Lilin Dalam Hening Kontemplasi Memandang Diri

IMG-20141001-06226b

Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

Suara jangkrik, hening, dan pastinya suasana kegelapan yang semakin larut  lagu lagu renungan dan kontemplasi. Bukan karena mati lampu kunyalakan lilin.

Lilin selalu ada saat doa doa dipanjatkan, saat merenung dan berkontemplasi. Lilin sangat penting bagiku, bagi kehidupan kami bahkan dari sisi rohani. Selalu banyak orang merenung tentang lilin dan pengorbanannya.

Malam ini detik demi detik, jam bahkan hari bulan dan tahun telah terlewati. Memandang lilin yang menyala ini memberiku waktu untuk berkontemplasi. Sejenak tanpa lampu listrik. Diam dalam hening. Sehening lilin ini.

Lilin lilin ini kubakar dengan doa doa yang terpanjat:

Ia akan tetap tenang bahkan ketika api membakar dirinya. Namun tak banyak orang mau menjadi seperti lilin yang “membakar” dirinya sendiri untuk menerangi sekelilingnya. Harusnya orang mengerti lilin tak menyala jika tak dibakar dan orang harus lebih menyadari bisakah menjadi sinar seperti lilin.

IMG-20141001-06225a

Lilin terbakar (Foto: Hendricus Widiantoro)

Bahkan ketika angin mencoba mematikan sesaat api lilin akan bergerak dan bergoyang untuk bertahan agar tetap hidup. Lilin berusaha mencoba tetap tenang, berusaha agar tidak menyerah apalagi complain, tidak berontak, tidak berfurstasi, tidak berputus asa, dan hanya menikmati keadaannya dan fungsinya menjadi pribadi yang bersinar.

Beranjak dari hari ke hari, hingga saat ini, hari lahir menjadi pertanda bagiku, bahkan umurku tahun demi tahun bertambah. Tapi kini sebuah kedewasaan penuh tanggung jawab yang harus tertanam dalam diri yang dirahmati Allah.

Bagi sebagian orang perayaan ulang tahun adalah hal yang wajib. Tapi tidak bagiku. Perayaan ulang tahun adalah suatu peristiwa dimana aku harus semakin bersyukur, karena aku masih diberi umur panjang dan kesehatan.

Selain itu adalah peristiwa dimana aku perlu berbenah diri menjadi pribadi yang lebih baik. Walaupun sebenarnya berbenah diri tak harus dilakukan pada hari ulang tahun saja, tapi pada keseharian juga.

Saat api lilin mulai meleleh, saat kepenatan yang kualami selama ini bercampur dengan rasa syukur. Semua yang Tuhan Yesus rencanakan dalam hidupku pasti sudah digariskan bagiku.

Hari ini aku bertanya kepada puteriku seusai kuajak melihat pasar malam. Pasar yang akan terlihat indah di malam hari dengan dominasi lampu warna warni. Seperti lilin lilin yang kubakar bersama puteriku malam ini meski belum boleh ditiup:

IMG-20141001-06230f

Tarian Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06227c

Lilin Terbakar (foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06228d

Lilin (Foto: Hendricus Widiantoro)

IMG-20141001-06229e

Lilinku (Foto : Hendricus Widiantoro)

“Bahagiakah kamu de?”

Pertanyaan itu pun kutanyakan padaku meski puteriku menjawab ia bahagia karena bisa diajak papanya malam ini. Semoga kegagalan dan hal hal yang belum sempurna masih bisa kuperbaiki.

Kegagalan yang bagiku pasti akan selalu terkenang dan kegagalan itu tergantung dari apakah aku hanya lilin yang terbakar percuma? atau lilin yang digunakan Tuhan untuk menyinari salah satu puterinya.

Mendampinginya dalam masa masa pertumbuhannya sebagai gadis kecil yang bertumbuh. Kuserahkan kepadaMu ya Tuhan.

Kesendirian yang kualami ini bukan untuk dikomplain bukan untuk dibuat frustasi.  Kubakar semua luka dan segala kepahitan yang pernah terjadi dan kupasrahkan kepadaMU El Senyor.

Saatnya menanti detik detik dalam hening sambil berkontemplasi. Mendengarkan lagu TAIZE:

El Senyor

In the Lord I’ll be ever thankful
In the Lord I will rejoice
Look to God do not be afraid
Lift up your voices the Lord is near
Lift up your voices the Lord is near

Dalam Tuhan aku bersyukur
Dengan lagu pujian
Tuhanlah penyelamatku
Dalam Dialah sukacita
Dalam Dialah sukacita

El Senyor es la meva forca
El Senyor el meu cant
Ell m’haestat la savacidor
En ell confio in no tinc por
En ell confio in no tinc por

In Nomine Patrii Et Filii Et Spirito Sancti. Amen.

Iklan
Categories: Inspirasi Pagi, Kisah Kisahku, renungan | Tag: , , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: