Monthly Archives: Januari 2016

Pelalawan Loncat Ke Kebumen

pelalawan 1

Gerbang indah memasuki kawasan pemerintahan Kabupaten Pelalawan

Sebuah perjalanan ke sejumlah tempat di Sumatera kembali memberikan dokumen berupa foto foto. Beberapa wilayah yang sebelumnya tak pernah tersentuh untukku diantarnya Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau di Pulau Sumatera yang merupakan salah satu kabupaten kaya di Riau. Wilayah ini merupakan salah satu kejayaan Kesultanan Pelalawan.

Kabupaten Pelalawan dibelah oleh aliran Sungai Kampar, serta pada kawasan ini menjadi pertemuan dari Sungai Kampar Kanan dan Sungai Kampar Kiri. Kabupaten Pelalawan memilik beberapa pulau yang relatif besar yaitu: Pulau Mendol, Pulau Serapung dan Pulau Muda serta pulau-pulau yang tergolong kecil seperti: Pulau Tugau, Pulau Labuh, Pulau Baru Pulau Ketam, dan Pulau Untut.Pelawan1 copy

Waktu yang terbatas membuat aku tak bisa mengeksplore wilayah ini dan beruntung bisa berada di wilayah tersebut dan melewati Masjid Agung yang Megah, Kantor DPRD, Kantor Bupati serta beberapa gedung olahraga yang megah. Salah satu hal yang menakjubkanku adalah saat melintas sebentar sebentar melewati jembatan panjang yang membelah sungai Kampar dan beberapa sungai di riau.

Saat melihat lihat dokumen perjalanan ke Sumatera salah satu kawan mengingatkanku akan perjalanan ke Kebumen. Sebuah kabupaten di Jawa Tengah yang juga memiliki banyak tempat menarik. Dokumen itu akhirnya membuatku meloncat ke Pulau Jawa tepatnya di Kebumen.

Kolaborasi ini merupakan kiriman dari salah satu karibku di Kebumen. Ia membuatku kepingin berada di sana kembali meski saat berada di Jogja tempat ini sering kulewati. Beberapa tempat sudah kudatangi meski belum semuanya sempat bisa diabadikan karena saat itu masih jarang pemilik gawai seperti saat ini. Namun kali lain aku akan kembali.Pantai Henk Widi 7 copy

Beberapa tempat yang menarik itu diantaranya: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure, Backpackeran, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Sebuah Perjalanan: Tiga Provinsi Satu Lensa

Henk Widi_PKU13

Jembatan di Provinsi Jambi

Perjalanan menuju tempat baru. Pemandangan, pengalaman yang terekam seorang pejalan belum lengkap jika tidak terekam dalam dokumentasi visual. Rekaman ingatan masih terkadang belum sempurna sehingga perlu dituangkan dalam bentuk dokumen visual. Perjalanan tiga Provinsi dari Provinsi asal, Lampung-Sumatera Selatan-Jambi-Riau merupakan sebuah perjalanan seorang backpacker sepertiku. Menggunakan metode tumpangan atau istilah kerennya hitchiking membuat sebuah tempat bisa kukunjungi dengan beberapa pertimbangan. Perlu sebuah tantangan dan komunikasi yang untuk mengenal orang orang baru dan di tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya.

 

Henk Widi_PKU18

Belilas Provinsi Riau

Meski bukan seorang pejalan, backpacker, hitchhiker profesional, namun pengalaman melakukan perjalanan adalah bentuk rasa syukur atas kesempatan mengunjungi tempat tempat baru. Perjalanan selalu menghadirkan hal hal baru baik infrastruktur jalan, jembatan, kuliner, tempat tempat baru yang memiliki keberagaman sebagai Indonesia yang sebenarnya. Keramahtamahan Indonesia yang tetap ada sebagai warisan suku bangsa Melayu di Pulau Sumatera.

Henk Widi_PKU1

Jalanan di Provinsi Jambi

Perjalanan yang terekam dalam kamera memperlihatkan kekayaan Indonesia dalam banyak hal meskipun belum secara keseluruhan. Sebuah rekaman yang merupakan dokumen pribadi akan sebuah perjalanan yang memberikan kenangan akan indahnya Pulau Sumatera dari beberapa aspek. Kesan infrastruktur yang bagus dan berbeda dengan beberapa provinsi lain.

Berikut beberapa jepretan perjalanan ke beberapa Provinsi yang terekam dalam lensaku: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Kisah Kisahku | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

Berburu Kelezatan Pindang Mutiara dan Abon Lele Kala Hujan

Pindang Henk Widi 4Musim penghujan dan udara yang dingin akhir akhir ini akibat angin kencang mengakibatkan daya tahan tubuh lebih mudah rentan menurun. Salah satu sumber asupan yang berguna untuk daya tahan tubuh diantaranya adalah makanan yang memberikan rasa hangat serta memberi ketahanan bagi tubuh. Salah satu kuliner yang tepat saat musim penghujan yang paling tepat disantap adalah pindang patin yang disajikan dengan rempah rempah dan tersaji masih dalam kondisi hangat. Selain itu abon ikan lele yang memiliki bahan rempah rempah penghangat tubuh sangat tepat menjadi kuliner pilihan.Pindang Henk Widi A

Pindang ikan patin milik salah satu keluarga yang membuka Rm. Mutiara tepatnya di Jalan Pasar Lama Rumbia Kabupaten Lampung Tengah menjadi pilihan. Rumah makan yang terletak di pinggir jalan Rumbia ini merupakan sebuah rumah makan sederhana namun soal rasa tak kalah dengan rumah makan penyaji kuliner lainnya. Beberapa sajian kuliner yang tersedia di rumah makan ini selain ikan patin diantaranya ayam goreng pedas, pepes ikan, pindang ikan patin, ikan mas goreng, ikan nila dan saat musim udang galah akan tersaji udang galah yang dipadu dengan sambal tomat dan cabe yang menggoyang lidah.Pindang Henk Widi 3

Salah satu kuliner yang kupilih saat hujan menerpa dan udara dingin menusuk tulang, pilihan yang tepat adalah pindang ikan patin. Pelayan sudah menyiapkan nasi hangat dalam piring dengan aroma khas nasi pandan wanginya, selain itu tak ketinggalan lalapan khas di setiap rumah makan yang ada di Lampung yakni petai rebus, kacang panjang, kol, mentimun dan disajikan dengan tambahan tempe goreng orak arik, kentang goreng dan jika suka keripik tempe dan rempeyek kacang pun tersaji.

Hujan rintik rintik mengiringi suapan demi suapan kuah pindang patin yang lengkap dengan bumbu jahe, kunyit serta bumbu pindang lain. Sambal tomat dan juga cabe merah pedas semakin menghangatkan badan ditambah dengan lalapan terong atau petai plus daun kemangi.

“Rasanya tentu beda dengan pindang yang pernah saya rasakan dan terlihat bumbunya sangat banyak dan kalau mau memang bumbu jahe juga ikut dimakan sambil menyantap ikan patin yang halus dan lembut,”kata Buyung salah satu pelanggan yang sering menyantap pindang ikan patin di Rumah Makan Mutiara.

Rasa pedas, hangat serta kelezatan ikan patin yang lemut di lidah membuat sesuap demi sesuap tak terasa sudah amblas. Bahkan satu piring nasi tambahan yang masih mengepul dengan aroma pandan pun berpindah ke piring yang sedari awal menemani sendok demi sendok kuah yang berpindah ke mulut.Pindang Henk Widi B

Terbayar sudah jalan yang bergelombang penuh lubang di sepanjang jalan Rumbia. Sebuah pembangunan yang belum terlihat di Kabupaten Lampung tengah tersebut. Jalan becek penuh lubang tersebut seakan sirna setelah duduk manis di rumah makan Mutiara menyantap pindang patin yang lezat. Tak perlu mengeluarkan uang ratusan ribu sajian sederhana tersebut sudah bisa memenuhi hasrat untuk menikmati kuliner berbahan dasar ikan tersebut.

Acara makan malam di Rumah Makan Mutiara tersebut agaknya belum lengkap untuk berburu kuliner di Lampung. Puas dengan sajian kuliner di Lampung Tengah, aku berburu kuliner lain di Lampung Selatan masih dengan bahan baku ikan air tawar. Sajian kuliner yang kucari adalah abon. Berbeda dengan abon ikan lain seperti abon ikan tuna,abon ikan lele buatan pak Toha memiliki karakter daging sapi yang khas.

“Ada tiga varian rasa yang kami buat diantaranya original, bawang dan pedas manis yang disukai oleh konsumen,”ungkap Toha.

Karakter daging sapi yang ada dalam sajian abon ikan lele tersebut memang membuat lidah bergoyang. Serat serat daging ikan lele yang menyatu dengan bumbu bawang putih, bawang merah, seolah menyerupai abon ikan sapi yang dijual di pasaran.

Abon Lele_Henk Widi 3kc

Abon lele

Abon Lele_Henk Widi 1kc

Abon lele

Abon Lele_Henk Widi 2kc

pembuatan abon lele

Rasa hangat setelah menyantap abon ikan lele dengan nasi hangat membuat tubuh lebih vit dan lebih segar dibandingkan sebelumnya. Komposisi tertentu membuat salah seorang kawan mengatakan padaku protein dari abon ikan lele tersebut selain menambah vitalitas juga dan membuat libido naik. Waduh..untuk yang terakhir ini ia mengaku sudah membuktikannya dan tinggal sang penulis mencari lawan yang sepadan he he.

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Kisahku

Kelezatan Mie Aceh dan Bolu Kemojo di Pekanbaru

Mie Aceh 9

Pekanbaru kota Madani

Perjalanan ke sebuah wilayah baru merupakan sebuah kesempatan untuk berburu kuliner. Mengingat ingat perjalanan yang pernah kulakukan salah satunya di wilayah Pekanbaru Provinsi Riau. Kota Pekanbaru yang indah saat malam hari, penataan kota yang sangat rapi dan tentunya keramahtamahan penduduk Pekanbaru merupakan sebuah sambutan akan Indonesia yang sebenarnya. Dinamika kehidupan yang sangat beragam dengan banyaknya suku suku yang ada di Pekanbaru merupakan gambaran Indonesia. Namun bukan ini yang akan kubahas karena perjalanan Indonesia mengajarkan keberagaman sebagai modal persatuan.

Salah satu modal persatuan yang menjadi kekayaan Indonesia salah satunya adalah kelezatan kulinernya. Beruntung salah satu kenalan asal Aceh mengajakku menikmati sajian yang sangat tepat disantap pada malam hari yakni Mie Aceh. Kota Pekanbaru menjadi begitu hangat dengan banyaknya kedai kopi, kedai mie Aceh yang terkenal itu salah satunya di kawasan Jalan Arifin Ahmad kota Pekanbaru.

Mie Aceh 5

Mie Aceh

Sama dengan mie jenis lainnya, mie merupakan sajian kuliner yang menarik untuk lidah. Mie Aceh Asli yang merupakan makanan khas dari daerah Aceh dari Kepulauan Sumatera. Dari namanya sudah terdengar sedikit asing jika anda bukan orang asli Aceh terlebih jika belum pernah menjumpai atau mendengar nama Mie Aceh.

Menurut sang pembuat, mie Aceh memang sudah terkenal dan aku mencoba mencari tau sebetulnya apa keistmewaan mie tersebut. Resep Mie Aceh itu sangat mudah, sama halnya seperti mie ayam namun kalau mie aceh rasanya lebih terasa beda dari mie mie lainnya karena aroma dan rasanya benar-benar istimewa hampir seperti kari tapi tidak berkuah.

Henk Widi_PKU 30

Menunggu Mie Aceh

Jika di Korea terkenal dengan mie bulgogi yang unik dan enak, di Indonesia juga ada Mie Aceh yang tidak kalah nikmatnya dengan isi daging sapi, udang serta sayuran yang tidak kalah lezat dari negeri drama romansa tersebut. Anda yang belum pernah mencoba merasakan kenikmatan dari Mie Aceh, sekarang di daerah perkotaan sudah banyak restoran atau rumah makan yang menyajikan menu makanan Mie Aceh. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Backpackeran, Kisah Kisahku, Kuliner | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Transformasi Wisata Kuliner Boom Kalianda

Senja Boom Henk Widi 8 copy

Pantai Boom Kalianda atau Dermaga Boom Kalianda terus bertransformasi. Jika Jakarta punya Ancol, Losari dimiliki oleh Sulawesi Selatan di Kota Makassar , maka pantai Boom Kalianda Lampung Selatan kini menjadi lokasi favorit warga Kalianda untuk menikmati saat pagi di hari libur atau setiap hari pada senja hari. Menikmati suasana pagi, siang dan sore bahkan malam di dermaga boom Kalianda kini merupakan saat saat untuk menunjukkan kekinian.

Bahkan tak jarang anak anak muda tak lepas dari kamera handphone, kamera DSLR untuk mengabadikan diri dan supaya kekinian di lokasi yang kini mulai terus bersolek ini. Berbagai sarana ditambah oleh pemerintah setempat dan terus menjadi magnet bagi berbagai kalangan untuk sekedar menikmati lokasi ini sebagai tempat menikmati kebersamaan, menikmati kuliner atau hanya memandang laut serta menanti matahari terbenam.Senja Boom Henk Widi 13 copy

Fasilitas ampiteter, panggung hiburan, lampu lampu hias, payung raksasa terus menarik minat masyarakat yang tinggal di Kalianda dan sekitarnya. Even pergantian tahun dari tahun 2015 dan tahun 2016 pun ribuan warga tumpah ruah di lokasi ini untuk menikmati berbagai atraksi kesenian, budaya berpadu dengan sajian spektakuler kembang api memeriahkan pergantian tahun. Berbagai transformasi positif tersebut memberi dampak bagi berbagai pihak. Kunjungan yang meningkat untuk berbelanja ikan di pasar higienis, para pedagang yang berjualan kuliner baik makanan maupun minuman yang diantaranya merupakan sajian khas kuliner laut.Senja Boom Henk Widi 2 copy

Lihat tulisanku sebelumnya mengenai dermaga, pantai yang menjadi daya tarik warga Kalianda ini:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/10/19/menanti-sang-surya-turun-ke-peraduan-wisata-indah-dari-tuhan/

Baca lebih lanjut

Categories: Kisah Kisahku, Visit Kalianda, Visit Lampung Selatan | Tag: , , , , , , , | 6 Komentar

Gunung Rajabasa Sudut Berbeda Waktu Berbeda

WIDI BAKAU 3

View Rajabasa dari Bakauheni

Sebagian wilayah di sekitar tempat tinggal memiliki pemandangan berbeda terutama ketika mengambil gambar dalam waktu berbeda. Saat melakukan perjalanan ke beberapa tempat dan melihat Gunung Rajabasa, Selat Sunda serta beberapa lokasi lain hal hal berbeda akan kutemui. Visibilitas yang tergantung faktor cuaca oleh pandangan mata terkadang berbeda dengan pandangan lensa. Menggunakan kamera dari Asus Zenfone ZE500KL  dan D5200 visi Gunung Rajabasa serta tempat tempat yang kulalui terasa berbeda dan itulah yang tertangkap mata kamera.

WIDI BAKAU 4

View Rajabasa dari Hatta

Beberapa sisi Gunung Rajabasa yang selama ini berada di wilayah Lampung Selatan serta beberapa wilayah yang kuabadikan ini pasti akan berbeda di saat berbeda. Sisi Gunung Rajabasa yang memberi kehidupan bagi ribuan warga yang berdiam di sekeliling Gunung Rajabasa bukan hanya karena keindahannya tapi karena manfaat yang diperoleh dari Gunung tersebut. Beberapa foto dari sudut berbeda mengenai Rajabasa akan menyusul. Beberapa sudut yang kutangkap dari Gunung Rajabasa serta beberapa tempat tak jauh dari Gunung Rajabasa berikut ini: Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , , | 2 Komentar

Tetap Survive dan Kembali Ke Kehidupan

Dear World! Tahun telah berganti. Memasuki tahun yang baru ini sebuah capaian yang telah dilalui di tahun 2015 masih akan terlihat jelas. Permenungan di sepanjang malam tak sekedar melihat nyala kembang api di langit atau bunyi berisik terompet. Kegaduhan yang terjadi di tahun 2015 serta berbagai peristiwa yang secara pribadi dialami oleh setiap orang terangkum dalam renungan akhir tahun entah kegagalan, kesuksesan, semuanya dengan penutup sebuah kepuasan atau kekecewaan yang akan dievaluasi di tahun berikutnya. Setiap orang memiliki perjalanannya sendiri dan bisa mengubah serta memperbaikinya menjadi lebih bermanfaat.

 

Memasuki tahun baru 2016 sebuah harapan yang telah didoakan dalam malam tahun baru 2015. Awal tahun yang kulakukan adalah menggendong puteriku, meski usianya sudah 9 tahun. Harapan dan sebuah pencapaian dan refleksi jika menengok ke belakang menggendongnya dari usia satu hari dan melalui perjalanan hidup menuju tahun 2016 memasuki satu dasawarsa yang membuatku menyadari aku telah ditopang oleh Sang Pencipta dibandingkan aku menggendong dan menopang puteriku.

Perjalanan itu membuktikan survive dan keberadaanku untuk tetap tegar tidak tanpa campur tangan sang Pencipta. Hidupku yang telah mengalami berbagai peristiwa, tinggal di beberapa kota: Pringsewu, Penengahan, Blitar, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Jakarta serta mengunjungi beberapa wilayah adalah sebuah anugerah dariNya. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Blog di WordPress.com.