Apa Sih Beda Flashpacker dengan Backpacker

Gambar

                                                           Lubang Camoy Bangka

Komunitas ini sudah berdiri sejak tahun 2009. Namun meski hingga kini komunitas ini ada ternyata masih banyak
pertanyaan yang diterima mengenai apa itu Flashpacker dan apa
bedanya dengan Backpacker atau Turis pada umumnya.

Tulisan ini sengaja aku copas dari mas Zeno dari blog Flashpacker (makasih banyak ya mas) untuk mencoba memaparkan beberapa perbedaan mendasar antara
ketiga paham jalan-jalan dan menjelaskan paham Flashpacking
secara lebih lengkap sebagai berikut :

1. Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang
memposisikan diri di tengah-tengah 2 ekstrem, yakni Backpacker
dan Turis.

2. Perbedaan antara Flashpacker dengan Turis : Jika Turis adalah
kaum penggemar jalan-jalan yang tidak mau repot-repot mengurus
tetek bengek perjalanannya dan menyerahkan semuanya kepada biro
perjalanan dengan konsekuensi harus terikat jadwal dan agenda tur
yang kaku, maka Flashpacker lebih memilih untuk merencanakan
jadwal dan agenda perjalanannya serta mengurus sendiri semua
kebutuhan perjalanannya supaya dapat mendalami dan memahami suatu
destinasi dengan lebih baik dan dalam waktu perjalanan yang lebih
fleksibel.

3. Perbedaan antara Flashpacker dengan Backpacker : Jika
Backpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang mencintai
kebebasan waktu tetapi sangat berorientasi kepada anggaran
(budget oriented), maka Flashpacker juga mencintai kebebasan
waktu tetapi lebih berorientasi kepada pengalaman (experience
oriented) serta lebih menghargai kemudahan dan kenyamanan
(convenience & comfort) sehingga lebih fleksibel dan moderat
dalam hal pengaturan anggaran.

Contoh : Jika memang berniat melihat matahari terbit di Bromo,
maka sekalipun penginapan murah dan nyaman sudah penuh dan
pilihan hanya tersisa hotel berbintang dengan harga kamar yang
lebih mahal, maka Flashpacker biasanya tidak akan terlalu
berkeberatan asalkan tujuannya menikmati matahari terbit dapat
tercapai.

4. Sebagai kaum penggemar jalan-jalan yang berorientasi kepada
pengalaman (experience oriented), maka biasanya Flashpacker
bersikap sangat time conscious atau berusaha bijaksana dalam
memanfaatkan waktu perjalanannya supaya tidak terbuang percuma
untuk hal-hal yang tidak sejalan dengan tujuan perjalanan atau
pengalaman yang hendak didapatkan, sekalipun berarti harus
mengeluarkan dana ekstra.

Contoh : Daripada menempuh perjalanan puluhan jam dengan bis
untuk mencapai suatu tempat sedangkan sebenarnya tersedia pesawat
dengan masa tempuh hanya 1 – 2 jam, biasanya Flashpacker lebih
cenderung memilih menghemat waktu dengan memakai pesawat saja
walaupun berarti harus mengeluarkan dana yang lebih besar.

5. Walau menghargai kemudahan dan kenyamanan, tidak lantas
berarti bahwa Flashpacker tidak dapat menolerir ketidaknyamanan
sama sekali, selama ketidaknyamanan tersebut diperlukan atau
tidak dapat dihindari untuk mendapatkan suatu pengalaman
tertentu.

Contoh : Kalau memang niatnya hendak mencoba merasakan bagaimana
berkemah di puncak gunung, maka sekalipun harus bergemetaran
dalam balutan hawa dingin menusuk tulang sepanjang malam (jelas
tidak nyaman), maka bagi Flashpacker itu hanyalah sekedar
konsekuensi dari pengalaman yang hendak didapatkan dan mau tidak
mau, suka tidak suka, tetap harus dijalani.

6. Perlu dibedakan arti kenyamanan (comfort) dengan kemewahan
(luxury). Walaupun kemewahan selalu identik dengan kenyamanan,
tetapi kenyamanan tidak serta merta identik dengan kemewahan.
Flashpacker adalah kaum penggemar jalan-jalan yang menghargai
kenyamanan, tetapi belum tentu selalu mencari kemewahan dalam
setiap perjalanannya.

Gambar

Dermaga Tanjung Kalian Muntak Bangka Belitung

Contoh : Bagi seorang Flashpacker, berpergian tidak mutlak harus
dengan full service airlines yang mahal apabila memang tersedia
budget airlines dengan harga tiket terjangkau tetapi dengan
interior kabin yang nyaman.

7. Kesimpulannya, Flashpacking adalah paham jalan-jalan yang
memenuhi keempat karakter berikut :

a. Self Organized : Direncanakan dan diorganisir oleh para
peserta sendiri

b. Experience Oriented : Berorientasi terhadap pengalaman atau
tujuan perjalanan

c. Value Convenience & Comfort : Menghargai kemudahan dan
kenyamanan

d. Time Conscious : Berusaha memanfaatkan waktu perjalanan dengan
sebaik-baiknya

8. Secara profil, biasanya Flashpacker adalah kaum penggemar
jalan-jalan yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat
penghasilan memadai (catatan : memadai tidak lantas berarti
tinggi) tetapi memiliki waktu libur yang terbatas, sehingga
berusaha memanfaatkan waktu perjalanannya dengan sebaik-baiknya
untuk mendapatkan perjalanan yang berkesan atau memorable.

Semoga penjelasan di atas sudah jelas untuk menerangkan apa
sebenarnya Flashpacking serta perbedaan antara setiap paham
jalan-jalan yang ada.

Jadi kesimpulannya ingin jadi Backpacker atau memilih jadi Flashpacker itu tergantung jiwa he he..

Gambar

Dermaga Boom Baru Palembang Sumatera Selatan

Happy Flashpacking!

Disarikan dari tulisan Zenu Februari 11, 2009
Selengkapnya see more on:

http://flashpackerindonesia.wordpress.com/2009/02/11/flashpacker-perbedaannya-dengan-backpacker-atau-turis/

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Apa Sih Beda Flashpacker dengan Backpacker

  1. baru denger soal flashpacker. nice info mas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: