Monthly Archives: September 2015

Weekend Asiknya Nikmati Keindahan Alam Tropis di Hotel Sheraton

Siapa yang tak mengenal Hotel Sheraton khususnya yang ada di Provinsi Lampung. Hotel yang selalu mengusung konsep dengan alam ini selalu menyuguhkan nuansa alam tropis dan itu yang selalu membuatku merasa nyaman berada di hotel berkelas Internasional ini. Hotel yang tak jauh dari pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan ini bahkan selalu menjadi tempat menginap baik wisatawan mancanegara, pejabat, pebisnis yang memiliki keperluan di Provinsi Lampung.

????????????????????????????????????

Sejuknya area dalam menyerupai Resort Hotel Sheraton Bandarlampung (Foto: Hendricus Widiantoro)

Hotel Sheraton memberi penawaran khusus bagi tamu yang menginap di akhir pekan panjang saat momen Iduladha. Hotel yang sudah melekat dengan nuansa tropis ini tentunya menjadi salah satu pilihan untuk meluangkan waktu bersama keluarga tercinta apalagi di saat momen Iduladha bagi umat Muslim. Ernancy Fenyapwain, Assistant Director of Sales Hotel Sheraton, dalam rilisnya mengungkapkan warga Lampung dapat menjadikan momen ini lebih tak terlupakan sambil menikmati kenyamanan fasilitas di Sheraton Lampung.

Sheraton Lampung Hotel menawarkan harga spesial hari raya dengan memesan lebih awal untuk menginap selama periode Iduladha sampai akhir September 2015 hanya Rp625 ribu nett/room per malam. Harga tersebut sudah termasuk breakfast untuk dua orang. Dapatkan juga diskon 25% food and beverage, gratis akses ke swimming pool, Sheraton Fitness and Link@Sheraton, ditambah late check out sampai pukul 14.

????????????????????????????????????

Area depan Hotel Sheraton (Foto: Hendricus Widiantoro)

Promosi ini berlaku untuk kamar tipe garden view, di mana pengunjung dapat merasakan nuansa indah resort yang berada di tengah-tengah kota. Selain itu pemesanan ini dapat berlaku untuk sarapan 2 orang dewasa termasuk diskon 50% untuk usia di bawah 12 tahun, kemudian mendapatkan diskon 20% untuk pemesanan makanan dan minuman, gratis berenang di swimming pool Sheraton Lampung, gratis Wi-Fi di setiap kamar dan terdapat special turn-down service bagi seluruh pengunjung yang memesan mulai tanggal 23 September sampai akhir September 2015.

Tidak lupa juga untuk memanjakan para kolega, bagi Anda yang ingin merasakan makanan Jepang, Sheraton menyediakan dengan harga variatif dan menu-menu yang berbeda. Di antaranya ada miso soup, chicken karaage, beef yakiniku, salmon teriyaki, ebi furai, dan chicken takitori. Menu makanan tersebut dimulai dari harga Rp33 ribu– Rp185 ribu.

????????????????????????????????????

Area depan Hotel Sheraton (Foto: Hendricus Widiantoro)

Hotel yang berlokasi di Jalan Wolter Mongonsidi No.175 ini tentunya menjadi lokasi yang sangat strategis untuk meluangkan waktu bersama keluarga di momen Iduladha yang tak terlupakan. Apalagi digunakan untuk membawa kebersamaan dengan keluarga dalam suasana yang lebih spesial diantaranya liburan panjang. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Bandarlampung, Hotel, Hotel Sheraton, Penginapan, Weekend, Wisata | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navara Ajakku Nikmati Petualangan Alam Lampung

Ketangguhan Navara yang merupakan salah satu produk pabrikan otomotif dari PT Nissan Motor Indonesia (NMI) merupakan pertama kalinya kulakukan bersama pak Hindar dan pak Supri dari Jakarta. Awal petualangan dengan kedua petualang sejati tersebut diawali dari pintu keluar kapal milik PT Jemla Raja Rakata kemudian menyusuri jalanan mulus di Lampung Selatan, melintasi jalanan mulus hingga ke Tanggamus dan Pesisir Barat Lampung. Ini kali pertama Navara mengajakku menikmati keindahan Sang Bumi Khua Jurai yang terkenal dengan tanah lada.

????????????????????????????????????

Nisan Navara melintasi Way Haru Suoh lampung Barat Lampung

Sebelum berangkat sudah kucari terkait kendaraan yang cocok untuk petualang tersebut. Sebuah kendaraan dobel kabin yang mungkin tak bisa kumiliki he he (harganya muahaal amit). Berdasarkan informasi yang kuhimpun PT Nissan Motor Indonesia (NMI) meluncurkan All New NP300 Navara, double cabin 4WD dengan desain paling modern di kelasnya, teknologi terdepan, terbukti tangguh di berbagai medan dan efisien.

All New NP300 Navara yang merupakan generasi Nissan pick-up ke-12, kini hadir dengan dua model, mid-grade (SL) yang ditawarkan bagi pelaku bisnis dan high-grade (VL) bagi segmen privat yang gemar berpetualang. Dengan dukungan 115 jaringan dealer di seluruh Indonesia dan layanan purna jual – Nissan Maximum Service, khusus bagi All New NP300 Navara – produk terbaru Nissan ini siap menembus segmen komersial di Indonesia.

????????????????????????????????????

Mendekati Perbatasan Tanggamus di trek jalan tanah merah dan batu

Steve Ardianto, President Director NMI menjelaskan, “Segmen komersial merupakan pasar yang besar di Indonesia, dengan komposisi sekitar 30% dari total pasar otomotif nasional. Untuk itu, melalui keahlian Nissan selama 80 tahun untuk membuat pick-up yang reliable, kami membidik segmen ini melalui All New NP300 Navara. Generasi terbaru ini kini memiliki tipe mid-grade, yang akan memberikan solusi terbaik bagi para pelaku bisnis di segmen komersial, tanpa melupakan segmen privat yang selama ini dipenuhi Navara melalui tipe high-grade”.

Navara Henk Widi 10

Melintasi Jembatan Way semaka di Tanggamus

All New NP300 Navara menawarkan kombinasi sempurna antara tampilan yang memikat, performa impresif, efisiensi, ketahanan dan ketangguhan yang teruji di beragam medan – antara lain menjadi double cabin bertransmisi otomatis pertama yang berhasil menapak Gunung Tambora.

All New NP300 Navara dilengkapi mesin generasi terbaru 2.5-liter DOHC in-line 4-cylinder intercooled turbo Diesel yang dikombinasikan dengan transmisi manual 6-percepatan (tipe SL dan VL) dan transmisi otomatis 7-percepatan (tipe VL), yang menghasilkan performa impresif, akselerasi dinamis dan efisien bahan bakar.

All New NP300 Navara menawarkan pilihan warna, Brilliant Silver, Black Star, Solid White (tipe SL), Pearl White (tipe VL) dan Savanna Orange (tipe VL), dengan harga on the road Jakarta: Rp 380 juta (tipe SL M/T), Rp 415 juta (tipe VL M/T) dan Rp 430 juta (tipe VL A/T).

Nah berbekal informasi tersebut, akhirnya menjadi kenyataan bisa berada di samping kemudi dan berada di kabin belakang. Modifikasi warna orange di depan, samping dan belakang pada Navara milik Pak Hindar ini menamabah garang Navara yang mengantar kami ke beberapa kabupaten di Lampung.

????????????????????????????????????

Navara di Lampung Barat

Perjalanan yang kami tempuh memakan waktu total waktu sekitar enam hari dengan melintasi Kabupaten Lampung Selatan hingga ke Lampung Barat. Beberapa rute yang kami lalui sangat beragam: jalan mulus, jalan berbatu, melintasi bukit, tanjakan, lembah serta kubangan berair. Bahkan yang lebih mengasikkan melintasi sungai Way Haru yang masih mengalir meski debit airnya kecil akibat musim kemarau.

Ketangguhan Navara tersebut sangat terasa mengatasi medan medan sulit apalagi di medan mulus. Trek dan jalur berliku bahkan ditaklukkan dengan mudah dibawah kendali pak Hindar. Aku mah hanya duduk di belakang sambil mengintip jika aku memperoleh  view view menarik dari kabin. Navara telah memberiku kesan mendalam akan kendaraan petualang yang nyaman dan save. Selain mendapatkan pengalaman petualangan akhirnya aku bisa juga merasakan camping di Rumah Kalkun Pringsewu, menikmati kuliner di beberapa wilayah di Lampung yang kami lalui.

Berikut perjalanan yang terekam dalam perjalananku bersama Navara, selain itu jepretan foto foto Navara lain yang kuperoleh dalam perjalanan dan huntingku: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure, Adventure and Treking, All New NP300 Navara, Lampung, Navara, PT Nissan Motor Indonesia (NMI) | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Menyusuri Bibir Lautan Hindia Berbekal Kearifan Lokal Way Haru

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Perjalanan menyusuri bibir lautan hindia merupakan perjalanan pertama kali yang kulakukan. Perjalanan yang harus bersentuhan dengan jilatan ombak yang menerjang untuk menuju sebuah wilayah di bibir Samudera Hindia bernama Way Haru Kecamatan Bengkunat Belimbing Pesisir Barat. Awalnya dari kisah yang kudengar dari pak Hindar dan pak Supri yang mengajakku ke lokasi ini perjalanan ke lokasi Way Haru harus menyeberangi sungai, muara dan pasir yang bersentuhan langsung dengan Samudera Hindia. Bayangan basah, menyeberangi sungai dengan sesekali melihat penyu Belimbing atau Buaya Muara sirna setelah melihat kenyataan berbeda.

????????????????????????????????????

Way Haru Pesisir Barat

Kenyataan berbeda tersebut bukan karena salah melainkan karena pak Hindar jauh jauh hari memperhitungkan kondisi cuaca terbaik menuju lokasi itu adalah jangan waktu musim penghujan. Benar saja berbekal tekhnologi serta kearifan lokal masyarakat setempat tentang penghitungan waktu terbaik untuk melintasi jalan pasir membuat kami menemukan keindahan yang berbeda dari perjalanan sebelumnya.

Pasir bersih, nyaris tidak ada batu karang dan hanya sampah sampah kayu kering sesekali kami temui di perjalanan. Konon menurut warga pasir putih tersebut ada masanya karena ada waktunya nanti saat “pembersihan” dimana penguasa lautan akan kembali menarik pasir pasir tersebut untuk dibersihkan dan baru saat itu karang karang kecil akan muncul. Siklus yang bagi masyarakat dihitung untuk memudahkan perjalanan.

Tulisan perjalanan ini kuposting ditulisan sebelumnya:

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2015/09/11/perjalanan-ke-barat-way-haru-negeri-sejuta-pesona-yang-terlupa/

Masyarakat Way Haru, Way Heni dan sekitar wilayah di Bengkunat Belimbing bahkan lebih banyak menggunkan kalender Jawa yang menghitung penanggalan bulan. Penghitungan tersebut untuk melihat pasang surut air laut. Saat bulan purnama dan waktu waktu sebelum purnama datang kondisi pasang air laut menjadi saat yang dihindari untuk bepergian kecuali karena terpaksa. Alasannya kondisi lautan sedang pasang sehingga air laut menyentuh tebing tebing pantai. Tebing tebing pantai tersebut sebaliknya pada saat surut bulan awal akan berjarak jauh dari pantai bahkan bisa mencapai setengah kilometer saat terjadi surut.

????????????????????????????????????

Pesisir Way Haru

Kearifan lokal tersebutlah yang dijaga hingga sekarang bahkan semua warga saat melakukan perjalanan saling bantu mulai dari menyeberang menggunakan rakit, melalui muara, serta saat motor yang dikendarainya terjatuh akibat mati mesin terjilat bibir ombak. Kearifan lokal tersebut menjadikan wilayah terisolir penghasil lada,kopi, kelapa dan hasil bumi lainnya menjadi wilayah yang sangat unik dan menjadi tempat di bibir Samudera Hindia yang istimewa.

Berikut foto foto perjalanan ke lokasi tersebut: Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Bengkuat belimbing, Fotografi, Lampung, Perjalanan, Pesisirr Barat, Samudera Hindia, Way Haru, Way Heni | Tag: , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Perjalanan Panjang: Pesisir Barat, Lampung Barat, Tanggamus, Pringsewu

Pasca mengunjungi wilayah di Pesisir Barat, perjalanan ke arah Barat dilanjutkan ke wilayah Kabupaten Lampung Barat. Menyusuri jalan lintas Barat yang berliku liku dan melewati wilayah Krui yang menjadi ibukota Pesisir Barat, perjalanan selanjutnya menuju wilayah dingin. Sebelumnya saat berada di Pesisir Barat yang berada di tepian Lautan Hindia udara terasa kering dan gerah. Namun menyusuri perbukitan menuju Liwa udara lebih sejuk dan dingin.

