Eksotisme Pasir Timbul Pulau Mengkudu Lampung Selatan

Jalanan berliku liku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata petualangan yang ada di Lampung Selatan. Lokasi wisata ini sedang booming, bagi para instagramer, Twitter, maupun yang sedang senang eksis dengan selfie serta pose pose cantik berlatarbelakang Pulau Mengkudu yang ada di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni (Semula sempat dikenal dan penulis menulis sebagai wilayah Desa Batu Balak Kecamatan Rajabasa , tapi diralat oleh warga sekitar he he ) tersebut. Keindahan ini jangan serta merta ditelan mentah mentah karena harus ada pengorbanan yang baik waktu, tenaga serta kuda besi yang harus selalu dalam kondisi prima.

????????????????????????????????????

Pulau Mengkudu Lampung Selatan ( Foto: Hendricus Widiantoro)

Eksotisme tersebut merupakan reward khusus dan tertantang untuk melakukan petualangan untuk menghadiahi diri dalam rangka hari jadi, ulang tahunku. Bagaimana tidak bersyukur karena ada yang memberi hadiah mungkin untuk bepergian jauh ke Raja Ampat atau Bali, Lombok tapi menyadari semua itu harus memerlukan budget lebih serta mengganggu pekerjaan maka destinasi terdekat masih seputar Lampung. Lampung Selatan yang menjadi gerbang Pulau Sumatera rupanya memiliki potensi keindahan yang bisa dinikmati dengan low budget.

Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Pulau Mengkudu. Setelah beberapa menit tepatnya menyusuri jalan beraspal dengan kuda besiku Revo akhirnya jembatan penghubung Desa Totoharjo dan Desa Kerinjing dan Desa Batu Balak harus kusudahi untuk menyusuri jalanan tanah yang berdebu (mungkin jika musim hujan berlumpur).

????????????????????????????????????

Tanda arah

Di pos pertama seorang petugas security dengan ramah memintaku untuk mengisi daftar tamu. Buku tamu yang menjadi saksi berapa jumlah pengunjung yang berniat untuk mengunjungi Batu Lapis dan Pulau Mengkudu. Ada ratusan pengunjung dari beberapa daerah bahkan dari luar Lampung atau luar Sumatera. Security tersebut tampak ramah dan menunjukkan arah untuk menuju ke lokasi yang kumaksud. Ia adalah security yang menjaga jalur untuk ke lokasi penambangan batu di wilayah tersebut dan sekligus menjadi jalan untuk akses ke Pulau Mengkudu.

????????????????????????????????????

Jalan tanah ke lokasi

Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju Pulau Mengkudu. Sebaiknya membawa masker atau penutup hidung serta pelindung mata jika melintasi wilayah ini karena debu yang timbul akibat angin. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalans etapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor. Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua atau kalau menyukai hiking, treking bisa menikmatinya sambil menyanyi atau menikmati hijaunya tumbuhan di sana (sambil bercengkerama dengan burung burung atau melihat buah durian bergelantungan, tapi jangan ikut bergelantungan he he he..monyet yach?).

Kedatanganku disambut sang sobat, Zamroni yang sudah menunggu bersama dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Sebanyak tujuh orang tetap menjadi penjaga area parkir sekaligus dengan sangat ramah akan menjadi pemandu menunjukkan spot spot menarik untuk mengambil view. Catatan: para penunggu parkiran ini benar benar sangat friendship dan saat berbincang denganku terlihat beberapa memang berlaku seperti pemandu wisata (Salut deh untuk pemuda Batu Balak!).

????????????????????????????????????

Guard dan Guide Pulau Mengkudu

Keramah tamahan yang kuperoleh tersebut adalah cerminan bahwa wisata Lampung Selatan adalah kunci untuk menarik wisatawan berkunjung. Aku bahkan sempat ditunjukkan view menarik sebelum akhirnya turun ke spot utama di Pasir Timbul Pulau Mengkudu.

Tiba di lokasi untuk parkir kendaraan sekaligus base camp. Bagi yang masih kuat fisiknya bisa langsung turun ke lokasi pasir timbul. Tapi ini juga membutuhkan stamina cukup baik karena jalanan yang terjal di sini. Nah setelah beberapa menit menyusuri kebun pisang maka deburan ombak dan sesekali bisa berswa foto. Tapi ada yang membuat miris karena para pecinta alam yang ngaku pecinta alam justru membuang kertas sembarangan dan juga sampah sampah plastik. Jangan lebay dan alay buat foto foto tapi buang sampah sembarangan!

????????????????????????????????????

Pasir Timbul

Saat sampai di bawah deburan ombak akan terasa saat menyusuri pantai dan bisa mlihat pasir putih yang ada di lokasi pasir timbul dan Pulau Mengkudu di seberang. Jika sedang beruntung atau membawa bekal bisa makan makan di tepi pantai serta di bawah rerimbunan pohon yang banyak terdapat di Pulau Mengkudu. Pasir timbul ini konon memang ada karena pertemuan antara dua arus sehingga menimbulkan pasir, koral serta batu batu karang kecil di antara Pulau Sumatera dan Pulau Mengkudu.

Saat berada di sini beruntung bisa bertemu dengan dua orang pemancing yang sengaja datang untuk memancing. Keduanya merupakan warga Desa Totoharjo yang menyempatkan akhir pekan untuk mencari ikan di Pasir Timbul Pulau Mengkudu. Setelah asik melihat dari dua sisi dari Pulau Sumatera dan melihat ke arah sebaliknya dari Pulau Mengkudu ke arah Pulau Sumatera akhirnya aku meminta tolong sang pemancing untuk mengambil gambarku di atas pasir timbul. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan.

????????????????????????????????????

View Pulau mengkudu (Foto: Hendricus Widiantoro)

Menurut Zamroni ratusan pengunjung akan mendatangi Pulau Mengkudu pada akhir pekan dan hari liburan. Akses jalan yang masih disukai para petualang meskipun biaya parkir cukup murah hanya Rp5.000 untuk satu kendaraan. Pulau Mengkudu bagi sebagian orang menjadi destinasi pilihan untuk akhir pekan. tapi siapkan fisik dan bekal cukup di lokasi ini karena belum cukup banyak pedagang yang bisa memenuhi kebutuhan rasa haus kita. Meski demikian beberapa orang sudah mulai menjual minuman dan makanan ringan di lokasi ini. Selain itu lokasi di sebelahnya Batu lapis jga sangat cocok untuk dikunjungi bagi para treveler.

Batu Lapis

Batu Lapis

Hadiah perjalanan seorang diri. Menyusuri jalanan sepi sekaligus inspirasi dan rekoleksi kehidupanku. Refreshings ekaligus retreat! Silentium magnum dan memandang keindahan CiptaanNYa.

Still Love Adventure ! Menikmati Kesederhanaan Hidup Dalam Rasa Syukur KepadaNya.

Berikut beberapa foto perjalanan ke Mengkudu:

????????????????????????????????????

Petugas

????????????????????????????????????

Jalanan arah Mengkudu

????????????????????????????????????

Penunjuk arah

????????????????????????????????????

Mengkudu Island South Lampung Regency (Foto: Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Pasir Timbul Pulau Mengkudu (Foto: Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Mengkudu Island South Lampung regency (Images: Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Penujuk arah

????????????????????????????????????

Melewati sungai

????????????????????????????????????

Pulau Mengkudu Lampung Selatan (Image: Hendricus Widiantoro)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

 

Iklan
Categories: Lampung, Lampung Selatan, PAsir Timbul, Pulau Mengkudu, Wisata | Tag: , , , , , , , | 37 Komentar

Navigasi pos

37 thoughts on “Eksotisme Pasir Timbul Pulau Mengkudu Lampung Selatan

  1. semoga tetep keren dan bersih serta asri 🙂

  2. Tempatnya keren… semoga nggak masuk ke salah satu acara tipi, biar Pulau Mengkudu tetap sepi ya hehehe

    • Itu harapan saya juga mas…sprti yg saya alami berkunjung saat orang orsng tak berkunjung. (bukan pada hari libur) saya juga meraras berdosa ha ha menulinysa karena dampaknya banyak yg datang (sisi lain income bagi warga) sisi lain SAMPAH numpuk karna bnyak yg lebay foto foto selfie AKU UDAH DI SINI dan akibatnya kertasnya bertebaran di sana sini..alamakkk..semoga tak terjadi di tempat lain dan jangan masuk acara tivi deh,,,dampaknya mas Halim pasti akan tahu speti apa ha ha

  3. Wah baguss..Baru tau di Lampung ada begini. Berapa jam tuh naik motor dari kota Lampungnya?

    • Mba Velysia Zhang: Kalau dari kota Bandarlampung bisa 1,5-2 jam sampai ke lokasi, namun jika dari pelabuhan Bakauheni bisa hanya sekitar 45 menit. Memang lokasi ini jarang dikunjungi awalnya karena medan yg sulit tapi sekarang akses jalan sudah diperbaiki sehingga mulai banyak yg ingin ke sini..Silakan kunjungi..

  4. putera tunggal

    ma’af sedikit ralat….
    bukan batu balak dan kecamatan raja basa.
    untuk pintu masuk nya lewat desa hargo pancuran kec rajabasa.
    dan bisa juga lewat belebu kecamatan bakau heni.
    sedangkan lokasi pulau mengkudu berada di desa totoharjo kecamatan bkauheni….
    sekian mudah2 bermanfaat

  5. Dinda

    Kalau ke pulau mengkudu masuknya bbayar ga?kalau bayar berapa

    • Minggu kemarin dipungut biaya Rp10rb sekali masuk untuk kendaraan roda dua, berikut pengemudinya..sepertinya semakin banyaknya pengunjung saat ini…karena sebelumnya hanya Rp5ribu..

  6. pengen ngerasain gimana rasanya jalan ke pasir timbulnya :3

  7. bagus

    huammmm pengen cepet cepet balik ke lampung

  8. Mariza fanny

    Kak ini jalan masuknya lewat mana?

    • Dari Arah Kalianda bisa berhenti di tanjakan Kerinjing ada jalan masuk masih jalan tanah- Demikian juga dari arah Gayam nanti juga setelah turunan akan ada jalan tanah…jika tanya orang sekitar pasti akan ditunjukkan..

  9. Hany Septia

    Mobil gak bisa masuk kesana ya mas? Jauh gak mas jalan kaki nya? Terima kasih

    • Mba Hany,,mobil justru tidak bisa masuk ke lokasi bahkan dijalur atau akses yang lam karena sudah tak diperbolehkan lagi. Akses paling mudah menggunakan kendaraan mobil melewati pantai Blebug dan Pantai Kahay di mana kendaraan bisa ke bibir pantai tapi pengunjung selanjutnya menggunakan perahu untuk ke lokasi Pulau Mengkudu..

  10. raden kusno

    Totoharjo sblah mana sihhhh gan perasa’an sring lewat tp gk liat plang nya…

    • Iya mas bro memang tak pernah diberi Plang karena tempat wisata ini bukan tempat wisata Umum, hanya penghobi dan yang suka petualangan dan ini bukan tempat wisata sebetulnya…hanya lokasi biasa yang “booming” karena sosial media. Awalnya bagus lama kelamaan ada sebagian yang sudah rusak karena ulah tangan tangan jahil, sampah dll. Lokasi yang memang sekarang aksesnya sudah ditutup sebagian dan harus melewati akses lain di Totoharjo atau melalui Pantai Kahay.

  11. Salam kenal Mas Hendricus. nice post!
    Kalau mau kesini dari Masjid Agung Kalianda, terus kemana ya?

  12. Tolong kasih alamat yang lebih detail dong dari bandar Lampung. Soalnya saya brsama kawan bsok mau ksnaa .
    Mhon info nyaa

    • Mba Debby Octavia: Jika dari Bandarlampung bisa langsung menuju ke arah Jalan Pesisir Kalianda- Sesampainya di Kota Kalianda akan ada tugu Tuping di area Pemda Lampung Selatan- ke arah Jalan Pesisir – Sesampainya di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan silakan ditanyakan ke warga nanti pasti akan ditunjukkan arahnya dengan jelas.. Jika menggunakan kendaraan roda empat sebaiknnya melalui Pantai Kahay karena akses masuknya hanya bisa menggunakan kendaraan bermotor.. Selamat berlibur mba Debby..

  13. arif

    Bisa kemah gk disana

    • Sangat bisa mas Arif menyesuaikan dengan kondisi cauaca, tapi kalau saat ini ,musim hujan sepertinya tergantung yang berniat kemah di sana, tapi tetap ada pilihan untuk berkemah di dekat pulau Mengkudunya..

  14. Rivaldy Lie

    Mantap kang Hen..
    Semoga manusia manusia yg kesana bisa tetap menjaga kelestarian alamnya.. ya minimal gak buang sampah disana.
    Harus kudu wajib dibawa pulang lagi.

  15. endang

    mas Hend, kl kami dr Tangerang dan nyebrang Bakauheni,dg mobil sebaiknya melalui rute yg mana ya ?
    trs bisa ambil foto dr atas spt yg mas Hendri ambil gak ? Terima ksh

    • Sahabatku, kalau rute dari Serang sebaiknya melalui Daerah Blebug di Bakauheni,,sebab saat ini jalur yang (saya ambil foto) sudah ditutup dengan beberapa pertimbangan jalur tersebut merupakan kawasan terbatas (area pertambangan),,sehingga kini akses banyak dibuka menggunakan jalur laut menggunakan perahu,,alternatif lain kini hanya menggunakan transportasi laut sehingga sulit mendapat view seperti saya ambil. Jika mau setelah sampai di lokasi bisa naik ke atas (jalnnya terjal)…silakan kontak saya di email atau nomor telepon mas.mba endang..

    • Rute terdekat dari Bakauheni: Dari Pelabuhan Bakauheni silakan ke Desa Kelawi masuknya sebelum POM Garuda Hitam arah kiri- Menuju Dusun Blebug itu merupakan pantai terdekat dari Pulau Mengkudu jika rute dari Bakauheni (Semua warga pasti bisa menunjukkan rute tersebut)- Sesampainya di Pantai Blebug bisa menyewa perahu ke lokasi Pulau Mengkudu.

  16. ricky

    Kalo nyebrang pake perahu bnyar nya brapa ya

  17. Gan mau tanya, kalo pulau pasir timbul pemisah antara pulau sumatera dan pulau mengkudu nya dapat terlihat dipengaruhi oleh pasang surut air laut gak??? Dandari dan sampe jam berapa pasir timbulnya bisa kita liat?

    • Betul gan,,saat arus laut sedang pasang terkadang pasir yang adavdi lokasi tidak terlihat dan saat surut kita bisa berjalan ke pulau Mengkudu..hanya saja ada kala pasang tertinggi terjadi pada waktu tertentu demikian juga saat surut, tentu harus mencoba menunggu dalam kurun waktu 24 jam atau ambil saat khusus untul melihat fenomena tersebut..demikian gan, secara ilmiah mungkin ahli kelautan yg bisa menjelaskan detail he he

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: