Si Raja Kapal Onassis

Memiliki banyak kapal, kaya, dan bergelimangan harta. Itu adalah sebuah kebahagiaan dan kebanggan. Semuanya harus dibangun dari nol. Kali ini kisah inspiratif yang menjadi pelajaran adalah dari si Raja Kapal Aristoteles Sokrates (Ari) Onassis.

BiografiAristotelesOnassis-RajaKapalPalingTerkenal

Aristoteles Sokrates (Ari) Onassis (Wikipedia)

Aristoteles Sokrates (Ari) Onassis dilahirkan di Smyrna, Kesultanan Ottoman (sekarang Izmir, Turki) pada sebuah keluarga kelas menengah keturunan Yunani pada 15 Januari 1906 dan meninggal di Neuilly-sur-Seine, Perancis, 15 Maret 1975 pada umur 69 tahun.

Ia adalah raja kapal yang paling terkenal pada abad ke-20. Pada saat kelahirannya, Smyrna memiliki populasi orang Yunani berjumlah cukup besar dan berkehidupan yang lebih dari cukup. Setelah dikuasai oleh Yunani dari tahun 1919 hingga 1922 sebagai hasil dari kemenangan tentara Sekutu Perang Dunia I, kota tersebut direbut kembali oleh Turki.

Akibatnya, Keluarga Onassis kehilangan harta bendanya dan memaksa mereka untuk pindah ke Yunani sebagai pengungsi. Ayah Onassis adalah seorang pedagang grosir yang berkecukupan dan mempunyai nama sebab ia juga menjabat presiden sebuah bank dan rumah sakit setempat.

Namun Onassis bukan ahli waris kekayaan ayahnya, dan ia menjadi kaya karena kekayaan keluarganya. Seperti yang akan kita lihat, ia pergi ke Amerika Serikat ketika terjadi pertikaian keluarga selagi ia berumur 17 tahun. Ia membawa bekal $450 dalam sakunya, itu pun hanya $250 adalah uang dari keluarganya. Ayahnya dengan enggan memberikan uang sebanyak itu yang baru diberikan pada saat akan terpisah, sebab ia tidak setuju dengan kepergiannya. Ayah dan anak memang tidak pernah akrab, suatu hal yang aneh di antara keluarga Yunani di tanah air. Ayah Onassis yang dibesarkan pada sebuah pertanian dengan susah payah mengumpulkan kekayaan.

Onassis berwatak sangat disiplin dan keras. Walaupun selalu sadar akan rasa tanggung-jawab, ia bukanlah seorang yang dapat disebut hangat dan menarik. Segera Onassis memberontak terhadap setiap bentuk disiplin. Sejak anak sampai remaja ia banyak menimbulkan keributan dan geger, duri di mata ayahnya. Hubungan mereka bertambah rumit lagi karena suatu kenyataan lain. Ibunya, Penelope, meninggal ketika Onassis baru berumur enam tahun. Hanya 18 bulan sesudah itu ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita bernama Helen. Onassis memandang ibu tirinya sebagai orang lain yang menyelundup, dan karenanya wanita ini tidak mendapat tempat sedikit pun di hatinya.

Di sekolah, ia bodoh dan suka mencari perkara, mengikuti contoh banyak orang kaya. Tidak aneh kalau ia diusir dari beberapa sekolah. Ia paling sering menduduki ranking terbawah di kelasnya. Salah seorang gurunya berkata: Teman-teman sekelas memuja dia, tetapi gara guru dan keluarganya berputus asa. Selagi ia masih muda, dengan mudah orang dapat melihat bahwa dia akan menjadi seorang di antara mereka yang akan menghancurkan diri sama sekali atau sukses secara gilang-gemilang.

Walaupun raport Ari di sekolah jauh dari bagus, bakatnya untuk berdagang dan mencari uang telah tampak sejak dini. Mungkin anekdot berikut dapat menerangkan. Salah seorang temannya yang telah merancang sebuah kitiran kecil, sebuah mainan sederhana yang terdiri atas baling-baling kertas berpasak jarum yang ditancapkan pada sepotong kayu. Bangga atas prestasinya, anak itu dengan berani membuat beberapa buah dan mencoba menjualnya.

Sebuah kisah lain menggambarkan bakat bisnis Onasis pada masa mudanya. Pada suatu hari, suatu kebakaran terjadi di gudang sekolah di kota tempat kelahirannya. Onasiss membeli seonggok pinsil bekas kebakaran itu dengan harga murah. Ia menanamkan sedikit modal dengan membeli dua ala peruncing pinsil. Ia, berdua dengan temannya, mulai membersihkan bagian-bagian pinsil yang hangus. Kemudian ia menjual pinsil-pinsil itu kembali kepada teman-teman di sekolah dengan harga sangat murah, namun tetap memberikan untung cukup besar. Mungkin contoh ini biasa-biasa saja, tetapi justru pekerjaan seperti inilah kelak bisnis besar Onassis. Ia memperbaiki kapal-kapal laut yang rusak dan membuatnya layak melaut, dan menjualnya dengan harga yang jauh lebih tinggi, tentu saja. Di sekolah, waktu berjalan terus, tetapi Onassis tidak bertambah maju. Tahun 1922 mulai tidak menyenangkan. Banyak teman sekelasnya pergi untuk menuntut ilmu di universitas-universitas besar di Eropa. Tetapi Onassis sendiri tidak lulus.

Masa depan tampak suram baginya. Beberapa hari setelah upacara penyerahan ijazah, salah seorang temannya melihat Onassis berjalan tanpa tujuan di taman kota. Ia mencoba menghibur hati Onassis. Pada tahun 1922, invasi Turki menimbulkan bayangan gelap pada masa remaja Onassis yang penuh gejolak. Smyrnba diduduki dan warga kota dibabat habis tanpa belas kasih. Ayah Onassis, seorang tokoh yang terkenal luas, dipenjarakan dan Ari menjadi kepala rumah tangga pada usia 16 tahun. Ini masa yang sulit

baginya. Dan pada masa ini ia menerapkan kehebatannya sebagai diplomat dan kemampuannya untuk bertahan dalam keadaan apa pun.

Pada tahun 1923, Aristoteles Onassis meninggalkan Yunani untuk pergi ke Argentina dengan hanya (menurut cerita dari mulut ke mulut) membawa uang 63 dollar. Setelah melalui masa-masa yang sulit, ia mampu menghidupkan kembali bisnis tembakau keluarganya. Pada tahun 1925, ia mendapatkan kewarga-negaraan Argentina dan Yunani.

Kegagalan pertamanya sebagai pemilik kapal tidak membuat ia mundur untuk tetap menanamkan uang dalam sektor itu. Ia sudah gandrung akan perkapalan. Ia tergerak oleh keyakinan batin bahwa kapal sajalah yang akan membawa dia ke jenjang sukses. Maka, dikumpulkannya semua uang miliknya, yang waktu itu sudah lumayan, lalu berangkat ke London. Ia baru berusia 26 tahun.

Ia telah dikenal karena reputasinya sebagai seorang usahawan yang berani, apalagi setelah penunjukannya sebagai Konsul Jenderal Yunani di Buenos Aires. Namun fungsi diplomatik ini tidaklah menyita banyak waktunya.

Pasar, yang menderita berat akibat jatuhnya pasar modal Wall Street tahun 1929, memberikan kesempatan baikbagi para penanam modal. Kapal-kapal menjadi murah, jauh di bawah harga semula. Langkah paling baik adalah membeli kapal-kapal berusia 10 tahunan. Kapal sebesar sembilan ton yang semula harganya $1.000.000, kini hanya laku dijual $20.000, kira-kira seharga sebuah Rolls-Royce. Apa yang dilakukan Onassis selagi masih kanak-kanak kini akan terulang, tetapi barang bekasnya adalah kapal.

Walaupun kini bisnisnya di London. Onassis membeli kapal pertamanya, dua buah kapal tua masing-masing seharga $20.000, di Montreal. Kedua kapal yang bernama 12 Miller dan Spinner, diganti namanya menjadi Onassis Socrates dan Onassis Penelope, sebagai tanda penghormatan kepada kedua orang tuanya. Untuk mendapatkan untung dalam bisnis perkapalan, pentinglah memperhatikan turun naiknya biaya muatan dan membuat keputusan yang tepat. Onassis mampu dalam hal ini. Lebih dari itu, ia seorang optimis yang tak pernah mundur. Dengan sifat petualang dan keberaniannya, ia segera menonjol di antara pemilik-pemilik kapal Yunani lain yang berpangkalan di London, karena tidak seperti mereka, ia tidak mempunyai pemikiran tentang krisis ekonomi. Mereka, ia tidak takut menanamkan uangnya.

jackie dan onassis 2

Kegesitan dan diplomasi bawaannya dengan cepat mengantar dia ke kalangan masyarakat kelas tinggi. Tidak boleh dilupakan, salah satu pelicin jalan dalam kenaikannya ke kelas elit adalah hubungan dengan salah satu wanita simpanannya yang pertama, si cantik dari Norwegia Ingeborg Dedichen, putri seorang pemilik kapal yang terkenal.

Setelah terlibat dalam berbagai kegiatan wiraswasta dengan semangat dan determinasi untuk sukses, ia akhirnya berhasil menjadi pengusaha kelas dunia setelah mampu mencetak penghasilan satu juta dollar pertamanya dalam usianya ke-25, dengan memiliki kapal-kapal komersial, kapal tanker dan kapal penangkap ikan paus.

Pada tahun 1954, FBI menyelidiki Onassis dengan dugaan penipuan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Ia dituduh telah menyalahi aturan kewarganegaraan dalam undang-undang pelayaran dimana diharuskan bahwa kapal-kapal yang mengibarkan bendera Amerika Serikat dimiliki oleh warganegara Amerika Serikat. Onassis mengaku bersalah dan membayar denda tujuh juta dollar.

jackie-with-ari

Onassis mendirikan Olympic Airways (sekarang Olympic Airlines), maskapai penerbangan nasional Yunani, di tahun 1957.

Perkawinan dan Keluarga

Onassis menikahi Athina Livanos, putri raja kapal Stavros Livanos, pada tanggal 28 Desember 1946. Putra mereka, Alexander (lahir 30 April 1948, wafat 23 Januari 1973) dan putri mereka Christina (lahir 11 Desember 1950, wafat 19 November 1988) kedua-duanya lahir di New York City. Setelah perceraian mereka, Athina menikahi suami saudara perempuannya yang meninggal (dan rival utama Onassis dalam dunia pelayaran), Stavros Niarchos. Onassis kemudian menikahi diva opera Maria Callas dan Jacqueline Kennedy sebelum akhirnya meninggal dunia dalam usia 69 tahun pada tanggal 15 Maret 1975 di Neuilly-sur-Seine, Perancis. Tapi dalam menjelang akhir hayatnya ia minta kepada salah satu akuntannya apakah ia dapat mengatakan besarnya keuntungan yang dimilikinya secara cepat dengan pembulatan ke angka sepuluh dolar.

Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Aristoteles_Onassis

http://www.kolombiografi.com/2013/09/biografi-aristoteles-onassis-raja-kapal.html

http://butirbutirpasirdipantai.blogspot.com/2012/03/kisah-cinta-jackie-kennedy-dan-raja.html

Iklan
Categories: Biografi, Kisahku, Orang Terkenal | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: