Pentingnya Peran Karantina Pertanian

Benih, bibit tanaman sepertinya menjadi hal sepele. Namun jika tak berhati hati maka petani, pekebun akan menjadi korban dari distribusi bibit yang tak memiliki kejelasan asal usul, mutu bahkan sertifikasinya. Maka tak mengherankan jika Balai Karantina Pertanian Kementerian Pertanian benar benar ketat melakukan pengawasan terkait benih tersebut. Dalam salah satu brosur bahkan BKP memberikan peryataan keras terkait hal tersebut layaknya menjaga masyarakat terhadap bahaya kriminalitas. Jadi betapa penting tugas Karantina Pertanian.

WASPADALAH ANDA BISA MENJADI PEMBAWA BENCANA BAGI PERTANIAN!

Mengapa demikian? kita lihat sekarang dasarnya. Berdasarkan Undang Undang Nomor 16 tahun 1992, Karantina Pertanian (Hewan, Ikan, Tumbuhan ) adalah tindakan pemerintah sebagai upaya mencegah masuk dan tersebarnya hama dan dan penyakit hewan, hama dan penyakit ikan, atau organisme pengganggu tumbuhan dari luar negeri, dan dari suatu area ke area lain di dalam negeri, atau keluarnya dari dalam wilayah negara Republik Indonesia.

Sawit 5

Bibit Sawit

Karena itu sudah sepantasnya menjadi tugas Balai Karantina menyelamatkan wilayah pertanian di dalam negeri dari penularan dan penyebaran hama/penyakit tanaman, hewan, ikan yang menimbulkan kerusakan dan kerugian. Karenanya penulis setuju kepada Drh Azhar selaku Penanggungjawab BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Pelabuhan Bakauheni bahwa Nasionalisme tak harus berkaitan dengan pertahanan negara terhadap penjajahan asing, melainkan dari hal hal kecil termasuk diantaranya dibidang karantina.

Bangsa Indonesia bisa saja mengalami “serangan” dari dalam negeri dengan hancurnya atau dihancurkan oleh pihak lain atau para non pecinta nasionalisme dari sistem pertanian. Kerugian dari sektor pertanian bahkan bisa menghancurkan perekonomian, ketahanan negara. Logis dan masuk akal jika melihat fakta fakta demikian.

Bahkan kelalaian warga negara termasuk petugas Balai Karantina atas peraturan karantina pertanian dapat mengakibatkan kerugian bagi Negara Indonesia, seperti contoh di bawah ini yang dirilis oleh BKP Bandarlampung Wilker Pelabuhan Bakauheni:

– Ribuan hektar tanaman pisang di Provinsi Lampung dan provinsi lain pernah hancur akibat ditulari penyakit bakteri (muntaber), serta ribuan pohon mannga dirusak oleh hama (ulat) penggerek cabang.
– Ribuan ayam yang mati akibat terserang ND (tetelo), ribuan ekor sapi terkena penyakit mulut dn kuku (PMK) dan penyakit keguguran (keluron) sehingga tidak dapat beranak, dan ribuan sapi Bali terserang penyakit Jembrana. Sapi mengeluarkan darah segar dari anusnya sehingga dapat mengakibatkan kematian.
– Ratusan hektar tambak udang terkena penyakit kunang kunang sehingga udang menjadi kerdil, dan kematian ikan di Jawa Barat akibat terkena bakteri.

Nah fakta fakta demikian pasti merugikan petani dan warga Indonesia pastinya. Semua warga Indonesia siapapun itu bisa menjadi penyelamat bagi bangsanya:

ANDA DAPAT MENJADI PENYELAMAT PERTANIAN KITA DARI KERUSAKAN OLEH HAMA/PENYAKIT, DENGAN MEMBANTU TUGAS KARANTINA PERTANIAN

Langkah tersebut bisa dilakukan dengan;

1. Bagi pengguna jasa penyeberangan yang akan berangkat sebelum membeli tiket kapal terlebuh dahulu melaporkan hewan/ikan/tumbuhan yang dibawa kepada petugas karantina yang ada di pelabuhan Bakauheni.

2. Bagi pengguna jasa penyeberangan yang baru tiba/turun dari kapal dan belum memeriksakan hewan/ikan/tumbuhan di Pelabuhan Pemberangkatan agar segera melaporkan kepada petugas Karantina di pintu keluar.

Sawit 4

Bibit Sawit

Semua hal tersebut dilakukan untuk menyelamatkan negeri ini. Waspadai barang bawaaan anda karena dapat menjadi penyebab bencana yang tak diinginkan!

Kejadian tersebut seperti halnya untuk pengiriman benih kelapa sawit yang terjadi hari ini seperti penulis telusuri:

Balai Karantina Pertanian menyita sebanyak belasan box Bibit Kelapa Sawit dari beberapa tempat di Sumatera sepanjang tahun 2014 ini. Bahkan yang terbaru sebanyak 5 box bibit Kelapa Sawit sebanyak ribuan benih senilai Rp 135 juta lebih asal Sumatera Utara milik seseorang bernama Fitri, diduga akan dikirimkan ke Semarang Jawa Tengah menggunakan jasa ekspedisi bus PMTOH BL 7549 A pada hari Minggu (14/12/2014) malam yang diamankan oleh Petugas penyidik BKP Kelas 1 Bandar Lampung (WILKER) Bakauheni Buyung Hadiyanto, SP di area dermaga 1 pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

Selanjutnya berdasarkan keterangan pemilik bibit Kelapa Sawit tersebut akan dikirimkan ke Kalimantan Timur melalui Pelabuhan Tanjung Mas Semarang. Pemilik yang bernama Fitri mengaku bibit tersebut berjumlah sekitar 25.000 benih memang bukan bibit bersertifikasi dan akan dikirim ke Kalimantan.

Sementara itu menurut Penanggung jawab kepala kantor BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Pelabuhan Bakauheni drh Azhar, puluhan ribu bibit Kelapa Sawit tersebut tak memenuhi prosedur karantina. Bahkan menurutnya, persyaratan distribusi bibit Kelapa Sawit yang harusnya dipenuhi tak disertakan dalam pengiriman bibit bibit tersebut.

Dokumen yang seharusnya dilengkapi diantaranya: Surat Persetujuan Penyaluran Benih Kelapa Sawit (SP2KBKS) dari dinas perkebunan setempat, Pengantar Kecambah dari sumber benih, Sertifikat benih dari sumber benih, Surat pemeriksaan ulang dari Balai Pengawasan dan Pengujian Mutu Benih (BP2MB) dari dinas perkebunan setempat.

“Dari barang bukti yang kita sita rata rata semuanya tak memiliki salah stu dokumen tersebut bahkan sama sekali tak ada dokumen yang dipersyaratkan,” ujar Azhar di Kantor BKP Bakauheni.

Penyitaan dilakukan menurut Azhar, untuk menyelamatkan petani pekebun kelapa sawit baik kelompok tani maupun perseorangan. Sebab sesuai fakta benih benih tersebut seharusnya sumber asalnya, mutu, serta dokumennya lengkap. Namun jika benih kelapa sawit yang tak dilengkapi dokumen didistribusikan besar kemungkinan benih tersebut akan diberi label seolah olah sudah menjalani uji mutu.

“Petani kelapa sawit akan tertipu dengan mutu benih, apalagi berdasarkan pengakuan benih tersebut benih asalan yang kualitasnya masih diragukan. BKP tak akan mempersulit jika distribusinya dilengkapi persyaratan lengkap,” tegas drh Azhar.

Dasar dari penyitaan oleh Balai Karantina Pertanian tersebut sudah jelas diatur dengan Undang Undang No 12 tahun 1992 tentang Budidaya Tanaman, Peraturan Pemerintah Tahun 1995 tentang pembenihan, Edaran Direktorat Jenderal Perkebunan no 129 perihal pengawasan Benih Kelapa Sawit.

“Jadi BKP bukan mempersulit pendistribusian benih sawit apapun peruntukannya tapi distributor juga harus memperhatikan aturan dan undang undang yang berlaku,” terang Azhar.

Sawit 2

Pemeriksaan Bibit Sawit

Puluhan box Bibit kelapa Sawit dalam box yang dikemas dalam plastik kedap suara tersebut merupakan hasil pengamanan BKP sepanjang tahun 2014. Rata rata asal benih merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera Utara yang akan diditribusikan ke Pulau Jawa dan bahkan Kalimantan. Menurut drh Azhar permintaan akan bibit Kelapa Sawit dari Sumatera terbilang cukup banyak karena kualitas bibit kelapa sawit dari Sumatera terutama yang berasal dari perusahaan bibit tersertifikasi cukup tinggi.

Bibit bibit sawit bersertifikat yang masih berupa buah kelapa sawit dalam bentuk kecambah tersebut rata rata dihargai Rp 2000 perbiji. Sedangkan dalam kurun waktu setahun BKP berhasil mengamankan puluhan box bibit Sawit sekitar puluhan ribu buah yang diestimasikan senilai Rp 400 juta lebih dengan asumsi harga rata rata benih perbiji yang sudah menjadi kecambah seharga Rp 2000.

“Para pemalsu berusaha memanfaatkan peluang mahalnya harga bibit Kelapa Sawit bersertifikasi dengan mengirim bibit sawit asalan selanjutnya besar kemungkinan akan dibuat seolah olah bersertifikat,” ujarnya.

Karenanya BKP Kelas I Bandarlampung wilker Pelabuhan Bakauheni semakin memperketat upaya pendidtribusian bibit sawit. Berdasarkan edaran dari Dirjen Perkebunan menurut Azhar upaya pengetatan dilakukan terutama pada komoditas bibit Jeruk dan Bibit Kelap Sawit. Kedua jenis bibit tersebut menjadi perhatian dari Dirjen perkebunan Kementerian Pertanian sebab peredarannya perlu mendapat pengawasan.

Meskipun dua komoditas bibit tersebut menjadi perhatian, pengawasan terhadap benih bibit lainnya juga tetap sesuai prosedur karantina diantaranya bibit jagung, karet, padi serta benih komoditas pertanian lainnya. Selanjutnya bibit bibit yang kini diamankan di kantor Balai Karantina Pertanian tersebut akan dimusnahkan dalam waktu dekat ini.

Banyaknya upaya pendistribusian yang dilakukan oleh oknum oknum yang ingin memanfaatkan peluang bisnis benih tersebut membuat BKP semakin memperketat pengawasan kendaraan yang melintas di Pelabuhan Bakauheni. Upaya tersebut menurut Drh Azhar dilakukan sebagai upaya pemerintah untuk mencegah masuk dan tersebarnya hama dan penyakit atau organisme pengganggu tumbuhan dari luar negeri dan dari satu area ke area lain di dalam negeri.

Kelalaian para distributor serta petugas karantina dapat mengakibatkan kerugian bagi para petani, pekebun di dalam negeri.

Iklan
Categories: Balai Karantina Pertanian, Benih, Bibit, Pertanian, Sawit | Tag: , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Pentingnya Peran Karantina Pertanian

  1. wah baru tahu bentuk bibit sawit kaya gitu ya

    • Padahal selama ini tahunya sudah dalam wujud Minyak Sawit ya gan? itulah yg dilolah, kalau tak diolah kan dijadikan bibit lagi, bentuknya memang kecil tapi pohonnya sangat besar lebih besar dari pohon Kelapa lingkar batangnya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: