Budaya

Kuda Lumping Sari Budoyo Tontonan Segala Usia

Kuda Lumping dengan berbagai sebutannya diantaranya kuda kepang, jaranan, encling, pegon serta sebutan lain merupakan kesenian tari yang memiliki banyak jenis, sejarah serta ragam tarian yang berbeda beda. Keunikan seni yang masih kental dengan aroma mistis serta masih berhubungan dengan hal hal magis yang bagi sebagian orang mustahil tersebut nyatanya justru menjadi daya tarik yang membuat kuda lumping masih tetap lestari dan menjadi kesenian yang sering ditanggap atau dijadikan hiburan saat hajatan atau kegiatan khusus di pedesaan.

????????????????????????????????????

Kuda Lumping Sari Budoyo

Salah satu kelompok kuda lumping yang tak pernah sepi ditonton oleh berbagai kalangan di wilayah Lampung Selatan adalah kuda lumping Sari Budoyo. Diketuai oleh Nyoto, pemerhati kesenian kuda lumping dan puluhan remaja yang masih mencintai kesenian kuda lumping, Sari Budoyo mulai mendapat perhatian khalayak karena keunikannya.

Berusia dua tahun saat bulan Oktober 2015 ini tidak menjadikan kelompok kuda lumping Sari Budoyo kehilangan penonton. Salah satu yang menjadi daya tarik selain gerakan yang tak monoton, atraksi atrkasi di luar dugaan para penarinya, kuda lumping Sari Budoyo bahkan sering tak hanya menyajikan kesenian tersebut di desa asal tapi di wilayah lain.

????????????????????????????????????

Sari Budoyo

Sari Budoyo memiliki kelompok kuda lumping yang sebagian besar pemainnya laki laki namun satu sesi kuda lumping pun mempertunjukkan kuda lumping khusus wanita. Beberapa atraksi yang menjadi ciri khas kuda lumping diantaranya memakan beling, kaca, berguling di duri pohon Salak, serta beberapa atraksi lain saat pemain sedang trance atau dikenal dengan mabuk kuda lumping. Ketidaksadaran tersebut tergambar dalam gerak gerik yang unik dan menarik bagi anak anak kecil, tua muda yang menonton.

Keseruan yang tak menghalangi berbagai kalangan dan usia untuk bersama sama menonton di sekitar pemain kuda lumping tanpa sedikitpun rasa takut. Kesenian ini dipastikan akan selalu menjadi alternatif hiburan yang cukup diminati dibanding kesenian lain dan sebagai bentuk pelestarian budaya, kesenian dan kearifan warga setempat. Selain anak anak terhibur beberapa pedagang juga ikut menangguk rejeki dengan berjualan mainan, minuman serta makanan kecil yang menjadi saat saat menyenangkan bagi anak anak.

????????????????????????????????????

Barongan

Bagi sahabat traveler, backpaker, bepergian di tempat baru merupakan sesuatu yang mengasikkan terutama untuk mengenal budaya serta kesenian baru yang sebelumnya tak pernah dilihat. Kesenian yang merupakan kekayaan tradisi Indonesia menjadi hiburan menari saat melakukan perjalanan ke suatu daerah seperti salah satunya kesenian kuda lumping ini.

Berikut beberapa foto terkait kesenian kuda lumping Sari Budoyo Dusun Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Budaya, Kesenian, Kuda Lumping | Tag: , , , | 3 Komentar

Ritual Melasti

10155956_754851477873081_1539954023_n

Persiapan upacara Melasti di Tridharmayoga Ketapang Lampung Selatan

Seperti kubaca dari beberapa literatur tepatnya di dalam lontar Sundarigama berbunyi seperti ini: “….manusa kabeh angaturaken prakerti ring prawatek dewata.”. Sementara Melasti dalam ajaran Hindu Bali berbunyi nganyudang malaning gumi ngamet Tirta Amerta atau menghanyutkan kekotoran alam menggunakan air kehidupan. Laut sebagai simbol sumberTirtha Amertha (Dewa Ruci, Pemuteran Mandaragiri). Umat Hindu di Bali melaksanakan upacara Melasti sebagai rangkaian pelaksanaan perayaan Hari Raya Nyepi.

Tak hanya di Bali di Lampung tepatnya di Lampung Selatan, ribuan umat Hindu pun merayakan Melasti sebagai ritual suci setiap tahunnya menjelang Nyepi. Meski diadakan setiap tahun baru tahun ini aku berkesempatan mengabadikan beberapa momen tersebut.

Foto foto ini sebenarnya diambil sekitar beberapa bulan yang lalu tepatnya bulan Maret . Sebuah ritual suci bagi umat Hindu yang diselenggarakan di Pantai Onaria Ketapang Lampung Selatan.

Berikut beberapa fotonya:

10155956_754851477873081_1539954023_n

                                                       Melasti

1375682_754851114539784_289195709_n

                              Tarian dalam upacara Melasti

1507573_754851274539768_173391271_n (2)

Sebelum melarung di laut sesaji dibawa ke tepi laut

1601443_754851124539783_1249931535_n (1)

                     Barong dalam upacara Melasti

1656346_754851277873101_528307991_n

                                         Siap melarung sesaji

1925344_754851094539786_1013034346_n

                                         Pernak pernik Melasti

1977342_754851311206431_703726450_n

                                        Melarung sesaji di Pantai

Categories: Budaya, Foto Perjalananku | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Lampung Selatan Negeri Para Penjelajah

Curug Widi 6 copyTak salah beberapa tempat di Lampung Selatan memiliki tempat tempat eksotis. Ada gunung ada lembah ada pulau pulau dan pegunungan. Ya semuanya perlu di explore bagi para penghobi petualangan serta mereka yang memiliki sense of Adventure bukan sekedar penikmat keindahan.

Apalagi buatku yang memiliki budget minim, berekreasi dan menikmati keindahan tempat tempat wisata yang di luar pemikiran orang kebanyakan. Tak harus ikut ikut ke daerah wisata yang sudah dikenal orang. Negeriku dan daerahku sendiri pun memiliki spot spot wisata yang cukup indah untuk dikunjungi. Buatku kesan ini sangat mendalam karena setiap orang tentunya memiliki keinginan untuk berwisata.

Beberapa crosser yang menggunakan kendaraan bermotor bahkan pernah mencoba rute dari Bakauheni menuju ke Pantai Kalianda dengan menyusuri perbukitan, perkampungan warga yang indah di Lampung Selatan yang membentang dari Bakauheni hingga ke Ketibung.

Gambar

Inilah Pantai Minang Ruah Bakauheni

Kali ini perjalananku bersama Sangga kawanku melakukan perjalanan berkendara motor  menelusuri lembah lembah dan perbukitan indah di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni. Banyak yang bertanya kenapa Bakau dan bakauheni lagi. Jawabannya sederhana perjalanan kami menyesuaikan budget yang tak seberapa dan kami adalah traveler serta backpacker yang tak mau ribet dengan apapun.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Perjalanan dengan kendaraan roda dua melewati turunan yang sangat curam dan harus hati hati menuju Pantai Minang Ruah yang ada di Bakauheni. Sepanjang mata memandang perbukitan hijau dan di antara bukit bukit tersebut terhampar lautan Selat Sunda dari ketinggian yang mebiru.

Pantai Minang Ruah tak hanya satu karena ada beberapa pantai lain yakni Pantai baru Alip, Pantai Blebug dan Pantai Labuhan Bajau. Namun setidaknya inilah perjalanan sang pejalan yang bisa dituangkan. Selain tempat tersebut lokasi memancing di Tanjung Tua pun menjadi sebuah lokasi untuk berlibur melepas penat sambil menyalurkan hobi.

Gambar

Bukit bukit, tebing, lembah di perjalanan

 Selain pantai beberapa hal yang cukup menantang adalah adanya air terjun, sungai, bukit, lembah, tebing yang cukup indah untuk dinikmati.

Berikut beberapa jepretan ku dalam perjalanan ke Pantai Minang Ruah, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni beberapa waktu lalu:

Gambar

Di tebing tebing sepanjang perjalanan

Gambar

Di lokasi air terjun

Gambar

Air terjun

Gambar

Villa di Bukit

Gambar

Ambil Kelapa muda

Gambar

Here Iam

Gambar

Bunga

Gambar

Siap tumbuh lebih tinggi

Gambar

Ini Aku dan Petualanganku

Gambar

Tulang

Gambar

Kelapa muda

 Setidaknya beberapa tempat di Lampung Selatan bisa dijadikan lokai petualangan, penjelajahan bagi para pecinta Adventure.

AC

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

AA

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

AB

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

Ini bukan sekedar kesenangan tapi ada sebuah tantangan

Salam penjelajah!

Categories: Alam, Budaya, Foto Perjalananku, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Parade Budaya Dalam Festival Krakatau XXIII

Parade Budaya akan meriahkan Festival Krakatau XXIII

Tapis Karnival

Di Lampung, ada tradisi seni topeng. Tupping namanya. Seni topeng ini berkembang dari daerah Kalianda, Lampung Selatan. Tupping merupakan topeng kayu dengan berbagai ekspresi wajah dan karakter tokoh yang berbeda-beda. Karakter yang ditampilkan dalam tupping antara lain karakter ksatria yang sakti, tetua yang bijaksana, kesatria berwatak kasar, ksatria berwibawa, putri yang lemah gemulai, anak-anak yang sedang bersedih, dan tokoh jenaka. Karakter topeng yang ditampilkan disesuaikan dengan kisah yang ditampilkan dalam pertunjukan.

Pada masa lalu, keberadaan tupping dianggap memiliki nilai sakral yang tinggi. Karena itu, jumlah tupping di suatu daerah amat spesifik, tidak dapat ditambah, dikurangi, atau ditiru. Kesakralan tupping pun membuat tidak sembarang orang dapat mengenakan topeng ini. Di daerah Kuripan, misalnya. Tupping di daerah ini berjumlah 12 buah dan masing-masing hanya dapat digunakan oleh orang dari garis keturunan tertentu. Sementara, tupping dari daerah Canti (yang juga berjumlah 12 buah) hanya boleh digunakan oleh pemuda berusia 20 tahun.

Pada saat ini, oleh masyarakat Lampung, tupping ditampilkan sebagai drama tari kepahlawanan. Drama ini biasa ditampilkan antara lain dalam prosesi pernikahan adat Lampung. Cerita yang diangkat biasanya mengisahkan kegigihan pasukan Radin Inten I (1751-1828), Radin Imba II (1828-1834), dan Radin Inten II (1834-1856) dalam melawan kolonial Belanda. Para tokoh ini dikenal sebagai pahlawan kebanggaan masyarakat Lampung yang gigih mengobarkan semangat perlawanan terhadap pasukan Belanda.

Widi 12

Tuping

Nama-nama Tupping 12 Wajah Dari Keratuan Darah Putih yang berada di Desa Kuripan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan ciri khas tuping yang dimaksud yakni: Baca lebih lanjut

Categories: Budaya, Kearifan lokal, Kisah Kisahku, Lampung Selatan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Harum Wangimu Membuatku Ingin Kembali

Next, sebuah perjalanan saat merayakan Ultahku 2 Oktober 2013..Cianjur

Aku TB39

Taman Bunga Nusantara Cianjur Jawa Barat

Berekreasi di taman bunga dengan udara sejuk tentu hal yang menyenangkan, apalagi jika taman tersebut seluas 35 hektar. Daerah luas dengan hamparan tanaman hijau, bunga-bunga cantik yang tertata rapi, dan bebas polusi. Itulah gambaran dari tempat rekreasi Taman Bunga Nusantara di Puncak. Beralamat di Jl. Mariwati KM 7, Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, taman ini menyajikan berbagai jenis bunga baik bunga lokal maupun yang berasal dari luar negeri.

Aku TB75

Taman Jepang

Aku TB11

TBN

Harga tiket untuk masuk ke Taman Bunga Nusantara, yang telah berdiri pada tahun 1995 adalah sebesar Rp 25.000,- per orang pada hari biasa, Rp 30.000,- pada hari libur (jumat, Sabtu, Minggu)  sedangkan biaya tiket parkir hanya Rp 2.000,- untuk sepeda motor dan Rp 5.000,- untuk mobil. Anda dapat melihat sebuah taman yang sangat luas sejauh mata memandang. Di depan pintu masuk, Anda bisa mengabadikan suasana dengan berfoto bersama teman atau keluarga patung burung merak. Burung merak ini sangat unik karena disusun dari berbagai tanaman dan bunga. Selain burung merak, ada juga yang disusun menyerupai kelinci, panda, dan binatang lainnya.

Bila Anda lupa dengan waktu kedatangan Anda, jangan khawatir dulu, karena terdapat jam raksasa yang selalu berputar. Jam ini terbuat dari taman dan berputar seperti jam pada umumnya. Namun, Anda harus berada pada ketinggian tertentu untuk bisa melihat jam raksasa ini, karena posisinya yang mendatar. Unik bukan?

aku TB70

Hal hal Unik di Taman Bunga Nusantara:

Hal unik lainnya adalah Taman Labirin. Sebuah taman yang berdinding tanaman menyerupai tembok pembatas setinggi manusia dan membentuk lorong-lorong di mana tujuan akhir Anda memasuki labirin ini adalah mencapai daerah yang terdapat di tengan labirin ini. Namun, bila Anda tidak ingin tersesat, Anda bisa berkomunikasi dengan teman Anda yang menaiki sebuah menara pengawas yang berjarak kira kira 20 meter dari pintu masuk labirin.

Taman yang luas ini merupakan tempat favorit bagi anak-anak yang senang berlari-lari. Di Taman Bunga Nusantara juga menyediakan berbagai taman lain dengan suasana berbeda. Bahkan jika berada di Taman Bunga Nusantara maka serasa di Luar Negeri di berbagai negara.  Seperti Taman Paris, Taman Jepang, atau Taman Bali. Tanaman dan bunga pada taman ini merupakan ciri khas dari daerah-daerah tersebut. Begitu juga dengan dekorasi taman yang telah disesuaikan, sehingga Anda dapat merasakan suasana daerah masing-masing.

Fasilitas lainnya adalah danau angsa, amphitheater, kereta datto, mobil wira-wiri bila Anda ingin berkeliling taman tanpa perlu berjalan kaki yang dilengkapi dengan rekaman sura pemandu yang menjelaskan tentang tempat ini. Di dekat pintu keluar, Anda akan melihat rumah kaca dengan luas 2.200 m2 dengan lebih dari 3000 panel kaca yang menyimpan beraneka macam tanaman. Sebelum pulang, jangan lupa untuk membeli souvenir di toko souvenir, ataupun membeli koleksi tanaman hias di bursa bunga dan tanaman hias. Maka, perlu dipikirkan apakah Taman Bunga Nusantara akan menjadi tempat wisata Anda berikutnya untuk mengisi waktu liburan Anda.

Gambar

Jalan

Categories: Adventure and Treking, Budaya, Foto Perjalananku, Fotografi, Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.