Alam

Lets Escape Backpacker Our Nice Place South Lampung Regency

We have so awesome place. Lets keep out as legacy to next generation…Thank You Lord!

Bukit Mega Kuning_Henk Widi6 copy.jpg

Bukit Mega Kuning_Henk Widi7Bukit Mega Kuning_Henk Widi 1Bukit Mega Kuning_Henk Widi2Bukit Mega Kuning_Henk Widi3Bukit Mega Kuning_Henk Widi4Bukit Mega Kuning_Henk Widi5

Categories: Alam, Bakauheni, Flashpacker, Fotografi, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Sunda Strait View From Tanjung Tua

Tanjung Tuha,Tanjung Tua (old cape)is one place in South Sumatera Regency near with Port of Bakauheni. This place be a favourite spot for adventure place and for fishing activity. Sometimes much tourist come in this cape for a new fresh air with blue sky and blue sea of Sunda Strait.

We can’t go there with car cause the difficult way to this place and some visitor need motorcycle.  Weekend is time to refresh our mind and make this place to be good place for refreshing in Bakauheni. But we must be respect to the local wisdom in this place.

P_20160822_114416

Didi Hoidi as a guard will welcome to the visitor and make all visitor enjoy to saw wonderful place on South Sumatera Regency. Lets enjoy this place and keep clean to find new inspirations in your life:

 

P_20160820_133630

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Categories: Adventure and Treking, Alam, Indonesia, Kisah Kisahku | 9 Komentar

Berburu Buah Melon Segar

Buah melon menjadi buah yang cukup segar untuk dinikmati saat cuaca panas seperti sekarang ini. Buah yang memiliki batang merambat ini ditanam dengan masa tanam sekitar 60 hari. Namun bagi anak anak mengenal buah Melon bisa jadi hanya melalui gambar awalnya atau sudah tersedia di meja untuk dikonsumsi.

????????????????????????????????????

Melihat buah melon langsung di kebun (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Melihat buah melon langsung di kebun (Hendricus Widiantoro)

Nah dengan kesempatan yang ada maka saya mengajak puteri kecil saya untuk mengenal bagaimana buah melon ditanam hingga bisa disajikan. Perjalanan ke kebun melon ini menkjadi sebuah kesempatan untuk mengenalkan kepada anak proses penanaman melon ternyata tidak mudah.

Berbincang dengan petani pemilik melon, melihat lihat melon dengan berbagai ukuran mulai dari yang berukuran kecil

hingga besar, melihat proses bagaimana menanam dan juga memanen menjadi kesempatan menyenangkan bagi anak anak. Sebuah wisata sederhana dan memberi kesempatan kepada anak untuk sebanyak mungkin mengetahui tentang buah melon langsung dari sang petani. pastinya sambil berburu kesegaran buah melon tersebut.

Baca lebih lanjut

Categories: Alam, Berkebun, edukasi, Puteriku | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Batu, Keris Dan Perjalananku

11

Gunung Rajabasa dari Register I Kecamatan Penenengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Perjalanan ke suatu tempat selalu menemukan hal hal baru dan tak terduga. Bahkan terkadang hal hal yang sebelumnya tak pernah terlihat dan terpikirkan. Kali ini perjalanan menggunakan bebek besi Revo menyusuri jalan jalan berbatu dan terjal di Register I Way Pisang Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan. Kontur perbukitan yang menjadi pemandangan dalam perjalanan dengan hembusan angin cukup kencang menerpa perjalananku di atas jalan berbatu.

Sesekali aku berhenti untuk sejenak mengabadikan perjalanan yang panas ditemani Revo yang selalu setia menemaniku ke  manapun pergi. Perbukitan gersang saat musim panas ini adalah sejarah bagiku. Sejarah hidup yang pastinya akan kusyukuri karena dari tempat inilah aku berasal. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Alam, Backpackeran | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Tuhan Punya Cara Melukis Kerinduan Untukmu

Klaten 5

Rajabasa Mount view from Pasuruan Village (Images: Hendricus Widiantoro)

Seseorang berkata kepadaku tentang kerinduan. Kerinduan bukan pada seseorang melainkan sesuatu yakni sebuah tempat. Bukan karena tak bisa berada di tempat tersebut tetapi karena benua dan pekerjaan telah memisahkan. Benua yang terpisah oleh jarak dan waktu. Jika di sini malam di sana pagi. Ya dia tinggal nun jauh di sana di Eropa. Kerinduan itu sah sah saja dan semua orang memilikinya. Home Sick, ya semua orang memilikinya, semoa orang merasakannya.

Bahkan ketika masa masa kecil menjadi sebuah “video klip” yang membayang di wajahnya tentang hijaunya rumput, aroma dedaunan dan bunga bunga kampung. Desa yang terpisah jarak dan waktu tersebut selalu menjadi kenangan. Dia hanya salah satunya. Teman lain merindukan hal yang sama meski hanya terpisah antar pulau. Semua masih sama, Desa yang masih sama.

Baginya perbedaan adalah setiap hari harus bergelut dengan hiruk pikuk keramaian, gedung gedung tinggi, lalu lalang kendaraan. Tak akan lagi dijumpainya Gunung yang berlatar belakang langit biru dan awan yang bergerak selagi mau. Semuanya berbaur dengan aroma rerumputan dan hewan hewan desa yang selalu ada di areal persawahan. Baca lebih lanjut

Categories: Alam, Fotografi, Keindahan, Kisahku | Tag: , , , | 4 Komentar

Blog Blog Dari NTB Ini Keren Untuk Dibaca

Provinsi Nusa Tenggara Barat. Salah satu Provinsi di wilayah Timur Indonesia ini memiliki segudang tempat nan eksotis. Baik wilayah pegunungan, wilayah pantai, budaya , adat istiadat dan keramahan warganya. Selain memiliki daerah daerah yang enak diabadikan serta untuk dieksplore ternyata potensi budaya dan wisata di Lombok pun diimbangi dengan para bloger yang berasal dari daerah tersebut.

lombok keren 3

Foto: Lazwardi Perdana Putra

Aku mencoba Blogwalking dan ternyata dugaanku benar. Sungguh sangat kreatif dan tulisan tulisannya keren untuk dibaca: Nah siapa saja bloger bloger keren dari Lombok tersebut?

1. Lazwardi Perdana Putra

Bloger keren ini memiliki blog http://diditpharm.blogspot.com/ silakan dibaca selengkapnya untuk melihat pengalaman pengalaman menariknya.

Bloger kelahiran Mataram Lombok ini tak hanya bloger yang mengeksplore keindahan alam Lombok loh. Ternyata dia adalah seorang Apoteker, Backpacker dan pastinya fotografer.

Jika dilihat akan banyak pengalaman asiknya backpackeran di berbagai spot menarik di Lombok seperti pengalamannya di sini: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Alam, Blog, Bloger, Kisah Kisahku, Wisata | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Tragisnya Mereka: Korban Perdagangan Satwa

Satwa satwa yang dilindungi di Indonesia sudah semakin banyak dikarenakan nyaris punah akibat habitat  yang makin sempit, sumber makanan terbatas berhimpitan dengan habitat manusia yang juga semakin membutuhkan banyak ruang untuk hidup. Namun satwa yang nyaris punah dan dilindungi bahkan tetap diburu untuk diperdagangkan. Inilah yang terjadi di beberapa hutan di Pulau Sumatera. Satwa satwa tersebut diburu lalu di “packing” dalam kardus kardus sempit, keranjang buah, atau besek besek bambu yang kemudian di masukkan dalam kendaraan jenis truk maupun bus yang tak layak untuk pengiriman satwa.

A Widi 13

Siamang. Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni saat memberi makan Siamang yang berhasil dibebaskan dari pedagang satwa di Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Saksi dari upaya penyelundupan satwa satwa baik yang dilindungi maupun tak dilindungi adalah para petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Bakauheni. Beberapa bulan ini bahkan dalam kurun waktu tiga bulan berturut turut sudah berhasil diselamatkan beberapa ribu ekor burung, primata, reptil serta berbagai jenis hewan lain serta bagian hewan lainnya yang digunakan untuk keperluan tertentu. Ada yang lolos dari pengawasan petugas, namun banyak pula yang akhirnya berhasil diselamatkan oleh para petugas Balai Karantina Pertanian.

Beberapa satwa yang berhasil diamankan atau diselamatkan merupakan tangkapan dari hutan yang jumlahnya bisa mencapai ratusan bahkan ribuan seperti halnay jenis burung. Beberapa tangkapan lain yakni : Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis), Monkey Forest, Trenggiling (Manis Javanica), Siamang (Symphalangus syndactylus), Beo nias (Gracula robusta), Cucak rante (Chloropis Venusta) berbagai jenis burung lainnya serta satwa satwa lainnya seperti Elang Hutan (Nisaetus nanus) dari Pulau Sumatera yang semuanya akan dikirim ke Pulau Jawa.

A Widi 4a

Paska pembebasan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Akibat cara pengiriman yang tak layak maka setelah berhasil diselamatkan beberapa ratus dari satwa satwa tersebut terkadang ditemukan dalam keadaan sekarat, mati dan bahkan beberapa diantaranya masih hidup meski sudah cacat dan tak berhasil diselamatkan. Kebijakan yang diambil oleh Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni  diantaranya segera melepasliarkan satwa satwa yang habitatnya pun sama dengan asal satwa satwa tersebut. pelepasliaran dilakukan untuk menyelamatkan satwa tersebut dengan terlebih dahulu merawatnya agar bisa beradaptasi di alam bebas.

A Widi 12

Siamang. Petugas Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni saat memberi makan Siamang yang berhasil dibebaskan dari pedagang satwa di Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

“Kita rawat terlebih dahulu agar pulih kesehatannya. Jika tak demikian dikuatirkan justru mereka tak bisa bertahan di alam bebas setelah dilepaskan. Pemberian makanan, air merupakan pertolongan pertama bagi satwa satwa tersebut. Jika tak dilepasliarkan di sini maka diserahkan ke BKSDA Lampung agar dilepasliarkan di Taman Nasional Bukit Barisan, ” terang Penanggung Jawab Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni.

Satwa satwa tersebut diamankan dari berbagai jenis kendaraan baik kendaraan angkut barang bahkan acapkali disertakan bersamaan dengan penumpang dalam bus bus Antar Lintas Provinsi. Seperti yang terjadi pada Jumat (7/11/2014) PO Laju Prima yang merupakan bus jurusan Palembang Jakarta membawa ribuan ekor burung jenis Cucak Keling, Trocok yang dibawa dalam keranjang keranjang buah untuk diperdagangkan di Rawa Mangun Jakarta. Penumpang bus tak menyadari bus yang mereka naiki membawa ribuan burung karena burung dimasukkan dalam bagasi belakang. Akibatnya para penumpang bahkan menderita sesak nafas akibat hal tersebut. Selengkapnya di sini:

http://www.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fnews.liputan6.com%2Fread%2F2131049%2Fribuan-ekor-burung-gagal-diselundupkan-ke-jakarta&h=nAQFXciIZ

A Widi 1

Haus paska perjalanan jauh. (Foto: hendricus Widiantoro)

Tragis nasib satwa satwa tersebut. Diangkut tanpa dokumen kesehatan hewan, diangkut dengan moda transportasi tak semestinya dan bahkan beberapa diantaranya mati dalam perjalanan dengan kondisi kurang makanan dan air. Balai Karantina Pertanian Bakauheni selalu menjadi gerbang terakhir untuk menyelamatkan berbagai jenis satwa yang akan diselundupkan berkoordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni.  Namun tak jarang juga pengiriman tersebut berhasil lolos dan menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung.

Kejadian kejadian ini pastinya akan terus terulang jika tak banyak pihak yang peduli dengan kelestarian hewan dilindungi. perdagangan satwa akan terus dilakukan karena kurangnya pemahaman akan konservasi dan kembali ke urusan perut. Para pelaku perdagangan melakukan perdaganagn satwa karena tergiur oleh hasil penjualan satwa satwa atau bagian bagian satwa yang sudah mati namun masih bisa dijual diantaranya kulit Trenggiling, Kulit Harimau, Kulit Ular Sanca dan berbagai bagian satwa lainnya.

Melihat nasib tragis satwa satwa tersebut dan kelucuan mereka semoga aktifitas perdagangan satwa bisa dihentikan. Peran serta pemangku kepentingan untuk memberdayakan masyarakat hutan agar tak melakukan perburuan satwa dilindungi menjadi Pekerjaan Rumah bagi masing masing daerah.

A widi 14a

Memberi makan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tragisnya mereka : korban perdagangan satwa jika tak mati, cacat maka jika lolos maka akan semakin menumbuhkan penyelundupan satwa yang akan terus berlangsung hingga kapanpun. Save Nature Save Animal! 

Jumlah yang diamankan cukup banyak demikian juga yang dilepasliarkan. Ini bukti bahwa perdagangan satwa ilegal masih marak terjadi melalui jalur darat dari hutan hutan di Pulau Sumatera.

Berikut beberapa hewan hewan yang berhasil diselamatkan oleh kepolisan dan Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni :

A widi 14a

Kasih sayang petugas karantina (Foto: Hendricus Widiantoro)

A Widi 1a

Kehausan (Foto: Hendricus Widiantoro)

A Widi 2a

Segarnya (Foto : Hendricus Widiantoro)

A Widi 3a

Makan sejenak sebelum bebas (Foto : Hendricus Widiantoro)

A Widi 4a

Makan dulu (Foto : Hendricus Widiantoro)

A Widi 5a

Sedih atau Bahagia bercampur jadi satu setelah bebas (Foto: Hendricus Widiantoro)

D3

Dilepasliarkan (Foto: Hendricus Widiantoro)

B1

Pelepasliaran (Foto: Hendricus Widiantoro)

Buaya 1

Buaya Muara yang dijual secara Online (Foto: Hendricus Widiantoro)

D2

Pelepasliaran (Foto: Hendricus Widiantoro)

Meskipun para pelaku terancam melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dengan ancaman penjara lima tahun dan denda Rp100juta. Namun sepertinya hukuman itu tak menyurutkan upaya perdagangan satwa bahkan beberapa diantaranya kini sudah menggunakan sistem penjualan dan pembelian online seperti pengamanan buaya yang ditengarai penjualan online.

Categories: Adventure and Treking, Alam, Fotografi, Jurnalis, Kalianda, Kisahku, Konservasi, Satwa | Tag: , , , , | 1 Komentar

Tak Selamanya Senja Itu Indah

Ada perbedaan “mengejar ” Senja dan mengejar pagi. Dari sharing dengan beberapa teman fotografer, lebih mudah mengejar Senja alias Matahari terbenam atau yang keren disebut Sunset dibandingkan mengejar Matahari terbit atau Sunrise.  Kenapa demikian..alasan yang klasik: tidak setiap orang mau dan ingin serta berniat bangun pagi pagi buta hanya untuk mengejar Matahari terbit. Biasanya para survivor, para Mountainer maupun para pecinta alam yang berniat untuk menikmati Matahari terbit sudah menyiapkan jauh sebelumnya.

Boom Blog 12

Sunset In Kalianda South Lampung regency (Images By: Hendricus Widiantoro)

Berbeda dengan menikmati Matahari terbenam di ufuk Barat, Sang Surya yang turun ke peraduan. Hampir setiap orang tua, muda, besar, kecil baik hobi atau karena keberuntungan bisa melihatnya dan mengabadikannya. Kalau menikmati Matahari terbit sepertinya belum ada cerita “sudah mandi” lalu tampil keren dan wangi he he (pengalaman saat di beberapa tempat mengejar Sunrise) selalu belum mandi dengan niat yang ogah ogahan.

Tapi, mengejar Sunset selalu saja sudah siap dengan tongkrongan keren, motor roda dua yang keren lengkap dengan sang kekasih pujaan. Nah kalau pagi hari pasti modalnya sweater atau bahkan sarung buat selimut karena masih terbalut dingin. Sore hari biasanya sudah wangi dan peralatan fotografi sudah pasti akan disiapkan. Tak hanya pecinta fotografi profesional, Sunset bagi pemilik gadget Smartphone maupun alat fotografi amatir lainnya pun bisa mengabadikan moment indah tersebut.

Tapi, tak selamanya senja itu Indah, tak sebagus di dalam foto foto para Fotografer yang membuat Senja seakan menjadi cantik dan Amazing! Terkadang kendala cuaca akan menjadi penghalang yang tak bisa dielakkan. Kalau soal Filter kamera atau soal peralatan masih bisa diakali. Tapi kalau sudah urusan cuaca biarkan saja deh awan menutupi sang Surya.

Salam Sang Maha Surya Terima Hormatku

Bila Malam Tlah Usai Kuterima HormatMu

Salam Sang Maha Surya 

Terima Syukurku

Slamat Slamat Malam…

Boom Blog 1

Sunset in Boom Kalianda (Images By: Hendricus Widiantoro)

Lagu itu selalu kunyayikan saat malam. Namun senja tetap menjadi saat yang istimewa. Istimewa pun masih bisa terhalang kabut. Definisi senja yang bagus seperti apa? Mungkin para fotografer yang sudah puluhan bahkan ratusan kali memburu senja akan bisa membedakan Senja yang bagus dan tidak.

Dari pengalamanku mengejar Sang Surya di Pulau Jawa, Pulau Sumatera, Pulau Bangka beberapa diantaranya relatif memiliki arti spritual bagiku pribadi dibanding sebuah keindahan. Pastinya tak selamanya senja itu indah bahkan tak hanya soal hasil foto melainkan sisi hati dan suasana hati juga menjadi faktor penentu.

Saat saat ini yang khususnya di daerah Lampung Selatan mulai diguyur hujan sepertinya mendapatkan suasana senja akan menjadi sebuah perjuangan para fotografer. Tapi jangan berkecil hati karena masih ada waktu lain dan kuncinya adalah kesabaran. Mencoba lagi dan mencoba lagi sambil menyiapkan gadget yang baik untuk mendapatkan hasil foto terbaik. Berikut beberapa hasil jepretan tukang jepret amatir sepertiku yang kuperoleh dari beberapa tempat:

Boom Blog 1

Sunset In Kalianda South Lampung (Images By: Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 11

Sunset In Kalianda South Lampung (Images By: Hendricus Widiantoro)

Boom Blog 12

Sunset In Kalianda South Lampung (Images By: Hendricus Widiantoro)

Detik 7

Sunset in Sawarna Beach ( Images by: Hendricus Widiantoro)

Detik 3

Sunset in Sawarna Beach ( Images by: Hendricus Widiantoro)

Detik 6

Sunset in Sawarna Beach ( Images by: Hendricus Widiantoro)

A

Sunset in Bangka Belitung (Images by: Hendricus Widiantoro)

13

Sunset in Bangka Belitung (Images by: Hendricus Widiantoro)

14

Sunset in Bangka Belitung (Images by: Hendricus Widiantoro)

Indah atau tidak relatif. Pengalaman mengambil momen senja dan pastinya beberapa momen saat pagi menjadikanku semakin bisa mencari saat tepat untuk menjepret. Pastinya tak selamanya senja itu indah. tapi indah atau tidak bagi yang sedang jatuh cinta pasti akan terasa romantis.

Selamat berburu senja,

Senja di Penengahan Lampung Selatan 7 November 2014

Categories: Adventure and Treking, Alam, Backpackeran, Fotografi, Indonesia, Kisahku, Matahari, Perjalanan, Senja, Sunset | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Yeoreo Gagiro Gomawoyo ! Saengil Chukhahae!

Yeoreo gagiro gomawoyo! 모든게(전부) 감사합니다 modeunge (jeonbu) gamsahabnida ya kalimat itu harus kuucapkan kepada Tuhan, kepada bapak mamak, kepada saudara saudaraku hari ini.. Buat 아버지 (Abheojhi)Ibu 어머니 (Eomeoni) Adik Laki laki 남동생 (Namdhongshaeng) adik Perempuan 여동생 (Yeodongshaeng) untuk masa masa ini disaat kusenandungkan doa doa di Ghyohwe dan Shudoweon kepada Penciptaku.

Korea

Korea (opoae.com)

Tepat hari ini disaat banyak orang mengucapkan:

“Saengil Chukhahae! saengileul chukhahamnida/saengil chukhahamnida, saengsin chukhadeurimnida !”

Entah dalam bahasa Jawa, Bahas Inggris dan juga bahasa gaul !

Kenapa jadi Ke Korea Korea an? pastinnya aku belum biasa hangul alias bahasa Korea. Asal usulnya begini: Hari ini mungkin hari istimewa buatku pertama karena bulan ini bulan siwol hari mogyoil. Sambil dengerin lagu lewat Playlist Winamp ku kudu berjuang sebab di track ke-12 ada sebuah lagu yang hanya dikasih nama Unknown Artist.

Korea Selatan, negeri Ginseng yang indah meski belum pernah menginjakkan kaki di sana namun pasti ada sesuatu yang idanh dan bisa menjadi inspirasi.

aku TB77

Feel in Japan or Korea?

Aku TB74

Where Iam

Aku TB75

Here Iam

Hampir tiga orang kutanya judul lagu yang ngebeat tersebut. Semua menjawab Insomnia: Sudah dapat lagunya, kucari liriknya dan siapa penulisnya. Dari suara suara yang kudengar beatnya bergaya lagu lagu Korea meski itu bahasa Inggris:.

Buat yang tahu lagunya Craig David yang versi alinya , mungkin tau yah lagunya Craig David yang berjudul insomnia. Kalo kata orang – orang si lagunya keren gitu. Dan karena aku sudah kadung “love” sama versi Korea dan menurut ku lebih keren yang versi sama Korea oleh Wheesung vs Craig David.

” Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah “

Ternyata benar style Korea nya masih ada karena memang ada orang Korea yang ikut menyanyikannya.

Insomnia” was written by Craig David, James Washington.

“Insomnia” is the lead single from Craig David’s compilation album, “Greatest Hits” (Track 4). It was written by Scott, Justin Lewis. And the korean singer “Wheesung” and also “Ryeowook” did a cover of this song, dan rupanya aku punya yang versi ini:

INSOMNIA1

Insomnia (Wheesung vs Craig David) staceyandhersoul.blogspot.com

Lagu ini menghentak dan memang asik untuk didengar:

I never thought that I’d fall in love, love, love, love
But it grew from a simple crush, crush, crush, crush
Being without you girl, I was all messed up, up, up, up
When you walked out, said that you’d had enough-nough-nough-nough

Been a fool, girl I know
Didn’t expect this is how things would go
Maybe in time, you’ll change your mind
Now looking back i wish i could rewind

Because i can’t sleep til you’re next to me
No i can’t live without you no more
Oh i stay up til you’re next to me
Til this house feels like it did before
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Remember telling my boys that I’d never fall in love, love, love, love
You used to think I’d never find a girl I could trust, trust, trust, trust
And then you walked into my life and it was all about us, us, us, us
But now I’m sitting here thinking I messed the whole thing up, up, up, up

Been a fool (fool), girl I know (know)
Didn’t expect this is how things would go
Maybe in time (time), you’ll change your mind (mind)
Now looking back i wish i could rewind

Because i can’t sleep til you’re next to me
No i can’t live without you no more (without you no more)
Oh i stay up til you’re next to me (to me)
Til this house feels like it did before (Because it)
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah (Ah), Feels like insomnia ah ah

Ah, i just can’t go to sleep
Cause it feels like I’ve fallen for you
It’s getting way too deep
And i know that it’s love because

I can’t sleep til you’re next to me
No i can’t live without you no more (without you no more)
Oh i stay up til you’re next to me (to me)
Til this house feels like it did before
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah
Feels like insomnia ah ah, Feels like insomnia ah ah

Songwriters
CRAIG DAVID, JAMES WASHINGTON

Published by
Lyrics © BMG GOLD SONGS OBO MILLENIUM KID MUSIC PUBLISHING

Read more: Craig David – Insomnia Lyrics | MetroLyrics

Sumber: http://www.metrolyrics.com/insomnia-lyrics-craig-david.html

korea 2

allkoreanlovers.com

Terima kasih juga buat http://koreanlovers2.blogspot.com/p/bahasa-korea.html yang membuatku bisa lebih mengenal Hangul.

정말 감사합니다 jeongmal gamsahabnida !

Categories: Alam, Backpackeran, Kisah Kisahku, Lagu, Lirik | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Pilkada Tak Langsung dan Petani Kampung

Masih ramai di Timeline Jejaring sosial  Twitter soal hal hal berikut ini dan yang teratas adalah tagar yang intinya Malu kepadamu SBY:  #ShameOnYouSBY #SaveSpongebob #DanyRahmatR_isBack PLTU #AdiSNyobaMainTTILagi #EduFairST UU Pilkada DPRD Demokrasi Saya Kecewa

Bahkan simbol Presiden SBY pun menjadi bahan olok olok di Twitter dan jejaring sosial Facebook, ramai berkeliaran di Timeline seperti berikut ini yang pastinya memiliki maksud:

10629573_10202210499978514_3619385341258648918_n

Tagar #Rakyat sepakat memberi gelar berkeliaran di Timeline

Politik, keresahan masyarakat. Tapi masyarakat yang mana? Bagi kami orang kecil apakah kami juga masyarakat? seperti itulah sempat menjadi tanda tanya bagi yang saat ini meributkan soal RUU Pilkada yang akhirnya secara voting disahkan bahwa DPRD lah yang akan memilih kepala daerah. Kepala daerah untuk ribuan atau jutaan manusia akhirnya dipastikan akan dipilih oleh puluhan atau ratusan wakil di dewan terhormat masing masing daerah.

Seluruh anggota DPRD pastinya sudah bisa ditebak akan merasa senang atas keputusan tersebut sebab di tangan merekalah nantinya keputusan akan dibuat dan menjadi sebuah harapan untuk kepemimpinan kepala daerah lima tahun mendatang di masing masing daerah.

images (14)

Gedung DPR-MPR

Tapi rasanya malas membahasnya..Kucoba menengok ke luar jendela, ke sawah, ke kebun. Daun daun berjatuhan, rumput rumput mulai mengering, kemarau melanda dan bahkan tanah di swah mulai retak dan air sulit didapatkan. Terus apa hubungannya sama Pilkada Langsung atau tak langsung.

Ga ada korelasinya kan? namun cobalah bertanya kepada para petani, orang orang kecil. Cukup pentingkah hal tersebut?

Di tengah musim kemarau: harga harga yang merangkak naik, bahkan isu kenaikan Bahan Bakar Minyak yang akan naik, dan juga persoalan kemasyarakatan yang mendera rakyat Indonesia apakah hal tersebut layak diperjuangkan.

Aku sempat bertanya pada seorang petani yang menggembala kerbau di bawah pohon kelapa yang menanungi rumput rumput yang masih hijua untuk sekedar makan kerbaunya.

“Pak sudah tau belum nanti kepal daerah bupati, gubernur dipilih oleh DPRD” ujarku pada pak Bejo

Opo kui mas? yang nyoblos bukan kita lagi ya?”  tanya pak Bejo padaku

“Wah benke wae mas apa untungnya juga buat kita!” ujarnya

Ngobrol ngalor ngidul dan berganti topik akhirnya sampai juga pada topik masih seputar tani dan pertanian. Ia mengeluhkan hal hal yang berkaitan dengan petani yang juga tak lepas dari kebijakan pemerintah. Soal pupuk yang kadang langka dan mahal, soal bensin yang mau naik, soal kekeringan di sawah akibat air irigasi tak nyampai ke sawahnya. Kenapa ga nyampai? karena proyek pengerjaan untuk irigasi yang dilakukan terkesan asal asalan sehingga beberapa diantaranya bocor.

Urusan petani kecil yang ingin dan diharapkan adalah bisa menanam padi di sawah dengan pengairan yang lancar, pupuk dan obat obatan lancar, panen dan jika bisa menjual gabah atau berasnya dengan harga sesuai. Tidak sebaliknya saat harus membeli obat, bibit, dan pupuk mahal namun saat dijual harganya anjlok. Memprihatinkan!

Panen 2

Padi siap panen (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bisa panen dan hasil padinya mencukupi kebutuhan ekonomi, bisa untuk menyekolahkan anak. Itulah sebagian kesejahteraan bagi mereka setidaknya akan membawa ketentraman bagi warga.

Nah…pak Bejo mungkin mewakili atau setidaknya suara pihak yang apatis dengan hal hal yang terjadi di elit atas sana. Sebuah perbandingan antara yang atas dan bawah. Pilkada Tak Langsung dan petani Kampung di mana nantinya petani kampung itu tak lagi dilibatkan.

Penting ga penting sebenarnya keputusan yang ada di elit atas namun pastinya mereka tak memikirkan nasib rakyat kecil.Pilkada tak langsung ini merupakan sebuah sistem yang pernah dilakukan di Indonesia dan bukan hal yang baru. produknya sudah bisa dilihat di sejarah dan setelah itu Pilkada Langsung pun dilakukan beberapa waktu.

Kini jika sistem ini akan dilangsungkan lagi pemilihan kepala daerah dengan cara tak langsung apakah ini akan membaw dampak positif bagi rakyat?

Petani kampung seperti pak Bejo pasti tak bisa menjawabnya. Ia hanya bisa memandang swahnya yang kering, kerbaunya yang makan di antara tanah kering.

Tunggu saja waktunya..seperti petani menunggu musim panen..

Panen 4

Padi di sawah (Foto: hendricus Widiantoro)

Petani tetap menjadi orang paling sabar. Seperti yang kubaca dalam renungan berikut:

Di Tengah Musim Gugur Bersabarlah..

Jangankan menatap masa depan, menjalani hidup hari demi hari saja sudah sangat terasa berat. Firman Tuhan ini menasihatkan agar kita tetap sabar dan kuat dalam menghadapi masa-masa sukar di akhir zaman ini. Dikatakan, “Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan!” (Yakobus 5:7a). Kata ‘bersabar’ disebutkan berulang-ulang dengan harapan supaya setiap anak Tuhan menyadari akan hal ini. Bersabar adalah kunci untuk menghadapi situasi kehidupan sekarang ini.

Tuhan mengajar kita untuk belajar dari kehidupan seorang petani yang begitu sabar menantikan masa panen, karena kehidupan petani sangat bergantung pada hasil panennya. Karenanya mereka terus bersabar mulai dari saat menanam benih, merawat tanaman itu tumbuh, hingga musim panen tiba. Itu bukanlah waktu yang singkat, tapi melalui proses yang begitu panjang. Dikatakan oleh yakobus para petani melewati 2 musim yaitu musim gugur dan musim semi.

Ketika musim gugur datang semua tanaman mengalami terik, di mana dedaunan dan bunga-bunga rontok; pohon-pohon menjadi gundul. Meski demikian para petani tidak menjadi kecewa apalagi putus asa, mereka tetap sabar dan bertekun karena tahu bahwa pada saatnya masa itu akan lewat dan berganti dengan musim semi. Di musim semi inilah daun-daun mulai menghijau, tunas bermunculan, bunga-bunga bermekaran, dan pohon-pohon pun mulai menghasilkan buah pertanda bahwa masa panen telah tiba.

Jika kita sedang ada di ‘musim gugur’, seolah-olah tidak ada harapan, menderita sakit-penyakit, kesulitan ekonomi, jangan bersungut-sungut dan menggerutu

Sumber: http://airhidupblog.blogspot.com/2012/06/di-tengah-musim-gugur-bersabarlah.html

Categories: Alam, Inspirasi, Politik, renungan | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.