????????????????????????????????????

Keindahan alam di antara Suoh di Lampung Barat menuju Tanggamus

Perjalanan kami bersama Mr.Hindar, Mr.Supri selanjutnya menuju ke Kecamatan Way Tenong Lampung Barat setelah melewati beberapa kecamatan. Kopi dan tanaman lada masih menjadi pemandangan yang biasa di wilayah tersebut. Udara yang menusuk ke tulang membuat kami harus menarik selimut saat malam dan nafas mulai mengeluarkan uap saat pagi hari. Bermalam di Way Tenong Lampung Barat berasa di wilayah Bogor atau Cianjur. Brr..dingin!

Selanjutnya setelah bermalam di Way Tenong, perjalanan dilanjutkan hari berikutntya ke wilayah Bandar Negeri Suoh dan Suoh. Sebuah wilayah terisolir yang sangat terasa sulit mencapainya. Jalanan terjal, curam, bukit bukit berbatu menjadi medan yang sangat sulit jika dilalui dimusim hujan. Bekas bekas keganasan musim terlihat dari lubang lubang bekas gerusan air saat hujan. Perjalanan melewati Kecamatan Batu Brak memakan waktu cukup lama sekitar 3 jam dan menyajikan pemandangan alam yang berbeda. Musim kemarau setidaknya membuat jalanan mudah ditempuh. Mr. Hindar yang sudah sejak 15 tahun lalu selalu ke wilayah ini telah memperhitungkan dengan tepat. Masih tetap sama Navara nya tergores ranting ranting pohon dan baret di sana sini.

????????????????????????????????????

Perjalanan melewati Jalanan berkelok dari Pesisir Barat menuju Lampung Barat

Suoh adalah sebuah kecamatan yang terpencil yang ada di lampung barat, dimana di dalamnya terdapat kekayaan alam yang sangat melimpah dan keindahan alam yang sangat mempesona, ini bisa dikatakan mutiara yang terpendam dan belum terungkap, daerah suoh berada di daerah lampung barat yang berjarak berkisar antara 250 km dari kota bandar lampung yang mana daerah suoh ini sangat terisolir. Perjalanan jauh tersebut terbayar saat tujuan yang kami datangi tercapai.

Daerah suoh letaknya sungguh strategis sekali dimana sejalur dengan pegunungan taman nasional bukit barisan selatan ( TNBBS ) daerah suoh merupakan daerah yang banyak patahan patahan lempeng tektonik dan terdapat sesar semangka yang sangat panjang.

????????????????????????????????????

Pegunungan di Lampung Barat

Berada di Kecamatan Bandar Negeri Suoh aku diajak oleh warga untuk melihat pembangkit listrik tenaga turbin dari air deras yang banyak di wilayah tersebut.Belum ada listrik PLN yang menjangkau wilayah tersebut dan pastinya sinyal tak akan ditemukan saat berada di lembah.

Hebatnya meskipun kemarau, Mutiara terpendam dari wilayah Suoh sangat terasa dengan masih banyaknya air yang bisa dipergunakan untuk bertani sawah. Berada di Suoh satu hari satu malam terasa udara yang berbeda dan tetap dingin. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat, Pesisir Barat, Pringsewu, Suoh, Tanggamus, Way Tenong | Tag: , , , , , , , | 3 Komentar

Perjalanan ke Barat, Way Haru Negeri Sejuta Pesona yang Terlupa

Perjalanan yang kali ini kulakukan di awal bulan September merupakan sebuah perjalan ke Barat. Bersama dua orang hebat yang mengajariku banyak hal: Kehidupan, petualangan, berbagi, bersyukur, melihat kehidupan dari sisi sedekat mungkin dan dengan kacamata yang berbeda. Perjalanan ke Barat yang begitu dekat namun begitu jauh. Negeri yang sangat membutuhkan orang orang hebat dan memberikan hidupnya bagi masyarakat yang terpinggirkan.

????????????????????????????????????

Gerobak sapi di Way Haru Pesisir Barat Lampung (Hendricus Widiantoro)

Perjalanan berawal dari pintu keluar kapal Jemla saat dua “musafir” Mr. Hindar n Mr. Supri dengan Nissan Navara serta sebuah ATV yang dibawanya untuk melakukan perjalanan berkilo kilo meter di sejumlah wilayah di Barat negeri Lampungku. Kisah kisah awal yang menggerakkan untuk pergi ke Barat berawal dari sang Musafir yang memperlihatkan kepadaku negeri yang terus tertatih tatih mengejar ketertinggalan dan ketimpangannya.

Ketimpangan yang sang musafir sebut sebagai: Wilayah Indonesia yang waktunya berbeda dengan Indonesia yang lain. Bukan Waktu Indonesia Bagian Barat atau Waktu Indonesia Bagian Tengah maupun Waktu Indonesia bagian Timur. Ini adalah sebuah tepat di bibir pesisir pantai Lautan Hindia yang berdengung di telingaku sebagai “negeri yang waktunya melambat”. Melambat dalam segala hal jika dibandingkan dengan wilayah Indonesia pada umumnya.

????????????????????????????????????

Musafir

Setelah menyusuri jalanan di negeri Tanah Lada, Kopi dan segala sebutan indah tersebut siang berganti sore dari Lampung Selatan- Bandarlampung- Pesawaran- Pringsewu- Tanggamus bahkan saat malam perjalanan tetap dilanjutkan menyusuri hutan hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Gelap sepanjang jalan sebelum memasuki tanjakan Sedayu Kabupaten Tanggamus dan berada di rerimbunan pohon sepanjang Jalan Lintas Barat menuju wilayah termuda di Lampung yakni Pesisir Barat. Jalan berkelok kelok saat malam hari di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan menjadi saksi dengan suara suara binatang hutan yang mengawasi perjalanan kami dari kegelapan.

Berada di kendaraan dua kabin membuat perjalanan terasa berbeda. Bukan sebagai rider, bukan sebagai backpacker tetapi sebagai bagian dari perjalanan ke Barat. Tengah malam kami akhirnya tiba di Way Heni Belimbing Bengkunat sekitar pukul 22:00 WIB pada Minggu (6/9). Suara angin dan deburan ombak mulai terdengar di tengah malam yang tanpa bintang. Deburan ombak yang sangat keras terdengar dari Lautan Hindia yang akan menjadi saksi perjalanan perdanaku ke Way Haru wilayah Pesisir Barat Lampung.

????????????????????????????????????

Para pengojek di Way Haru Pesisir Barat Lampung

Istirahat pertama malam tersebut masih terdengar suara deburan ombak dari jarak sekitar 4 kilometer. Kisah kisah Gajah mengamuk atau gajah berjalan jalan di perkebunan warga, suara petasan untuk mengusir Gajah yang masuk ke perkampungan warga masih terdengar menjadi dongeng sebelum tidur sambil mempersiapkan untuk perjalanan ke Antar Siku Way Haru.

Pagi berganti saat kokok ayam jantan membangunkan semesta dan matahari mulai meyinari tanaman lada, tanaman coklat yang masih tumbuh subur di wilayah pesisir Barat. Persiapan dilakukan dengan membawa beberapa buah tangan dari anak anak negeri di belahan bumi yang lain untuk para warga yang ada di negeri Way Haru: makanan, pakaian serta tali asih yang merupakan setitik embun di musim kemarau di tepian Samudera Hindia.

????????????????????????????????????

Jalan menuju Way Haru Pesisir Barat Lampung

Paginya Senin (7/9) kami berangkat dengan 1 ATV, dua motor roda dua menyusuri jalan jalan berbatu yang masih jauh dari sempurna. Ketimpangan infrastruktur yang masih ada di negeri yang kaya akan lada dan kekayaan alam yang sangat banyak di dekat Taman Nasional dan Samudera Hindia. Perjalana beberapa kilo menjadi awal perjalanan ke arah Way Haru untuk melihat negeri yang berada di tepian Lautan Hindia tersebut. Baca lebih lanjut

Categories: Kecamatan Belimbing Bengkunat, Lampung, Pesisr Barat, SDN 1 Way Haru, Sekolah, Sekolah Dasar | Tag: , , , , , | 6 Komentar

Blog di WordPress.com.