Pembenihan Modern, Solusi Mencegah Banjir

Tekhnologi pembenihan menjadi sangat urgen di era modern ini karena kebutuhan akan benih yang tak sebanding dengan cepatnya penebangan kayu. Bibit kayu diperoleh selama ini dari para pembibit yang membudidayakan bibit berbagai jenis dengan berbagai metode yang tentunya memiliki keunggulan dan kelemahan masing masing. Penanaman pohon sangat perlu dilakukan untuk mencegah erosi , tanah longsor, bahkan banjir yang kerap terjadi di musim hujan.

Kali ini penulis ingin memperkenalkan tekhnologi persemaian yang ada di Lampung Selatan, Lampung. Lokasi persemaian berada di kabupaten paling Selatan di Sumatera ini. Persemaian permanen adalah tempat kegiatan produksi bibit, baik melalui cara vegetatif maupun generatif yang dilaksanakan secara menetap dengan memanfaatkan tekhnologi modern.

pak-idi-1

Idi Bantara,S.Hut.T,M.Sc

Persemaian Permanen Lampung dibangun oleh Kementerian Kehutanan cq. Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih-Way Sekampung provinsi Lampung. Penulis diberi kesempatan oleh sang penggagas metode persemaian di sini yakni Bapak Idi Bintara, MSC untuk melihat dari dekat persemaian permanen ini. Melihat cara pembenihan dan bahkan penulis diberi kesempatan untuk menanam pohon Cendana di lahan yang sudah disiapkan.

Tulisan ini juga pernah penulis posting dalam tulisan sebelumnya;

https://hendricuswidiantoro.wordpress.com/2014/07/21/idi-bantara-penggagas-msc-solusi-pembibitan-efektif-dan-efesien/

Persemaian permanen dibangun dengan tujuan untuk mendukung kegiatan penghijauan lingkungan di wilayah BPDAS Way Seputih Way Sekampung dan sekitarnya.

Secara Administrasi pemerintahan lokasinya terletak di Jalan Raya Simpang Ketapang KM 04 Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan dengan menempati areal ex INHUTANI V seluas 2,0 hektar dengan kapasitas produksi 500-1,0 juta batang bibit tanaman hutan dan MPTS per tahun.

albasia-1

Idi Bantara,S.Hut.T,M.Sc

Lokasi ini berada di ketinggian 74 meter dari permukaan laut, jarak dari ibu kota Provinsi Lampung sekitar 83 km dan bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 2 jam.

Pengelolaan persemaian permanen meliputi kegiatan pemeliharaan sarana prasarana, produksi bibit dan disribusi bibit.

Persemaian permanen Lampung dapat juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi penelitian serta sebagai sarana wisata bibit bagi masyarakat umum dalam mengenal bibit berkualitas.

Apa saja sarana dan prasarana yang ada di Persemaian Permanen?

1. Mother Plant Greenhouse

Mother Plant merupakan sumber tunas yang akan digunakan sebagai bahan baku untuk produksi cutting/stek. Bangunan ini berukuran P.12 meter x L. 12 meter. Tanaman di Mother Plant Greenhouse dipertahankan sampai berumur 18 bulan, setelah 18 bulan diganti dengan tanaman yang baru karena produktivitas tumbuh tunas tanaman induk sudah mulai menurun.

2. Germination House

Germination House adaalh suatu bangunan yang tertutup dengan kondisi lingkungannya disiapkan untuk proses perkecambahan dan terdiri dari rak rak berkecambah. Berukuran P.20 meter x L.20 meter.

3. Rooting Area

Rooting Area merupakan tempat yang kondisi lingkungannya disiapkan untuk proses penakaran stek (vegetatif) dalam tray. Bangunan ini memiliki ukuran P.20 m x L.12 meter.

4.Shaded Area Vegetatif

Shaded Area Vegetatif (areal naungan) adalah suatu bangunan yang ditutup dengan net penaung, dengan tujuan untuk menghindari bibit mini yang baru tumbuh dari sengatan sinar matahari langsung yang terlalu terik intensitas cahaya shading disarankan 60 %-70 %, bangunan ini berukuran P.20 meter x L.17,5 meter.

5. Shaded Area Generative

Shaded Area Generative adalah suatu bangunan yang ditutupi dengan net penaung dengan tujuan untuk menghindari bibit mini yang baru tumbuh dari sengatan sinar Matahari yang terlalu terik, berukuran P.20 meter x L. 17,5 meter.

semai-13

Persemaian modern

6. Open Area

Open Area digunakan untuk aklimatisasi/penyesuaian bibit dengan kondisi lapangan. Persemaian permanen Lampung memiliki 2 open atrea Generative dan Vegetativ, berukuran masing masing P.40 meter x L.80 meter.

7. Polytube/Polybag

Polytube adalah tempat media perkecambahan benih yang terbuat dari bahan polietilen yang berbentuk tabung/temoat media perkecambahan terbuat dari plastik.

Polybag adaalh tempat media perkecambahan benih yang terbuat dari plastik. Ada beberapa ukuran misalnya 8 c,x 12 cm, 10 cm x 15 cm dll

8. Ruangan Pengelolaan Media
Suatu tempat yang diperuntukkan untuk pengelolaan media baik untuk media tabur (kompos, top soil dan kokopit)

9. Sarana Penyiraman

Penyiraman pada Rooting Area/Germination area menggunakan system pengkabutan sedangkan pada open area dengan sprinkle irrigation yang dijalankan secara otomatis.

Nah, bagaimana alur Produksi Bibit di sini? Pak Idi Bantara menjelaskan proses produksi bibit melalui beberapa tahap:

A. Mother Plant
B. Productioun House
C. Rooting Area/Germination Area
D. Open Area
E. Bibit Siap tanam

Dalam proses di Pembibitan Permanen dibantu oleh Manajer Persemaian, Tenaga Administrasi, Pelaksana Sarana dan Prasarana, Pelaksana Tekhnis Persemaian dan Mandor Sarana, Mandor Prasarana, Mandor penyiapan Media, Mandor Produksi/Pemeliharaan dan mandor distribusi bibit. Dari masing masing divisi kegiatan di lapangan dibantu oleh regu kerja/tenaga musiman yan berasal dari wilayah desa setempat.

pule-5

Bibit pohon Pule

Hasil dari Bibit digunakan untuk apa? Ternyata bibit hasil produksi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan penanaman di dalam maupun di luar kawasan hutan. Penanaman di dalam kawasan hutan dapat berupa reboisasi, hutan, hutan tanaman rakyat swadaya, hutan desa dan hutan kemasyarakatan. Sedangkan penanaman di luar kawasan hutan dapat berupa : Kawasan yang tidak sedang dilaksanakan proyek: Kawasan publik, perkantoran, pemerintah mauoun swasta, tempat ibadah antara lain: masjid, pesantren, gereja, pura, klenteng. Sepadan sungai yang memerlukan perlindungan. Tepi jalan (jalan Provinsi, kabupupaten, kota , desa).

Nah tertarik untuk mengunjungi lokasi pembibitan permanen tersebut? Silakan kunjungi dan selain mendapat ilmu siapa tahu memiliki niat untuk menanam dalam jumlah besar. Pembenihan dan selanjutnya penanaman pohon ini dipastikan akan mengurangi dan mencegah terjadinya erosi serta terjadinya banjir.

siapa tahu memiliki niat untuk menanam dalam jumlah besar.

Iklan
Categories: Hutan, Konservasi, Pembibitan | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: