Ideologi Pejalan : Perjalanan Bijak Di Saat Tepat

Menjadi pejalan itu sebuah keputusan. Bukan sebuah paksaan ataupun keharusan. Semua butuh proses dan tak semua menyukainya.

????????????????????????????????????

KMP Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Fasilitas transportasi yang semakin modern membuat fasilitas transportasi yang lainnya ditinggalkan. Sisi positifnya karena transportasi yang dipilih lebih cepat dibanding dengan transportasi lainnya. Semisal perjalanan darat menggunakan mobil, kereta api,laut dengan kapal berbeda dengan perjalanan menggunakan pesawat udara dengan koper lengkap dan tinggal tarik bukan dengan backpacker.

Saya pernah memiliki kawan yang menolak untuk melakukan perjalanan darat dengan alasan: ribet, lama dan penuh dengan tetek bengek yang membuatnya tak mau menempuh perjalanan darat plus perjalanan laut. Kawan saya ini tinggal di salah satu jantung ibukota Lampung dan saya juga berpikir logis karena perjalanan lewat udara menuju ibukota Indonesia lebih cepat dibandingkan darat. Ist okey! Semuanya juga tergantung budget alias isi dompet.

Pejalan, lagi lagi memiliki perbedaan dalam hal memilih moda transportasi. Itu soal “ideologi” pejalan yang menentukan pernak pernik perjalanan sampai dalam hal menentukan moda transportasi.

????????????????????????????????????

Pramugari kapal Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Bagi pemilih jalur darat, laut pun bukan berarti pemilik budget rendah. Jangan salah, di pelabuhan Bakauheni saya pernah bertemu dengan para backpacker dari Eropa diantaranya dari Spanyol yang notabene turis turis keren sehabis berselancar di tanjung Setia Lampung Barat.

Mereka memanfaatkan jalur darat dan tak memilih jalur udara. Tapi mereka tetap enjoy dan meski bukan “turis kere” saya yakin mereka lebih berkantong tebal dibanding saya. Selain para turis tersebut beberapa kawan backpacker yang saya temui bahkan memiliki Fortuner dan Pajero Sport. Ia asli Pajero, bukan seperti Pejero yang saya miliki (Panas Njobo Njero) hujan kehujanan panas kepanasan. Ya mereka memilih menenteng ransel di punggung bukan menyeret koper lalu naik ke pesawat.

????????????????????????????????????

Cara memakai jake keselamatan (Hendricus Widiantoro)

Itu pilihan dan saya yakin setiap pejalan memiliki ideologi sendiri. Menentukan perjalanan bijak dan tepat ! itulah ideologi para pejalan yang sering aku temui dan juga kulakukan. Melakukan perjalanan ke beberapa daerah dengan budget minim dan tentunya dengan bijak memilah milah tempat untuk tinggal.

Banyak kawan berpikir hobi ini menghabiskan banyak uang, jalan jalan melulu! Traveling melulu! kapan nabungnya, kapan punya duitnya.

Ini sebuah ideologi dan pejalan pastinya memiliki rahasia yang semua pejalan pasti tahu caranya. Kuncinya bijak memilih perjalanan pada saat yang tepat.

Salah satunya menentukan moda transportasi yang saya bahas di atas. Kalau mau menghemat tentunya dengan kondisi sekarang ini di mana harga harga mahal termasuk misteri mahalnya tiket pesawat, maka super duper nekat kalau tetap memilih jalur udara menggunakan pesawat sebagai alternatif, kecuali memang sudah jauh jauh hari diplaning dan sudah ada budget khusus untuk perjalanan terencana tersebut. Tak mengherankan ada istilah backpacker (yang notabene berbudget minim) serta flashpacker (yang notabene punya budget besar) untuk melakukan perjalanan. Terserah memilih yang mana dalam menikmati perjalanan.

????????????????????????????????????

Pedagang di KMP WKP (Hendricus Widiantoro)

Akhirnya saya memilih ideologi pejalan yang sering dijadikan “penyemangat” semua pejalan. Seefesien mungkin menggunakan fasilitas dan juga kebutuhan selama perjalanan. Nasehat nenek dan orangtua agaknya akan sangat pas di zaman sekarang. Nasehat yang mana? ia nasehat jangan jajan sembarangan. Bukan berarti menyiksa diri dengan tidak memberi asupan makanan yang bagus untuk tubuh.

Kesehatan itu penting mas bro! Nah caranya tentu dengan menghindari makanan atau minuman yang ada selama perjalanan dengan tidak jajan sembarangan! Langkah konkrit yang saya lakukan diantaranya membawa Thumbler yang berisi air dari rumah. Ini sebuah tradisi dan sangat sangat membantu karena air dari sumur sendiri merupakan sebuah sarana ampuh menjaga sanitas minuman yang diminum. Mengenai makanan tentunya harus dipilih dengan menu yang memberi asupan tenaga bagi tubuh jangan malah justru bikin haus dan lapar.

????????????????????????????????????

Persiapan Pelampung (Hendricus Widiantoro)

Salah satu hal yang tak saya sukai adalah jajan di kapal, bukan karena tidak enak menunya. Tapi karena beberapa kapal memilik “Jebakan Betmen” yang tanpa disadari telah membuat pejalan menjadi konsumtif dua kali lipat dan berbanding terbalik dari kata berhemat. Ini ideologi mau ditiru terserah mau dipraktekkan juga kagak ada yang larang.

Nah, jebakan betmen yang saya maksud tersebut diantaranya pedagang di kapal tidak mencantumkan harga, tak menyebutkan harga sementara banyak tradisi instan kita makan dulu baru bayar bill menyusul belakangan. Giliran sudah dimakan diminum eh harganya diluar perkiraan kita! Busyet dah, katanya mau menghemat malah justru tekor.

Nah untung saat ini beberapa kapal di Selat Sunda khususnya kapal kapal Roll On Roll Off (Roro) banyak meningkatkan sisi pelayanan diantaranya dengan menyediakan kantin kantin representatif bahkan berkelas seperti restoran. Salah satunya tentunya di kapal kapal yang sudah saya naiki yakni Kapal kapal milik Dharma Lautan Utama (DLU) yang tak hanya memiliki fasilitas cafetaria juga mencantumkan harga.

????????????????????????????????????

Ramah murah senyum (Hendricus Widiantoro)

Selain kapal kapal DLU, kapal grup Windu Karsa diantaranya Windu Karsa Pratama yang memiliki ruangan berkelas (tentunya dengan membayar ekstra) serta memiliki kantin yang mencantumkan harga. Nah jebakan betmen yang dimaksud di atas bagi para pejalan tentunya bisa dihindari tapi tetap harus mengeluarkan biaya ekstra dengan membayar kelas yang lebih ber-AC. Keputusan mau masuk di ruangan ber-AC atau tidak itu tentunya hak preogratif para pejalan sendiri.

Itulah maka beberapa pihak mendengar keluhan para penumpang, para pejalan tersebut dengan mahalnya harga di kapal. Harus mau dievaluasi donk! Kalau mahal mahal nantinya yang rugi juga para pemilik usaha di kapal. Nah kalau mau naikkin harga tentunya yang wajar, para pejalan pasti enggan membeli barang di kapal.

????????????????????????????????????

Contoh memakai Pelampung (Hendricus Widiantoro)

Faktanya banyak penumpang membeli makanan, minuman di darat dekat Pelabuhan Bakauheni-Merak, dengan asumsi harga di bawah lebih murah dari harga di kapal. Ha h ahahaha..logis juga tapi pelaku ekonomi tentunya berpikir demikian dan pejalan tetap harus kreatif menyiasatinya. Kalau mau berhemat usahakan membawa bekal sendiri bagaimanapun caranya.

Ideologi pejalan ini sekali lagi pastinya tak dipraktekkan semua orang tapi ini hanya beberapa cara dari ribuan cara agar enjoy melakukan perjalanan yang lebih mengesankan. Bahkan melakukan perjalanan ektreem tentunya akan mengasikkan: tanpa mengeluarkan budget lebih tapi mengunjungi banyak destinasi dengan moda transportasi yang efesien, nyaman dan tentunya mendapatkan hal hal baru yang mengasikkan.

????????????????????????????????????

Pramugari kapal (Hendricus Widiantoro)

Salah satu hal saat naik kapal perhatikan tanda tanda atau petunjuk peringatan keselamatan kapakl yang biasanya diperlihatkan oleh mba mba pramugari kapal yang cantik cantik.

????????????????????????????????????

Penjaga tiket (Hendricus Widiantoro)

Salam pejalan dan selamat berlibur…

????????????????????????????????????

KMp Windu Karsa Pratama (Hendricus Widiantoro)

Iklan
Categories: Backpackeran, Flashpacker, Kapal, Kapal Roro, Pejalan, Selat Sunda | Tag: , , , , , , , | 8 Komentar

Navigasi pos

8 thoughts on “Ideologi Pejalan : Perjalanan Bijak Di Saat Tepat

  1. rionugraha

    mantap mas, saya kemarin naik musthika kencana dinihari jadi ga ada pramugarinya hehe

    • Mas Rionugraha, wah kok ga ada Pramugarinya? ha ha bisa jadi mereka sedang rehat mas kalau malam. Tapi semoga lain kali bisa ketemu pramugarinya lagi, sekarang kapal kapal di Selat Sunda rata rata memiliki Pramugari kok mas,,,tinggal pilih mau naik kapal yang mana bagus bagus semua..

  2. Menarik amat tulisanya, sayang sering naik kapal tapi blm pernah nemui sesuai promo pramugarinya. Mungkin khusus publikasi kali yeee…sukses untuk bung Hendrik

    • Wahh mungkin belum beruntung mas Idi, tapi nanti kalau di Bakauheni saya pilihkan kapal yang ada pramugarinya, he he, apalagi nanti menjelang angkutan arus mudik dan balik lebaran..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: