Jujur Aku Mencintaimu Rupiah, Tapi…

Masih ingat kisah yang diceritakan saat aku SMA. Jadi ceritanya pelajaran ekonomi sekaligus sejarah. Cerita yang diceritakan tersebut saat sang guru menceritakan tentang Penjajah dan Rupiah. Karena udara yang sepoi sepoi di bawah pohon pohon rindang di sekolah mengantuklah si Banu. Mungkin saking nyaman dengan penjelasan sang guru dengan tema penjajahan tempo dulu dan rupiah yang anjlok.

Rupiah 2

Mata Uang Rupiah, Dolar Hongkonng, Ringgit Malaysia (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

“Anak anak penjajahan di atas dunia memang harus dihapuskan karena memang tak sesuai dengan undang undang dasar negara kita” terang bu guru sejarah.

Si Banu yang masih mikir tentang uang kos yang belum dibayar dan uang jajan yang nipis sampai sampai terlelap dan setengah terbangun ia memperhatikan penjelasan gurunya.

“Banu, apakah penjajah harus dihapuskan?” tanya bu guru yang mengetahui si Banu setengah sadar dan tidak mengikuti pelajaran.

“Ia bu Rupiah emang kejam, sampai sampai uang kosa dan uang jajan aja ga pegang saya!” uja Banu sambil clingak clinguk saat kawan kawannya mentertawai jawabannya.

“Huu makanya jangan tidur muluuuu..” sorak kawannya.

But, anyway bushway bin lebay…faktanya demikian. Bagiamana Rupiah yang sempat dikatakan mata uang sampah di dunia ini memang sedang anjlok nilai tukarnya. Ga tanggung tanggung menyentuh level 12.937 per dolar AS. Sampai sampai kawanku tukang servis laptop mengatakan sekalian aja tembus Rp 13.000 per dolar AS biar harga spare part naik dan berdampak bagi biaya reparasi yang pastinya akan dinaikkan.

Jujur aku pribadi mencintai Rupiah (lebay) karena tanpa rupiah aku tak bisa mengisi kuda besiku dengan Bahan Bakar premium yang mungkin seliternya bisa dipakai buat uang jajan anakku selama dua hari. Namun faktanya demikian, Rupiah yang harusnya dibanggain pun secara faktual sudah membuat mataku seperti mengiris bawang merah! Dompet seperti dijejali Bawang merah berkilo kilo membuat pemiliknya meneteskan air mata.

Namun saat kulihat dompet ternyata kulihat selembar Ringgit Malaysia, tiga lembar Dolar hongkong dan di beberapa koleksiku beberapa mata Uang Euro, Dollar AS. Tapi toh itu semua uang koleksi yang tak disukai di sini (kecuali ditukarkan) meskipun demikian aku tak berniat menukarnya. Tetap mencintai Rupiah rupiah lusuh bergambar pahlawan patimura dan beberapa lembar penenun kain tradisional buat jaga jaga membeli bensin dan uang jajan puteriku. Jadi, tak ada lagi budget buat Backpackeran atau traveling.

Rupiah 3

Mata Uang Koleksi (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

Oh Rupiah. Anjlok seperti cintaku. Hampa seperti kisah cintaku (cinta apaan?) namun semuanya perlu disyukuri. Sambil mengucek ucek mata yang pedih saat melihat isi dompet, muncul di Timeline Facebook dan Twitter tentang keterpurukan Rupiah. Tapi katanya sih kalau kesusahan ditanggung bersama seolah akan lebih ringan. Rupanya Rupiah pun anjlok tak sendirian melainkan ada kawan bahkan sampai mata uang Jepang pun tumbang. Nah daripada lebay ini beritanya yang dilansir dari portal Liputan6.com terkait tumbangnya rupiah dan mata uang negara negara tetangga. Oh Rupiah..aku sayang kamu!

Nilai tukar rupiah tampak terus melemah dengan laju yang sangat cepat dalam sepekan terakhir hingga pada perdagangan kemarin sempat menyentuh level 12.937 per dolar AS. Rupiah ternyata bukan satu-satunya mata uang yang menjadi korban keperkasaan dolar mengingat beberapa mata uang lain di Asia juga ikut mengalami pelemahan cukup parah.

Rupiah 4

Dikutip dari laman Bloomberg, Rabu (17/12/2014), hingga perdagangan pada 5 Desember lalu, mata uang di seluruh kawasan Asia tercatat anjlok selama enam pekan berturut-turut. Kurun waktu tersebut juga menunjukkan pelemahan mata uang terlama sejak 2008.

Data-data ekonomi AS yang baik sejak November lalu memang telah mendorong permintaan dolar dan menyebabkan munculnya spekulasi bahwa The Fed akan segera meningkatkan suku bunganya dalam waktu depan.

Tak hanya rupiah, nilai tukar ringgit Malaysia juga sempat ambruk hingga ke level terendah dalam lima tahun terakhir di awal Desember. Penurunan harga minyak mentah dunia memang mengganggu proyeksi pertumbuhan eksportir minyak di wilayahnya. Tak ketinggalan, yen juga mencatatkan namanya sebagai salah satu mata uang dengan pelemahan terparah di Asia.

Lengkapnya berikut daftar lima mata uang negara Asia yang juga mengalami pelemahan tahun ini:

1. Ringgit Malaysia

Bersama rupiah, ringgit Malaysia menyentuh level terendah sejak krisis finansial global 2008-2009. Pada perdagangan 8 Desember 2014, ringgit melemah 0,9 persen ke level 3,5040 per dolar AS.

Angka tersebut merupakan level terendah ringgit terhadap dolar sejak September 2009. Pelemahan terjadi lantaran munculnya kekhawatiran bahwa harga minyak yang lebih rendah akan memperparah defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal.

Sebelumnya, hanya dalam sepekan sejak perdagangan pada 28 November, nilai tukar ringgit Malaysia melemah sebesar 2,5 persen dan ditutup di level 3,4713 per dolar AS. Itu merupakan pelemahan terparah sejak Juni 2013.

2. Baht Thailand

Dalam kuartal terakhir tahun ini, baht Thailand tercatat telah merosot hingga 1,8 persen terhadap dolar. Sementara menyambut hasil rapat The Fed mengenai rencana kenaikkan suku bunganya, nilai tukar baht tercatat melemah 0,2 persen menjadi 33,027 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Baht Thailand sebenarnya sempat melemah di level 33 per dolar AS dan menyentuh level terendah sejak Januari saat ketegangan politik menghantam pasar keuangannya.

3. Yen Jepang

Yen tercatat melemah ke level terendah dalam empat minggu terakhir menyambut akhir dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Yen melemah 0,6 persen ke level 117,14 per dolar AS pada perdagangan pukul 7:35 waktu Tokyo.

Nilai tukar yen terhadap euro juga merosot 0,5 persen ke level 146,34 per euro.

Yen juga sempat melemah ke level 118,98 per dolar AS pada November tahun ini. Itu merupakan level terendahnya sejak Agustus 2007.

4. Rupee India

Tahun ini, rupee sempat menjadi mata uang dengan kemerosotan terparah ke level 62,51 per dolar AS. Angka tersebut sempat menjadikan rupee sebagai mata uang dengan pelemahan kedua terparah di Asia.

Namun di awal Desember, rupee sempat menguat 0,3 persen ke level 61,85 per dolar AS.

5. Dong Vietnam

Tahun ini, pemerintah Vietnam memang berencana melemahkan mata uang dong sebesar 2 persen. Alhasil, pelemahan dong sebesar 0,3 persen ke level 21.310 per dolar AS pada Juni tidak menyebabkan kekhawatiran bagi pemerintah.

Padahal dong yang melemah hingga 21.360 per dolar AS menunjukkan penurunan terparah sejak 22 Agustus 2013. Meski begitu, pada awal Desember, dong sempat menguat 0,2 persen ke level 21.345 per dolar AS. (Sis/Ndw)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2148788/5-mata-uang-asia-yang-ikut-tumbang-bareng-rupiah

Bahkan dibahas juga ternyata Perang Mata Uang pun bisa terjadi, Nih!

Ekonom Standard Chartered Bank, Eric Sugandhi mengungkapkan, tiga negara menyatakan perang mata uang seperti Jepang, Taiwan dan Korea Selatan (Korsel). Hal ini dipicu pemerintah Jepang yang mengeluarkan kebijakan kontroversial yang diberi nama Abenomics.

“Currency war terjadi dengan mata uang Jepang, Taiwan, dan Korsel. Ini karena kebijakan Abenomics sehingga membuat produk Jepang kompetitif,” ujar dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (17/12/2014).

Perang mata uang terjadi ketika sejumlah negara ekonomi utama bersaing satu sama lain untuk mendevaluasi mata uang mereka sendiri dan menurunkan nilai tukar. Tujuannya untuk menciptakan daya saing produk negara tersebut.

Sementara Abenomics Jepang terdiri dari kebijakan moneter, kebijakan fiskal, dan strategi pertumbuhan ekonomi guna mendorong investasi swasta.

“Abenomics mengancam Korsel dan Taiwan, karena mereka punya produk mirip yang Jepang dengan teknologi canggih. Dengan Korsel dan Taiwan mengikuti Jepang, pasti kompetitif dari mata uang ini akan terganggu dengan Abenomics-nya,” terang dia.

Menurut Eric, perang mata uang ini belum mengganggu perekonomian Indonesia. Bahkan, lanjut Eric, Meksiko mulai mengikuti jejak ketiga negara tersebut untuk menurunkan nilai mata uangnya. (Fik/Ahm)

Sumber: http://bisnis.liputan6.com/read/2148625/tiga-negara-terlibat-perang-mata-uang

Iklan
Categories: Dolar AS, Dolar Hongkong, Ekonomi, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Rupiah, Rupiah Anjlok | Tag: , , , , , , , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Jujur Aku Mencintaimu Rupiah, Tapi…

  1. memang anjloknya bareng2 kok. sayangnya sering dikaitkan dengan ketidakbecusan kinerja seseorang yang baru diangkat.

    • Sory mas bru balas (PLN Mati lampu) tdi sdah baca notifikasi ada comment tpi krna PLN bkin ga bsa buka laptop. Ia mas Ryan, kadang pemerintah dikambinghitamkan dlm hal pelemahan mata uang Rupiah. (bukan sbgai ekonom) saya pun kdng dmikian knpa sih pemerintah ga bsa bkin rupiah kuat. Nah faktanya kan ekonomi Indonesia pun terpngaruh sma dunia, dunia pengaruhi Asia dan bgtu kuatnya US Dolar di dunia , smpe smpe Rubel Rusia pun ikut mempengaruhi. Nah, yg jdi soal kan daya beli masyarakat mngkin mnjdi terpngaruh plus hal hal politis lainnya bercampur aduk jadi satu. Yachh, semoga ekonomi Indonesia makin membaik ya mas, Mas Ryan yg sudah melanglang dunia ke brbagi tmpat pasti bsa “mebandingkan” knapa sampai ada istilah Rupiah mnjdi mata uang sampah (karena nilainya, daya belinya, atau bntuk fisiknya). Semoga anjloknya Rupiah ga bkin anjlok moralitas bangsa: pejabat publik dan rakyatnya. sekaligus buat intopeksi bersama..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: