Menunggu Payang Saat Senja di Pesisir Rajabasa

Sebagian masyarakat nelayan di wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan terutama di teluk dekat Gunung Botak masih melakukan cara penangkapan ikan menggunakan jaring atau Gillnet, namun demikian ada juga kelompok nelayan lainnya yang menangkap ikan dengan alat lain yang dinamakan payang.

Payang 1

Aktifitas menarik Payang di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Minggu 2/11/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Payang adalah termasuk alat penangkap ikan yang sudah lama dikenal nelayan Indonesia. payang adalah alat pukat kantong untuk menangkap ikan permukaan (pelagic fish). Kedua sayapnya berguna untuk menakut nakuti atau mengejutkan serta menggiring ikan untuk masuk ke dalam kantong. Cara operasinya dengan melingkari gerombolan ikan dan kemudian pukat kantong tersebut ditark ke arah kapal.

Namun berbeda dengan kebanyakan cara yang dilakukan di daerah lain di mana pukat ditarik dengan perahu. Di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Payang ditarik oleh beberapa nelayan dari bibir pantai secara bersama sama. Aktivitas ini menjadi sebuah kegiatan yang cukup menarik bagi warga bahkan bagi yang belum pernah melihatnya.

Payang 2

Aktifitas menarik Payang di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Minggu 2/11/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Melihat aktifitas ini di senja hari sambil menikmati Mataharai terbenam di ufuk Barat di antara Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku merupakan hal yang menarik bagi puteriku. Bahkan ia sangat tertarik ingin ikut melihat ke bawah ke pantai. Puluhan oranng sudah berada di pinggir pantai baik ibu ibu penjual ikan, anak anak, maupun orang yang lewat sekedar untuk menyaksikan peristiwa unik ini.

Ada dua kelompok penarik jaring payang yang kulihat sore itu Minggu (2/11/2014). Payang di sisi kanan terlihat sudah mulai mendekati bibir pantai. Dibutuhkan sekitar 6 hingga 8 orang untuk menarik payang yang panjangnya bisa mencapai ratusan meter tersebut. Harapan para penarik payang adalah ikan ikan permukaaan jenis teri maupun ikan ikan lainnya ikut terjaring payang. Namun nasib baik belum berpihak ke para penarik payang tersebut. Setelah sekian lama menari payang dengan susah payah namun tak satupun ikan tertangkap alias kosong.

Payang 5

Aktifitas menarik Payang di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Minggu 2/11/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Puteriku bahkan sempat menanyakan kenapa tak ada satu ikanpun yang tertangkap. Angin kencang dan ombak yang tak bersahabat kemungkinan menjadi penyebab ikan ikan tak didapat. Padahal pernah aku melihat para penarik payang tersebut bahkan bisa memperoleh puluhan kilogram ikan teri serta jenis ikan lain.

Para penarik payang kelompok kedua mulai menarik payang dengan menyiapkan payang ke tengah. Namun karena senja makin gelap kami terpaksa pulang tanpa melihat aktifitas payang tersebut.

Kesabaran, kerja keras dan usaha kelompok yang penuh kekompakan tersebut tak selalu menghasilkan. Namun tak ada rasa putus asa. Payang akan tetap dipasang kemudian dengan harapan akan ada ikan yang terkena jaring. Itulah kesabaran dan keuletan nelayan pesisir Rajabasa. Sebuah pelajaran dalam mencari nafkah dan kehidupan.

Payang 6

Aktifitas menarik Payang di Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan Minggu 2/11/2014 (Foto: Hendricus Widiantoro)

Iklan
Categories: Inspirasio, Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: