Masih Mengeluhkan Kondisi Kapal di Selat Sunda?

Kapal Ferry, kapal penumpang atau yang di Selat Sunda dikenal dengan kapal Roll On Roll Off (Roro) menjadi faktor penting transportasi antar dua pelabuhan penting di Pulau Jawa yakni Merak Banten dan Bakauheni Lampung Selatan. Seperti yang sering digambarkan oleh para pengguna jasa pelayaran di Selat Sunda keluhan akan waktu tempuh yang cukup lama, kondisi kapal yang beragam dari yang kondisinya kurang bersih hingga kapal Ferry yang bagus fasilitas bak kapal pesiar semuanya ada di Selat Sunda, armada kapal lintas Bakauheni Merak masih jauh dari sempurna.

port-link-iii_widi

Penulis mencoba beberapa kapal yang ada di Selat Sunda dan beberapa diantaranya terbukti memang memiliki fasilitas cukup bagus untuk kelas kapal penumpang dengan jarak tempuh rata rata di Selat Sunda 2-3 jam dan bisa lebih dengan situasi cuaca yang berbeda. Bahkan penulis pernah mengalami naik kapal Nusa Jaya dari Pelabuhan Merak menuju Bakauheni dalam waktu tempuh yang cukup lama karena faktor cuaca. Dari Pelabuhan Merak Banten jam 01:00 WIB dini hari baru sandar jam 07:30 WIB pagi. Itu buatku cukup beralasan karena kondisi perairan Selat Sunda pada bulan November hingga Januari cenderung mengalami perubahan.

Karena faktor cuaca inilah tak asing jika berita berita di Televisi maupun media massa lain memberitakan tentang penumpukan kendaraan baik di Merak maupun Bakauheni, semua terjadi karen keterlambatan waktu keberangkatan. Hal hal terkait sailing time, port time, waktu bongkar, waktu di alur memang masih asing bagi pengguna jasa pelayaran yang penting sampai tepat waktu dan selamat sampai tujuan. Namun sudah banyak juga kapal kapal di Selat Sunda yang menyajikan fasilitas nyaman bahkan bagi anak anak.

Pelabuhan dan sarana prasarana pelabuhan termasuk kapal kapal yang ada di Selat Sunda memang harus dan sangat urgent untuk dibenahi. Bahkan program Presiden ke -7 Indonesia Joko Widodo yang akan membangun “tol laut” perlu diapreasiasi dan didukung. Tol laut yang salah satu tolok ukurnya adalah mempercepat transportasi laut yang selama ini menjadi persoalan klasik di negeri Maritim ini yakni: waktu tempuh kapal LAMBAT dan dengan berbagai faktor yang mempengaruhinya. Tak bisa tutup telinga dan matai juga masih sering terjadi kesemrawutan moda transportasi laut hingga menimbulkan kecelakaan laut seperti tabrakan kapal, kapal terbakar serta faktor cuaca yang memicu kecelakaan serta keterlambatan kedatangan kapal.

Dua pelabuhan penghubung Pulau Jawa dan Sumatera yakni Merak dan Banten menjadi aset negara yang lebih penting bagi Indonesia ketimbang proyek mercusuar Jembatan Selat Sunda yang bagi penulis merupakan proyek prestisius yang sebenarnya busa dialihkan untuk pengembangan dermaga dan insfrastruktur lain di bidang kemaritiman. Salut deh untuk pak Presiden yang membatalkan mega Proyek Jembatan Selat Sunda yang berarti bisa memajukan transportasi publik maritim.

Solusi yang jitu dan pastinya masyarakat pengguna jasa pelayaran menginginkan agar transportasi publik di laut lebih nyaman. Kenyamanan yang menjadi faktor orang lebih menyukai kapal laut yang lebuh murah, untuk penumpang pejalan kaki hanya dikenai tarif Rp15ribu sekali jalan dan jika menginginkan fasilitas lain di kapal bisa pindah kelas sesuai jenis kapal dan fasilitas yang ada. Masih menjadi pertanyaan sebagian orang kenapa banyak kapal yang bau, fasilitas kurang nyaman, atau bahkan ada tindak kriminalitas di kapal? Semua masih menjadi Pekerjaan rumah bagi pihak pemilik kapal dan juga PT Angkutan Sungai Danau Dan Penyeberangan (PT ASDP) serta Kementerian Transportasi.

Blog 4

Harapan akan transportasi publik yang nyaman di Selat Sunda bukan serta merta bisa disulap,semuanya membutuhkan pembenahan fasilitas. Bahkan BUMN yang merupakan perusahaan berplat merah PT ASDP sedang melakukan pembenahan diberbagai fasilitas diantaranya Gangway dua jalur di Bakauheni, pembangunan dermaga V, pembangunan loby atau ruang tunggu dan pembenahan sistem pelabuhan yang akan memberi kenyamanan bagi pengguna jasa pelabuhan. Ongkos yang sudah dinaikkan dua kali dalam tahun 2014 ini harus diiringi dengan pelayanan yang memang memberi kenyamanan bagi pengguna transportasi laut.

Nah, apakah kapal kapal yang ada di Selat Sunda sudah nyaman. Penulis agaknya tak bisa menggeneralisir semua kapal sudah bagus. Faktanya masih banyak dijumpai pengguna jasa masih mengeluh soal keadaan kapal yang bahkan bau pesing, tak bersih dan tak nyaman. Tapi tak menutup mata juga beberapa kapal yang didatangkan oleh beberapa perusahaan pelayaran di Selat Sunda kini sudah mendekati sempurna pun demikian dengan PT ASDP yang mendatangkan kapal kapal baru. Selain nyaman ukuran kapal yang besar menjadi moda transportasi pilihan untuk memberi solusi saat peristiwa penting di negeri ini yakni arus mudik Lebaran maupun saat lebaran tiba agar tak selalu membludak karena kurangnya kapal.

Hingga kini tercatat sudah lebih dari 40 kapal milik dari belasan Perusahaan Pelayaran yang ada di Selat Sunda. Penulis melakukan update hingga bulan Desember ini dan berdasarkan informasi dari Manager Operasional PT ASDP Bakauheni Heru Purwanto kapal kapal tersebut tentunya akan mengalami penambahan.

Nah, berikut nama nama Perusahaan Pelayaran yang ada di Selat Sunda:

1. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)
a. JATRA I
b. JATRA II
c. Port Link I
d. Port Link III
e. Port Link V
2. PT. JEMLA Ferry
a. Menggala
b. Mufidah
c. Raja Rakata
d. Jagantara
e. Duta Banten
3. PT.Putra Master Sarana Penyeberangan
a. Nusa Dharma
b. Nusa Jaya
c. Nusa Mulia
d. Nusa Setia
e. Nusa Agung
4. PT.Windu Karsa
a. Windu Karsa Pratama
b. Windu Karsa Dwitya
5. PT.Atosim Lampung Pelayaran
a. Bahuga Pratama
b. Mutiara Persada I
6. PT Hasta Mitra Baruna
a. HM Baruna i
7. PT Gunung Makmun Permai
a. Rajabasa 1
8. PT Pelayaran Prima Eksekutif
a. Royal Nusantara
b. Mitra Nusantara
c. Titian Nusantara
9. PT Jembatan Madura
a. Titian Murni
b. Prima Nusantara
c. Marisa Nusantara
d. Panorama Nusantara
10. PT Tri Sumaja Lines
a. BSP I
11. PT TSL
a. BSP 3
b. BSP 2
c. Victorius 5
12. PT Tribuana Antar Nusa
a. Tribuana
13. PT Dharma Lautan Utama
a. Musthika Kencana
b. Dharma Kencana IX
c. Dharma Rucitra I
14. PT Munic Line
a. Caitlyn
b. Munic I
c. Elysia
15. PT Bukit Merapin Nusantara Lines
a. Sakura Express
16. PT Surya Timur Line
a. Shalem
17. PT Labitra Bahtera Pratama
a. Labitra Salwa (Docking)
b. Bontang Express II (Docking)
18. PT Bangun Putera Remaja
a. Rosmala
19. PT Sekawan Maju Sejahtera
a. SMS Kartanegara
b. SMS Mulawarman
Hingga awal tahun 2014 tercatat ada beberapa tambahan kapal baru yang datang di lintasan Selat Sunda Bakauheni-Merak yakni kapal Salvatore, Kapal Virgo 18, Kapal Portlink V, dan beberapa kapal lain direncanakan akan datang diantaranya Kapal Sebuku.
Armada kapal Roro lintas Bakauheni Merak beberapa diantaranya memang didatangkan dari Jeoang, England, Norwegia, Jerman, Finlandia, Singapore, Cina, Holland, bahkan ada yang produksi dalam negeri Surabaya. Kapasitas berbeda beda mulai dari mesin, kecepatan, jumlah penumpang menjadi potensi yang harus ditingkatkan untuk transportasi publik di Selat Sunda di zaman Presiden Jokowi yang digawangi oleh Ignasius Jonan.

 

 

 

 

 

 

Iklan
Categories: Banten, Ferry, Kapal, Merak, Selat Sunda | Tag: , , , , , , | 1 Komentar

Navigasi pos

One thought on “Masih Mengeluhkan Kondisi Kapal di Selat Sunda?

  1. Ping-balik: Serbuan Kapal Kapal Baru di Selat Sunda | Hendricus Widiantoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: