Monthly Archives: Oktober 2015

Mengagumi Arsitekur Peninggalan Masa Silam

????????????????????????????????????

Gereja Hati Kudus Malang atau dikenal Gereja Kayoetangan

Arsitektur merupakan sebuah karya seni yang sangat mengagumkan. Secara pribadi meski tidak mendalami arsitektur namun melihat bangunan bangunan megah yang masih bertahan hingga kini menimbulkan decak kagum. Kekaguman akan ketelitian serta makna yang mendalam akan karya seni dan fungsi bangunan tersebut dibangun. Secara khusus untuk rumah ibadah berupa gereja yang dibangun untuk kepentingan ibadah pemeluk agama Kristiani.

Salah satu dari beberapa gereja yang menurut penulis cukup unik adalah gereja yang ada di Malang Jawa Timur ini. Berdasarkan sumber yang penulis peroleh,di Malang pada zaman kolonial, terdapat dua buah gereja Katolik yang besar. Pertama adalah Gereja Hati Kudus Yesus yang ada di Jalan Kayoetangan (sekarang Jl. Basuki Rachmad), dan Gereja Santa Theresia (Theresia Kerk) yang berada di Jalan Ijen. Yang tertua adalah Gereja Hati Kudus di Jalan Kayoetangan, yang didirikan pada tahun 1905.

????????????????????????????????????

Katedral Ijen

Sementara gereja kedua yang penulis kunjungi adalah Katedral Ijen di Malang,Gereja Ijen merupakan salah satu gereja Katolik yang terkenal dan berada di pusat Kota Malang. Alamat resminya berada di Jalan Guntur 2 Malang, tetapi karena berada tepat di sudut jalan yang berdekatan dengan Jalan Ijen sehingga banyak yang menyebutnya sebagai Gereja Ijen.

Beberapa sudut gereje tersebut terekam dalam kamera yang memperlihatkan kokohnya bangunan yang sudah berumur cukup tua tersebut dan menjadi salah satu kekayaan arsitektur kota Malang. Sebuah foto foto kenangan saat pernah menjadi Kera Ngalam: Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Arsitektur, Malang, Perjalanan, Wista Rohani | Tag: , , , , , | 2 Komentar

The Big Four (+Giveaway from Dive Inspire)

Learn about marine life, and it is my place how we can learn the diversity of the sea and how we can serve this gift from God..

indahs: dive, travel & photography

Marine Life mediumThe 15th edition of Marine Life monthly post is sponsored by Dive InspireDive Inspire offers creative products inspired by the wonders of our oceans. On this post, Dive Inspire and I would like to introduce the Big Four from our ocean: Hammerhead Sharks, Manta Rays, Mola-Mola, and Whale Sharks. Plus four unique items of the Big Four will be given to lucky winners!

Hammerhead Sharks

Hammerhead by Barry Peters Hammerhead by Barry Peters

How big is the Hammerhead Sharks?The length of the shark is from four to six meters (13 to 20 ft) with weight up to 450 kilograms (1,000 lbs). There are nine species of Hammerhead Sharks and the largest species called as “the great hammerhead”

What its cool ability?Its eyes that are located on the outer of its hammer allow them a vertical 360 degree view!

Manta Rays

Spots on Manta's Belly Spots on Manta’s Belly is its unique ID (Image by Indah…

Lihat pos aslinya 532 kata lagi

Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Kuda Lumping Sari Budoyo Tontonan Segala Usia

Kuda Lumping dengan berbagai sebutannya diantaranya kuda kepang, jaranan, encling, pegon serta sebutan lain merupakan kesenian tari yang memiliki banyak jenis, sejarah serta ragam tarian yang berbeda beda. Keunikan seni yang masih kental dengan aroma mistis serta masih berhubungan dengan hal hal magis yang bagi sebagian orang mustahil tersebut nyatanya justru menjadi daya tarik yang membuat kuda lumping masih tetap lestari dan menjadi kesenian yang sering ditanggap atau dijadikan hiburan saat hajatan atau kegiatan khusus di pedesaan.

????????????????????????????????????

Kuda Lumping Sari Budoyo

Salah satu kelompok kuda lumping yang tak pernah sepi ditonton oleh berbagai kalangan di wilayah Lampung Selatan adalah kuda lumping Sari Budoyo. Diketuai oleh Nyoto, pemerhati kesenian kuda lumping dan puluhan remaja yang masih mencintai kesenian kuda lumping, Sari Budoyo mulai mendapat perhatian khalayak karena keunikannya.

Berusia dua tahun saat bulan Oktober 2015 ini tidak menjadikan kelompok kuda lumping Sari Budoyo kehilangan penonton. Salah satu yang menjadi daya tarik selain gerakan yang tak monoton, atraksi atrkasi di luar dugaan para penarinya, kuda lumping Sari Budoyo bahkan sering tak hanya menyajikan kesenian tersebut di desa asal tapi di wilayah lain.

????????????????????????????????????

Sari Budoyo

Sari Budoyo memiliki kelompok kuda lumping yang sebagian besar pemainnya laki laki namun satu sesi kuda lumping pun mempertunjukkan kuda lumping khusus wanita. Beberapa atraksi yang menjadi ciri khas kuda lumping diantaranya memakan beling, kaca, berguling di duri pohon Salak, serta beberapa atraksi lain saat pemain sedang trance atau dikenal dengan mabuk kuda lumping. Ketidaksadaran tersebut tergambar dalam gerak gerik yang unik dan menarik bagi anak anak kecil, tua muda yang menonton.

Keseruan yang tak menghalangi berbagai kalangan dan usia untuk bersama sama menonton di sekitar pemain kuda lumping tanpa sedikitpun rasa takut. Kesenian ini dipastikan akan selalu menjadi alternatif hiburan yang cukup diminati dibanding kesenian lain dan sebagai bentuk pelestarian budaya, kesenian dan kearifan warga setempat. Selain anak anak terhibur beberapa pedagang juga ikut menangguk rejeki dengan berjualan mainan, minuman serta makanan kecil yang menjadi saat saat menyenangkan bagi anak anak.

????????????????????????????????????

Barongan

Bagi sahabat traveler, backpaker, bepergian di tempat baru merupakan sesuatu yang mengasikkan terutama untuk mengenal budaya serta kesenian baru yang sebelumnya tak pernah dilihat. Kesenian yang merupakan kekayaan tradisi Indonesia menjadi hiburan menari saat melakukan perjalanan ke suatu daerah seperti salah satunya kesenian kuda lumping ini.

Berikut beberapa foto terkait kesenian kuda lumping Sari Budoyo Dusun Sumbersari Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan: Baca lebih lanjut

Categories: Budaya, Kesenian, Kuda Lumping | Tag: , , , | 3 Komentar

Backpacker, Traveler ini Penampakan Baru Pelabuhan Bakauheni

Bagi Traveler yang sering bepergian menggunakan moda transportasi laut terutama lintasan Bakauheni Lampung dan Merak Banten dan menggunakan moda transportasi bus pastinya akan melewati loket pembelian tiket. Toll gate system yang ada di Pelabuhan Bakauheni ini memilki tampilan yang berbeda dibandingkan sebelumnya akibat perubahan sistem untuk penggunaan tiket elektronik lebih maju dari sebelumnya yang masih menggunakan sistem semi elektronik. Dipastikan penerapan sistem ini akan memiliki kelebihan dan tentunya masih dalam tahap penyesuaian pengguna jasa pelabuhan.

Henk Widi 1 copy

Pintu pembelian tiket Pelabuhan Bakauheni Lampung terbaru (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bagi yang terbiasa melihat pintu masuk pelabuhan Bakauheni untuk pembelian tiket kendaraan roda dua dan roda empat ini pasti akan mengalami perubahan. Bayak tiang tiang sensor yang akan terpasang menyambut pengguna jasa pelabuhan Bakauheni dan sudah dikhususkan untuk kendaraan dengan jenis yang berbeda beda. Kendaraan dengan panjang serta ukuran tertentu berdasarkan kelas akan memilliki pintu khusus dan ini akan ditandai dengan papan penunjuk agar tidak salah jalur. Sementara untuk jalur kendaraan setelah membeli tiket pun akan diarahkan ke dermaga 1,2,3,4,4,6 menggunakan tanda tanda khusus serta petugas security. Masih membingungkan tapi nanti lama lama terbiasa.

Henk Widi 2 copy

Sistem elektronik di Toll Gate Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semoga dengan perubahan ini tidak membingungkan bagi pengguna jasa Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan dan selamat menikmati perubahan yang tentunya memiliki maksud positif. Berikut beberapa foto are Pelabuhan Bakauheni yang lebih baru: Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, Bakauheni, Kapal, Lampung, Lampung Selatan, Pejalan, Pelabuhan Bakauheni, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Eksotisme Pasir Timbul Pulau Mengkudu Lampung Selatan

Jalanan berliku liku dengan view perbukitan, punggung Gunung Rajabasa menjadi pemandangan menarik saat akan menuju salah satu spot jalur wisata petualangan yang ada di Lampung Selatan. Lokasi wisata ini sedang booming, bagi para instagramer, Twitter, maupun yang sedang senang eksis dengan selfie serta pose pose cantik berlatarbelakang Pulau Mengkudu yang ada di Desa Totoharjo Kecamatan Bakauheni (Semula sempat dikenal dan penulis menulis sebagai wilayah Desa Batu Balak Kecamatan Rajabasa , tapi diralat oleh warga sekitar he he ) tersebut. Keindahan ini jangan serta merta ditelan mentah mentah karena harus ada pengorbanan yang baik waktu, tenaga serta kuda besi yang harus selalu dalam kondisi prima.

????????????????????????????????????

Pulau Mengkudu Lampung Selatan ( Foto: Hendricus Widiantoro)

Eksotisme tersebut merupakan reward khusus dan tertantang untuk melakukan petualangan untuk menghadiahi diri dalam rangka hari jadi, ulang tahunku. Bagaimana tidak bersyukur karena ada yang memberi hadiah mungkin untuk bepergian jauh ke Raja Ampat atau Bali, Lombok tapi menyadari semua itu harus memerlukan budget lebih serta mengganggu pekerjaan maka destinasi terdekat masih seputar Lampung. Lampung Selatan yang menjadi gerbang Pulau Sumatera rupanya memiliki potensi keindahan yang bisa dinikmati dengan low budget.

Menyusuri jalan lingkar pesisir dari arah Desa Gayam Kecamatan Penengahan menyusuri desa desa dan perbuktian, sawah dan pemandangan alam Gunung Rajabasa adalah hadiah istimewa bagi yang akan menuju ke Pulau Mengkudu. Setelah beberapa menit tepatnya menyusuri jalan beraspal dengan kuda besiku Revo akhirnya jembatan penghubung Desa Totoharjo dan Desa Kerinjing dan Desa Batu Balak harus kusudahi untuk menyusuri jalanan tanah yang berdebu (mungkin jika musim hujan berlumpur).

????????????????????????????????????

Tanda arah

Di pos pertama seorang petugas security dengan ramah memintaku untuk mengisi daftar tamu. Buku tamu yang menjadi saksi berapa jumlah pengunjung yang berniat untuk mengunjungi Batu Lapis dan Pulau Mengkudu. Ada ratusan pengunjung dari beberapa daerah bahkan dari luar Lampung atau luar Sumatera. Security tersebut tampak ramah dan menunjukkan arah untuk menuju ke lokasi yang kumaksud. Ia adalah security yang menjaga jalur untuk ke lokasi penambangan batu di wilayah tersebut dan sekligus menjadi jalan untuk akses ke Pulau Mengkudu.

????????????????????????????????????

Jalan tanah ke lokasi

Batu batu besar, sungai kecil dengan air jernih, sawah dan beberapa petani yang menggarap sawahnya menjadi pemandangan saat menuju Pulau Mengkudu. Sebaiknya membawa masker atau penutup hidung serta pelindung mata jika melintasi wilayah ini karena debu yang timbul akibat angin. Jalanan selebar empat meter akan berakhir dengan cegatan sebuah sungai yang sangat jernih airnya dan arah menuju ke Batu lapis dan Pulau Mengkudu akan berubah jalur menjadi jalans etapak yang hanya bisa dilalui oleh satu atau dua kendaraan bermotor. Setelah sungai kecil tersebut pengguna kendaraan roda empat harus rela berjalan kaki atau berganti akomodasi kendaraan roda dua atau kalau menyukai hiking, treking bisa menikmatinya sambil menyanyi atau menikmati hijaunya tumbuhan di sana (sambil bercengkerama dengan burung burung atau melihat buah durian bergelantungan, tapi jangan ikut bergelantungan he he he..monyet yach?).

Kedatanganku disambut sang sobat, Zamroni yang sudah menunggu bersama dengan beberapa petugas yang memang menunggu lokasi parkir kendaraan roda dua. Sebanyak tujuh orang tetap menjadi penjaga area parkir sekaligus dengan sangat ramah akan menjadi pemandu menunjukkan spot spot menarik untuk mengambil view. Catatan: para penunggu parkiran ini benar benar sangat friendship dan saat berbincang denganku terlihat beberapa memang berlaku seperti pemandu wisata (Salut deh untuk pemuda Batu Balak!).

????????????????????????????????????

Guard dan Guide Pulau Mengkudu

Keramah tamahan yang kuperoleh tersebut adalah cerminan bahwa wisata Lampung Selatan adalah kunci untuk menarik wisatawan berkunjung. Aku bahkan sempat ditunjukkan view menarik sebelum akhirnya turun ke spot utama di Pasir Timbul Pulau Mengkudu.

Tiba di lokasi untuk parkir kendaraan sekaligus base camp. Bagi yang masih kuat fisiknya bisa langsung turun ke lokasi pasir timbul. Tapi ini juga membutuhkan stamina cukup baik karena jalanan yang terjal di sini. Nah setelah beberapa menit menyusuri kebun pisang maka deburan ombak dan sesekali bisa berswa foto. Tapi ada yang membuat miris karena para pecinta alam yang ngaku pecinta alam justru membuang kertas sembarangan dan juga sampah sampah plastik. Jangan lebay dan alay buat foto foto tapi buang sampah sembarangan!

????????????????????????????????????

Pasir Timbul

Saat sampai di bawah deburan ombak akan terasa saat menyusuri pantai dan bisa mlihat pasir putih yang ada di lokasi pasir timbul dan Pulau Mengkudu di seberang. Jika sedang beruntung atau membawa bekal bisa makan makan di tepi pantai serta di bawah rerimbunan pohon yang banyak terdapat di Pulau Mengkudu. Pasir timbul ini konon memang ada karena pertemuan antara dua arus sehingga menimbulkan pasir, koral serta batu batu karang kecil di antara Pulau Sumatera dan Pulau Mengkudu.

Saat berada di sini beruntung bisa bertemu dengan dua orang pemancing yang sengaja datang untuk memancing. Keduanya merupakan warga Desa Totoharjo yang menyempatkan akhir pekan untuk mencari ikan di Pasir Timbul Pulau Mengkudu. Setelah asik melihat dari dua sisi dari Pulau Sumatera dan melihat ke arah sebaliknya dari Pulau Mengkudu ke arah Pulau Sumatera akhirnya aku meminta tolong sang pemancing untuk mengambil gambarku di atas pasir timbul. Pulau Mengkudu ini menjadi lokasi yang sangat unik dan menjadi lokasi tepat untuk menenangkan diri karena jauh dari hiruk pikuk. Cocok untuk mencari keheningan dan mensyukuri keindahan yang telah diberikan Pencipta di alam Indonesia khususnya di Lampung Selatan. Baca lebih lanjut

Categories: Lampung, Lampung Selatan, PAsir Timbul, Pulau Mengkudu, Wisata | Tag: , , , , , , , | 37 Komentar

Blog di WordPress.com.