Monthly Archives: Juli 2015

Fotografi Dalam Perjalanan

Semua orang kini bisa menjadi seorang fotografer. Munculnya gadget smartphone, kamera digital, kamera DSLR serta berbagai alat perekam foto semakin memberi kesempatan untuk mewujudkan semua bisa menjadi fotografer atau setidaknya bisa mengabadikan momen momen yang tanpa disengaja saat di perjalanan atau potret potret kehidupan masyarakat yang ada di Indonesia.

????????????????????????????????????

Ojek Motor Nelayan di Labuhan Maringgai (8/7/2015)

Saya bukan seorang fotografer tepatnya dan hanya menyukai memotret objek saat perjalanan saya. Namun semuanya tentu akan memberi pengalaman bahwa dalam setiap momen ada hal hal yang tak bisa diulang. Kecepatan dalam mengambil keputusan untuk mengarahkan objek terutama saat dalam kendaraan tentunya membutuhkan kecepatan.

Perlu mempelajari tekhnik untuk mendapatkan foto yang dikenal dengan fotografi jalanan. Awalnya fotografi jalanan mungkin hal yang dilakukan sambil iseng namun secara histori rupanya ini menjadi aliran fotografi yang pastinya akan jadi acuan.

Fotografi jalanan (bahasa Inggris: street photography) adalah salah satu aliran dalam fotografi. Fotografi jalanan umumnya memuat objek yang diambil di ruang terbuka publik dalam kondisi candid atau tanpa pengarahan. Belum ada kesepakatan mengenai padanan yang baku untuk street photography dalam bahasa Indonesia, namun istilah fotografi jalanan sering dipakai dalam beberapa kesempatan. Foto-foto dalam street photography dapat mengambil lokasi dari berbagai ruang publik seperti jalan, pasar, mal, terminal, stasiun kereta api, dan sebagainya.

Foto-foto yang diambil pada aliran fotografi ini umumnya memakai teknik straight photography. Foto menggambarkan kondisi apa adanya dengan meminimalkan manipulasi objek. Dalam perkembangannya, fotografi jalanan banyak memasukkan unsur-unsur seperti surealisme, humor, dan kejutan dalam komposisinya. Untuk mendapatkan unsur-unsur tersebut dalam suatu foto, perlu dicari saat yang paling tepat dengan posisi objek yang unik. Istilah decisive moment diperkenalkan oleh Henri Cartier-Bresson untuk menggambarkan kondisi tersebut.

Selengkapnya: https://id.wikipedia.org/wiki/Fotografi_jalanan

Perjalanan yang saya lakukan ke beberapa tempat memberikan sebuah pemahamanan untuk lebih peka pada situasi dalam perjalanan. Secepatnya untuk mengarahkan kamera pada objek yang momennya tak akan kembali. Semoga saya bisa terus belajar dan akan terus belajar mengenai aliran fotografi ini.

Berikut pelajaran yang saya ambil dalam perjalanan perjalanan saya. Mohon koreksi untuk jepreten jepretan ini. Foto saya urutkan berdasarkan tahun pengambilan:

1. Pemulung Mencari Kertas Koran Sehabis Sholat Ied (15/10/2013)

Teluk Betung Selatan-20131015-022901 Teluk Betung Selatan-20131015-022891

2. Pengepul Pisang di Pulau Sebesi (20/2/2014)

????????????????????????????????????

Pengepul Pisang di Pulau Sebesi

Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Belajar, Fotografi, Perjalanan, Street Fotografi | Tag: , , , | 2 Komentar

Enjoy The Experience: Bromo Sunrise Tour

No more word about all experience. Only feel; cold,sunrise,fog,horse, and friendship. There more love and let me share what I can find in this amazing landscapes in Indonesia. Bromo, one of landscapes ini Bromo Tengger Semeru National Park. All people can say that this place is one amazing place in Indonesia.

????????????????????????????????????

Sunrise

As a backpacker I can not say anymore about it because i think some people go there and have so many experiences, and awesome moment with their beloved, family and friend in friendship moment. So enjoy your experiece like I have and see the dramatic sunrise with a cold air in the morning in Bromo Sunrise tour.

Henk Widi Bromo 1

Bromo

????????????????????????????????????

Bromo

We can go with our own car, but local tour organizers will basically hire you a car with a driver to take you to Bromo with their hartop or jeep car. See more there in my experience with Angeline’s Adventure Trip : Baca lebih lanjut

Categories: Aventure, Backpackeran, Bromo, Semeru, Tengger | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Adventure Trip East Java: Coban Rondo

Perjalanan menuju Jawa Timur selanjutnya menuju sebuah air terjun yang cukup terkenal di Kota Batu, yakni Coban Rondo. Sebenarnya kalau mengingat coban ini sedikit perih rasanya (ingat masa lalu) saat saat kebersamaan dengan seseorang di Malang, but itu masa lalu. Zaman dikala pergi ke tempat ini belum memiliki gadget untuk merekam momen momen tersebut.

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

Perjalanan ke coban rondo dari wisma Unio di Jalan Jaksa Agung Suprapto 75 Malang sekitar 45 menit menggunakan kendaraan pribadi. Dalam perjalanan AC mobil tak perlu dihidupkan karena udara memang sudah cukup dingin. Angin dan udara pegunungan yang menyejukkan setelah lama berada di daerah yang berdebu dan bising. Udara segar yang diperoleh selama perjalanan ke coban rondo ini.

Coban Rondo terletak 12 Km dari Kota Batu, tepatnya berada di desa Pandansari, Kecamatan Pujon. Air terjun di Coban Rondo memiliki ketinggian 60 M dan merupakan wahana air terjun yang paling mudah di tempuh.

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

????????????????????????????????????

Coban Rondo (Hendricus Widiantoro)

Nah, untuk mengetahui mengapa diberi nama coban rondo, beberapa plang serta petunjuk telah disiapkan di tempat ini. Akomodasi yang cukup representatif tentunya sebanding dengan tiket masuk yang dibayar. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Air Terjun, Backpackeran, Batu, Coban Rondo, East Java, Jawa Timur, Malang | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Jejaring Sosial dan Media Sosial Beda Keless!

Ada kawan yang mencoba berdebat dan bahkan merasa mengerti mengenai media sosial atau medsos. Alasannya sederhana karena ia memiliki followers banyak di Twitter serta sering update status tiap hari bahkan mungkin tiap jam. Alasannya klasik, merasa sudah mengerti he he, (Meski saya juga ga paham paham amat) namun saya tetap bisa membedakan jejaring sosial sama media sosial.

Henk Widi Bromo 1

Bromo Tengger Semeru (Hendricus Widiantoro)

Lalu saat perdebatan memanas akhirnya ada kawan lain nyeletuk: heh, medsos sama jejsos itu beda keleees! ia memang benar dan kadang untuk menjelaskannya nanti dikira sok pintar atau menggurui. Ya sudahlah kalau mau ngotot dengan ketidaktahuannya.

Terkadang sang kawan ini malah sering update status di salah satu platform jejaring sosial yang langsung menyatu dengan gadget canggihnya ehh dia bilang sedang ada di medsos padahal dia mau ngomong soal jejaring sosial, he he..sebenernya kasusnya sama sih salah kaprah ini dengan zaman saya SMP atau SD, kalau makan mie instan ya bilangnya makan INDOMIE atau makan SARIMI, GAGAMI ya tetap makannya Indomie, (maaf bukang ngiklan atau black campaign!).

????????????????????????????????????

Turis Jerman denganku

????????????????????????????????????

Pagi Bromo

Begitu juga bapak bapak kalau nyebut pipa PVC apapun merknya pun tetap menyebut membeli pipa Paralon padahal sekarang kan banyak tuh merknya. But any way bushway, mudah mudahan si kawan ini membaca postingan saya di Media Sosial blog ini.

Nah, selengkapnya mungkin ini menjadi jawaban mengenai perbedaan media sosial dan jejaring sosial yang saya pinjam dari sumber lain agar lebih valid (bukan pemikiran saya).

Perbedaan dari Media Sosial dan Jejaring Sosial

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia. Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content. Baca lebih lanjut

Categories: Adventure and Treking, Bromo, Jejaring Sosial, Media Sosial, Semeru, Tengger | Tag: , , , , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.