Ray Of Light : Kebaikan Alam Di Mata Puteriku

Awalnya aku tak tahu apa itu Ray Of Light secara teoritis. Namun yang pasti keindahan yang ada di langit karena berkas sinar Matahari ini waktu itu tertangkap oleh mata puteriku yang masih berusia 4 tahun. Kuingat waktu itu pada sore hari 4 Desember 2010. Hingga kini kuingat hal hal kecil tersebut yang selalu memberiku sebuah inspirasi dalam memandang hal yang tak sepenuhnya pandanganku sendiri. Sebuah kolaborasi selalu indah. Kolaborasi bersama puteriku dalam hal melihat seni alam yang indah dari Sang Pencipta.

Langit 1

ROL di Selat Sunda dari pantai Kunjir Kecamatan Rajabasa Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Saat berjalan jalan di tengah sawah puteriku melihat ke langit dan melihat berkas sinar Matahari di ufuk Barat yang menembus awan memberi kesan berkas cahaya itu menembus awan. Sinar yang bagiku indah untuk diamati karena awan bergerak sedikit saja akan timbul cahaya yang berbeda.

Hal pertama yang diucapkan puteriku adalah “pa itu ada sinar bagus banget”. Tak ada kamera digital apalagi kamera DSLR kala itu (bahkan memiliki keduanya adalah sebuah mimpi). Namun memiliki gadget Nokia 6600 yang kala itu masih cukup bagus membuat moment tersebut tak terlewatkan untuk dijepret. Setidaknya kini ia sudah mencoba untuk belajar fotografi di usianya yang masih belia.

S20

Puteriku Ezranda CJP dengan Nikon D5000 (Foto: hendricus Widiantoro)

Kebiasaan puteriku memang begitu: melihat hal unik pasti dijepretnya. Kadang bahkan handphone yang ada dipegangnya untuk mengambil foto kupu kupu atau papanya lagi tidur pun di foto. Namun itulah yang terjadi momen yang tak akan dan mungkin sulit didapat bisa terdokumentasi karena mata puteriku itu.

“Pa pa, surga terbuka pa tuh lihat awannya terbuka , mana cepat hp nya ayo difoto pa!”

Sebenarnya secara teori ROL atau Ray of Light jika di terjemahkan secara bebas adalah berkas sinar pada hasil foto yang tertangkap oleh sensor kamera. Berkas sinar ini bisa didapat secara alami dari sinar matahari dan sinar buatan dari lampu atau lighting. Aku pun perlu belajar hal tersebut dari tutorial fotografi dari tutorial online tentang hal itu meski agak sulit menerapkannya karena momen alami pasti akan sulit dan meskipun demikian hal tersebut bisa diatasi dengan aplikasi Photoshop.

Blog tutorial Pojok Fotografi ini kiranya sangat bagus untuk diterapkan bahkan dilengkapi dengan foto foto keren yang dijadikan contoh apa itu ROL: http://exifdatafoto.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-efek-rol-pada-foto-dengan-plug-in-photoshop.html

Dalam tutorial tersebut tertulis begini: Berkas sinar ini bisa didapat secara alami dari sinar matahari dan sinar buatan dari lampu atau lighting. ROL merupakan salah satu faktor yang membuat sebuah foto menjadi ‘Wow’ dan lebih berdimensi…

Bagaimana cara menghasilkan ROL pada hasil foto kita? Ada beberapa cara, diantaranya:

1. Secara alami.
Cara ini agak sulit dan membutuhkan kesabaran ‘tingkat tinggi’ karena harus menunggu ‘kebaikan’ alam menampakkan wujudnya sesuai kebutuhan kondisi ROL. Biasanya di pagi hari yang sedikit berkabut ROL akan terlihat di sela-sela dedaunan, atau sore hari menjelang matahari terbenam ROL akan terlihat di antara awan-awan mendung.

2. Dengan rekayasa di lokasi pemotretan.
Efek ROL diciptakan sedemikian rupa di lokasi pemotretan dengan menggunakan asap buatan (bisa dari smoke machine atau asap hasil pembakaran dan memanfaatkan sinar matahari atau menggunakan continuous lighting).

3. Olah digital pada hasil foto.
Efek ROL dihasilkan dengan menggunakan software editing foto atau olah digital antara lain yaitu photoshop.

Aku bersyukur bisa mengabadikannya saat nyore jalan jalan bersama puteriku. Namun lebih dari itu semua faktor keberuntungan agaknya menjadi faktor penting bisa melihat dan mengabdikannya.

“Foto foto ROL itu terdokumentasi karena  faktor pertama yakni “kebaikan alam” dan “keberuntungan” puteriku”

Berikut foto sederhana yang kuambil dari gadget Nokia 6600 kala itu karena jalan jalan sore bersama puteriku dan sebuah ROL yang kuambil di Selat Sunda saat jalan jalan bersama kawan kawanku saat berada di tepi pantai. Cahaya itu mengarah ke arah Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Berikut foto foto kolaborasi keindahan dan kebaikan alam di mata puteriku dan gadhet sederhana Nokia 6600:

Langit 31

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 41

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 51

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 61

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 71

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 81

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 91

ROL dari Dusun Sumbersari Kecamatan Penengahan Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Langit 221

ROL di Air Terjun Cugung Rajabasa (Foto: Hendricus Widiantoro)

Sumber untuk belajar lebih lengkap dan mendetail  saya sarankan lihat blog ini: http://exifdatafoto.blogspot.com/2013/03/cara-membuat-efek-rol-pada-foto-dengan-plug-in-photoshop.html

Iklan
Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Fotografi, Kisah Kisahku, Papa Backpacker | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: