Kuliner

Kuliner merupakan makanan serta hal hal berkaitan dengan apa yang kumakan selama dalam perjalananku backpackeran

Peperahan, Kearifan Lokal Sumur Kumbang Lereng Rajabasa

20171110_195246Matahari mulai beranjak meninggi namun udara sejuk masih sangat terasa di kulit saat memasuki Desa Sumur Kumbang,sebuah desa di lereng Gunung Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan. Saat memandang ke arah lereng, birunya laut pesisir dan kota Kalianda akan terlihat dari desa yang dihuni oleh masyarakat beragam suku tersebut diantaranya Jawa,Sunda,Lampung dengan beragam kearifan lokal yang masih sangat kental dipegang oleh masyarakat. Keramahan bahkan terlihat dengan sambutan hangat warga yang sebagian berlogat Sunda kental seakan berada di Cianjur,salah satu lokasi yang pernah aku kunjungi dalam perjalanan backpackerku.20171110_195326

Sebagian pemuda desa bahkan terlihat membawa pelepah daun pisang muda yang masih segar. “Untuk peperahan omm! Nanti akan ada makan bersama di depan masjid!” ungkap salah satu pemuda dengan ramah. Sebagian pemuda tersebut bahkan membawa pelepah daun pisang selanjutnya digelar di halaman masjid. Suara ayat ayat suci terdengar dari Masjid yang dikenal dengan bacaan Syekh Abdul Qodir Jaelani dan baru berhenti sebelum halaman masjid dan jalan desa dipenuhi warga.

Kaum ibu juga dengan ramah menyapa saya sebagai “stranger” alias orang asing yang muncul dalam kerumunan ibu ibu yang mempersiapkan ratusan bahkan ribuan piring berisi lauk berupa rendang daging,opor ayam,tempe bacem,nasi dan segala jenis makanan yang terlihat menggugah selera.20171110_195353

Pembagian piring berisi lauk pauk dan nasi yang dihidangkan dalam hamparan daun bahkan sudah tersaji dengan kerjasama antar pemuda dan para ibu rumah tangga yang menurut para ibu sudah memasak sejak sore hari sebelumnya. Kegotongroyongan bahkan terlihat dari panitia dan semua warga dalam hajatan tradisi yang dikenal dengan nama Peperahan tersebut.
Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Backpackeran, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Kelezatan Mie Aceh dan Bolu Kemojo di Pekanbaru

Mie Aceh 9

Pekanbaru kota Madani

Perjalanan ke sebuah wilayah baru merupakan sebuah kesempatan untuk berburu kuliner. Mengingat ingat perjalanan yang pernah kulakukan salah satunya di wilayah Pekanbaru Provinsi Riau. Kota Pekanbaru yang indah saat malam hari, penataan kota yang sangat rapi dan tentunya keramahtamahan penduduk Pekanbaru merupakan sebuah sambutan akan Indonesia yang sebenarnya. Dinamika kehidupan yang sangat beragam dengan banyaknya suku suku yang ada di Pekanbaru merupakan gambaran Indonesia. Namun bukan ini yang akan kubahas karena perjalanan Indonesia mengajarkan keberagaman sebagai modal persatuan.

Salah satu modal persatuan yang menjadi kekayaan Indonesia salah satunya adalah kelezatan kulinernya. Beruntung salah satu kenalan asal Aceh mengajakku menikmati sajian yang sangat tepat disantap pada malam hari yakni Mie Aceh. Kota Pekanbaru menjadi begitu hangat dengan banyaknya kedai kopi, kedai mie Aceh yang terkenal itu salah satunya di kawasan Jalan Arifin Ahmad kota Pekanbaru.

Mie Aceh 5

Mie Aceh

Sama dengan mie jenis lainnya, mie merupakan sajian kuliner yang menarik untuk lidah. Mie Aceh Asli yang merupakan makanan khas dari daerah Aceh dari Kepulauan Sumatera. Dari namanya sudah terdengar sedikit asing jika anda bukan orang asli Aceh terlebih jika belum pernah menjumpai atau mendengar nama Mie Aceh.

Menurut sang pembuat, mie Aceh memang sudah terkenal dan aku mencoba mencari tau sebetulnya apa keistmewaan mie tersebut. Resep Mie Aceh itu sangat mudah, sama halnya seperti mie ayam namun kalau mie aceh rasanya lebih terasa beda dari mie mie lainnya karena aroma dan rasanya benar-benar istimewa hampir seperti kari tapi tidak berkuah.

Henk Widi_PKU 30

Menunggu Mie Aceh

Jika di Korea terkenal dengan mie bulgogi yang unik dan enak, di Indonesia juga ada Mie Aceh yang tidak kalah nikmatnya dengan isi daging sapi, udang serta sayuran yang tidak kalah lezat dari negeri drama romansa tersebut. Anda yang belum pernah mencoba merasakan kenikmatan dari Mie Aceh, sekarang di daerah perkotaan sudah banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan menu makanan Mie Aceh. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Backpackeran, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Ruwat Laut Tradisi dan Keceriaan Masyarakat Nelayan Lampung Selatan

Aku Widi 3 copy

Melarung sesaji nelayan Kalianda (Foto: Hendricus  Widiantoro)

Ruwat laut merupakan tradisi yang sudah dilestarikan warga pesisir yang ada di seluruh Indonesia dengan beragam cra serta keunikan. Salah satunya di Lampung Selatan. Ruwat laut yang kuikuti kali ini merupakan kesekian kali ruwat laut yang dilakukan di Lampung Selatan. Kemeriahannya pun selalu sama. Antusiasme masyarakat akan rasa syukur hasil tangkapan sebagai nelayan diungkapkan dalam beragam cara diantaranya menghias semua kapal yang akan melakukan ruwat laut.

Aku Utama copy.jpg

Sesaji dilarung (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tradisi ruwat laut yang pernah kuikuti diantaranya Ruwat Laut masyarakat pesisir Bakauheni:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/01/21/yuk-ikutan-ruwat-laut-nelayan-di-selat-sunda/

Ritual melarung sesaji merupakan tradisi untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang banyak bagi para nelayan. Dengan menggunakan ratusan perahu, warga mengiringi satu perahu besar yang membawa sesaji yang akan dilarung ke Selat Sunda yang menjadi lokasi para nelayan mencari ikan untuk kehidupan mereka.

Aku Widi 4 copy.jpg

Keceriaan masyarakat (Foto: Hendricus Widiantoro)

Ratusan warga dari anak-anak hingga orangtua tampak antusias mengikuti prosesi tersebut. Setelah sampai di titik yang ditentukan, tak jauh dari dermaga Boom Kalianda, perahu-perahu mulai mengitari lokasi tersebut sebanyak tiga kali.

Setelah pembacaan doa oleh sesepuh desa setempat, perahu dilarung ke laut. Sesaji yang dilarung langsung menjadi rebutan untuk mendapat berkah bagi yang mengambilnya menurut kepercayaan warga sekitar. Sesaji tersebut di antaranya kepala kerbau lengkap dengan bagian bagian tubuhnya, hasil pertanian, dan berbagai sesaji lain.

Aku Widi 6 copy

Perahu yang akan dilarung (Fot0: Hendricus Widiantoro)

Puluhan kapal diantara ratusan kapal di dermaga Boom Kalianda beriringan menuju titik sesaji akan dilarung. Sesaji berupa kepala kerbau, bunga rampai, buah buahan, makanan tradisional nelayan, bahkan HANDPHONE alias telepon genggam pun terlihat dilarung. Saat salah satu pembuat sesaji ditanya kenapa melarung handphone mereka beralasan salah satu hasil dari tangkapan ikan selanjutnya dijual untuk membeli handphone jadi rasa syukur diantaranya dengan “mengembalikan” handphone tersebut ke laut. Aya aya wae kata urang Sunda mah!

Antusiasme masyarakat nelayan pun terlihat mulai dari arak arakan hingga di laut pun arak arakan tersebut terlihat. Ada yang narsis merekam prosesi tersebut. Ada yang mabok laut bahkan karena tak pernah naik perahu ada yang terjatuh. Namun semuanya berakhir dengan senyum bahagia para nelayan tersebut. Bahari yang menjadi ladang mereka mencari penghasilan telah menerima persembahan untuk Dewa Baruna dan penguasa lautan. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Kalianda, Kapal, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Saya Bukan Pemburu Kuliner!

2

Sop Daging ala Kantin Rukun (Foto: Hendricus Widiantoro)

Jujur saya bukan pemburu kuliner. Jadi kalau ada yang melihat sekarang saya gemuk bukan faktor karena kuliner. Sederhana resepnya. Saya bisa Move on! Move on dari apa? yang tahu saya pasti mengerti he he. Tapi lebih dari itu ngomongin soal kuliner pastinya tak ada yang menolak jika lapar sudah melanda dan kuliner menggugah selera dihidangkan.

