Kapal

Ruwat Laut Tradisi dan Keceriaan Masyarakat Nelayan Lampung Selatan

Aku Widi 3 copy

Melarung sesaji nelayan Kalianda (Foto: Hendricus  Widiantoro)

Ruwat laut merupakan tradisi yang sudah dilestarikan warga pesisir yang ada di seluruh Indonesia dengan beragam cra serta keunikan. Salah satunya di Lampung Selatan. Ruwat laut yang kuikuti kali ini merupakan kesekian kali ruwat laut yang dilakukan di Lampung Selatan. Kemeriahannya pun selalu sama. Antusiasme masyarakat akan rasa syukur hasil tangkapan sebagai nelayan diungkapkan dalam beragam cara diantaranya menghias semua kapal yang akan melakukan ruwat laut.

Aku Utama copy.jpg

Sesaji dilarung (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tradisi ruwat laut yang pernah kuikuti diantaranya Ruwat Laut masyarakat pesisir Bakauheni:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/01/21/yuk-ikutan-ruwat-laut-nelayan-di-selat-sunda/

Ritual melarung sesaji merupakan tradisi untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang banyak bagi para nelayan. Dengan menggunakan ratusan perahu, warga mengiringi satu perahu besar yang membawa sesaji yang akan dilarung ke Selat Sunda yang menjadi lokasi para nelayan mencari ikan untuk kehidupan mereka.

Aku Widi 4 copy.jpg

Keceriaan masyarakat (Foto: Hendricus Widiantoro)

Ratusan warga dari anak-anak hingga orangtua tampak antusias mengikuti prosesi tersebut. Setelah sampai di titik yang ditentukan, tak jauh dari dermaga Boom Kalianda, perahu-perahu mulai mengitari lokasi tersebut sebanyak tiga kali.

Setelah pembacaan doa oleh sesepuh desa setempat, perahu dilarung ke laut. Sesaji yang dilarung langsung menjadi rebutan untuk mendapat berkah bagi yang mengambilnya menurut kepercayaan warga sekitar. Sesaji tersebut di antaranya kepala kerbau lengkap dengan bagian bagian tubuhnya, hasil pertanian, dan berbagai sesaji lain.

Aku Widi 6 copy

Perahu yang akan dilarung (Fot0: Hendricus Widiantoro)

Puluhan kapal diantara ratusan kapal di dermaga Boom Kalianda beriringan menuju titik sesaji akan dilarung. Sesaji berupa kepala kerbau, bunga rampai, buah buahan, makanan tradisional nelayan, bahkan HANDPHONE alias telepon genggam pun terlihat dilarung. Saat salah satu pembuat sesaji ditanya kenapa melarung handphone mereka beralasan salah satu hasil dari tangkapan ikan selanjutnya dijual untuk membeli handphone jadi rasa syukur diantaranya dengan “mengembalikan” handphone tersebut ke laut. Aya aya wae kata urang Sunda mah!

Antusiasme masyarakat nelayan pun terlihat mulai dari arak arakan hingga di laut pun arak arakan tersebut terlihat. Ada yang narsis merekam prosesi tersebut. Ada yang mabok laut bahkan karena tak pernah naik perahu ada yang terjatuh. Namun semuanya berakhir dengan senyum bahagia para nelayan tersebut. Bahari yang menjadi ladang mereka mencari penghasilan telah menerima persembahan untuk Dewa Baruna dan penguasa lautan. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Kalianda, Kapal, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Backpacker, Traveler ini Penampakan Baru Pelabuhan Bakauheni

Bagi Traveler yang sering bepergian menggunakan moda transportasi laut terutama lintasan Bakauheni Lampung dan Merak Banten dan menggunakan moda transportasi bus pastinya akan melewati loket pembelian tiket. Toll gate system yang ada di Pelabuhan Bakauheni ini memilki tampilan yang berbeda dibandingkan sebelumnya akibat perubahan sistem untuk penggunaan tiket elektronik lebih maju dari sebelumnya yang masih menggunakan sistem semi elektronik. Dipastikan penerapan sistem ini akan memiliki kelebihan dan tentunya masih dalam tahap penyesuaian pengguna jasa pelabuhan.

Henk Widi 1 copy

Pintu pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni Lampung terbaru (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bagi yang terbiasa melihat pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat ini pasti akan mengalami perubahan. Bayak tiang tiang sensor yang akan terpasang menyambut pengguna jasa pelabuhan Bakauheni dan sudah dikhususkan untuk kendaraan dengan jenis yang berbeda beda. Kendaraan dengan panjang serta ukuran tertentu berdasarkan kelas akan memilliki pintu khusus dan ini akan ditandai dengan papan penunjuk agar tidak salah jalur. Sementara untuk jalur kendaraan setelah membeli tiket pun akan diarahkan ke dermaga 1,2,3,4,4,6 menggunakan tanda tanda khusus serta petugas security. Masih membingungkan tapi nanti lama lama terbiasa.

Henk Widi 2 copy

Sistem elektronik di Toll Gate Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semoga dengan perubahan ini tidak membingungkan bagi pengguna jasa Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan selamat menikmati perubahan yang tentunya memiliki maksud positif. Berikut beberapa foto are Pelabuhan Bakauheni yang lebih baru: Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Bakauheni, Kapal, Lampung, Lampung Selatan, Pejalan, Pelabuhan Bakauheni, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Ideologi Pejalan : Perjalanan Bijak Di Saat Tepat

Menjadi pejalan itu sebuah keputusan. Bukan sebuah paksaan ataupun keharusan. Semua butuh proses dan tak semua menyukainya.

????????????????????????????????????

KMP Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Fasilitas transportasi yang semakin modern membuat fasilitas transportasi yang lainnya ditinggalkan. Sisi positifnya karena transportasi yang dipilih lebih cepat dibanding dengan transportasi lainnya. Semisal perjalanan darat menggunakan mobil, kereta api,laut dengan kapal berbeda dengan perjalanan menggunakan pesawat udara dengan koper lengkap dan tinggal tarik bukan dengan backpacker.

Saya pernah memiliki kawan yang menolak untuk melakukan perjalanan darat dengan alasan: ribet, lama dan penuh dengan tetek bengek yang membuatnya tak mau menempuh perjalanan darat plus perjalanan laut. Kawan saya ini tinggal di salah satu jantung ibukota Lampung dan saya juga berpikir logis karena perjalanan lewat udara menuju ibukota Indonesia lebih cepat dibandingkan darat. Ist okey! Semuanya juga tergantung budget alias isi dompet.

Pejalan, lagi lagi memiliki perbedaan dalam hal memilih moda transportasi. Itu soal “ideologi” pejalan yang menentukan pernak pernik perjalanan sampai dalam hal menentukan moda transportasi.

????????????????????????????????????

Pramugari kapal Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Bagi pemilih jalur darat, laut pun bukan berarti pemilik budget rendah. Jangan salah, di pelabuhan Bakauheni saya pernah bertemu dengan para backpacker dari Eropa diantaranya dari Spanyol yang notabene turis turis keren sehabis berselancar di tanjung Setia Lampung Barat.

Mereka memanfaatkan jalur darat dan tak memilih jalur udara. Tapi mereka tetap enjoy dan meski bukan “turis kere” saya yakin mereka lebih berkantong tebal dibanding saya. Selain para turis tersebut beberapa kawan backpacker yang saya temui bahkan memiliki Fortuner dan Pajero Sport. Ia asli Pajero, bukan seperti Pejero yang saya miliki (Panas Njobo Njero) hujan kehujanan panas kepanasan. Ya mereka memilih menenteng ransel di punggung bukan menyeret koper lalu naik ke pesawat.

????????????????????????????????????

Cara memakai jake keselamatan (Hendricus Widiantoro)

Itu pilihan dan saya yakin setiap pejalan memiliki ideologi sendiri. Menentukan perjalanan bijak dan tepat ! itulah ideologi para pejalan yang sering aku temui dan juga kulakukan. Melakukan perjalanan ke beberapa daerah dengan budget minim dan tentunya dengan bijak memilah milah tempat untuk tinggal. Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Flashpacker, Kapal, Kapal Roro, Pejalan, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

Serbuan Kapal Kapal Baru di Selat Sunda

Kapal kapal di Selat Sunda beberapa pergi dan beberapa datang. Kebutuhan akan transportasi laut di lintasan Selat Sunda bisa terlihat dari hajat tahunan yakni arus mudik dan arus balik lebaran yang membutuhkan moda transportasi vital yakni kapal laut.

????????????????????????????????????

KMP Sebuku (Hendricus Widiantoro)

Beberapa kapal baru didatangkan dan beberapa diantaranya merupakan kapal baru versi blog ini diantaranya. Sementara sebelumnya lintasan Merak-Bakauheni telah memiliki beberapa kapal Roll on Roll off (Roro) dari beberapa perusahaan pelayaran.

Serbuan serbuan kapal baru tersebut adalah sebuah harapan akan kapal kapal yang memberi kenyamanan bagi para penumpang pengguna jasa pelayaran. Pilihan pilihan akan kapal kapal yang lebih bagus dari sebelumnya secara fisik maupun pelayanan.

????????????????????????????????????

KMP Virgo 18 (Hendricus Widiantoro)

Selengkapnya tentang kapal kapal di Selat Sunda bisa dilihat dipostingan saya sebelum ini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/04/30/travel-via-sunda-strait-apa-saja-kapal-di-selat-sunda/

Kapal kapal baru tersebut diantaranya:

– KMP Elysia
– KMP Suki II
– KMP Salvatore
– KMP Safira
– KMP Sagita
– KMP Trimas Laila
– KMP Sebuku (uji coba)
– KMP Legundi (Uji coba)
– KMP Batu Mandi Baca lebih lanjut

Categories: Kapal, Kapal Roro, Merak, Pelabuhan Bakauheni, Pelayaran, Selat Sunda | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Masih Mengeluhkan Kondisi Kapal di Selat Sunda?

Kapal Ferry, kapal penumpang atau yang di Selat Sunda dikenal dengan kapal Roll On Roll Off (Roro) menjadi faktor penting transportasi antar dua pelabuhan penting di Pulau Jawa yakni Merak Banten dan Bakauheni Lampung Selatan. Seperti yang sering digambarkan oleh para pengguna jasa pelayaran di Selat Sunda keluhan akan waktu tempuh yang cukup lama, kondisi kapal yang beragam dari yang kondisinya kurang bersih hingga kapal Ferry yang bagus fasilitas bak kapal pesiar semuanya ada di Selat Sunda, armada kapal lintas Bakauheni Merak masih jauh dari sempurna.

port-link-iii_widi

Penulis mencoba beberapa kapal yang ada di Selat Sunda dan beberapa diantaranya terbukti memang memiliki fasilitas cukup bagus untuk kelas kapal penumpang dengan jarak tempuh rata rata di Selat Sunda 2-3 jam dan bisa lebih dengan situasi cuaca yang berbeda. Bahkan penulis pernah mengalami naik kapal Nusa Jaya dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dalam waktu tempuh yang cukup lama karena faktor cuaca. Dari Pelabuhan Merak Banten jam 01:00 WIB dini hari baru sandar jam 07:30 WIB pagi. Itu buatku cukup beralasan karena kondisi perairan Selat Sunda pada bulan November hingga Januari cenderung mengalami perubahan.

Karena faktor cuaca inilah tak asing jika berita berita di Televisi maupun media massa lain memberitakan tentang penumpukan kendaraan baik di Merak maupun Bakauheni, semua terjadi karen keterlambatan waktu keberangkatan. Hal hal terkait sailing time, port time, waktu bongkar, waktu di alur memang masih asing bagi pengguna jasa pelayaran yang penting sampai tepat waktu dan selamat sampai tujuan. Namun sudah banyak juga kapal kapal di Selat Sunda yang menyajikan fasilitas nyaman bahkan bagi anak anak.

Pelabuhan dan sarana prasarana pelabuhan termasuk kapal kapal yang ada di Selat Sunda memang harus dan sangat urgent untuk dibenahi. Bahkan program Presiden ke -7 Indonesia Joko Widodo yang akan membangun “tol laut” perlu diapreasiasi dan didukung. Tol laut yang salah satu tolok ukurnya adalah mempercepat transportasi laut yang selama ini menjadi persoalan klasik di negeri Maritim ini yakni: waktu tempuh kapal LAMBAT dan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tak bisa tutup telinga dan matai juga masih sering terjadi kesemrawutan moda transportasi laut hingga menimbulkan kecelakaan laut seperti tabrakan kapal, kapal terbakar serta faktor cuaca yang memicu kecelakaan serta keterlambatan kedatangan kapal. Baca lebih lanjut

Categories: Banten, Ferry, Kapal, Merak, Selat Sunda | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

Jelang Pergantian Tahun Baru, Planing Ke Mana?

Masih galau di akhir tahun dan bingung mau liburan ke mana dengan siapa? wah bukan zamannya kali. masih galau dan bingung. Buat yang belum move on moment akhir tahun saatnya buat refleksi nih dan sapa tau dapat gebetan baru. Tapi di luar hal tersebut baiknya memang jika berniat mau berlibur serta menikmati peristiwa yang istimewa pergantian tahun baiknya dipikir mau ke mana tujuannya. Setiap orang pasti memiliki rencana yang unik buat akhir tahun sekaligus tahun baru. Pastinya hidup jangan saklek saklek amat, ntar stress loh ( he he buat yg ngerasa aku saklek) piknik aja yuk!

Akhir tahun tinggal menghitung hari. Banyak orang memaknainya dengan beragam cara. Berlibur bersama keluarga tercinta maupun kekasih, sahabat sahabat terdekat. Pilihan untuk menghabiskan tahun baru pun beragam dari yang memilih pantai hingga ke pegunungan. Semuanya tergantung keinginan dan kesukaan untuk menikmati piknik bersama menjelang pergantian tahun 2014 ke tahun 2015. Sah sah saja asal tetap memperhatikan aspek kenyamanan, budget dan pastinya keamanan.

12

Gunung Tanggamus (Hendricus Widiantoro)

Seperti tahun tahun sebelumnya pergantian akhir tahun selalu kuhabiskan bersama puteriku dan keluarga. Kebersamaan tersebut memiliki arti rasa syukur atas tahun tahun yang berjalan. Terutama di bulan Desember menjelang Januari tahun berikutnya merupakan saat saat istimewa. Hari ulang tahun puteriku yang jatuh di bulan Desember menjadi istimewa karena jatuh sebelum Hari Raya Natal, lalu pergantian tahun. Tahun baru menjadi sebuah perayaan universal yang mengandung sisi spritual dan sisi lainnya. Semuanya tinggal bagaimana memaknainya.
Lokasi untuk menghabiskan akhir tahun dan tahun baru biasanya pegunungan dengan menyewa villa di puncak seperti Bogor, Cisarua, Cianjur menjadi pilihan. Ada pula yang memilih untuk menghabiskan di villa pesisir pantai yang bisa dipadukan dengan acara bakar ikan dan berenang. Semuanya pasti mengasikkan bersama keluarga.

Apapun pilihannya semua akan memberi kebahagiaan bagi keluarga, sahabat, maupun orang orang yang terkasih. Seperti malam tahun baru sebelumnya di Lampung Selatan beberapa spot penting ini akan selalu dibanjiri dengan berbagai kegiatan mulai dari yang berada di puncak bukit maupun yang ada di pinggir pantai. Berikut tempat tempat yang biasanya digunakan untuk menghabiskan akhir tahun sekaligus tahun baru di Lampung Selatan: Baca lebih lanjut

Categories: Dharma Lautan Utama, Kapal, Menara Siger, Pantai, Wisata | Tag: , , , , , | 6 Komentar

Traveler, Tarif Kapal Naik Lagi Loh!

Malam ini agaknya Pelabuhan Bakauheni mulai dijejali kendaraan Golongan IV hingga golongan IX loh traveler, kenapa? Karena mulai malam ini terhitung tanggal 21 November tarif penyeberangan bakal naik lagi. Ga salah ini semua efek dari kenaikan Bahan Bakar Minyak alias BBM yang kemarin sempat menghebohkan penduduk Indonesia.

???????????????????????????????

Kapal kapal di Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Setelah mengalami kenaikan pada 15 September lalu Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni kembali memberlakukan kenaikan tarif baru bagi pengguna jasa penyeberangan di Selat Sunda. Baca lebih lanjut

Categories: Kapal, Kisah Kisahku, Pelabuhan Bakauheni, PT ASDP, Tarif | Tag: , , , , | 3 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.