Monthly Archives: Desember 2014

Yuk Malam Tahun Baru Kapal Di Atas Kapal DLU

Sudah ada rencana untuk merayakan pergantian tahun atau malam tahun baru? Beberapa tempat pasti sudah menjadi pilihan untuk merayakannya bersama keluarga terutama tempat tempat wisata. Sementara saat ini semua orang sudah berada jauh dari rumah untuk merayakan pesta pergantian tahun di tempat yang jauh di belahan bumi yang lain bersama orang orang yang dicintainya namun banyak juga yang terpaksa merayakan malam pergantian tahun di perjalanan.
dharma-kencana-ix-widi

KMP Dharma Kencana IX milik PT Dharma Lautan Utama (Hendricus Widiantoro)

Namun bukan berarti bagi yang mau merayakan tahun baru di rumah tak ada maknanya. Berkumpul bersama keluarga dan menikmati pergantian tahun merupakan sebuah rasa syukur tak berkesudahan bagi keluarga yang mendambakan kebersamaan. Tetap memaknai malam pergantian tahun baru dengan berbagai aktifitas bermanfaat bersama orang orang yang dikasihi dengan kebersamaan penuh cinta.
Nah, bagaimana dengan orang orang yang secara kebetulan terpaksa berada di tengah lautan di Selat Sunda? Agaknya mau tak mau harus merayakan malam pergantian tahun di tengah laut. Tak perlu kuatir karena PT Dharma Lautan Utama merupakan salah satu kapal Roll On Roll Off (Roro) atau kapal ferry ini menyajikan suasana merayakan tahun baru yang tak kalah menarik seperti di darat. Meskipun karena kebetulan dalam perjalanan tak ada salahnya jika berada dekat dengan lokasi pelabuhan Merak atau Bakauheni bisa secara sengaja memesan tiket untuk merayakan pergantian tahun di kapal.
Malam pergantian tahun baru dari tahun 2014 menuju tahun 2015 dipastikan kapal kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) akan memberikan keistimewaan kepada para penumpang. Menurut Kepala Cabang PT Dharma Lautan Utama rute Bakauheni- Merak Sunaryo, moment pergantian tahun di atas kapal kapal DLU para penumpang akan diberi terompet secara gratis.

Blog 9

Ruang Live Music di KMP Dharma Rucitra I milik PT Dharma Lautan Utama (Hendricus Widiantoro)

Bahkan beberapa fasilitas yang selama ini sudah digratiskan di kapal milik PT DLU akan semakin istimewa saat pergantian tahun nanti.Terompet yang dibagikan kepada para penumpang tersebut akan ditiup secara bersama sama menjelang detik detik pergantian tahun bagi penumpang yang secara kebetulan berada di atas kapal kapal milik PT DLU. Malam pergantian tahun akan menjadi menarik saat berada di tengah laut dan melihat dari atas Menara SIGER yang ada di Bakauheni kembang api yang dinyalakan menghiasi langit Bakauheni.
“Seperti biasa kita akan memberikan kenyamanan kepada para pengguna jasa kapal DLU baik yang akan ke Bakauheni atau sebaliknya ke Merak teristimewa saat malam pergantian tahun, ” ujar Sunaryo saat dihubungi melalui pesan di BlackBerry Messenger.
Menurut Sunaryo kapal kapal milik PT DLU yang berlayar di Selat Sunda diantaranya, Dharma Kencana IX, Mustika Kencana, Dharma Rucitra I, Kirana I. Bahkan untuk  KMP Dharma Rucitra fasilitas eskalator atau tangga berjalan memudahkan penumpang yang akan naik ke dek atas serta fasilitas restoran yang cukup menarik layaknya di darat,  ruang bermain untuk anak yang disiapkan agar anak anak tak jenuh saat perjalanan.  Secara umum berada di atas kapal kapal milik PT DLU saat situasi malam pergantian tahun baru pastinya akan merasakan sensasi yang menakjubkan saat berada di tengah laut.
Blog 3

Penampakan Kabin di KMP Dharma Rucittra I (Hendricus Widiantoro)

Seperti sudah menjadi ciri khas kapal kapal milik PT DLU disediakan hiburan berupa live music di ruangan yang nyaman layaknya di sebuah ruang karaoke keluarga dengan tempat duduk yang super nyaman dan sudah disiapkan alat musik, penyayi dan jika ingin menyanyi pun dipersilakan, semuanya free . Selain itu untuk para sopir kendaraan truk dan bis mendapat kesempatan untuk mendapatkan pijat gratis selama 15 menit, welcome drink semuanya gratis di kapal DLU.
Selaini memberikan fasilitas gratis tersebut, Sunaryo yang juga menjabat sebagai kepala Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Bakauheni mengatakan Gapasadap Bakauheni akan menggelar istighozah di Pelabuhan Bakauheni. Berbeda dengan pelayanan yang diberikan di atas kapal. Memaknai pergantian tahun baru dilakukan oleh Gapasdap dengan kegiatan yang melibatkan anak yatim, masyarakat serta karyawan perusahaan perusahaan kapal yang ada di Selat Sunda dengan menggelar isthigozah.
dharma-rucitraa1-_widi

KMP Dharma Rucitra I (Hendricus Widiantoro)

“Isthigozah dilakukan di halaman ASDP yang dilakukan oleh seluruh karyawan serta stakeholder yang ada di Pelabuhan Bakauheni di malam pergantian tahun sebagai rasa syukur dan memohon keselamatan untuk tahun yang akan datang,” ujar Sunaryo.
Nah, jadi yang terpaksa merayakan malam pergantian tahun baru di Selat Sunda karena sedang melakukan perjalanan baik dari Pulau Jawa ke Sumatera atau sebaliknya jangan kuatir sebab jika naik kapal milik PT DLU maka dipastikan Anda akan mendapatkan terompet gratis dan berbagai fasilitas menarik lainnya selama di atas kapal ini. Selamat menyongsong tahun baru 2015!
Iklan
Categories: Dharma Lautan Utama, Malam Pergantian tahun, PT DLU, Tahun baru, Wisata | Tag: , , , , , , , | 10 Komentar

Masih Adakah? Gotong Royong Itu

Membicarakan tentang gotong royong rasanya menjadi sebuah kenangan akan pelajaran PMP atau PPKN saat duduk di bangku sekolah. Namun faktanya gotong royong yang asal katanya digotong dan diroyong, digotong dan dikerjakan bersama sama untuk kepentingan bersama mungkin hanya ada dalam buku buku pelajaran. Semangat gotong royong masih bisa dillihat dalam suatu komunitas yang masing masing anggota masyarakatnya memiliki keeratan hubungan dan masih menjunjung tinggi kebersamaan untuk menyelesaikan tugas tugas bersama demi kepentingan bersama.

Gotong royong mungkin sebuah kegiatan yang tak populer di tengah masyarakat yang kini serba “berbayar”. Melakukan pekerjaan untuk dibayar atau mendapatkan upah. Namun bersyukurlah yang masih bisa bergotong royong untuk melakukan hal hal positif dan upaya tersebut pastinya demi kebersamaan, kebaikan dan tanpa memandang status apapun. Mau bukti bahwa gotong royong tersebut masih ada, silakan dilihat dalam foto foto berikut ini:

GR 3 GR 4 GR1 GR 2

Categories: Gardu, Gotong Royong, Kebersamaan | Tag: , , | 7 Komentar

Christmas Eve

na-vatican-1225-bw_t640

www2.Ijworld.com

Its Christmas Eve A silent night, a star above, a blessed gift of hope and love.A blessed Christmas to you! But for my family we not go to Church because we go next in Christmas morning. Its Christmas Eve and my daughter ask to me what mean about Christmas and why we celebrate this feast.

She prepare for Christmas morning with her new dress and hope she love it as a gift from Santa!

The countdown to Christmas we prepare everything in our family and hope tonight be a silence night when Jesus was born.

EZRA 1

O holy night, the stars are brightly shining
It is the night of our dear Savior’s birth
Long lay the world in sin and error pining
‘Til He appeared and the soul felt its worth

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn’
Fall on your knees, O hear the angels’ voices
O night divine, O night when Christ was born
O night divine, O night, O night divine

A thrill of hope, the weary world rejoices
For yonder breaks a new and glorious morn’
Fall on your knees, O hear the angels’ voices
O night divine, O night when Christ was born
O night divine, O night divine,

(O night divine)
Oh yes, it was
(O night divine)
O, it is the night of our dear Savior’s birth
(O night divine)
It was a holy, holy, holy, holy
(O night divine)
Oh, oh, oh, yes it was

O night divine, O night
O night divine, O night
O night divine

download

Categories: Christmas, Christmas Eve | Tag: , | Tinggalkan komentar

Kolaborasi Cipta Suasana Natal Bersama Puteriku

Hujan, Desember, Natal, Akhir tahun menyatu dalam suasana di dusunku. Dusun sederhana di kaki Gunung Rajabasa yang memilki keberagaman suku, agama, budaya, tradisi namun menyatu dalam keharmonisan. Kini memasuki oktaf Natal yang akan kami rayakan sebagai hari Raya Natal baik pada malam Natal atau Hari Raya Natal di pagi harinya. Persiapan Natal di keluarga sederhana kami yang menjadi agenda rutin tahunan adalah mempersiapkan segala sesuatunya untuk perayaan Natal. Kue kue sederhana dibuat oleh mamaku dan pastinya kue ala desa yang selalu ada di meja.

NATAL 1 Widi

Goa Natal, Pohon Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Kali ini tak seperti biasanya, terdahulu tak pernah di rumah kami dihiasi pernak pernik Natal seperti pohon Natal, Goa Natal dan apapun yang berbau Natal yang sifatnya aksesoris untuk menunjukkan kami sedang merayakan Natal. Sederhana namun tetap khusuk dalam merayakan Natal di tahun 2014 ini. Hingga inisiatif muncul dari puteriku yang mulai melihat di televisi serta buku buku yang dibacanya. “Pa yuk bikin pohon Natal, yuk bikin goa Natal, soalnya di Sekolah Minggu katanya nanti akan ada goa Natal dan pohon Natal di gereja,” ujarnya.

NATAL 2 Widi

Mempersiapkan pernak pernik Natal 2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Akhirnya empat hari sebelum Natal rencana itu kami realisasikan. Beberapa bahan disiapkan dan pastinya dengan semangat anakku yang ingin sekali menghias dan membuat pohon Natal, Goa Natal membuat ia ikut membantu menggunting, melipat dan membentuk kertas koran bekas menjadi bentuk yang diinginkan untuk membuat pernak pernik Natal. Goa, suasana bukit, kandang, jerami pun disiapkan. Baca lebih lanjut

Categories: Desember, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Natal 2014, Pohon Natal, Puteriku | Tag: , , , , | 2 Komentar

Mangrovisasi Bukan Semata Publisitas

Saat pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Rimau Balak bukan keindahan alam pulau kecil di dekat Pulau Sumatera ini yang kusaksikan. Aku justru bertatap muka dan bertegur sapa dengan seorang laki laki tua bernama Abdurachmin yang berumur sekitar 57 tahun tengah asik memunguti biji biji yang berada di lumpur yang belakangan kuketahui itu adalah biji Mangrove atau pohon Bakau. Ketika kutanyakan kepadanya biji biji Bakau yang panjang tersebut sengaja akan ditanamnya di pantai yang tak jauh dari gubuk temapt tinggalnya. Ditanam dengan berjajar dan beberapa kulihat sudah cukup tinggi tumbuh dengan subur.

Menjaga Api 3 Widi

Penanam Bakau , penjaga pantai dari Abrasi (Foto: Hendricus Widiantoro)

Menurut Abdurachmin yang mengaku asal Banten dan menetap di Pulau Rimau ini ia prihatin melihat pohon pohon Bakau yang kini hampir hilang dari Pulau Rimau Balak. Tanpa diminta, tanpa perintah siapapun ia berinisiatif menanamnya setelah kian hari dilihatnya pohon kelapa yang ditanamnya tumbang diterjang hempasan air laut. Penanaman pun dilakukan ketika dirinya sedang tak bekerja di kebunnya yang berada di pulau tersebut. Hasilnya ribuan Mangrove tumbuh subur danterlihat hijua berjajar rapi. Ia mengaku sengaja menanamnya seperti pagar agar saat besar bisa menjadi pagar hidup dari terjangan air laut.

Aku masih ingat saat di wilayah Lampung lainnya dari pemilik resort yang ada di pesisir pantai mengaku memberikan uang tanggungjawab sosial kepada masyarakat senilai ratusan juta untuk menanam Mangrove. Namun nilai uang dan hasil penanaman Mangrove pun tak sebanding dan proyek Mangrovisasi bernilai fantastis tersebut gagal total dengan Mangrove yang mati dan bahkan publisitas yang pernah dilakukan tak lagi menyisakan Mangrove yang tumbuh. Miris namun terjadi.

Menjaga Api 1 Widia

Penanaman Mangrove pola berjajar (Foto:Hendricus Widiantoro)

Pemikiran bodohku terbakar. Mengapa uang ratusan juta tersebut tak diberikan saja kepada laki laki tua yang tak mengharapkan publisitas ini. Laki laki yang menanam dengan kesadarannya akan pentingnya menjaga pulau dari abrasi. Ia pun tak memberiku banyak teori. Memintaku ikut memunguti biji biji Bakau dan menanamnya. Mangrovisasi bukan semata publisitas tapi kesadaran warga pesisir pantai yang apinya tak akan padam meski hidup terasa berat tanpa fasilitas listrik, air bersih dan infrastruktur memadai seperti jalan serta dermaga yang memprihatinkan.

Lewat Abdurachmin, aku mengerti kesadaran untuk berbuat bagi lingkungan seharusnya bukan karena ingin mendapat pujian. Bahkan meski ia sempat dibilang kurang kerjaan namun Bakau yang ditanamnya usia tahunan pun sudah subur ditambah dengan bakau bakau usia bulanan yang akan menjadi saksi kegigihan laki laki tua ini. Semoga api semangat bagi para pecinta lingkungan tanpa pamrih sepertinya akan terus menyala.

Categories: #MenjagaApi, Inspirasi, Lampung, Pelabuhan Bakauheni, Pulau Rimau Balak | Tag: , , , , | 6 Komentar

Tiga Lelaki Desa Berhati Mulia Para Penjaga Tradisi

Setiap hari Minggu suasana dusun Sumbersari, sebuah dusun kecil di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan yang berada di kaki Gunung Rajabasa ini mengalun lembut alunan musik gamelan dari seorang rumah warga. Alunan musik gamelan yang merupakan musik tradisional Jawa tersebut bukan dimainkan oleh orang dewasa melainkan anak usia Sekolah Dasar. Rumah milik Rukun Haryoto, lelaki berusia sekitar 60 tahunan tersebut memang menjadi tempat Paguyuban Keluarga Yogyakarta yang menjadi tempat berlatih musik gamelan para anak anak sekolah dasar.

Tradisi 2

Gamelan yang diajarkan oleh Rukun Haryoto kepada anak anak usia sekolah dasar( Foto: Hendricus Widiantoro)

Bersama dua laki laki lainnya yakni Widodo, Ngadiyuk, dengan sabar Rukun Haryoto mengajari anak anak yang sehari hari sudah mengenal gadget modern itu untuk bermain musik tradisional. Kesabaran terlihat dari tiga lelaki yang hidup sebagai petani dan pensiunan guru tersebut untuk mengarahkan anak anak tersebut mengenal not angka dan mengaplikasikannya dengan gamelan yang terdiri dari  Kendang,Rebab, Balungan yang terdiri dari Demung, Saron, Peking. Slenthem, selain itu Bonang, Kenong,Kethuk, Gambang,Gender, Siter, Kempul,Suling, Gong, masing masing dengan fungsinya.

Tradisi1

Belajar musik gamelan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Tiga lelaki ini memang memiliki semangat dan keinginan untuk tetap menyalakan api tradisi yang mungkin telah luntur dalam budaya Jawa khususnya bagi anak anak zaman sekarang yang sudah ditelan modernisasi. Mengajarkan pada anak anak usia sekolah dasar yang bisa saja memilih alat alat musik modern. Tetapi semangat dan antusiasme anak anak tersebut terlihat saat dengan seksama memperhatikan ketukan demi ketukan gamelan sesuai yang dipegang dan sesuai nada yang dihapalkan.

Baca lebih lanjut

Categories: #MenjagaApi, Inspirasi, Kisahku | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Jujur Aku Mencintaimu Rupiah, Tapi…

Masih ingat kisah yang diceritakan saat aku SMA. Jadi ceritanya pelajaran ekonomi sekaligus sejarah. Cerita yang diceritakan tersebut saat sang guru menceritakan tentang Penjajah dan Rupiah. Karena udara yang sepoi sepoi di bawah pohon pohon rindang di sekolah mengantuklah si Banu. Mungkin saking nyaman dengan penjelasan sang guru dengan tema penjajahan tempo dulu dan rupiah yang anjlok.

Rupiah 2

Mata Uang Rupiah, Dolar Hongkonng, Ringgit Malaysia (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

“Anak anak penjajahan di atas dunia memang harus dihapuskan karena memang tak sesuai dengan undang undang dasar negara kita” terang bu guru sejarah.

Si Banu yang masih mikir tentang uang kos yang belum dibayar dan uang jajan yang nipis sampai sampai terlelap dan setengah terbangun ia memperhatikan penjelasan gurunya.

“Banu, apakah penjajah harus dihapuskan?” tanya bu guru yang mengetahui si Banu setengah sadar dan tidak mengikuti pelajaran.

“Ia bu Rupiah emang kejam, sampai sampai uang kosa dan uang jajan aja ga pegang saya!” uja Banu sambil clingak clinguk saat kawan kawannya mentertawai jawabannya.

“Huu makanya jangan tidur muluuuu..” sorak kawannya.

But, anyway bushway bin lebay…faktanya demikian. Bagiamana Rupiah yang sempat dikatakan mata uang sampah di dunia ini memang sedang anjlok nilai tukarnya. Ga tanggung tanggung menyentuh level 12.937 per dolar AS. Sampai sampai kawanku tukang servis laptop mengatakan sekalian aja tembus Rp 13.000 per dolar AS biar harga spare part naik dan berdampak bagi biaya reparasi yang pastinya akan dinaikkan.

Jujur aku pribadi mencintai Rupiah (lebay) karena tanpa rupiah aku tak bisa mengisi kuda besiku dengan Bahan Bakar premium yang mungkin seliternya bisa dipakai buat uang jajan anakku selama dua hari. Namun faktanya demikian, Rupiah yang harusnya dibanggain pun secara faktual sudah membuat mataku seperti mengiris bawang merah! Dompet seperti dijejali Bawang merah berkilo kilo membuat pemiliknya meneteskan air mata.

Namun saat kulihat dompet ternyata kulihat selembar Ringgit Malaysia, tiga lembar Dolar hongkong dan di beberapa koleksiku beberapa mata Uang Euro, Dollar AS. Tapi toh itu semua uang koleksi yang tak disukai di sini (kecuali ditukarkan) meskipun demikian aku tak berniat menukarnya. Tetap mencintai Rupiah rupiah lusuh bergambar pahlawan patimura dan beberapa lembar penenun kain tradisional buat jaga jaga membeli bensin dan uang jajan puteriku. Jadi, tak ada lagi budget buat Backpackeran atau traveling.

Rupiah 3

Mata Uang Koleksi (Foto: Hendricus Widiantoro)

 

Oh Rupiah. Anjlok seperti cintaku. Hampa seperti kisah cintaku (cinta apaan?) namun semuanya perlu disyukuri. Sambil mengucek ucek mata yang pedih saat melihat isi dompet, muncul di Timeline Facebook dan Twitter tentang keterpurukan Rupiah. Tapi katanya sih kalau kesusahan ditanggung bersama seolah akan lebih ringan. Rupanya Rupiah pun anjlok tak sendirian melainkan ada kawan bahkan sampai mata uang Jepang pun tumbang. Nah daripada lebay ini beritanya yang dilansir dari portal Liputan6.com terkait tumbangnya rupiah dan mata uang negara negara tetangga. Oh Rupiah..aku sayang kamu! Baca lebih lanjut

Categories: Dolar AS, Dolar Hongkong, Ekonomi, Inspirasi, Kisah Kisahku, Kisahku, Rupiah, Rupiah Anjlok | Tag: , , , , , , , , , | 2 Komentar

Layani Arus Mudik 10 Tahun Nahkoda Ini Tak Rayakan Lebaran Bareng Keluarga

Hendricus Widiantoro

Kapten Selamet Nahkoda KMP Raja Rakata saat bertugas di ruang kemudi  kapal Roro yang melayani rute Bakauheni Merak Kapten Selamet Nahkoda KMP Raja Rakata saat bertugas di ruang kemudi kapal Roro yang melayani rute Bakauheni Merak

Bagi sebagian besar warga Indonesia yang beragama Muslim, perayaan Idul Fitri atau lebaran menjadi sebuah perayaan keagamaan sekaligus berkumpul bersama keluarga. Namun berbeda dengan orang kebanyakan hal tersebut tak dirasakan oleh nahkoda nahkoda kapal Roll on Roll Off yang ada di Selat Sunda.

Salah satu nahkoda kapal Roro yang tak merayakan lebaran pada saatnya dialami oleh Kapten Selamet, nahkoda KMP RajarRakata. KMP RajaRakata merupakan salah satu armada kapal Roro milik PT Jemla. Di perayaan Idul Fitri 1435 Hijriyah tahun ini ia pun kembali tak bisa berkumpul bersama keluarganya dan harus menundanya untuk beberapa hari ke depan.

Kapten Selamet mengungkapkan sudah sekitar 10 tahun tak pernah merayakan lebaran bersama anggota keluarganya di Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Demi tugas saya rela tak berkumpul bersama keluarga saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Tapi saya…

Lihat pos aslinya 451 kata lagi

Categories: Kisah Kisahku | 2 Komentar

Di Bawah Pohon Lamtoro Pak Tua itu Menyalakan Api Hidupku

Dalam cuaca panas, berdebu diantara kendaraan berbagai jenis di sepanjang Jalan Lintas Sumatera arah Pelabuhan Bakauheni kupacu kendaraan roda duaku. Siang yang panas menyengat tersebut tak menghalangiku untuk melaju ke sebuah tempat yang selalu menarik perhatianku namun selalu belum ada waktu untuk berhenti. Hingga saat tersebut memberiku kesempatan untuk berhenti sejenak untuk melihat aktifitas para pemecah batu yang sering ada di pinggir Jalan Lintas Sumatera Desa Sukabaru.

Widi1_Menjaga Api

Mengumpulkan pasir

Tebing tebing terjal yang dihancurkan biasanya dipenuhi dengan gubuk gubuk beratapkan pelepah kelapa kering untuk berteduh. Namun kini pemandangan tersebut sudah tak terlihat lagi karena para pemecah batu manual tersebut sudah kalah dengan alat berat yang memindahkan batu batu tersebut ke penampungan untuk selanjutnya dihancurkan dengan mesin penghancur batu.

Tak menemukan para pemecah batu tak lantas membuatku berhenti. Aku menyusuri jalan berbatu keluar dari jalan beton Jalinsum KM 55. Jalan berbatu yang kulalui membawaku ke sebuah lembah kecil dan tebing yang memunculkan sebuah air terjun kecil yang jika hujan terlihat indahnya saat air terjun tersebut mengalir dari ketinggian. Baca lebih lanjut

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku, Kompetisi #MenjagaApi, Menjaga Api | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Ngapain Sih Kita Kudu Membaca, Ini 7 Alasannya

Masih banyak orang mungkin memandang membaca hanya untuk kebutuhan studi atau untuk anak anak yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah. Padahal membaca merupakan hal menarik dan tetap masih bisa dilakukan. Nah Dr. Alex Iñiguez asal Valencia Area, Spanyol ini membagikan 7 alasan kenapa mesti membaca dan menulis tentunya. Tulisan ini merupakan terjemahan dari tulisan aslinya yang berjudul : Why We Read ( 7 Reasons, Reserved for Readers and Writers). Berikut mengapa Dr Alex Iniguez memberikan pengalaman pribdainya dan bisa memberikan gambaran 7 alasan kenapa kita harus membaca:

images (3)

Ilustrai Membaca : duniaperpustakaan.com

Saya sudah membaca beberapa artikel yang membahas tentang mengapa kita menulis: inspirasi kita, kemauan kita, motivasi kita, mimpi mimpi kita dan lain sebagainya. Saya juga pernah menulis beberapa pikiran mengenai hal tersebut dalam beberapa  posting saya sebelumnya.

Bagaimanapun juga tidaklah mudah untuk mengerti alasan  mengapa membaca. Kemungkinan paling tepat karena beberapa penulis adalah pembaca yang yang baik, dan kemungkinan lagi membaca akhirnya menyukai menulis kemudian hari. Apakah anda setuju? Atau anda termasuk dalam kelompok orang orang berikut ini? Atau Anda adalah penyempurnaan dari dua hal tersebut yakni perpaduan penulis sekaligus pembaca? Baca lebih lanjut

Categories: Isnpirasi, Membaca, Menulis, Terjemahan | Tag: , , , , | 2 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.