Pelican vs Rajawali Tak Bersayap

Hendricus Widiantoro

images (12) Burung Pelican (www.kebunbinatangsemarang.com)

Dalam sebuah kisah yang pernah kubaca burung Pelican memiliki sebuah kebiasaan yang unik. Dia adalah burung Pelican yang hidup dalam kesendirian, sunyi, dalam dingin. Tapi layaknya perjuangan sang Pelican ia rela mematuk tubuhnya untuk mengucurkan darah bagi anak anaknya (kisah ini sering kubaca dalam kisah kisah populer bernuansa relegius dari daratan Eropa).

Ya malam ini aku membaca kisahnya yang tertuang dalam guratan guratan yang dia buat:

Aku  adalah pewaris dr perbuatanku sendiri..

Lahir dari perbuatanku sendiri..

Berhubungan dngn perbuatanku sendiri..

Terlindung dr perbuatanku sendiri..

Apapun perbuatan yg teLah ku perbuat..

Baik maupun Buruk..

Aku lah  yg akan MEWARISI nya…

Bukan, bukan sebuah penyesalan, bukan juga sebuah keputusasaan, tapi sebuah kehendak untuk menyadari diri. Faktanya aku melihatnya berubah sempurna, bangkit dari keterpurukannya. Tak ada sedikitpun rasa pesimis untuk menapaki masa depan. Masa lalu bukan untuk dikenang tapi untuk menjadi pelajaran kehidupan yang harus terus menjadi lebih baik ke…

Lihat pos aslinya 46 kata lagi

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: