Berburu Kelezatan Pindang Mutiara dan Abon Lele Kala Hujan

Pindang Henk Widi 4Musim penghujan dan udara yang dingin akhir akhir ini akibat angin kencang mengakibatkan daya tahan tubuh lebih mudah rentan menurun. Salah satu sumber asupan yang berguna untuk daya tahan tubuh diantaranya adalah makanan yang memberikan rasa hangat serta memberi ketahanan bagi tubuh. Salah satu kuliner yang tepat saat musim penghujan yang paling tepat disantap adalah pindang patin yang disajikan dengan rempah rempah dan tersaji masih dalam kondisi hangat. Selain itu abon ikan lele yang memiliki bahan rempah rempah penghangat tubuh sangat tepat menjadi kuliner pilihan.Pindang Henk Widi A

Pindang ikan patin milik salah satu keluarga yang membuka Rm. Mutiara tepatnya di Jalan Pasar Lama Rumbia Kabupaten Lampung Tengah menjadi pilihan. Rumah makan yang terletak di pinggir jalan Rumbia ini merupakan sebuah rumah makan sederhana namun soal rasa tak kalah dengan rumah makan penyaji kuliner lainnya. Beberapa sajian kuliner yang tersedia di rumah makan ini selain ikan patin diantaranya ayam goreng pedas, pepes ikan, pindang ikan patin, ikan mas goreng, ikan nila dan saat musim udang galah akan tersaji udang galah yang dipadu dengan sambal tomat dan cabe yang menggoyang lidah.Pindang Henk Widi 3

Salah satu kuliner yang kupilih saat hujan menerpa dan udara dingin menusuk tulang, pilihan yang tepat adalah pindang ikan patin. Pelayan sudah menyiapkan nasi hangat dalam piring dengan aroma khas nasi pandan wanginya, selain itu tak ketinggalan lalapan khas di setiap rumah makan yang ada di Lampung yakni petai rebus, kacang panjang, kol, mentimun dan disajikan dengan tambahan tempe goreng orak arik, kentang goreng dan jika suka keripik tempe dan rempeyek kacang pun tersaji.

Hujan rintik rintik mengiringi suapan demi suapan kuah pindang patin yang lengkap dengan bumbu jahe, kunyit serta bumbu pindang lain. Sambal tomat dan juga cabe merah pedas semakin menghangatkan badan ditambah dengan lalapan terong atau petai plus daun kemangi.

“Rasanya tentu beda dengan pindang yang pernah saya rasakan dan terlihat bumbunya sangat banyak dan kalau mau memang bumbu jahe juga ikut dimakan sambil menyantap ikan patin yang halus dan lembut,”kata Buyung salah satu pelanggan yang sering menyantap pindang ikan patin di Rumah Makan Mutiara.

Rasa pedas, hangat serta kelezatan ikan patin yang lemut di lidah membuat sesuap demi sesuap tak terasa sudah amblas. Bahkan satu piring nasi tambahan yang masih mengepul dengan aroma pandan pun berpindah ke piring yang sedari awal menemani sendok demi sendok kuah yang berpindah ke mulut.Pindang Henk Widi B

Terbayar sudah jalan yang bergelombang penuh lubang di sepanjang jalan Rumbia. Sebuah pembangunan yang belum terlihat di Kabupaten Lampung tengah tersebut. Jalan becek penuh lubang tersebut seakan sirna setelah duduk manis di rumah makan Mutiara menyantap pindang patin yang lezat. Tak perlu mengeluarkan uang ratusan ribu sajian sederhana tersebut sudah bisa memenuhi hasrat untuk menikmati kuliner berbahan dasar ikan tersebut.

Acara makan malam di Rumah Makan Mutiara tersebut agaknya belum lengkap untuk berburu kuliner di Lampung. Puas dengan sajian kuliner di Lampung Tengah, aku berburu kuliner lain di Lampung Selatan masih dengan bahan baku ikan air tawar. Sajian kuliner yang kucari adalah abon. Berbeda dengan abon ikan lain seperti abon ikan tuna,abon ikan lele buatan pak Toha memiliki karakter daging sapi yang khas.

“Ada tiga varian rasa yang kami buat diantaranya original, bawang dan pedas manis yang disukai oleh konsumen,”ungkap Toha.

Karakter daging sapi yang ada dalam sajian abon ikan lele tersebut memang membuat lidah bergoyang. Serat serat daging ikan lele yang menyatu dengan bumbu bawang putih, bawang merah, seolah menyerupai abon ikan sapi yang dijual di pasaran.

Abon Lele_Henk Widi 3kc

Abon lele

Abon Lele_Henk Widi 1kc

Abon lele

Abon Lele_Henk Widi 2kc

pembuatan abon lele

Rasa hangat setelah menyantap abon ikan lele dengan nasi hangat membuat tubuh lebih vit dan lebih segar dibandingkan sebelumnya. Komposisi tertentu membuat salah seorang kawan mengatakan padaku protein dari abon ikan lele tersebut selain menambah vitalitas juga dan membuat libido naik. Waduh..untuk yang terakhir ini ia mengaku sudah membuktikannya dan tinggal sang penulis mencari lawan yang sepadan he he.

Dua sajian kuliner Lampung sudah kuburu dan akhirnya menemukan rasa yang memanjakan lidah. Perburuan kuliner sederhana dan tentunya tak mengakibatkan kantong sobek telah terpenuhi dan siap melakukan perburuan kuliner tradisional lainnya. Go go!

Iklan
Categories: Kisah Kisahku

Navigasi pos

Komentar ditutup.

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: