Dermaga Menganga, Senyuman di Banner Banner Itu

Hendricus Widiantoro

Meski harapan terkadang tak menjadi kenyataan
Tapi ia tak akan berhenti
menitipkan harapan pada bakau bakau kecil yang ditancapkannya di lumpur tepi dermaga
suatu ketika ia berharap pasang tak naik

atau menerpa kaki panggung rumahnya

Image Dermaga

pagar pagar bakau berjejer
Ia tak peduli apa kata mereka

tak peduli senyuman terpampang di banner banner
atau tertempel di stiker yang mengotori papan rumah kayunya
ia yakin masih ada harapan
berjalan menuju dermaga
tanpa lumpur, tanpa kuatir berjalan di kecipak air ketika pasang datang

Image dermaga

Ia sadar sesadarnya masih bagian Republik ini
Masih melihat MERAH PUTIH berkibar
di atas perahunya

Image

Ia masih berharap dermaga menganga masih bisa menjadi harapan
Tak kuatir kaki akan terperosok sebelum melintas Pulau

Image Kapal Patroli

Apakah banner banner tersenyum itu
akan terus melihatnya
atau hanya sesaat

Setidaknya ia masih bisa melangkah

Diantara lubang lubang dermaga yang menganga

kemudian melihat senyum lagi dari banner banner

dengan warna warna cerah menyala

Lihat pos aslinya 89 kata lagi

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: