Kolaborasi Cipta Suasana Natal Bersama Puteriku

Hujan, Desember, Natal, Akhir tahun menyatu dalam suasana di dusunku. Dusun sederhana di kaki Gunung Rajabasa yang memilki keberagaman suku, agama, budaya, tradisi namun menyatu dalam keharmonisan. Kini memasuki oktaf Natal yang akan kami rayakan sebagai hari Raya Natal baik pada malam Natal atau Hari Raya Natal di pagi harinya. Persiapan Natal di keluarga sederhana kami yang menjadi agenda rutin tahunan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perayaan Natal. Kue kue sederhana dibuat oleh mamaku dan pastinya kue ala desa yang selalu ada di meja.

NATAL 1 Widi

Goa Natal, Pohon Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kali ini tak seperti biasanya, terdahulu tak pernah di rumah kami dihiasi pernak pernik Natal seperti pohon Natal, Goa Natal dan apapun yang berbau Natal yang sifatnya aksesoris untuk menunjukkan kami sedang merayakan Natal. Sederhana namun tetap khusuk dalam merayakan Natal di tahun 2014 ini. Hingga inisiatif muncul dari puteriku yang mulai melihat di televisi serta buku buku yang dibacanya. “Pa yuk bikin pohon Natal, yuk bikin goa Natal, soalnya di Sekolah Minggu katanya nanti akan ada goa Natal dan pohon Natal di gereja,” ujarnya.

NATAL 2 Widi

Mempersiapkan pernak pernik Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Akhirnya empat hari sebelum Natal rencana itu kami realisasikan. Beberapa bahan disiapkan dan pastinya dengan semangat anakku yang ingin sekali menghias dan membuat pohon Natal, Goa Natal membuat ia ikut membantu menggunting, melipat dan membentuk kertas koran bekas menjadi bentuk yang diinginkan untuk membuat pernak pernik Natal. Goa, suasana bukit, kandang, jerami pun disiapkan.

Awalnya kehilangan ide namun karena anakku minta membuat kandang yang di dalam Alkitab disebut Sang Imanuel terlahir di kandang hina dan dikelilingi oleh domba domba serta berada diantara para penggembala membuat ia meminta membuat kandang. Ia asik merangkai kayu menjadi sebuah kandang. Aku mempersiapkan dua pohon cemara yang masih kecil yang bibitnya kubawa dari Gunung Anak Krakatau yang kuambil pada tahun 2013 lalu. Kini pohon cemara dari Gunung Anak Krakatau tersebut sudah siap digunakan untuk aksesoris Natal.

NATAL 3 Widi

Persiapan Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Setalah semuanya memperlihatkan bentuknya: Goa, suasana tebing, gunung dan juga kandang dibuat akhirnya tinggal menambahi rerumputan untuk memperlihatkan suasana ladang penggembalaan. Pohon Natal dari plastik dengan lampu warna warni yang menyala dari listrik pun sudah bisa menyala. Semuanya dibuat dengan sederhana karena kolaborasi dengan anakku.

Suasana Natal itupun mulai terlihat di rumah sederhana kami. Keluarga yang sederhana. Semoga suasana Natal ini bisa memberikan anugerah bagi keluarga kami dan Desember menjadi sebuah rasa syukur: 8 tahun sudah kulewati masa masa sulit, sebagai singleparents. Selamat datang Sang Juru Selamat dalam hati, keluarga kami. Immanuel!

NATAL 4 Widi

Persiapan Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kolaborasi suasana Natal tersebut setidaknya memberikan kesan untuk masa masa kecil puteriku. Berkat yang akan datang di penghujung tahun ini untuk selanjutnya menyambut tahun baru dengan harapan baru dan mempersiapkan hal hal baru. Tak hanya bagi keluarga keluarga Kristiani di desa kami tradisi “kunjungan” adalah tradisi turun temurun dari sejak aku belum sekolah hingga kini. Tradisi tersebut adalah kebiasaan mengunjungi kring yang merayakan Natal secara bergantian. Jika pada perayaan Natal hari pertama kring tuan rumah dikunjungi  maka dihari selanjutnya kring yang mengunjungi bergantian dikunjungi.

Tak hanya sesama umat Kristiani tyang mengunjungi. Tradisi Natal di tempat kami merupakan sebuah perayaan yang meski kini mulai banyak yang melihatnya secara iman namun hal tersebut tak menyurutkan keluarga muslim untuk juga berkunjung ke rumah keluarga Kristiani. Kebersamaan dan harmonisasi sebagai warga desa lebih utama agaknya daripada membuat sekat sekat yang justru akan merugikan.

NATAL 6 Widi

Suasana persiapan Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Damai dan persaudaraan sebagai sesama warga yang hidup berdampingan dalam rasa toleransi agaknya menjadi pemersatu di dusun kami yang terdiri dari berbagai macam suku, agama dan golongan tersebut dan menjadi tradisi setiap Natal.

NATAL 7 Widi

Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

NATAL 8 Widi

Natal tahun ini akan menjadi makna Natal bagi puteriku: arah dan sebuah pilihan untuk mengikuti Tuhan sesuai dengan kata hatinya. Semoga engkau selalu menemukan saat saat bermakna tersebut puteriku!

EZRA 1

Ezra and prepare for Chritmas (Hendricus Widiantoro)

Iklan
Categories: Desember, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Natal 2014, Pohon Natal, Puteriku | Tag: , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Kolaborasi Cipta Suasana Natal Bersama Puteriku

  1. Kisah yang menyenangkan…
    Selamat Natal untuk Bapak, putri dan juga keluarga. Tuhan memberkati. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: