Anak anak

Liburan Si Kecil ke INKRA Garden Taman Edukasi Alam

20180114_201000Bosan dengan destinasi wisata yang monoton diantaranya perjalanan wisata ke sejumlah objek wisata bahari membuat saya mengajak si kecil bersama keponakan mengunjungi salah satu objek wisata yang belum ada duanya di Lampung Selatan. Kenapa belum ada duanya? karena konsep perpaduan antara view pegunungan dan view laut menyatu dalam satu lokasi yang jarang ditemukan di tempat lain yang ada di Lampung Selatan.

Anugerah tersebut setidaknya menjadi berkah bagi pak Bambang bersama keluarga dan mba Loka Kusumawati yang dengan penuh keramahan menyambutku saat berkunjung ke objek wisata berkonsep taman bunga tersebut di Desa Hargopancuran Kecamatan Rajabasa tepat berada di di bawah lokasi pengamatan Gunung Krakatau Badan Geologi,Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
di bawah Kementerian ESDM.20180114_201425

Jalan berkelok kelok dari arah Kalianda,Penengahan maupun Bakauheni menghantarkan kami ke lokasi tersebut dengan sambutan jajaran pohon cengkih yang ada di sepanjang jalan selanjutnya bebatuan besar pegunungan di wilayah tersebut. Sebelum memasuki ke INKRA Garden kompleks kantor pemerintahan Desa Hargopancuran menyambut lengkap dengan sisa peninggalan tungku Belanda bukti sejarah keberadaan kolonisasi di wilayah tersebut.20180114_201237

Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Adventure and Treking, Anak anak, Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Sudahkah Anak Anak Ini Nyaman Jelang Naik Kapal

Rasa kasihan terbersit muncul saat berada di kerumunan penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Suara tangis, jeritan, empati bercampur aduk saat melihat anak anak berusia di bawah lima tahun juga anak anak yang turut bersama orangtua berlibur di beberapa tempat baik di Jawa maupun Sumatera dengan menggunakan moda transportasi umum: mobil, dan akhirnya kapal laut yang ada di Selat Sunda.

Anak Baim

Anak anak ikut menunggu naik kapal (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bisa dibayangkan berapa kali anak anak ini dalam kondisi kurang menyenangkan, kurang nyaman, bahkan kurang aman dalam pemikirannya. Hal tersebut masih ditambah dengan menunggu, mengantri selam berjam jam, sesuatu yang mungkin akan terkenang selama hidupnya bahwa perjalanan saat liburan menggunakan moda transportasi laut harus melalui proses demikian.

Lihat saja: saat para calon penumpang pejalan kaki ini turun dari kendaraan dari berbagai tempat di Pulau Sumatera menempuh perjalanan selama berjam jam. Setelah itu sesampainya di pelabuhan Bakauheni antrian calon penumpang pejalan kaki masih mengantri untuk membeli tiket itupun membutuhkan waktu hampir lebih dari 20 menit dalam situasi lonjakan penumpang pejalan kaki yang meningkat, setelah itu 20 menit lagi harus menunggu di loby ruang tunggu, ditambah lagi nyaris 30 menit lebih berada di Gangway menanti kapal yang berasal dari Merak menuju Bakauheni yang membutuhkan waktu sandar cukup lama.

Anak 4

Anak anak di perjalanan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semua situasi tersebut bagi orang dewasa tentunya masih bisa ditahan meski banyak juga orang dewasa yang tak tahan. Dalam kenyataannya kulihat di Gangway Pelabuhan Bakauheni banyak anak terlihat gelisah, menangis, merengek dan bahkan meski dalam gendongan pun mereka terlihat tak nyaman. Saat akan menuju kapal pun berdesak desakan dengan para penumpang dewasa membuat situasi tersebut tak hanya membuat rasa tak nyaman tapi juga bisa membahayakan: secara psikologis, secara fisik.

Pertanyaannya apakah hal tersebut penting untuk dibahas? Bagi yang tak pernah mengalami membawa anak kecil dalam perjalanan dengan kerepotan membawa barang sekaligus mungkin tak ada masalah. Namun menjasi sebuah pertanyaan saat anak anak tersebut ikut berdesak desakan, bahkan menangis karena berhimpit himpitan dengan para penumpang dewasa lain. Baca lebih lanjut

Categories: Anak anak, Liburan, Pelabuhan Bakauheni | Tag: , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.