Sajian sajian tradisional yang ada di rumah makan di Indonesia pasti memiliki keistimewaan dalam penyajian dan dalam cara menghidangkan. Cara penyajian dan marketing dalam penjualan makanan pasti menjadi rahasia dari setiap penyaji kuliner. Bahkan dalam perjalanan perjalananku kuliner kuliner yang cukup menarik pasti akan kutanyakan apa istimewanya sehingga kuliner tersebut menjadi sangat menarik dan pastinya Yummy untuk dinikmati.

1

Sop Daging ala Kantin Rukun (Foto: Hendricus Widiantoro)

Ke berbagai tempat pastinya kuliner disajikan dengan cara semenarik mungkin. Bagiku memotret sajian kuliner merupakan sebuah tantangan baru. Bagaimana tidak? Saat perut sudah keroncongan masih sempat dan harus siap siap menghadapi FOOD PORN ! Kuliner yang tersaji dan belum tersantap oleh lidah, pastinya menggiurkan dengan aroma yang membangkitkan gairah untuk menyecapnya, dirasakan oleh lidah dan kemudian berpindah dari mulut. Baca lebih lanjut

Categories: Fotografi makanan, Kuliner, Masakan Tradisional | Tag: , , , , | 2 Komentar

Nikmatnya Kuliner Jambi Yang Menggoda Ini

Siang panas gini enaknya menikmati kuliner yang menggugah selera. Sambal plus sayur asam yang dimakan dengan cara tradisional dan tentunya dinikmati dipinggir pantai yang aduhai menggoda. Nah siang ini main main ke “rumahnya’ mas Lukman Tanjung yang ada di Jambi meski rumahnya di dunia maya tapi aku disuguhi tepatnya diajak “makan” kuliner khas Jambi yang pastinya menggugah selera.

10676127_10203506983571213_8836651433991987647_n

Kuliner Menggoda ala Jambi (Foto: Lukman Tanjung/https://www.facebook.com/mrlukmantanjung)

Berbagai jenis pastinya. Jadi ingat masa masa di palembang waktu masih menuntut ilmu di Jalan Bangau 60. Kuliner berbahan dasar ikan pasti akan menjadi menu andalan seperti pindang patin ataupun mpek mpek yang berbahan dasar ikan sungai sungai di Palembang. Dan agaknya makanan ala Jambi pun banyak berbahan dasar ikan. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Fotografi, Kuliner | Tag: , , , | 9 Komentar

Kuliner on My Backpacking

Wudu 5

                                                                                                       Hunting kuliner

Dalam setiap perjalan backpackeranku selalu saja ada sesuatu yang baru dalam hal kuliner. Sama seperti saat melakukan perjalanan ke Bangka Belitung. Melewati Palembang Sumatera Selatan yang merupakan tempatku menuntut ilmu selepas SMA pun selalu ada kuliner yang selalu menjadi kenangan. Mengapa jadi kenangan  karena waktu sekolah dulu untuk makan makanan tersebut harus menunggu saat saat tertentu saat bisa keluar dari asrama. Mpek mpek selalu jadi favorit. Makanan berbahan dasar tepung dan ikan ini selalu ada dalam menu Ambulatio kami sebagai anak asrama di Jalan Bangau 60 Palembang Sumatera Selatan.

Meski banyak jenis mpek mpek namun model adalah jenis mpek mpek favoritku saat sekolah.

Mpek mpek

marivanyblog.blogspot.com

Mpek mpek kulit

Mpek mpek kulit

Model

Model

Meski banyak kuliner yang ada di Palembang selanjutnya perjalanan kuliner di Bangka pun menemukan hal hal baru yang tak jauh berbahan dasar ikan. Beberapa makanan tersebut bahkan selalu ditemani dengan bumbu yang super lezat meski awalnya terasa aneh di lidah.

yummy-widi 6

Mpek mpek ala Bangka

Kerang 1-widi 4

                                                                                Seafood ala Bangka

mpek mpek-widi 3

Pedasnya berasa

Pangkalan Baru-20140519-04831_widi1

Semua berbahan ikan

Pangkalan Baru-20140519-04832-widi 2

Menggoyang lidah

Sragi-20140513-04716-widi 7

Masih udang

Wudu 7

Sudah dapet untuk sarapan

Bangka 4

Narsis

Pangkalan Baru-20140518-01492

Masih seafood

Santa Bernadet

Saint Bernadeth Church Pangkalpinang

Wudu 2

Me

Wudu 4

Fusui

Wudu 6

Tinggal dipilih

Selanjutnya pasti akan banyak kuliner yang bisa ditemui dalam setiap perjalanan. 

Next trip..

Categories: Backpackeran, Kuliner | 4 Komentar

A Month And Everything We Can Do!

417100_355253681166198_1105531551_n

Pantai Banding Lampung Selatan

Satu bulan bukanlah waktu yang pendek dan pastinya akan banyak hal yang bisa dilakukan. Tak hanya sebulan bahkan satu hari pun demikian. Mulai bangun pagi mensyukuri udara serta matahari yang bersinar. Mengantarkan anak ke sekolah (seperti rutinitasku), atau langsung menyibukkan diri dengan berbagai aktifitas bermanfaat lainnya. Semuanya sudah ada planing baik harian, mingguan maupun bulanan. 

Pagi pagi ini juga sudah dihebohkan dengan jadwal kuliah yang katanya padet banget!! kapan liburnya? kenapa liburnya sedikit ha ha..ya dijalani aja deh yang lagi kuliah. Kalau mau libur terus gimana menuntut ilmunya..

Ya..A month and everything we can do! bukan sebuah kebetulan dan saya pikir di dunia ini tak ada hal yang secara kebetulan diciptakan. Pas lagi berenang renang di timeline muncul hal hal yang bernada sama. Sebuah jadwal dan tepatnya jadwal itu adalah jadwal yang sudah direncanakan selama sebulan.

Pastinya ini bukan jadwalku dan hanyalah advice sebuah jadwal yang dibuat seseorang untuk keperluan yang hendak dicapainya. Seperti yang ditulis atau tepatnya jadwal yang disusun oleh mba Allophelia ini. 

Mba Allophelia ini penulis yang produktif itu bisa kulihat di keterangan yang ada di web yang direkomendasikan seseorang kepadaku.

 allophelia

sudah menulis 225 post di blog ini.

seorang photography enthusiast yang juga senang menulis dan membuat self-portrait. tulisan-tulisannya bisa dibaca di sini & galeri fotonya ada di sini 🙂

lengkapnya ada di link berikut:

http://fotonela.com/99/tips-berlatih-memotret-setiap-hari/

poster

Allophelia: daftar tema fotografi harian yang pernah saya buat dan selesaikan. kamu bisa pakai juga kalau suka

Ada waktu 30 hari atau sebulan untuk planing hal hal yang mengasikkan bagi yang lagi belajar. Inspirasi penjadwalan tersebut yang dilakukan untuk satu bulan ditujukan bagi para tukang ngintip, tukang foto,,tapi semua profesi dan bidang pastinya banyak hal ataupun jadwal yang bisa juga dilakukan kok.

Sama halnya yang kutemukan di timeline  Twitter malam hingga pagi ini. Kali ini Booking.com yang punya akun twitter @bookingcom membuat sebuah durasi sebulan atau 30 hari untuk melakukan hal hal menarik dalam sebuah traveling, backpackeran dan Amazing banget karena banyak hal juga bisa dilakukan.

Sementara akun Booking.com juga sebuah akun tentang perjalanan yang menarik dan agaknya banyak tips yang bisa dicoba deh..

Welcome to ‘s official Twitter page. Follow us for great deals & destinations. Need travel tips or customer support? We’re happy to help!

Advicenya untuk waktu sebulan seperti ini:

Bw1VmhcCEAA1h4k

Today’s #30stays question: “Place I regret not going to”. (Booking.com)

Sangat menarik : Today’s question: “Place I regret not going to”. Tweet your answers with and we’ll retweet the best..setidaknya bisa jadi inspirasi betapa waktu sebulan bisa dilakukan banyak hal bermanfaaat.

Pastinya tanpa mengurangi dan atau membuang rutinitas wajib yang harus saya kerjakan atau anda kerjakan. Pastinya dengan masih ada waktu untuk menyantap kuliner yang ada, tapi ingat jangan sampai kena “getok” pas membelinya.

Pesan kawanku jangan lupa buat Bercerewet ria untuk membeli kuliner alih alih gengsi ujung ujungnya menyesal dan akan jadi pengalaman nyesek…

Kuliner hanyalah selingan dari paling satu bulan yang ada untuk semua hal yang bisa dikerjakan..

slsateasmawictt

Sate Cilegon (Net)

Selain hal hal tersebut masih banyak kok kegiatan lain bisa dilakukan. Mau dicoba silakan buat planing sesuai kebutuhan..

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kuliner | 3 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.