Jejaring Sosial dan Media Sosial Beda Keless!

Ada kawan yang mencoba berdebat dan bahkan merasa mengerti mengenai media sosial atau medsos. Alasannya sederhana karena ia memiliki followers banyak di Twitter serta sering update status tiap hari bahkan mungkin tiap jam. Alasannya klasik, merasa sudah mengerti he he, (Meski saya juga ga paham paham amat) namun saya tetap bisa membedakan jejaring sosial sama media sosial.

Henk Widi Bromo 1

Bromo Tengger Semeru (Hendricus Widiantoro)

Lalu saat perdebatan memanas akhirnya ada kawan lain nyeletuk: heh, medsos sama jejsos itu beda keleees! ia memang benar dan kadang untuk menjelaskannya nanti dikira sok pintar atau menggurui. Ya sudahlah kalau mau ngotot dengan ketidaktahuannya.

Terkadang sang kawan ini malah sering update status di salah satu platform jejaring sosial yang langsung menyatu dengan gadget canggihnya ehh dia bilang sedang ada di medsos padahal dia mau ngomong soal jejaring sosial, he he..sebenernya kasusnya sama sih salah kaprah ini dengan zaman saya SMP atau SD, kalau makan mie instan ya bilangnya makan INDOMIE atau makan SARIMI, GAGAMI ya tetap makannya Indomie, (maaf bukang ngiklan atau black campaign!).

????????????????????????????????????

Turis Jerman denganku

????????????????????????????????????

Pagi Bromo

Begitu juga bapak bapak kalau nyebut pipa PVC apapun merknya pun tetap menyebut membeli pipa Paralon padahal sekarang kan banyak tuh merknya. But any way bushway, mudah mudahan si kawan ini membaca postingan saya di Media Sosial blog ini.

Nah, selengkapnya mungkin ini menjadi jawaban mengenai perbedaan media sosial dan jejaring sosial yang saya pinjam dari sumber lain agar lebih valid (bukan pemikiran saya).

Perbedaan dari Media Sosial dan Jejaring Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content.

????????????????????????????????????

Selfie

????????????????????????????????????

Selfie

Teknologi media sosial mengambil berbagai bentuk termasuk majalah, forum internet, weblog, blog sosial, microblogging, wiki, podcast, foto atau gambar, video, peringkat dan bookmark sosial. Dengan menerapkan satu set teori-teori dalam bidang media penelitian (kehadiran sosial, media kekayaan) dan proses sosial (self-presentasi, self-disclosure) Kaplan dan Haenlein menciptakan skema klasifikasi untuk berbagai jenis media sosial dalam artikel Horizons Bisnis mereka diterbitkan dalam 2010. Menurut Kaplan dan Haenlein ada enam jenis media sosial. Contoh media sosial adalah Kompas.com, Wikipedia, Republika.ac.id, Gunadarma.ac.id, dll.

Situs jejaring sosial (bahasa Inggris: Social network sites) merupakan sebuah web berbasis pelayanan yang memungkinkan penggunanya untuk membuat profil, melihat list pengguna yang tersedia, serta mengundang atau menerima teman untuk bergabung dalam situs tersebut. Tampilan dasar situs jejaring sosial ini menampilkan halaman profil pengguna, yang di dalamnya terdiri dari identitas diri dan foto pengguna.

????????????????????????????????????

Parkiran mobil Hartop (Hendricus Widiantoro)

Kemunculan situs jejaring sosial ini diawali dari adanya inisiatif untuk menghubungkan orang-orang dari seluruh belahan dunia.

Situs jejaring sosial pertama, yaitu Sixdegrees.com mulai muncul pada tahun 1997. Situs ini memiliki aplikasi untuk membuat profil, menambah teman, dan mengirim pesan. Tahun 1999 dan 2000, muncul situs sosial lunarstorm, live journal, Cyword yang berfungsi memperluas informasi secara searah. Tahun 2001, muncul Ryze.com yang berperan untuk memperbesar jejaring bisnis. Tahun 2002, muncul friendster sebagai situs anak muda pertama yang semula disediakan untuk tempat pencarian jodoh.Dalam keanjutannya, friendster ini lebih diminati anak muda untuk saling berkenalan dengan pengguna lain.

Tahun 2003, muncul situs sosial interaktif lain menyusul kemunculan friendster, Flick R, You Tube, Myspace.Hingga akhir tahun 2005, friendster dan Myspace merupakan situs jejaring sosial yang paling diminati. Memasuki tahun 2006, penggunaan friendster dan Myspace mulai tergeser dengan adanya facebook.Facebook dengan tampilan yang lebih modern memungkinkan orang untuk berkenalan dan mengakses informasi seluas-luasnya.

????????????????????????????????????

Turis Jepang (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Tiga turis Jerman (Hendricus Widiantoro)

Tahun 2009, kemunculan Twitter ternyata menambah jumlah situs sosial bagi anak muda.Twitter menggunakan sistem mengikuti – tidak mengikuti (follow-unfollow), dimana kita dapat melihat status terbaru dari orang yang kita ikuti (follow). Tahun 2012,muncul kembali dan menambah kembali situs jejaring sosial untuk semua usia yang bernama Ketiker. Ketiker adalah situs web yang menawarkan jejaring sosial berupa mikroblog sehingga memungkinkan penggunanya untuk mengirim dan membaca pesan yang disebut post.

Perbedaan antara media sosial dan jejaring sosial hanya sekitar sebagai besar seperti siang dan malam. Ada beberapa perbedaan penting dan dapat diketahui dari apa yang mereka bantu. Anda akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana memanfaatkan mereka untuk merek anda dan bisnis.

1. Dengan Definisi Setiap
Sosial media adalah cara untuk mengirimkan, atau berbagi informasi dengan khalayak luas. Setiap orang memiliki kesempatan untuk membuat dan mendistribusikan. Yang Anda perlukan adalah koneksi internet dan Anda berseluncur di dalamnya.

Di sisi lain, jaringan sosial adalah suatu tindakan keterlibatan. Kelompok orang dengan kepentingan umum, atau seperti-pikiran, mengasosiasikan bersama-sama di situs jejaring sosial dan membangun hubungan melalui komunitas.

2. Komunikasi Gaya
Media sosial adalah lebih mirip dengan sebuah saluran komunikasi. Ini adalah format yang memberikan pesan. Seperti televisi, radio atau surat kabar, media sosial bukanlah lokasi yang Anda kunjungi. Sosial media hanyalah sebuah sistem yang menyebarkan informasi ‘ke’ orang lain.

????????????????????????????????????

Hiking lautan pasir Bromo (Hendricus Widiantoro)

Dengan jejaring sosial, komunikasi adalah dua arah. Tergantung pada materi, subjek topik atau suasana, orang berkumpul untuk bergabung dengan orang lain dengan pengalaman yang sama dan latar belakang. Percakapan adalah inti dari jaringan sosial dan melalui mereka hubungan yang dikembangkan.

3. Return on Investment
Ini bisa sulit untuk mendapatkan angka yang tepat untuk menentukan ROI dari media sosial. Bagaimana Anda menempatkan nilai numerik pada buzz dan kegembiraan percakapan online tentang merek produk atau jasa Anda? Ini tidak berarti bahwa ROI adalah null, itu hanya berarti bahwa taktik yang digunakan untuk mengukur berbeda. Misalnya, pengaruh, atau kedalaman percakapan dan apa isi dari percakapan yang dibicarakan, dapat digunakan untuk mengukur ROI.

ROI jejaring sosial adalah sedikit lebih jelas. Jika lalu lintas secara keseluruhan ke situs web Anda terus meningkat dan Anda rajin meningkatkan basis jaringan sosial Anda, Anda mungkin bisa mengaitkan kenaikan pengunjung online untuk usaha sosial Anda.

4. Tepat waktu Tanggapan
Media sosial adalah kerja keras dan membutuhkan waktu. Anda tidak dapat mengotomatisasi percakapan individu dan kecuali Anda adalah merek terkenal dan mapan, membangun berikut yang tidak terjadi dalam semalam. Sosial media pasti maraton dan bukan sprint.

Karena jaringan sosial adalah komunikasi langsung antara Anda dan orang-orang yang Anda pilih terhubung dengan, percakapan Anda lebih kaya, lebih terarah dan lebih personal. Jaringan Anda tumbuh secara eksponensial ketika Anda bertemu dan mendapatkan diperkenalkan kepada orang lain.

5. Bertanya atau Telling
A big no-no pada dengan media sosial skewing atau memanipulasi komentar, atau suka lainnya, untuk keuntungan Anda sendiri (pribadi atau bisnis). Mengajukan teman, keluarga, rekan kerja atau orang lain untuk memberikan suara hanya untuk memperbanyak postingan, memanipulasi banyak orang untuk berpura-pura pun dapat dengan cepat bisa menjadi mimpi buruk PR jika kebocoran keluar tentang praktik tidak jujur.

Dengan jejaring sosial, Anda dapat memberitahu teman-teman Anda tentang bisnis baru Anda atau blog dan mendiskusikan bagaimana membuatnya sukses. Percakapan yang Anda buat dapat mengkonversi banyak orang menjadi penggemar setia, sehingga layak investasi waktu.

Media sosial dan jejaring sosial memiliki beberapa tumpang tindih, tetapi mereka benar-benar bukan hal yang sama. Mengetahui bahwa mereka dua konsep pemasaran yang terpisah dapat membuat perbedaan dalam bagaimana Anda memposisikan bisnis Anda ke depan.

Sumber :

1.http://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial

2.http://id.wikipedia.org/wiki/Situs_jejaring_sosial

3. http://socialmediatoday.com/index.php?q=SMC/194754

Henk Widi Bromo 1

View Gunung Bromo Tengger Semeru (Hendricus Widiantoro)

Iklan
Categories: Adventure and Treking, Bromo, Jejaring Sosial, Media Sosial, Semeru, Tengger | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Jejaring Sosial dan Media Sosial Beda Keless!

  1. kukira awalnya sama hehehe

  2. Kalau ga kepentok buat jelasin ke orang yg ngeyel (sok tau) saya juga awalnya mengira sama beli putu he he,,ya akhirnya persepsinya diubah,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: