Monthly Archives: Januari 2015

Yuk Ikutan Ruwat Laut Nelayan Di Selat Sunda

WIDI_Foto Kita 2_2

Prosesi Ruwat Laut (Foto: Hendricus Widiantoro)

Salah satu tradisi yang terus dilakukan oleh masyarakat nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut adalah ruwat laut. Tradisi ini masih dijaga oleh nelayan yang ada di Desa Bakauheni Lampung Selatan. Yuk kita intip bagaimana prosesinya. Meskipun saat ini penulis menunggu saat saat prosesi ini diadakan namun berdasarkan penuturan tokoh nelayan setempat belum bisa dipastikan kapan lagi acara serupa akan diselenggarakan.

Pesta laut atau dikenal ruwat laut menjadi acara tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Muara Piluk Bakauheni, Lampung Selatan. Acara ini merupakan kegiatan yang mencerminkan rasa syukur warga yang berprofesi sebagai nelayan. Selain dihadiri ribuan orang dari sekitar tempat pelelangan ikan di Muara Piluk, acara ini juga dihadiri oleh masyarakat di Kecamatan Bakauheni. Penulis mencatat tradisi ini terakhir dilakukan pada tahun 2013 dan menurut warga kemungkinan akan dilakukan setiap tahun namun belum ditentukan waktu pastinya.

Cendana 3

Ritual melarung sesaji merupakan tradisi untuk memohon keselamatan dan hasil tangkapan yang banyak bagi para nelayan. Dengan menggunakan ratusan perahu, warga mengiringi satu perahu besar yang membawa sesaji yang akan dilarung ke Selat Sunda yang menjadi lokasi para nelayan mencari ikan untuk kehidupan mereka.
Ratusan warga dari anak-anak hingga orangtua tampak antusias mengikuti prosesi tersebut. Setelah sampai di titik yang ditentukan, tak jauh dari Tanjung Tua, perahu-perahu mulai mengitari lokasi tersebut sebanyak tiga kali. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Lamoung Selatan, Musik Tradisional, nelayan, Pelabuhan Bakauheni, Ruwat Laut, Wisata | Tag: , , , , , | 6 Komentar

Saat Bagian Pohon Kelapa Jadi Karya Seni

Kabupaten Lampung Selatan dikenal sebagai  bagian dari Provinsi Lampung yang merupakan daerah dengan sebutan Gerbang Pulau Sumatera yang memiliki bentang pantai cukup panjang dan memiliki daerah yang dikenal penghasil kelapa. Kelapa memiliki banyak manfaat yang bisa dipergunakan untuk kehidupan.

Kapal 6

Miniatur Kapal Layar dari bagian pohon kelapa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pohon kelapa yang tumbuh banyak di pesisir pantai agaknya tak disia siakan oleh masyarakat pesisir pantai Kecamatan Rajabasa. Sebagai salah satu dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan , Kecamatan Rajabasa memiliki keunikan yang tak dimiliki daerah lain.

Kecamatan yang memiliki sekitar 15 desa ini memilki Gunung Krakatau, Pulau Sebesi, Pulau Sebuku dan keindahan alam yang mempesona khususnya wisata alam bahari dan pegunungan Rajabasa yang tak dimiliki Kecamatan lain di Lampung Selatan. Potensi inilah yang akhirnya diberdayakan oleh masyarakat pesisir pantai dan yang hidup di kaki Gunung Rajabasa yang secara adat dan historis pun memilki banyak peninggalan budaya dari zaman nenek moyang suku Lampung.

Kapal 4

Miniatur Kapal Layar dari bahan bagian pohon kelapa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Secara khusus perjalanan wisata yang kulakukan biasanya mengabadikan momen momen yang ada di pantai pantai pesisir. Namun kali ini wisata pantai kukesampingkan dulu sebab salah satu yang justru menarik perhatianku adalah hasil atau produk kerajinan berbahan dasar limbah pohon kelapa. Mengapa dikatakan limbah sebab bahan dasar karya seni ini adalah limbah dari bagian pohon kelapa yang sudah tak bernilai guna namun dipergunakan untuk dikreasikan menjadi karya seni. Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, kelapa, Limbah, Miniatur perahu, Seni, Wisata | Tag: , , , , , | 3 Komentar

Perang APBD, Cyber War Dimulai

Mendengar kata APBD maka yang terbersit dalam pemikiran adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Itu tidak salah dan memang benar sebagian besar orang pasti berpikiran demikian. Namun dalam hal ini APBD yang dimaksud adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Data. Data yang dimaksud tentunya dalam banyak hal terutama dalam era digital sekarang. Saat orang sudah memakai Blackberry Messenger , Android untuk berkirim pesan tak hanya SMS tapi juga data.images (16)

Nah akhirnya muncul pemikiran gokil dari kawan. APBD Online pun harus ada. tentunya beralasan.

APBD Online pun ada. Rezim era kartu ini sangat tahu pentingnya #
pusatData dan #Media. Jadi bukan kategori Rezim yang bodoh totok #KeepAwake

Keperluan akan data pun kini menjadi semakin penting dengan adanya komunikasi yang semakin menjadi kebutuhan utama tak hanya sandang, pangan dan papan. Budget untuk membayar data pun pastinya mau tak mau harus dipikirkan. Hingga pasti ada orang yang rela membeli pulsa namun lebih memilih tak merokok untuk memenuhi kebutuhan akan data yang diperoleh dengan membeli paket internet yakni dengan pulsa.

Tapi tetap tak bisa dipungkiri ada orang yang lebih memilih tak makan tapi bisa merokok untuk memenuhi kebutuhannya akan paket data kepulan asap alias rokok (he he, kisah nyata kawan sendiri). Data data seperti itu pun mau tak mau akan menjadi kebutuhan yang harus tersususn di dompet dan buku keuangan pribadi.

Paket data itulah yang harus dibuat agar seseorang lebih pintar mengelola daftar untuk kebutuhannya. Jangan sampai hanya karena untuk kebutuhan data maka kebutuhan akan yang lain jadi terbengkelai. Jangan sampai karena demi pulsa lantas mengalokasikan anggaran makan untuk beli pulsa internet atau untuk paket data.

images (15)

Lalu kini Anggaran Pendapatan dan Belanja Data pun mulai menyentuh ke ruang politis. Bagaimana data data transaksi elektronik, transaksi keuangan sangat diperlukan untuk menjerat seseorang terlibat korupsi atau tidak. Lihatlah Komisi Pemberantasan Korupsi yang dengan cepat menetapkan calon Kapolri BG sebagai tersangka. Pastinya data data dari PPATK menjadi alat bukti meski ini akan terus bergulir, ke mana arahnya, tunggu saja. Baca lebih lanjut

Categories: APBD, Calon Kapolri, Cyber War, Perang Data, Politik, Presiden | Tag: , , , , , , | Tinggalkan komentar

Kenapa Memilih Tetap Menjomblo, Ini Alasan Doi

Bertemu dengan Backpacker, Traveler dan pejalan yang masih jomblo itu sesuatu banget dan rata rata demikian meski tidak semua. Status jomblo alias masih single bisa menjadi keuntungan serta mungkin memang sebuah pilihan. Seperti yang kutanyakan pada seorang teman: “bro kenapa masih jomblo?” dia santai aja menjawab:” gw masih mau ngurusin motor gw dulu bro” wah wah, si bikers pecinta motor ini kayaknya memang lebih mencintai motor dibanding mencintai yang namanya pacar. But anyway memang dia ada benarnya, itu pilihan bebas dia dan pasti ada alasannya, so okelah!

Lain halnya dengan pecinta motor, seorang cewe yang suka traveling yang kukenal mengaku masih ingin jomblo karena setelah menyukai dunia traveling dia baru menemukan passionnya di traveling. Menyukai traveling ala backpacker membuatnya mengerti dunia lain perjalanan. Ia pernah memiliki pacar namun karena sang pacar rupanya terlalu posesif membuatnya memilih untuk “pingin sendiri dulu” jadinya dia justru terkena “racun” saat kawan kawannya mengajak backpackeran ke Lombok. Bertemu dunia baru membuatnya melupakan untuk ngurusin hal hal berbau cinta. Ia sadar itu penting namun dunianya masih terbuka untuk menikmati Indonesia dan dunia. Baca lebih lanjut

Categories: Backpackeran, cewe, cowo, Inspirasi, jomblo, single, Traveling | Tag: , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Demi Drone Pria Ini Rela “Nyaris” Tenggelam

Zwier Spanjer membeli sebuah drone baru yang cukup bagus dan kemudian ia terbangkan di seputar area tetangganya sepanjang hari untuk mempelajari bagaimana cara menerbangkannya. Seperti yang saya kutip dari The Independent.co.uk terlihat drone tersebut terbang di area yang sebagian besar dilingkupi air.

The Independent.uk

The Independent.uk

Namun siapa sangka tiba tiba drone yang bernama DJI Phantom 2 itu tiba tiba kehilangan kendali ketinggian. Sepertinya karena belum berpengalaman baterai drone tersebut makin menipis dayanya. Ia pun berteriak” oh tidak baterenya akan segera habis dan di sini banyak sekali danau,” dia bayangkan apa yang akan terjadi pasti akan buruk.

Namun si Spanjer tak mengehdaki mainan barunya nyemplung dan basah di air, ia pun segera melompat ke danau dan menyelamatkann drone miliknya itu. Sementara itu dia sama sekali tak memperhitungkan danau tersebut cukup dalam hingga mencapai bahunya.

Tapi tak apa apa ya Spanjer demi mainan barunya rela nyaris tenggelam, berikut video lengkapnya di Youtube.

Categories: Drone, pesawat tak berawak, video unik | Tag: , , , | 2 Komentar

Paradise

Pernah melihat tayangan My Trip My Adventure di salah satu televisi swasta yang selalu ada setiap hari Sabtu dan Minggu. Acara tersebut memang memilki program mengexplore Indonesia dengan banyak keberagaman wisata yang menarik dan pasti membuat orang mengunjunginya. Indonesia adalah Paradise. Saya yakin semua orang memilki sense dan pemikiran yang sama tentang paradise yang penuh dengan keindahan. Indonesia , beberapa tempat di dunia ini memiliki keindahan yang merupakan perwujudan paradise, harapan akan kedamaian bagi semua manusia.

Japan_Digital_Landscape__12

Japan Landscap

My Trip My Adventure selalu diiringi dengan lagu lagu keren salah satu lagu favorit saya adalah Paradise milik Coldplay. Lagu tersebut memang menggambarkan sebuah harapan akan paradise yang diiimpikan oleh sang gadis. Paradise memang bukan hanya gambaran soal keindahan namun juga kedamaian. Kedamaian hati dengan sang pencipta dan hubungan baik dengan alam dan ciptaanNya. Paradise yang ada di seluruh dunia bukan hanya tempat tempat yang indah namun juga sebuah suasana damai .

Wallpaper

Sawarna Landscape

Sambil merenungkan makna paradise, kita dengarkan Coldplay dengan paradise nya:

“Paradise”

When she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
So she ran away in her sleep
Dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Every time she closed her eyes
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-ohWhen she was just a girl
She expected the world
But it flew away from her reach
And the bullets catch in her teethLife goes on
It gets so heavy
The wheel breaks the butterfly
Every tear, a waterfall
In the night, the stormy night
She closed her eyes
In the night, the stormy night
Away she’d fly.

And dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh

She dreamed of para- para- paradise
Para- para- paradise
Para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

Henk Widi 2

Landscape Sunda Strait from Rajabasa Highland (Hendricus Widiantoro)

La la la La
La la la

So lying underneath those stormy skies.
She said oh-oh-oh-oh-oh-oh.
I know the sun must set to rise.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
This could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

This could be para- para- paradise
Para- para- paradise
Could be para- para- paradise
Whoa-oh-oh oh-oooh oh-oh-oh.

Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo
Oo-oo-oo, oo-oo-oo, oo-oo-oo

Thanks to Manu, joaquin, Danial, Kristian, Mayur Jaganiya, Alexandre Rizk for correcting these lyrics.

Source: http://www.azlyrics.com/lyrics/coldplay/paradise.html

http://mp3skull.com/mp3/cold_paradise.html

 

Categories: Inspirasi, Kisahku, Wisata | Tag: , , , | 2 Komentar

Pelukis Pasir

Lukis 5

                                                                  Pantai Kalianda Lampung Selatan

Membayangkan pelukis pastinya akan terbersit alat lukis, media untuk menorehlan lukisan tersebut. Namun terkadang di alam makhluk hidup lain pun melukis pun demikian dengan alam ciptaanNya yang secara mengagumkan membentuk pola pola seperti sebuah lukisan.

Penjelasannya pasti sederhana: kejadian alam yang melibatkan air, angin sehingga membentuk sebuah pola yang meyerupai lukisan. Seni yang memang memiliki keunikan tersendiri bagi yang melihatnya dari dekat.

Pasir adalah sebuah media yang bisa mempresentasikan lukisan alami yang tak bisa dibuat oleh manusia dan juga dibuat oleh manusia. Nah, saat bermain di pantai hal hal yang menarik kulihat meski hanya sedikit namun pola pola ini sungguh bagus. Pola yang dibuat oleh binatang binatang pantai yang saat kudekati bersembunyi ke dalam lubang entah sejenis kepiting, umang umang atau binatang pantai lainnya.

Manusia kadang kalah dengan alam dan alam memberi inspirasi. entah itu sisa sisa kotoran binatang tersebut atau pola pola yang terbentuk karena pergerakan “melubangi” pasir. Tak sempat menelitinya namun bisa merasakan keindahan yang binatang pantai ini lakukan. Berikut pola yang mereka buat:

Wall FB

                                                            Menyusuri jalan sepi

Lukis 1

                                                                                       Malaikat yang terbang

Lukis 2

                                                                              Menurutmu seperti apa?

Lukis 3

Lukis 4

                                                                                             Lukisan oleh air

Lukis 6

Tebak siapa yang membuat?

Categories: Inspirasi, Lukisan, Pantai, pasir, Seni | Tag: , , , , | 15 Komentar

Perjuangan Para Porter Pelabuhan

Ombak sedang tak bersahabat bagi kapal kapal Roll On Roll Off di perairan Selat Sunda saat aku menyusuri gangway pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan pada puncak liburan tahun baru, sekolah. Ribuan penumpang pejalan kaki berjejal di gangway, tangga menuju ke kapal di dermaga 1,2,3  karena keterlambatan jadwal kapal yang bersandar.

Buruh Utama

Porter Pelabuhan Bakauheni (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bukan karena keinginan nahkoda serta ABK kapal melainkan cuaca perairan yang terlihat berombak cukup tinggi dengan angin kencang. Sempat berbincang dengan Otoritas Kesyahbandaran pelabuhan Bakauheni cuaca memang sedang tak bersahabat sehingga keselamatan harus diutamakan dalam pelayaran. Kapal kapal yang bersandar di semua dermaga pun agak kesulitan melakukan olah gerak untuk sandar.

Buruh 1

Menunggu kapal sandar

Liburan yang sudah berakhir membuat para pekerja, anak sekolah, serta semua orang yang berlibur dari Pulau Sumatera dan ingin kembali ke Pulau Jawa membludak di Pelabuhan Bakauheni. Ini adalah sebuah momen untuk mencari rejeki bagi para “buruh tenteng” (Istilah ini sebenarnya muncul dari kegiatan mereka yang banyak menenteng barang barang milik penumoang dengan imbalan yang disepakati kedua belah pihak, istilah yang memang mereka sendiri ucapkan padaku). Namun bagiku sebutan porter lebih terlihat memberi kesan bahwa pekerjaan mereka pun sama dengan pekerjaan lain untuk nafkah, apapun sebutan yang diberikan orang kepadanya. Baca lebih lanjut

Categories: Buruh Angkut, Buruh tenteng, Inspirasi, Kisahku, Pelabuhan Bakauheni | Tag: , , , , , , , | 2 Komentar

Sudahkah Anak Anak Ini Nyaman Jelang Naik Kapal

Rasa kasihan terbersit muncul saat berada di kerumunan penumpang pejalan kaki yang akan menyeberang ke Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Suara tangis, jeritan, empati bercampur aduk saat melihat anak anak berusia di bawah lima tahun juga anak anak yang turut bersama orangtua berlibur di beberapa tempat baik di Jawa maupun Sumatera dengan menggunakan moda transportasi umum: mobil, dan akhirnya kapal laut yang ada di Selat Sunda.

Anak Baim

Anak anak ikut menunggu naik kapal (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bisa dibayangkan berapa kali anak anak ini dalam kondisi kurang menyenangkan, kurang nyaman, bahkan kurang aman dalam pemikirannya. Hal tersebut masih ditambah dengan menunggu, mengantri selam berjam jam, sesuatu yang mungkin akan terkenang selama hidupnya bahwa perjalanan saat liburan menggunakan moda transportasi laut harus melalui proses demikian.

Lihat saja: saat para calon penumpang pejalan kaki ini turun dari kendaraan dari berbagai tempat di Pulau Sumatera menempuh perjalanan selama berjam jam. Setelah itu sesampainya di pelabuhan Bakauheni antrian calon penumpang pejalan kaki masih mengantri untuk membeli tiket itupun membutuhkan waktu hampir lebih dari 20 menit dalam situasi lonjakan penumpang pejalan kaki yang meningkat, setelah itu 20 menit lagi harus menunggu di loby ruang tunggu, ditambah lagi nyaris 30 menit lebih berada di Gangway menanti kapal yang berasal dari Merak menuju Bakauheni yang membutuhkan waktu sandar cukup lama.

Anak 4

Anak anak di perjalanan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Semua situasi tersebut bagi orang dewasa tentunya masih bisa ditahan meski banyak juga orang dewasa yang tak tahan. Dalam kenyataannya kulihat di Gangway Pelabuhan Bakauheni banyak anak terlihat gelisah, menangis, merengek dan bahkan meski dalam gendongan pun mereka terlihat tak nyaman. Saat akan menuju kapal pun berdesak desakan dengan para penumpang dewasa membuat situasi tersebut tak hanya membuat rasa tak nyaman tapi juga bisa membahayakan: secara psikologis, secara fisik.

Pertanyaannya apakah hal tersebut penting untuk dibahas? Bagi yang tak pernah mengalami membawa anak kecil dalam perjalanan dengan kerepotan membawa barang sekaligus mungkin tak ada masalah. Namun menjasi sebuah pertanyaan saat anak anak tersebut ikut berdesak desakan, bahkan menangis karena berhimpit himpitan dengan para penumpang dewasa lain. Baca lebih lanjut

Categories: Anak anak, Liburan, Pelabuhan Bakauheni | Tag: , , | 2 Komentar

The Asylum Seekers of Cisarua

Alex Ellinghausen

A45I6345

The sun rises over the hills surrounding Cisarua – a small town just over an hour’s drive south of the Indonesian capital of Jakarta. “It’s too early, they [asylum seekers] still sleeping”, an ojek driver tells me. The ojek (motorcycle taxi) is the easiest way to navigate through the narrow back lanes and the ojek drivers that loiter out the front of the supermarket on the main street know the back streets of their town better than most. Many of the asylum seekers that are in Indonesia have ended up here in Cisarua. Many are waiting for their cases to be processed by the office of the United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), some are waiting to board a boat for Australia.

A45I6377

Homes are built close to each other on the side of the hill and within the labyrinth of narrow alleys, there are pockets of asylum seekers, mostly…

Lihat pos aslinya 1.501 kata lagi

Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.