Fotografi

Lets Escape Backpacker Our Nice Place South Lampung Regency

We have so awesome place. Lets keep out as legacy to next generation…Thank You Lord!

Bukit Mega Kuning_Henk Widi6 copy.jpg

Bukit Mega Kuning_Henk Widi7Bukit Mega Kuning_Henk Widi 1Bukit Mega Kuning_Henk Widi2Bukit Mega Kuning_Henk Widi3Bukit Mega Kuning_Henk Widi4Bukit Mega Kuning_Henk Widi5

Categories: Alam, Bakauheni, Flashpacker, Fotografi, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Pantai Merak Belantung

IMG_20160330_125240Pantai Merak Belantung di Kalianda Lampung Selatan memiliki bibir pantai yang bersih. Berbagai nama pantai di pesisir Kalianda tersebut diantaranya Pantai Bagus, Pantai Embe merupakan kawasan Grand Elty milik P_20160330_101032salah satu pengusaha di Lampung.

Akhir pekan dalam suasana yang cerah dan langit yang biru ini pilihan tepat untuk menikmati suasana pantai.

Berikut foto fotonya:

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

IMG_20160330_125118IMG_20160330_210841

IMG_20160414_124813

Categories: Fotografi, Kalianda, Kisah Kisahku, Lampung Selatan, Pantai | 2 Komentar

Jalan Jalan itu Bukan Sekedar Jalan Jalan

????????????????????????????????????

Penjual jagung rebus

Jalan jalan itu bukan sekedar jalan jalan. Kalimat ini merupakan sebuah petuah, kalimat yang memiliki makna dalam bagiku. Begitu berkesan melihat sebuah perjalanan sebagai bagian untuk berempati, melihat kondisi real masyarakat yang dijumpai selama perjalanan. Banyak yang berkomentar kenapa aku hobi jalan jalan apakah tak menghabiskan uang ataukah tidak memikirkan untuk menabung saja dibandingkan jalan jalan. Jalan jalan pun bukan hanya melulu soal selfie, soal berfoto di lokasi yang dikunjungi untuk diposting di medsos dan agar diketahui bahwa si empunya foto pernah datang di lokasi tersebut. Perjalanan merupakan sebuah pembelajaran sepanjang jalan.

Bagi yang tak memahami bagaimana semuanya itu ku-manage, mungkin akan komplain tapi setidaknya aku banyak belajar dari senior senior yang telah menempuh perjalanan ke lima benua. Sebuah pengalaman untuk melihat semua mahkhluk hidup sebagai bagian dari kebaikan sang Pencipta.Belajar Hidup Widi 1

Pengalaman jalan jalan merupakan sebuah situasi yang tak bisa diprediksi. Terkait arah dan tujuan termasuk bagaimana dan dimana akan berhenti.Salah satu hal yang kupelajari dan akhirnya memberi pemahaman baru bagiku adalah bagaimana menghargai kearifan lokal. Kearifan lokal yang masih menjadi bagian masyarakat dan tetap dipertahankan. Salah satunya menjual hasil bumi dan hasil kebun yang diolah untuk ditawarkan kepada pelintas termasuk bagiku sebagai pejalan.

Bagiku, cukup mudah bagi sang seniorku untuk memilih akan makan dan akan membeli makanan dengan pilihan tempat yang lebih mewah. Namun tak demikian. Saat melintas di sebuah jalanan ke arah Liwa Lampung Barat, aku diajak mampir di sebuah warung yang sebagian bahkan sudah bocor di bagian gentengnya. Sang senior mengatakan kepadaku sejak sekitar 10 tahun lalu sang ibu ini tetap berjualan di tempat yang sama dan menjual hal yang sama diantaranya: keripik pisang, keripik ketela, keripik gadung, ubi rebus, jagung rebus, kopi. Semuanya sebagian besar merupakan hasil kebun miliknya bersama sang suami.

“Saya beli karena ingin sang ibu tetap bisa berjualan lagi dan bisa menghidupi keluarganya,” ungkap sang senior kepadaku.

Kalimat itu aku renungkan sepanjang jalan. Selama ini hal hal tradisional sudah tergeser dengan hal hal modern karena status sosial, gengsi dan tetek bengek lainnya. Bagaimana menikmati kopi yang sebetulnya banyak hasil dari kebun lokal namun lebih nikmat menikmati kopi produk luar (itu soal selera juga sih), membeli di pasar modern dibandingkan membeli di pasr tradisional, atau membeli minuman bersoda atau kemasan dibandingkan membeli minuman dari kelapa muda yang dijual penduduk lokal. Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Jalan jalan, Kearifan lokal | Tag: , , , | 2 Komentar

Menyusuri Bibir Lautan Hindia Berbekal Kearifan Lokal Way Haru

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Perjalanan menyusuri bibir lautan hindia merupakan perjalanan pertama kali yang kulakukan. Perjalanan yang harus bersentuhan dengan jilatan ombak yang menerjang untuk menuju sebuah wilayah di bibir Samudera Hindia bernama Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Pesisir Barat. Awalnya dari kisah yang kudengar dari pak Hindar dan pak Supri yang mengajakku ke lokasi ini perjalanan ke lokasi Way Haru harus menyeberangi sungai, muara dan pasir yang bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia. Bayangan basah, menyeberangi sungai dengan sesekali melihat penyu Belimbing atau Buaya Muara sirna setelah melihat kenyataan berbeda.

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Kenyataan berbeda tersebut bukan karena salah melainkan karena pak Hindar jauh jauh hari memperhitungkan kondisi cuaca terbaik menuju lokasi itu adalah jangan waktu musim penghujan. Benar saja berbekal tekhnologi serta kearifan lokal masyarakat setempat tentang penghitungan waktu terbaik untuk melintasi jalan pasir membuat kami menemukan keindahan yang berbeda dari perjalanan sebelumnya.

Pasir bersih, nyaris tidak ada batu karang dan hanya sampah sampah kayu kering sesekali kami temui di perjalanan. Konon menurut warga pasir putih tersebut ada masanya karena ada waktunya nanti saat “pembersihan” dimana penguasa lautan akan kembali menarik pasir pasir tersebut untuk dibersihkan dan baru saat itu karang karang kecil akan muncul. Siklus yang bagi masyarakat dihitung untuk memudahkan perjalanan.

Tulisan perjalanan ini kuposting ditulisan sebelumnya:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/09/11/perjalanan-ke-barat-way-haru-negeri-sejuta-pesona-yang-terlupa/

Masyarakat Way Haru, Way Heni dan sekitar wilayah di Bengkunat Belimbing bahkan lebih banyak menggunkan kalender Jawa yang menghitung penanggalan bulan. Penghitungan tersebut untuk melihat pasang surut air laut. Saat bulan purnama dan waktu waktu sebelum purnama datang kondisi pasang air laut menjadi saat yang dihindari untuk bepergian kecuali karena terpaksa. Alasannya kondisi lautan sedang pasang sehingga air laut menyentuh tebing tebing pantai. Tebing tebing pantai tersebut sebaliknya pada saat surut bulan awal akan berjarak jauh dari pantai bahkan bisa mencapai setengah kilometer saat terjadi surut.

????????????????????????????????????

Pesisir Way Haru

Kearifan lokal tersebutlah yang dijaga hingga sekarang bahkan semua warga saat melakukan perjalanan saling bantu mulai dari menyeberang menggunakan rakit, melalui muara, serta saat motor yang dikendarainya terjatuh akibat mati mesin terjilat bibir ombak. Kearifan lokal tersebut menjadikan wilayah terisolir penghasil lada,kopi, kelapa dan hasil bumi lainnya menjadi wilayah yang sangat unik dan menjadi tempat di bibir Samudera Hindia yang istimewa.

Berikut foto foto perjalanan ke lokasi tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Bengkuat belimbing, Fotografi, Lampung, Perjalanan, Pesisirr Barat, Samudera Hindia, Way Haru, Way Heni | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Bulan dan Malam Minggu

????????????????????????????????????

Bulan saat malam 29 Agustus 2015 dari Penengahan Lampung Selatan (Hendricus Widiantoro)

Malam minggu dengan temaram sinar bulan merupakan saat yang ditunggu oleh anak anak pada zaman dulu. Kondisi tersebut kini tak lagi terlihat karena anak anak sudah sibuk dengan televisi dan gawai. Zaman berubah namun sang bulan tetap selalu bersinar di malam Minggu. Entah bahagia entah kecewa anak muda saat melihat Bulan bersinar terang. lebih romantis atau tidak tergantung yang mejalaninya. Inilah bulan yang bersinar malam ini:

????????????????????????????????????

Bulan saat malam 29 Agustus 2015 dari Penengahan Lampung Selatan (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Bulan saat malam 29 Agustus 2015 dari Penengahan Lampung Selatan (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Bulan saat malam 29 Agustus 2015 dari Penengahan Lampung Selatan (Hendricus Widiantoro)

Categories: Bulan, Fotografi, Malam minggu, Moon | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Pantai Banding Resor , Memandang Krakatau dari Kejauhan

Pantai banding Resor merupakan salah satu jajaran pantai di pesisir Kalianda Lampung Selatan. Pantai ini memiliki bentang yang luas dengan penahan gelombang buatan dan sebagian masih alami dengan pasir yang bersih.

Banding Resor Henk Widi 2 copy

Pantai Banding Resor Rajabasa Lampung Selatan

Berada di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan dan dekat dengan jalan lintas Pesisir membuat pengunjung bisa lebih mudah mencapainya.

Banding Resor Henk Widi 3

Pantai Banding Resor Rajabasa Lampung Selatan

Penulis biasa berada di pantai ini untuk mencari inspirasi foto, memandang gugusan Pulau Sebuku, Pulau Sebesi dan Gugusan Gunung Krakatau yang samar samar terlihat dari kejauhan. Semuanya berpadu dalam suasana pantai yang membuat pengunjung akan betah berada di sini terutama bersama keluarga.

Kondisi air yang bening pada saat saat tertentu membuat pengunjung bisa melihat ikan ikan hias yang bersembunyi di balik bebatuan. Suasana santai bisa didapatkan di pantai yang berada di kaki Gunung Rajabasa ini. Berikut beberapa foto pantai tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Kalianda, Lampung Selatan, Pantai, Pantai banding, Rajabasa | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Fotografi Dalam Perjalanan

Semua orang kini bisa menjadi seorang fotografer. Munculnya gadget smartphone, kamera digital, kamera DSLR serta berbagai alat perekam foto semakin memberi kesempatan untuk mewujudkan semua bisa menjadi fotografer atau setidaknya bisa mengabadikan momen momen yang tanpa disengaja saat di perjalanan atau potret potret kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia.

????????????????????????????????????

Ojek Motor Nelayan di Labuhan Maringgai (8/7/2015)

Saya bukan seorang fotografer tepatnya dan hanya menyukai memotret objek saat perjalanan saya. Namun semuanya tentu akan memberi pengalaman bahwa dalam setiap momen ada hal hal yang tak bisa diulang. Kecepatan dalam mengambil keputusan untuk mengarahkan objek terutama saat dalam kendaraan tentunya membutuhkan kecepatan.

Perlu mempelajari tekhnik untuk mendapatkan foto yang dikenal dengan fotografi jalanan. Awalnya fotografi jalanan mungkin hal yang dilakukan sambil iseng namun secara histori rupanya ini menjadi aliran fotografi yang pastinya akan jadi acuan.

Fotografi jalanan (bahasa Inggris: street photography) adalah salah satu aliran dalam fotografi. Fotografi jalanan umumnya memuat objek yang diambil di ruang terbuka publik dalam kondisi candid atau tanpa pengarahan. Belum ada kesepakatan mengenai padanan yang baku untuk street photography dalam bahasa Indonesia, namun istilah fotografi jalanan sering dipakai dalam beberapa kesempatan. Foto-foto dalam street photography dapat mengambil lokasi dari berbagai ruang publik seperti jalan, pasar, mal, terminal, stasiun kereta api, dan sebagainya.

Foto-foto yang diambil pada aliran fotografi ini umumnya memakai teknik straight photography. Foto menggambarkan kondisi apa adanya dengan meminimalkan manipulasi objek. Dalam perkembangannya, fotografi jalanan banyak memasukkan unsur-unsur seperti surealisme, humor, dan kejutan dalam komposisinya. Untuk mendapatkan unsur-unsur tersebut dalam suatu foto, perlu dicari saat yang paling tepat dengan posisi objek yang unik. Istilah decisive moment diperkenalkan oleh Henri Cartier-Bresson untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Selengkapnya: https://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_jalanan

Perjalanan yang saya lakukan ke beberapa tempat memberikan sebuah pemahamanan untuk lebih peka pada situasi dalam perjalanan. Secepatnya untuk mengarahkan kamera pada objek yang momennya tak akan kembali. Semoga saya bisa terus belajar dan akan terus belajar mengenai aliran fotografi ini.

Berikut pelajaran yang saya ambil dalam perjalanan perjalanan saya. Mohon koreksi untuk jepreten jepretan ini. Foto saya urutkan berdasarkan tahun pengambilan:

1. Pemulung Mencari Kertas Koran Sehabis Sholat Ied (15/10/2013)

Teluk Betung Selatan-20131015-022901 Teluk Betung Selatan-20131015-022891

2. Pengepul Pisang di Pulau Sebesi (20/2/2014)

????????????????????????????????????

Pengepul Pisang di Pulau Sebesi

Baca lebih lanjut

Categories: Belajar, Fotografi, Perjalanan, Street Fotografi | Tag: , , , | 2 Komentar

Lovely Place, Sumatera Island

Pulau Sumatera menjadi salah satu pulau besar di Indonesia. Tempat tinggal bagi berbagai suku dengan keanekaragaman budaya dan adat istiadatnya. Terkadang terbayang melihat landscape daerah lain di seluruh dunia dan Pulau Sumatera saat senja pun memiliki pesona tersendiri.

????????????????????????????????????

Suasana Pulau Sumatera Saat Senja (Hendricus Widiantoro)

Pulau Sumatera di ujung Selatan ini merupakan salah satu bagian yang ada saat senja. Berikut beberapa jepretan dari salah satu kapal penumpang saat menunggu di alur sebelum bersandar di dermaga Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Sebuah tempat yang merupakan kehidupan bagi berjuta juta orang yang menyebut dirinya Anak Sumatera dan dengan bangga mengatakan : Lovely Place, Sumatera Island! lets check it !

????????????????????????????????????

Suasana Pulau Sumatera Saat Senja (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Suasana Pulau Sumatera Saat Senja (Hendricus Widiantoro)

Foto foto yang diabadikan ini tak selalu bisa diambli dengan suasana sama sebab setiap kapal roro memiliki jalur berbeda dan view yang berbeda sebelum bersandar di Pelabuhan Bakauheni. Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Pulau Sumatera, Senja, Sunset | Tag: , , , | 2 Komentar

Traditional Dancer Smile

Smile, energic and save traditional dance. They have a dedication for Indonesian culture.

IMG-20150531-WA004

Smile of Traditional dancer

IMG-20150531-WA000

Smile of Traditional dancer

IMG-20150531-WA001

Smile of Traditional dancer

Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Kartun, Traditional dancer | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Dibuang Sayang

Jepretan jepretan lama, dibuang sayang. Disimpan di lappy juga menuh menuhi otaknya. Advice kawan taruh aja di tempat yang tepat dengan sentuhan yang lebih pas. Mensyukuri keindahan yang telah diciptakan dan memberi keindahan keindahan lain yang diberikanNya.  Tetap semangat menjalani hari hari yang dianugerahkan olehNya.

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

Tanjung Layar (Foto: Hendricus Widiantoro)

Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.