Pantai, Kebersamaan dan Pemberian Waktu

Pantai, kebersamaan dan pemberian waktu. Hari ini inspirasi itu muncul saat kebersamaan dengan puteriku di pantai ini. Pantai Ketang Kalianda yang merupakan salah satu garis pantai berpasir cukup bagus untuk bermain bersama anak anak dengan catatan adanya pengawasan sangat ekstra.

4

Pantai Ketang Kalianda Lampung Selatan . Kebersamaanku dan puteriku. (Foto: Hendricus Widiantoro)

Seperti biasanya aktifitas harianku masih mengalir seperti biasa. Bangun dan setelah bisa mandiri kini ia sudah mengerti kewajiban hariannya untuk sekolah. Dari mulai bangun tidur, mandi hingga berpakaian yang sudah tanpa perlu dibantu. Usai beres semua aktifitas pagi ini selanjutnya mengantar ke sekolah meskipun jarak sekolah cukup dekat. Rutinitas harian tersebut menjadi sebuah tanggung jawab bagiku sebagai seorang Singleparents.

Setelah mengantarnya ke sekolah selanjutnya rutinitas pekerjaan yang harus aku lakukan telah menanti. Namun semuanya mengalir dan tetap dijalani dengan penuh rasa syukur. Meskipun demikian hari ini waktu secara khusus untuk mengajaknya bermain di pantai adalah sebuah hal yang cukup menyenangkan.

“Ayo mandi kita jalan jalan ke pantai! ” ujarku seusai bekerja dan ia pun berteriak kegirangan.

“Mandi ya pa! main pasir main ombak !” teriaknya.

Meskipun akan ke pantai tapi aku justru memintanya mandi di rumah terlebih dahulu karena memang pastinya aku tak akan membiarkannya mandi di pantai. Waktu bersama puteriku adalah hal yang paling utama. Bahkan dalam mengerjakan beberapa kewajiban pekerjaanku saat bersamanya pun tetap menjadi hal wajib.

A

Puteriku: Hendricus Widiantoro

 

Terkadang meski aku di depan laptop ia pun terkadang main di sampingku bersama teman sebayanya entah menggambar atau corat coret di kertas yang kusiapkan. Memandangnya tumbuh dan berkembang layaknya seorang puteri lainnya yang pastinya tumbuh dan berkembang bersama ayah dan ibunya secara lengkap adalah sebuah rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Kebersamaan hari ini bisa mengajaknya main ke pasir pantai, bermain ombak. Tak ada niat untuk mandi karena kondisi perairan yang tak cukup bagus. Namun dari tawa dan semangatnya untuk menikmati keindahan pantai membuatku bahagia. Pantai Ketang memang cukup bagus dinikmati dalam saat saat tertentu dan pastinya tetap memperhatikan keselamatan untuk bermain bersama keluarga di sini.

Pantai dengan pasirnya yang cukup luas di bagian lain batu batuan yang merupakan sisa peninggalan bukti letusan Krakatau menjadi sesuatu yang unik. Bagi yang menyukai fotografi menikmati Sunset adalah hal yang menarik di sini tapi sayangnya kali ini aku tak bisa menikmatinya karena kondisi yang cukup berawan.

5

Bermain di pantai Ketang Kalianda (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pantai menjadi sebuah tempat yang sangat menyenangkan baginya sejak kecil. Kebersamaan yang tak bisa diungkapkan namun hanya bisa dirasakan. Semuanya menjadi rasa syukur yang telah diterima dalam kehidupan kami. Alam, khususnya pantai telah menjadi media untuk menjalin kebersamaan dengan puteriku.

Mengenalkan bagan di perairan laut, ombak, pasir, bebatuan, kerang dan pastinya memberi memori kebahagiaan baginya sebab usai ke pantai dengan bangga diceritakkannya kepada sang nenek dan kakeknya. Semuanya membawa kami dalam rasa syukur tak berkesudahan. Berikut foto foto kebersamaan kami:

11

Kebersamaan dengan puteriku

10

Pantai Ketang Kalianda Lampung Selatan. “Tuhan aku bersyukr kepadaMU!”

10.1

Ezra main pasir

9

Pantai Ketang Kalianda Lampung Selatan. Bergaya dulu (Foto: Hendricus Widiantoro)

8

Ezra dan senja

7

Ezra main pasir

6

Ezra dan pantai

3

Kebersamaanku dan Ezra

2

Kami selalu bahagia

1

Kebersamaan dengan Ezra

15

Berjalan sendiri melangkah dalam keheningan

5

Menulis dalam Hening

4

Pantai Ketang

Iklan
Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku, Papa Backpacker | Tag: , , , | 8 Komentar

Navigasi pos

8 thoughts on “Pantai, Kebersamaan dan Pemberian Waktu

  1. respect sekali dengan tulisan dan ceritanya pak, nice posting by the way 🙂

    • Terima Kasih mas Chandra,,ia mas sebagai Singleparents hanya kebersamaan dan waktu bersama puteriku. Meski kesederhanaan dan apa adanya namun itu bentuk rasa syukur dan tulisan ini hanyalah ungkapan rasa syukur tersebut. Makasih sudah mampir di rumahku mas he he

      • Oh ya btw saya perempuan hihiy 😛

      • What??? waduh maaf mba..ia mindset ku slah, ia bener Chandra,,sorry..ia sih waktu di Palembang dlu jga ada temen namanya Verlyn Chandra,,ini jga cewe? yakin ha ha ha

      • Ia Mba Chandraputri he he…maaf ya mba salah sebut mas…pagi pagi juga habis antar puteriku sekolah mata masih “berkabut” ga lihat tuh rambut panjangnya mba Chandra Putri..Wah perlu OBSERVASI nih kayaknya ha ha.tapi kudu belajar sama yg punya LiFETIME OBSERVER ha h aha..

      • Ya ga apa apa banyak yg ngira gitu hahaha

  2. Tapi semngatnya laki laki kok he he semngat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: