Cabe Mahal Di Pasar, 5 Cara Ini Bisa Jadi Solusi

Harga cabe di pasaran hingga kini sudah mencapai kisaran di atas Rp 50.000 per Kilogramnya bahkan ada yang tembus mencapai Rp 70.000 per Kilogramnya dan mendekati angka Rp 100.000 per Kilogramnya. Harga si pedas yang terkadang disebut lombok dan sangat  penting bagi para ibu rumah tangga dan bagi warga Indonesia ini mulai melambung seiring dengan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Cabe 00

Tanaman Cabe Di Atas Barang Bekas Pakai (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bahkan bahasa meroketnya harga cabe menjadi berita menarik dibeberapa media nasional. Tapi menyalahkan kenaikan harga BBM bukan solusinya. Keluhan tersebut setidaknya tak dialami ibuku dari harga bumbu dapur jenis cabe yang mulai melambung ini.

Beruntung ibuku, Fransisca mulai menanam tanaman bumbu dapur ini berbulan bulan sebelum kenaikan harga cabe. Alhasil kini tanaman cabe yang ditanam ibuku mulai dilirik para tetangga karena mulai berbuah lebat meskipun beberapa diantaranya sudah dipanen untuk konsumsi sendiri dan beberapa diantaranya menjadi langganan saudara dan tetangga. Tanaman cabe tersebut semuanya ditanam di media plastik dan barang bekas.

Kenapa saat harga cabe melambung justru ibuku dan keluarga kami memiliki stok yang hidup dan bukan stok di kulkas atau diawetkan? Kuncinya adalah barang barang bekas. Setidaknya ini yang dipraktekkan oleh keluarga kami:

1. Manfaatkan Barang Bekas

Awalnya membuang bungkus minyak goreng bekas, bungkus semen, karung pupuk, serta kantong kantong plastik bahan makanan sudah keharusan. Namun kami, ibuku memilih untuk mengisi kantong kantong bekas itu dengan tanah dicampur kotoran kambing, ayam dan dijadikan media tanam untuk tanaman cabe. Hasilnya puluhan kantong awalnya mulai subur ditanami cabe. Selanjutnya beberapa polybag yang dibeli menjadi pelengkap juga ditanami cabe.

Cabe 0

Tanaman Cabe di Pekarangan dengan bahan bekas (Foto: Hendricus Widiantoro)

2. Manfaatkan Pekarangan

Keluarga kami memiliki pekarangan relatif sempit dibanding keluarga lain. Lahan sempit tak membuat niat untuk bercocok tanam sirna. Di pinggiran pekarangan polybag, bekas bungkus plastik berbagai jenis dan ukuran menjadi pagar hidup yang mulai hijau oleh tanaman cabe berbagai jenis: cabe rawit, cabe jengki, cabe keriting.

Cabe 2

Cabe Ditanam di palstik bekas (Foto: Hendricus Widiantoro)

3. Rajin Merawat

Hama, ayam, bahkan “tangan terampil” anak anak sering menjadi kendala. Namun karena ibuku dan keluarga kami rajin merawatnya dengan pagar karung bekas, bungkus semen bekas. Pengganggu tak bisa mendekati area cabe yang sudah mulai berbuah. Rajin menyiram saat musim panas, menyiangi rumput pengganggu membuat tanaman cabe mulai menghasilkan.

Cabe 3

Cabe (Foto: Hendricus Widiantoro)

4. Tak Lupa Berbagi

Cabe tersebut selain sebagai pagar hidup, tanaman hias, juga untuk bumbu dapur juga sarana untuk berbagi dengan tetangga dan saudara. Sesekali berbagi beberapa ons cabe untuk bumbu tetangga yang berkunjung. Sebab harga di warung pun bisa mencapai Rp 10.000 per Ons. Selain berbagi cabe, berbagi ilmu cara menanam di barang bekas membuat tanaman kebun kami menjadi contoh.

Cabe 5

Tanaman Cabe di Pekarangan (Foto: Hendricus Widiantoro)

5. Modifikasi dan Kombinasi

Modifikasi dan kombinasi meliputi media tanam dan tanaman yang ditanam. Barang bekas yang walanya mustahil bisa ditanami pun dimodifikasi menjadi pot, media tanam dari berbagai plastik, karung bekas. Selain itu kombinasi tanaman dalam satu pot pun jadi solusi. Tak hanya cabe ada tanaman terong, bayam, jahe, kencur, keningkir, kemangi dalam satu pot. Tanaman itu tidak saling mengganggu bahkan justru saling menyuburkan. Selain itu polybag tanaman cabe ditempatkan diantara tanaman pot bunga semakin mempercantik halaman yang menjadi taman mini.

Cabe 6

Tanaman Cabe di pinggir pekarangan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bahan Bakar Minyak boleh naik dan mempengaruhi harga harag kebutuhan pokok terutama cabe. Namun Indonesia diberi anugerah tanah subur, kekayaan alam. Tinggal bagaimana memanfaatkannya dan juga mengkreasikan bahan di alam yang sudah ada tak terkecuali barang bekas yang sudah dibuang. Mau mencoba? Belum telat dan patut dicoba.

Iklan
Categories: Cabe, Harga Cabe Mahal, Kisahku, Pasar | Tag: , , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Cabe Mahal Di Pasar, 5 Cara Ini Bisa Jadi Solusi

  1. magda

    keren akh..kpn saya bs sprti ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: