwa petualangan dan kecintaannya terhadap alam terketuk sebagai mahasiswa pecinta alam. Melakukan hal positif dengan secara sukarela berbuat untuk pantai pantai yang dikunjungi menjadi sebuah konsep yang terbersit saat itu dan langsung dilakukan. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Bersih pantai, Kisahku, Pantai, Perjalanan, Wisata | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Seharga Rp 750 Juta Pohon Baobab Asal Afrika “Memang Tak Salah” Hadir di Jakarta

images (1)Jika melihat dan mendengar Pemprov Jakarta membeli sebatang pohon seharga Rp 750 juta mungkin ini agak terdengar aneh, tapi nyata. Namun memang pohon ini adalah salah satu pohon yang sangat unik di dunia dengan beragam cerita dan keunikannya. Pohonnya yang besar dan tentunya bisa berumur panjang tak salah jika pohon Baobab merupakan salah stu pohon mahal karena juga termasuk langka.

Nah mengapa demikian, berikut alasannya:

Apakah Anda mengenal pohon Baobab yang memiliki nama latin Adansonia Digitata. Ya pohon ini memang asing di telinga masyrakat Indonesia, pohon ini hidup di dataran rendah di Afrika dan Australia.

Baobab dikenal dengan pohon aneh, boleh dibilang keanehan tersebut berasal dari struktur pohon yang ‘terbalik’ dan hanya memiliki sedikit daun. Cabang-cabang pohon Baobab seperti mencuat ke udara, seolah-olah telah ditanam terbalik.

BIG 0

Legenda setempat menyatakan bahwa dewa Thora tidak menyukai Baobab tumbuh di kebunnya, sehingga ia melemparkannya dari atas dinding surga ke bumi di bawah, dan meskipun pohon itu mendarat terbalik namun pohon itu terus tumbuh.

Cerita lain menyebut ketika Baobab ditanam oleh Dewa, pohon itu terus berjalan, sehingga Tuhan menarik pohon itu ke atas dan menanamnya terbalik untuk menghentikannya bergerak. Baca lebih lanjut

Categories: Adansonia Digitata, Baobab, Kisahku, pohon unik | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Paradise

Pernah melihat tayangan My Trip My Adventure di salah satu televisi swasta yang selalu ada setiap hari Sabtu dan Minggu. Acara tersebut memang memilki program mengexplore Indonesia dengan banyak keberagaman wisata yang menarik dan pasti membuat orang mengunjunginya. Indonesia adalah Paradise. Saya yakin semua orang memilki sense dan pemikiran yang sama tentang paradise yang penuh dengan keindahan. Indonesia , beberapa tempat di dunia ini memiliki keindahan yang merupakan perwujudan paradise, harapan akan kedamaian bagi semua manusia.

Japan_Digital_Landscape__12

Japan Landscap

My Trip My Adventure selalu diiringi dengan lagu lagu keren salah satu lagu favorit saya adalah Paradise milik Coldplay. Lagu tersebut memang menggambarkan sebuah harapan akan paradise yang diiimpikan oleh sang gadis. Paradise memang bukan hanya gambaran soal keindahan namun juga kedamaian. Kedamaian hati dengan sang pencipta dan hubungan baik dengan alam dan ciptaanNya. Paradise yang ada di seluruh dunia bukan hanya tempat tempat yang indah namun juga sebuah suasana damai .

Wallpaper

Sawarna Landscape

Sambil merenungkan makna paradise, kita dengarkan Coldplay dengan paradise nya:

“Paradise”

When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
So she ran away in her sleep
Dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Every time she closed her eyes
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-ohWhen she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
And the bullets catch in her teethLife goes on
It gets so heavy
The wheel breaks the butterfly
Every tear, a waterfall
In the night, the stormy night
She closed her eyes
In the night, the stormy night
Away she’d fly.

And dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh

She dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

Henk Widi 2

Landscape Sunda Strait from Rajabasa Highland (Hendricus Widiantoro)

La la la La
La la la

So lying underneath those stormy skies.
She said oh-oh-oh-oh-oh-oh.
I know the sun must set to rise.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
This could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo
Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo

Thanks to Manu, joaquin, Danial, Kristian, Mayur Jaganiya, Alexandre Rizk for correcting these lyrics.

Source: http://www.azlyrics.com/lyrics/coldplay/paradise.html

http://mp3skull.com/mp3/cold_paradise.html

 

Categories: Inspirasi, Kisahku, Wisata | Tag: , , , | 2 Komentar

Perjuangan Para Porter Pelabuhan

Ombak sedang tak bersahabat bagi kapal kapal Roll On Roll Off di perairan Selat Sunda saat aku menyusuri gangway pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan pada puncak liburan tahun baru, sekolah. Ribuan penumpang pejalan kaki berjejal di gangway, tangga menuju ke kapal di dermaga 1,2,3  karena keterlambatan jadwal kapal yang bersandar.

Buruh Utama

Porter Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bukan karena keinginan nahkoda serta ABK kapal melainkan cuaca perairan yang terlihat berombak cukup tinggi dengan angin kencang. Sempat berbincang dengan Otoritas Kesyahbandaran pelabuhan Bakauheni cuaca memang sedang tak bersahabat sehingga keselamatan harus diutamakan dalam pelayaran. Kapal kapal yang bersandar di semua dermaga pun agak kesulitan melakukan olah gerak untuk sandar.

Buruh 1

Menunggu kapal sandar

Liburan yang sudah berakhir membuat para pekerja, anak sekolah, serta semua orang yang berlibur dari Pulau Sumatera dan ingin kembali ke Pulau Jawa membludak di Pelabuhan Bakauheni. Ini adalah sebuah momen untuk mencari rejeki bagi para “buruh tenteng” (Istilah ini sebenarnya muncul dari kegiatan mereka yang banyak menenteng barang barang milik penumoang dengan imbalan yang disepakati kedua belah pihak, istilah yang memang mereka sendiri ucapkan padaku). Namun bagiku sebutan porter lebih terlihat memberi kesan bahwa pekerjaan mereka pun sama dengan pekerjaan lain untuk nafkah, apapun sebutan yang diberikan orang kepadanya. Baca lebih lanjut

Categories: Buruh Angkut, Buruh tenteng, Inspirasi, Kisahku, Pelabuhan Bakauheni | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Menunggu Senja Di Bawah Menara SIGER

Senja menjadi saat yang dinanti seluruh makhluk hidup. Untuk merenungkan segala karunia dan berkat selama seharian. Senja selalu menjadi saat yang sakral untuk bersyukur atas segala berkat. Termasuk saat melakukan sebuah perjalanan. Seperti halnya berada di tempat ini. Menara SIGER yang disinari lampu dengan background langit berawan mungkin tak selalu bisa kutemui. Maka saat senja di awal awal tahun 2015 ini menjadi saat tepat memandangnya.

B Bagus Widi

Menara Siger dari pintu keluar Pelabuhan Bakauheni Sabtu 3/1/2015 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Menara Siger memang selalu indah di pandang dari kejauhan. Saat siang hari berada di tempat yang lapang untuk melihat suasana ini memang akan memberi kesan akan megahnya Menara Siger ini. Menjadi awal permulaan untuk melihat Pulau Sumatera seakan mengatakan Selamat Datang di Lampung dan di Sumatera, Pulau Swarna Dwipa.

Blog 3

Menara Siger saat terang terlihat dari laut (Foto: Hendricus Widiantoro)

Malam pun tetap akan menyambut para pengendara yang melintas di lokasi ini.

A Bagus Widi

Sebuah truk melintas di pintu keluar Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pelabuhan Bakauheni: Memberikan banyak kisah bagi semua yang pernah melintasinya. Jutaan manusia yang melintasinya memiliki tujuan. Ratusan warga bergantung kehidupan di sini untuk kehidupannya. Senja yang penuh misteri bagiku.

Categories: Kisahku, Lampung Selatan, Menara Siger | Tag: , , | 3 Komentar

Kolaborasi Cipta Suasana Natal Bersama Puteriku

Hujan, Desember, Natal, Akhir tahun menyatu dalam suasana di dusunku. Dusun sederhana di kaki Gunung Rajabasa yang memilki keberagaman suku, agama, budaya, tradisi namun menyatu dalam keharmonisan. Kini memasuki oktaf Natal yang akan kami rayakan sebagai hari Raya Natal baik pada malam Natal atau Hari Raya Natal di pagi harinya. Persiapan Natal di keluarga sederhana kami yang menjadi agenda rutin tahunan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perayaan Natal. Kue kue sederhana dibuat oleh mamaku dan pastinya kue ala desa yang selalu ada di meja.

NATAL 1 Widi

Goa Natal, Pohon Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kali ini tak seperti biasanya, terdahulu tak pernah di rumah kami dihiasi pernak pernik Natal seperti pohon Natal, Goa Natal dan apapun yang berbau Natal yang sifatnya aksesoris untuk menunjukkan kami sedang merayakan Natal. Sederhana namun tetap khusuk dalam merayakan Natal di tahun 2014 ini. Hingga inisiatif muncul dari puteriku yang mulai melihat di televisi serta buku buku yang dibacanya. “Pa yuk bikin pohon Natal, yuk bikin goa Natal, soalnya di Sekolah Minggu katanya nanti akan ada goa Natal dan pohon Natal di gereja,” ujarnya.

NATAL 2 Widi

Mempersiapkan pernak pernik Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Akhirnya empat hari sebelum Natal rencana itu kami realisasikan. Beberapa bahan disiapkan dan pastinya dengan semangat anakku yang ingin sekali menghias dan membuat pohon Natal, Goa Natal membuat ia ikut membantu menggunting, melipat dan membentuk kertas koran bekas menjadi bentuk yang diinginkan untuk membuat pernak pernik Natal. Goa, suasana bukit, kandang, jerami pun disiapkan. Baca lebih lanjut

Categories: Desember, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Natal 2014, Pohon Natal, Puteriku | Tag: , , , , | 2 Komentar

Tiga Lelaki Desa Berhati Mulia Para Penjaga Tradisi

Setiap hari Minggu suasana dusun Sumbersari, sebuah dusun kecil di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang berada di kaki Gunung Rajabasa ini mengalun lembut alunan musik gamelan dari seorang rumah warga. Alunan musik gamelan yang merupakan musik tradisional Jawa tersebut bukan dimainkan oleh orang dewasa melainkan anak usia Sekolah Dasar. Rumah milik Rukun Haryoto, lelaki berusia sekitar 60 tahunan tersebut memang menjadi tempat Paguyuban Keluarga Yogyakarta yang menjadi tempat berlatih musik gamelan para anak anak sekolah dasar.

Tradisi 2

Gamelan yang diajarkan oleh Rukun Haryoto kepada anak anak usia sekolah dasar( Foto: Hendricus Widiantoro)

Bersama dua laki laki lainnya yakni Widodo, Ngadiyuk, dengan sabar Rukun Haryoto mengajari anak anak yang sehari hari sudah mengenal gadget modern itu untuk bermain musik tradisional. Kesabaran terlihat dari tiga lelaki yang hidup sebagai petani dan pensiunan guru tersebut untuk mengarahkan anak anak tersebut mengenal not angka dan mengaplikasikannya dengan gamelan yang terdiri dari  Kendang,Rebab, Balungan yang terdiri dari Demung, Saron, Peking. Slenthem, selain itu Bonang, Kenong,Kethuk, Gambang,Gender, Siter, Kempul,Suling, Gong, masing masing dengan fungsinya.

Tradisi1

Belajar musik gamelan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tiga lelaki ini memang memiliki semangat dan keinginan untuk tetap menyalakan api tradisi yang mungkin telah luntur dalam budaya Jawa khususnya bagi anak anak zaman sekarang yang sudah ditelan modernisasi. Mengajarkan pada anak anak usia sekolah dasar yang bisa saja memilih alat alat musik modern. Tetapi semangat dan antusiasme anak anak tersebut terlihat saat dengan seksama memperhatikan ketukan demi ketukan gamelan sesuai yang dipegang dan sesuai nada yang dihapalkan.

Baca lebih lanjut

Categories: #MenjagaApi, Inspirasi, Kisahku | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Jujur Aku Mencintaimu Rupiah, Tapi…

Masih ingat kisah yang diceritakan saat aku SMA. Jadi ceritanya pelajaran ekonomi sekaligus sejarah. Cerita yang diceritakan tersebut saat sang guru menceritakan tentang Penjajah dan Rupiah. Karena udara yang sepoi sepoi di bawah pohon pohon rindang di sekolah mengantuklah si Banu. Mungkin saking nyaman dengan penjelasan sang guru dengan tema penjajahan tempo dulu dan rupiah yang anjlok.

Rupiah 2

Mata Uang Rupiah, Dolar Hongkonng, Ringgit Malaysia (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

“Anak anak penjajahan di atas dunia memang harus dihapuskan karena memang tak sesuai dengan undang undang dasar negara kita” terang bu guru sejarah.

Si Banu yang masih mikir tentang uang kos yang belum dibayar dan uang jajan yang nipis sampai sampai terlelap dan setengah terbangun ia memperhatikan penjelasan gurunya.

“Banu, apakah penjajah harus dihapuskan?” tanya bu guru yang mengetahui si Banu setengah sadar dan tidak mengikuti pelajaran.

“Ia bu Rupiah emang kejam, sampai sampai uang kosa dan uang jajan aja ga pegang saya!” uja Banu sambil clingak clinguk saat kawan kawannya mentertawai jawabannya.

“Huu makanya jangan tidur muluuuu..” sorak kawannya.

But, anyway bushway bin lebay…faktanya demikian. Bagiamana Rupiah yang sempat dikatakan mata uang sampah di dunia ini memang sedang anjlok nilai tukarnya. Ga tanggung tanggung menyentuh level 12.937 per dolar AS. Sampai sampai kawanku tukang servis laptop mengatakan sekalian aja tembus Rp 13.000 per dolar AS biar harga spare part naik dan berdampak bagi biaya reparasi yang pastinya akan dinaikkan.

Jujur aku pribadi mencintai Rupiah (lebay) karena tanpa rupiah aku tak bisa mengisi kuda besiku dengan Bahan Bakar premium yang mungkin seliternya bisa dipakai buat uang jajan anakku selama dua hari. Namun faktanya demikian, Rupiah yang harusnya dibanggain pun secara faktual sudah membuat mataku seperti mengiris bawang merah! Dompet seperti dijejali Bawang merah berkilo kilo membuat pemiliknya meneteskan air mata.

Namun saat kulihat dompet ternyata kulihat selembar Ringgit Malaysia, tiga lembar Dolar hongkong dan di beberapa koleksiku beberapa mata Uang Euro, Dollar AS. Tapi toh itu semua uang koleksi yang tak disukai di sini (kecuali ditukarkan) meskipun demikian aku tak berniat menukarnya. Tetap mencintai Rupiah rupiah lusuh bergambar pahlawan patimura dan beberapa lembar penenun kain tradisional buat jaga jaga membeli bensin dan uang jajan puteriku. Jadi, tak ada lagi budget buat Backpackeran atau traveling.

Rupiah 3

Mata Uang Koleksi (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

Oh Rupiah. Anjlok seperti cintaku. Hampa seperti kisah cintaku (cinta apaan?) namun semuanya perlu disyukuri. Sambil mengucek ucek mata yang pedih saat melihat isi dompet, muncul di Timeline Facebook dan Twitter tentang keterpurukan Rupiah. Tapi katanya sih kalau kesusahan ditanggung bersama seolah akan lebih ringan. Rupanya Rupiah pun anjlok tak sendirian melainkan ada kawan bahkan sampai mata uang Jepang pun tumbang. Nah daripada lebay ini beritanya yang dilansir dari portal Liputan6.com terkait tumbangnya rupiah dan mata uang negara negara tetangga. Oh Rupiah..aku sayang kamu! Baca lebih lanjut

Categories: Dolar AS, Dolar Hongkong, Ekonomi, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Rupiah, Rupiah Anjlok | Tag: , , , , , , , , , | 2 Komentar

The Day After Tomorrow as Ut Amem Et Foveam

Special day for every child sometimes give them a good memories for future. I hope all i give to my daughter be e best moment for her. I dont know how I can say thank to my Lord in the end of the year. For more eigth year God give me guard for my Little angle. He give me two position as a mother and father but it so amazing I can survive.

EZRA

Christeva

Today, one day before my daughter birthday Christeva. I give her name Christeva based on Russian tradition name , mean Christ Beloved, but nomen est omen like my Magister said to me, Father Colvenbagh form Nederland, he always ask me “Widiantoro” Wit= mean tree, and its mean tree which everyone can see on tree. Oh so amesome magister. And i give my daughter name with special meaning. Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, Kisahku, Latin, Ulangtahun | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Pengumpul Pasir yang Tak Tau Arti Korupsi

Pasir1

Pengumpul pasir (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semua orang memiliki cara untuk menyambung hidupnya dan menghidupi keluarganya. Bahkan untuk survive dari hidup ini orang akan melakukan berbagai cara: entah yang baik atau tidak. Bahkan yang berpenampilan baik pun tak semuanya melakukan hal yang baik, konkritnya para koruptor yang menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pribadi: memperkaya diri sendiri, mengumpulkan harta sebanyak mungkin tentunya bukan untuk rakyat tapi untuk keluarganya sendiri. Meskipun demikian toh pekerjaan mereka dipandang baik di mata orang sekelilingnya karena pelaku korupsi ini adalah orang yang rata rata memiliki jabatan tinggi entah di sebuah lembaga pemerintahan maupun di lembaga non pemerintah.

Aku pernah ditantang untuk membuat impian : apa yang akan kamu lakukan jika kamu diberi kedudukan dan atau kekayaan dari hasil korupsi. Aku hanya diam karena hal hal yang ditanyakan tersebut merupakan sebuah pertanyaan yang mungkin membuatku bertanya tanya: siapakah aku ini?

Faktanya korupsi masih bisa dan terus terjadi. Dalam perjalananku kucoba mendekati seorang pencari pasir. Ia berusia kira kira 40 tahun atau lebih karena aku mengobrol bersamanya tak sengaja. Rasa empatiku muncul, sebungkus rokok kuberikan padanya dan mengajaknya mengobrol di sela sela istiahatnya. Dua ekor kerbau yang berada di kubangan air terlihat memperhatikan kami.

Dalam istirahatnya aku sempat menayakan kepadanya mengapa ia mau mengangkut pasir di tempat yang sepi dan bahkan orang tak mau berada di tempat sepi tersebut. Ia mengaku sambil menunggui dua ekor kerbau milik puteranya daripada tak melakukan apa apa diangkutnya pasir dengan alat yang dibuat sedemikian rupa untuk mengangkut pasir. Satu angkatan demi angkatan hingga terkumpul.

“Daripada menganggur de, saya ambil pasir ini lalu saja jual ke pengepul” ujar laki laki tua yang sebagian rambutnya sudah memutih tersebut.

Pasir 2

Pengumpul pasir (Foto: Hendricus Widiantoro)

Dengan langkah pelan ia berkali kali turun naik dari dasar sungai kering yang menyimpan pasir dan batu tersebut. Hatiku terasa teriris. Inilah Lampung Selatan dengan segala keindahan dan tentunya dengan denguan dan semboyan Gerbang Pulau Sumatera. Masih ada sekeping luka yang tersisa di antara rerimbunan pohon dan tersembunyi di dasar lembah.

“Pak pernah dengar korupsi enggak yang di tv tv itu?” kataku sambil memintanya untuk berteduh di bawah pohon.

“korupsi apaan ya de?” ucapnya.

Pertanyaan tak kulanjutkan yang pasti ia tak mengetahui apa itu korupsi dan apa itu duit negara yang digerogoti oleh para koruptor.

“Saya mah nyari pasir untuk dijual de, kalau sudah banyak nanti dijual paling dapat 70 ribu satu rit nya” ujarnya.

Lelaki ini hanya pengumpul pasir dan ia tetap memiliki harapan untuk bekerja. Langkah demi langkah untuk membawa sewadah demi sewadah yang dipanggulnya. Alat dari bambu yang dimodifikasi dengan sendal jepit tersebut pasti terasa berat mengingat usianya yang tak lagi muda.

Ia tetap berharap bisa membahagiakan anak anaknya. Istrinya. Harapan bagi semua orang yang memiliki keluarganya.

Harapan terhadap adanya bantuan kompensasi BBM yang menurutnya didapat cukup untuk makan, tak lebih untuk hal lain.

“Lihatlah dan bukalah mata batinmu, melihat yang lemah dan terluka namun semangatnya tak kan pernah pudar. Hingga Tuhan kan berikan jalan…”

Aku ingat syair lagu dalam acara tv swasta tentang kehidupan orang orang pinggiran tersebut. Semua itu ada di sekitar kita.

Semoga engkau diberi kesehatan dan kekuatan selalu pak!

Pasir 6

Pengumpul pasir (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pasir 3

Pengumpul pasir (Foto: Hendricus Widiantoro)

Categories: Inspirasi, Kisahku | Tag: , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.