Monthly Archives: Juli 2014

Layani Arus Mudik 10 Tahun Nahkoda Ini Tak Rayakan Lebaran Bareng Keluarga

Kapten Selamet Nahkoda KMP Raja Rakata saat bertugas di ruang kemudi  kapal Roro yang melayani rute Bakauheni Merak

Kapten Selamet Nahkoda KMP Raja Rakata saat bertugas di ruang kemudi kapal Roro yang melayani rute Bakauheni Merak

Bagi sebagian besar warga Indonesia yang beragama Muslim, perayaan Idul Fitri atau lebaran menjadi sebuah perayaan keagamaan sekaligus berkumpul bersama keluarga. Namun berbeda dengan orang kebanyakan hal tersebut tak dirasakan oleh nahkoda nahkoda kapal Roll on Roll Off yang ada di Selat Sunda.

Salah satu nahkoda kapal Roro yang tak merayakan lebaran pada saatnya dialami oleh Kapten Selamet, nahkoda KMP RajarRakata. KMP RajaRakata merupakan salah satu armada kapal Roro milik PT Jemla. Di perayaan Idul Fitri 1435 Hijriyah tahun ini ia pun kembali tak bisa berkumpul bersama keluarganya dan harus menundanya untuk beberapa hari ke depan.

Kapten Selamet mengungkapkan sudah sekitar 10 tahun tak pernah merayakan lebaran bersama anggota keluarganya di Lombok Nusa Tenggara Barat.

“Demi tugas saya rela tak berkumpul bersama keluarga saat arus mudik dan arus balik Lebaran. Tapi saya diberi waktu cuti setelah arus mudik dan arus balik berakhir, ” ungkapnya kepada saat ditemui di atas ruang nahkoda dalam arus mudik Selasa (29/7/2014) ini ketika KMP Raja Rakata sandar di dermaga III Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.

KMP Raja Rakata milik PT Jemla yang menjadi salah satu armada kapal Roro yang melayani arus mudik lebaran 1435 H

KMP Raja Rakata milik PT Jemla yang menjadi salah satu armada kapal Roro yang melayani arus mudik lebaran 1435 H

Ia juga mengungkapkan selain tak bisa berkumpul bersama keluarga saat lebaran sebuah beban besar tergantung di pundaknya. Kapten Selamet mengungkapkan ia bertanggungjawab atas keselamatan ribuan orang penumpang yang menyeberang dari Bakauheni ke Merak dan sebaliknya yang melintas di Selat Sunda dengan kapal yang di nahkodainya.

Perasaan was was selalu ia rasakan terutama saat cuaca sedang tak bersahabat. Sebab menurutnya keadaan cuaca di perairan terkadang berubah tak menentu. Namun ia mempercayakan keselamatan penumpang serta kapal berikut kru kepada Tuhan. Selain itu kerjasama Anak Buah Kapal dari mulai ruang mesin hingga semua awak kapal di ruang kemudi menjadi kunci keselamatan yang juga penting.

Meskipun merelakan tak berlebaran saat ini bersama isteri dan ketiga anaknya namun ia bahagia. Bahagia bisa melayani dan menghantarkan ribuan orang dalam arus lebaran selama hampir 10 tahun.

“Bahagia tiap mengingat berkat kapal kami, kerjasama kru kami ribuan orang bisa berkumpul bersama keluarganya di tanah Sumatera maupun di Pulau Jawa, ” ujarnya.

Kapten Selamet sang nahkoda saat mengecek alat alat komunikasi di ruang nahkoda. Keselamatan menjadi faktor  yang  harus diutamakan selama pelayaran

Kapten Selamet sang nahkoda saat mengecek alat alat komunikasi di ruang nahkoda. Keselamatan menjadi faktor yang harus diutamakan selama pelayaran

Ia selalu berharap selama arus mudik dan balik semua armada kapal yang melayani rute pelayaran di Selat Sunda tetap dalam kondisi baik. Sebab menurutnya tradisi mudik sudah melekat bagiu seluruh warga Indonesia. Ia pun menyadari tak hanya nahkoda yang membaktikan dirinya bagi para pemudik.

“Ada sopir, pilot, masinis, anggota TNI, polisi serta banyak abdi negara lain justru bertugas demi arus mudik dan balik tiap tahunnya. Saya tak sendiri jadi saya selalu bersemangat menjalankan tugas mulia ini, ” terangnya.

Kapten Selamet pun selalu berdoa diberi kesehatan serta mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Tetap berharap bisa berkumpul bersama keluarganya meskipun sesudah lebaran. Baginya yang terpenting adalah menjalankan tugasnya mengabdi kepentingan orang banyak apalagi di saat hajat tahunan yang selalu dinantikan umat Muslim yakni lebaran.

Semuanya demi menjalankan tugas sebagai nahkoda yang menyeberangkan ribuan pemudik dari Pulau Jawa dan sebaliknya ke Pulau Sumatera. Tak hanya pemudik pejalan kaki, ribuan pemudik dengan berkendara motor, mobil pun menggantungkan keselamatan di Selat Sunda kepadanya.

KMP Raja Rakata saat bersandar di dermaga III pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan

KMP Raja Rakata saat bersandar di dermaga III pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan

Di pundak sang nahkoda tawa riang, pelukan hangat sesama anggota keluarga harapan itu dibebankan. Tak hanya para pemudik semoga semua kru kapal yang ada di Selat Sunda selalu dilindungi dalam Perayaan Idul Fitri 1435 Hijriyah ini.

Selamat Merayakan Hari Raya Idul Fitri bagi semua yang merayakannya di seluruh Indonesia!

Hendricus Widiantoro

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | 1 Komentar

Idi Bantara Penggagas MSC, Solusi Pembibitan Efektif dan Efesien

Salah satu tanaman yang dibudidayakan Albasia di Persemaian Permanen Desa Karangsari Kecamatan Ketapang. Idi Bantara melakukan pengecekan bibit bibit tersebut

Salah satu tanaman yang dibudidayakan Albasia

Idi Bantara saat melakukan pengecekan bibit yang disemainya dengan tekhnik MSC

Idi Bantara saat melakukan pengecekan bibit yang disemainya dengan tekhnik MSC

Sebelum ngomong panjang lebar mengenai Media Semi Cetak, terlebih dulu saya perkenalkan dahulu penciptanya. Beliau adalah Idi Bantara,S.Hut.T,M.Sc yang merupakan salah satu orang yang berkomitmen ingin memberdayakan masyarakat dari sektor kehutanan. Laki laki murah senyum asal Solo Jawa Tengah  ini mengaku membuat alat yang diberi nama MSC tersebut karena tergerak untuk mencari solusi terbaik membuat pembibitan yang efektif dan efesien.

Karenanya saat ditugaskan di Kementerian Kehutanan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Way Seputih Way Sekampung (BPDAS-WSS) ia menciptakan alat yang diberi nama Media Semai Cetak. Saat ini ia ditugaskan di Persemaian Permanen BBDAS-WSS yang terletak di Desa Karangsari Kecamatan Ketapang Lampung Selatan.

Awalnya hanya sekitar puluhan bibit Bambu Betung kini menjadi ratusan yang kelak akan menjadi pelindung bagi aliran Sungai

Awalnya hanya sekitar puluhan bibit Bambu Betung kini menjadi ratusan yang kelak akan menjadi pelindung bagi aliran Sungai

Asal Usul Terciptanya MSC

Kebutuhan akan bibit berkualitas menurut Idi Bantara dan terutama pencapaian jumlah sesuai waktu kebutuhannya sangatlah diperlukan, maka inovasi untuk mencapai tujuan tersebut sangat diperlukan guna mendukung sistem produksi bibit secara mudah dan efesien.

Salah satunya adalah alat pencetak media semai yang menurut Idi disebut dengan Media Semai cetak atau dipopulerkan dengan nama MSC. MSC merupakan solusi mudah memproduksi bibit masal praktis dan tepat guna.

Beberapa keunggulan alat MSC ciptaan Idi Bantara diantaranya MSC mudah dibawa (portable), praktis dalam pemakaian, mudah dalam mengejar pencapaian target produksi dan efesien biaya penyulaman. Alat ini selain digunakan menyemai tanaman hutan, juga bibit holtikultura, perkebunan, digunakan juga sebagai pencetak pupuk tablet. Pekerja yang terampil menurut Idi dalam satu tim 4 orang/ hari mampu memproduksi 50.000 media cetak.

Tujuan dari pembuatan alat pencetak media cetak manual, diantaranya adalah:

1. Terciptanya suatu alat pendukung produksi pembibitan yang sederhana dan efesien.
2. Meningkatkan prestasi kerja pembibitan rakyat yang tepat guna di lapangan kerja.
3. Meringankan beban pengelola dan memudahkan para pekerja pembibitan dalam proses produksi bibit cepat.

Bagaimana sih Penampakan Alat ini?

Alat pencetak media semai sistem sederhana adalah suatu alay yang berfungsi untuk mencetak media semai cetak yang praktis dikerjakan tenaga kerja petani.

Sistem ini pada dasarnya merupakan pengembangan di kebutuhan lapangan pembibitan dan lapangan penanaman agar lebih terukur khususnya prosentase hidup bibit.

Alat pencetak media semai ini terdiri dari atas: rangka cetakan, tuas penekan, alat cetak, pencetak, pelobang media, bantalan, pengungkit.

Dalam pembuatan alat pencetak ini Idi Bantara menjelaskan digunakan media eksperimental dengan tahapan sebagai berikut:

Perancangan alat sederhana pencetak semai manual dengan menghasilkan seratus cetakan media semai diantaranya adalah pembuatan gambar perspektif alat dan menghitung ukuran cetakan.

Setelah perancangan dan penghitungan selesai, tahap selanjutnya adalah: pembuatan gambar kerja dengan ukuran berdasarkan hasil rancangan yang telah dilakukan pada tahap 1.

Pembuatan konstruksi alat pencetak semai media cetak berdasarkan hasil rancangan.

Mempersiapkan komposisi tanah untuk media benih tanaman

Mempersiapkan komposisi tanah untuk media benih tanaman

Pembuatan media tanam dengan alat khusus  MSC

Pembuatan media tanam dengan alat khusus MSC

Proses selanjutnya dilakukan pengepresan dan pencetakan dengan alat MSC

Proses selanjutnya dilakukan pengepresan dan pencetakan dengan alat MSC

Proses pemindahan bibit ke media tanam

Proses pemindahan bibit ke media tanam

Sosialisasi alat pencetak media semai cetak sederhana khususnya kepada para pengelola persemaian masyarakat.

Pembuatan Media Semai “ala” Idi Bantara:

Pada proses pembuatan media semai cetak, bahan yang diperlukan untuk pembuatan MSC pada dasarnya terdiri dari empat komponen yaitu:

Tanah/topsoil, kompos, cocopeat (parutan sabut kelapa) dan air.

Bahan bahan tersebut diaduk dan dicampur satu sama lain dengan perbandingan tanah: kompos: cocopeat (3:1:1). Sedangkan air ditambahkan secukupnya. Setelah adonan tersebut diaduk dan merata maka selanjutnya dimasukkan kee dalam alat cetak secara penuh dan padat dengan cara menekan alat pada adonan yang telah dimal, kemudian dipress dengan tekanan tertentu sampai didapatkan kepadatan struktur media semai cetak yang diinginkan.

Setelah itu disiapkan alas/bantalan dan media siap dikeluarkan dengan cara ditekan sebelum ditanam benih/kecambah sebaiknya dikeringkan anginkan sementara.

Saat ini Idi Bantara ingin membagikan konsep sederhana yang bisa diaplikasikan ke masyarakat petani untuk bisa melakukan penananaman di lahan yang mereka miliki terutama lahan yang tidak produktif untuk pertanian atau perkebunan. Ia ingin masyarakat di Lampung bisa memanfaatkan hasil pembibitan di Pembibitan Permanen di Desa Karangsari yang merupakan pusat pembibitan terbesar yang ada saat ini dengan beragam jenis tanaman buah buahan dan kayu kayuan.

Persemaian berumur beberapa minggu selalu mendapat perhatian

Persemaian berumur beberapa minggu selalu mendapat perhatian

Kecambah Damar Mata Kucing yang sudah mulai menyembul dari buahnya untuk menggeliatkan daun

Kecambah Damar Mata Kucing yang sudah mulai menyembul dari buahnya untuk menggeliatkan daun

Hijaunya bibit Pule dia atas Media Semai cetak karya Idi Bantara

Hijaunya bibit Pule dia atas Media Semai cetak karya Idi Bantara

Ribuan bibit berbagai jenis tanaman tercipta, kelestarian hutan dan masyarakat yang peduli dengan lingkungan akan terus membawa perubahan termasuk perekonomian. Niat baik dan cita cita ini harus tetap lestari di tangan dingin Idi Bantara.

Categories: Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

My Backpacking Photo Compilation

Here is a collection of some of my favorite travel photo , from all over my backpacking time! Some are my own photos from my travels, some are from fellow travelers.

Either way, be prepared to feel a tinge of wanderlust! (Like Justin Say)

Categories: Kisah Kisahku | 4 Komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.