Monthly Archives: April 2014

Travel Via Sunda Strait: Apa Saja Kapal di Selat Sunda

Selat Sunda, Perjalanan yang Selalu Mengesankan. Bagi Backpacker sepertiku moda transportasi  kapal ferry  merupakan kendararaan laut  yang sangat murah meriah untuk melakukan perjalanan antar pulau.

Gambar

KMP Panorama Nusantara

Sudah puluhan kali mungkin ratusan kali semenjak aku duduk di Sekolah Dasar hingga kini melintasi Selat Sunda dengan kapal ferry atau sering dikenal beberapa dengan nama Kapal Roll on Roll Off.

Backpacker yang berbudget tinggi mungkin lebih suka naik pesawat ke Sumatera atau Pula Jawa. Tapi melakukan perjalanan dengan kapal laut tak kalah menyenangkan. Jika ingin menikmati dan bukan untuk mengejar waktu.  

Gambar

KMP Portlink III milik PT ASDP

Selat Sunda merupakan penghubung Pulau Jawa dan pulu Sumatera, dua Pelabuhan besar yaitu Merak di Banten dan Bakauheni di Lampung merupakan Pelabuhan tersibuk di Asia Tenggara karena beroperasi selama 24 jam non stop. Sebanyak 44 kapal beroperasi di Selat Sunda lalu lalang menuju Bakauheni dan sebaliknya ke Merak.

Buat yang pobia mabuk laut sebaiknya siapkan obat atau penangkal buat mabok laut sebab cuaca bisa berubah sewaktu waktu. Jika lagi beruntung ombak bisa tenang namun jika ombak sedang tak bersahabat, goncangan kapal bisa membuat mual perut dan pusing di kepala. Untungnya saya belum pernah mabuk di kapal he he. Baca lebih lanjut

Iklan
Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Kisah Kisahku | Tag: , | 9 Komentar

Lampung Selatan Negeri Para Penjelajah

Curug Widi 6 copyTak salah beberapa tempat di Lampung Selatan memiliki tempat tempat eksotis. Ada gunung ada lembah ada pulau pulau dan pegunungan. Ya semuanya perlu di explore bagi para penghobi petualangan serta mereka yang memiliki sense of Adventure bukan sekedar penikmat keindahan.

Apalagi buatku yang memiliki budget minim, berekreasi dan menikmati keindahan tempat tempat wisata yang di luar pemikiran orang kebanyakan. Tak harus ikut ikut ke daerah wisata yang sudah dikenal orang. Negeriku dan daerahku sendiri pun memiliki spot spot wisata yang cukup indah untuk dikunjungi. Buatku kesan ini sangat mendalam karena setiap orang tentunya memiliki keinginan untuk berwisata.

Beberapa crosser yang menggunakan kendaraan bermotor bahkan pernah mencoba rute dari Bakauheni menuju ke Pantai Kalianda dengan menyusuri perbukitan, perkampungan warga yang indah di Lampung Selatan yang membentang dari Bakauheni hingga ke Ketibung.

Gambar

Inilah Pantai Minang Ruah Bakauheni

Kali ini perjalananku bersama Sangga kawanku melakukan perjalanan berkendara motor  menelusuri lembah lembah dan perbukitan indah di Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni. Banyak yang bertanya kenapa Bakau dan bakauheni lagi. Jawabannya sederhana perjalanan kami menyesuaikan budget yang tak seberapa dan kami adalah traveler serta backpacker yang tak mau ribet dengan apapun.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Perjalanan dengan kendaraan roda dua melewati turunan yang sangat curam dan harus hati hati menuju Pantai Minang Ruah yang ada di Bakauheni. Sepanjang mata memandang perbukitan hijau dan di antara bukit bukit tersebut terhampar lautan Selat Sunda dari ketinggian yang mebiru.

Pantai Minang Ruah tak hanya satu karena ada beberapa pantai lain yakni Pantai baru Alip, Pantai Blebug dan Pantai Labuhan Bajau. Namun setidaknya inilah perjalanan sang pejalan yang bisa dituangkan. Selain tempat tersebut lokasi memancing di Tanjung Tua pun menjadi sebuah lokasi untuk berlibur melepas penat sambil menyalurkan hobi.

Gambar

Bukit bukit, tebing, lembah di perjalanan

 Selain pantai beberapa hal yang cukup menantang adalah adanya air terjun, sungai, bukit, lembah, tebing yang cukup indah untuk dinikmati.

Berikut beberapa jepretan ku dalam perjalanan ke Pantai Minang Ruah, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni beberapa waktu lalu:

Gambar

Di tebing tebing sepanjang perjalanan

Gambar

Di lokasi air terjun

Gambar

Air terjun

Gambar

Villa di Bukit

Gambar

Ambil Kelapa muda

Gambar

Here Iam

Gambar

Bunga

Gambar

Siap tumbuh lebih tinggi

Gambar

Ini Aku dan Petualanganku

Gambar

Tulang

Gambar

Kelapa muda

 Setidaknya beberapa tempat di Lampung Selatan bisa dijadikan lokai petualangan, penjelajahan bagi para pecinta Adventure.

AC

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

AA

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

AB

Suasana liburan di Pantai Minang rua Bakauheni

Ini bukan sekedar kesenangan tapi ada sebuah tantangan

Salam penjelajah!

Categories: Alam, Budaya, Foto Perjalananku, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

I Write what I watch and what I feel! Edisi Backpacker Bersama Puteriku

Sebuah kisah perjalanan bersama puteriku, Ezranda Christeva Jevin Papilaya ..

ASDP

Sesaat sebelum meninggalkan Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan bersama puteriku

Gambar

Curug Cilember Jawa Barat

Aku sangat suka kata kata bloger yang menulis di blognya namanya Fajr Muchtar yang punya tagline Explore a word explore the world !!! Sungguh benar kata katanya. Seseorang bisa mengexplore seluruh dunia namun jika tak terungkap dalam kata kata dan kalimat atau bahkan sebuah catatan perjalanan rasanya menjadi sesuatu yang kurang.

Setidaknya aku bisa menulis: I write  what i watch and what i feel.

Kali ini simpanan perjalanan yang kutuangkan bersama puteriku Ezranda Christeva JP. Perjalanan bersamanya sungguh menyenangkan setidaknya mengajarkannya banyak hal bahwa dunia ini tak hanya tempat ia tinggal.

Gambar

Main air

  Senengnya pada main air meski dingin brrrr…

Perjalanan menuju Bogor Jawa Barat memang bukan perkara mudah untuk puteriku. Meskipun dalam catatan perjalannya ia sudah melakukan perjalanan yang sangat jauh dan bisa jadi lebih jauh dariku.

Setidaknya ini perjalanan jauh kesekian kalinya yang dialami anakku. Sebelumnya ia pernah melakukan perjalanan Surabaya-Makassar-Ambon-Surabaya. Surabaya-Yogyakarta-Lampung. Adalah perjalanan yang relatif pendek jika hanya Lampung-Jakarta-Bogor.

Sekali lagi kami adalah backpacker, mengajari puteriku untuk mengexplore Indonesia dari dekat.

Gambar

Air yang jernih dan dingin

  Papaaaa, aku main air boleh ya…plissss…

Naik kapal, naik bus tidur di hotel yang representatif untuk kami. Perjalanan dari Lampung menuju Ragunan Jakarta untuk kemudian menginap di House of Eva, sebuah hotel yang cukup recomended untuk kami berdua.

Setelah bermalam di Hotel perjalanan selanjutnya ke Bogor untuk menuju air terjun Cilember. Hawa dingin dan sejuk setidaknya mengobati lelah perjalanan yang baru kulalui bersama puteriku.

Gambar

Dingin mau nyebur

  Dia terlihat sangat bahagia dan saking bahagianya ingin mandi di aliran air yang mengalir dari Curug Cilember. Meski suhunya sangat dingin dan aku pun tak berani menyentuhnya.

Curug Cilember seperti kutulis sebelumnya memiliki banyak curug tapi karena aku mengajak puteriku di alam yang masih asing pengawasan fokus ke puteriku sambil mengawasinya bermain air di bawah air terjun.

Gambar

Main air senengnya

 Lagi, main air…

Membahagiakannya dengan cara sederhana, membiarkannya melihat keagungan Sang pencipta lewat alam yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Berikut foto foto backpacker-anku bersama puteriku:

Gambar

Bersama puteriku di Curug Cilember

Aku dan puteriku di Cilember

Gambar

Nampang

Di Loket pembelian tiket

Gambar

Masih berasa dingin

Jalan mendaki menuju air terjun

Gambar

Ha ha baru di gerbang masuk sudah haus

Gambar

Nampang dulu di sini

Gambar

Lihat ikan Nila

Gambar

Dari atas ke bawah

Gambar

Main air lagi main air lagi..

Gambar

View Air Terjun Cilember

Inilah sebuah kisah papa Backpacker!

Kenangan di Cilember West Java Indonesia

Categories: Adventure and Treking, Alam, Inspirasi, Kisah Kisahku, Papa Backpacker | Tag: , , , | 1 Komentar

A Little Piece of Hiden Paradise In Bakauheni

Gambar

Pantai Blebug Kecamatan Bakauheni

Ini adalah kisah #Saveourbeach dan #Ekspedisimandiri pantai pantai di Lampung Selatan ku.

Memasuki Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni seperti sebelum sebelumnya. Merasa bukan berada di Lampung Selatan. Setidaknya ini dirasakan oleh rekan perjalananku. “Kok seperti di daerah Papua atau daerah mana ya mas?’.

Perasaan berbeda tersebut bukan karena infrastruktur jalan yang memang (maaf) memprihatinkan meskipun tetap sudah representatif jika dilalui dengan cukup hati hati karena ada beberapa bagian jalan yang memaksa aku harus turun dari kendaraan.

Setidaknya dari pintu masuk gerbang desa di dekat POM Garuda Hitam jika dimusim panas jalan yang dilalui sudah cukup bagus. Keramahan warga yang ada di sisi kanan dan kiri sepanjang perjalanan sedikit membasuh rasa panas yang menyengat.

Gambar

Perbukitan Blebug dilihat  dari Pantai

Masuk semakin dalam hamparan ladang pohon durian Monthong, karet, pohon pisang memanjakan mata. Semakin ke dalam di turunan Blebug mata akan semakin terlena dengan landscape asli di perbukitan kaki Gunung Rajabasa di kejauhan.

“Kayak lokasi shooting film The Lord Of the Ring ya mas” kata Sangga rekan perjalananku. Bahkan kesan tertarik akan alam tersebut saat melihat jurang jurang dan bukit bukit menjulang di sana sini meskipun tak sempat mengabadikannya karena sudah terlanjur ingin menikmati destinasi utama kami: PANTAI BLEBUG.

Pantai Blebug atau Blebuk (Kalau dilihat dari istilah katanya sih merujuk pada kata Blebug yang aku dengar dari tetua tetua di sekitar Desa Kelawi bersumber dari kata blebug yang menurut mereka adalah Tsunami dalam bahasa sekarang. Inilah yang menarik perjalananku kali ini).

Gambar

Bagan Apung di Pantai Blebug

Merujuk pada mba Yuli Nugrahani yang sudah mengesankan pantai ini dengan kalimat kalimatnya. Aku sudah lama tak mengunjungi pantai ini dan setidaknya ini kali kesekian aku mengunjunginya.

Pantai Blebug terletak di Bakauheni. Tidak sampai satu jam perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, naik ojek atau mobil pribadi. Jalan sangat jelek tapi menawarkan pemandangan hijau berliku yang bervariasi : kebun pisang, kelapa, perkampungan, sawah, samar-samar laut. Pantainya sendiri masih perawan.

Ada deretan potongan-potongan karang yang terhampar jadi benteng antara laut dan pantai berpasir putih. Aku dan Sangga berdiri di sana di kelilingi air, beberapa meter dari pantai. Lihat, ada burung besar melayang di atas! Dan para nelayan yang baru pulang melaut di ujung pantai sebelah sana itu mendapatkan banyak ikan karena bulan belum purnama.

Gambar

Nelayan, pulau Sebesi, pantai dan bukit

Suasana hening, dan laut yang membiru menjadi pemandangan awal saat aku mebnginjakkkan kakiku di pasir pantai ini. Sebuah perbedaan yang kontras saat menghadap ke laut. Di sisi kanan menghadap ke pantai yang terlihat hamparan pasir nyaris tak ada batu terhampar.

Namun di sisi kiri kulihat hamparan batu berbagai jenis dan beberapa diantaranya menyerupai benteng pelindung pantai.

Beberapa nelayan terlihat mencari ikan dengan cara tradisional menggunakan jaring. Beberapa perahu tertambat di samping dermaga apung yang ada di pantai tersebut.

Ombak putih yang berkejar kejaran menjadi pemandangan lengkap dengan pemandangan Gunung Pulau Sebesi, Gunung Rakata Purba, Anak Krakatau, Pulau Sertung dan Pulau Panjang yang samar samar terlihat akibat tertutup penguapan.

Gambar

Air tawar, Air laut, Perbukitan, Ombak

Perbukitan hijau di sepanjang mata menyapu ke arah Timur dan Barat dan ini menyajikan pemandangan yang menakjubkan bagi “pengagum keindahan”.

Setidaknya lelahnya perjalanan di jalanan terjal melewati bukit dan lembah mengingatkan lagu film kartun Ninja Hatori:

“Mendaki gunung lewati lembah sungai mengalir indah ke Samudera, bersama teman berpetualang!”

lagu yang dinyanyikan puteriku Ezranda Christeva JP si pecinta pantai tersebut seakan mengiringi.

Gambar

Perahu nelayan, Bagan Apung

Masih seperti sebelumnya di ekspedisi pantai pantai lainnya. Kamera sudah terpasang dan aku setidaknya mengakui bukan fotografer, persis yang dibilang akun @Jamhurim 72 aku setidaknya penjepret misterius. Jeprat sana jepret sini saja sebagai dokumen.

So meski hari ini belum bisa menemui tua tua kampung yang bisa menceritakan kisah pantai Blebug di kala dahsyat Krakatau 1883 yang mengakibatkan terhempasnya beberapa desa belum terjawab.

Batu batu di perbukitan yang terlihat bersusun seakan menjadi saksi dan ini akan menjadi bukti sejarah di masa silam.

Gambar

Sangga Sang Pejalan  

Ini hanya seculi kisah dan akan ada kisah lain.

Jejak terserak di pantai Blebug:

Gambar

                                    Aku dan perahu

Gambar

 Si pejalan

Gambar

Aku dan Pantai    

#Saveourbeach  South Lampung Regency

Bakauheni 17 April 2014

Categories: Kisah Kisahku | 9 Komentar

Save Our Beach in South Lampung Regency

Sebuah Keprihatinan untuk bisa berbuat #Saveourbeach:  

Pantai 1

Pantai Minang Rua, Desa Kelawi Kec.Bakauheni

                                                                                    

Gambar

Pantai Minang Rua, Desa Kelawi Kec.Bakauheni

Kali ini aku ingat dengan rekanku Fitri (Alkohol) si pecinta alam yang gigih dan penuh perjuangan. Beberapa gunung di Sumatera sudah didakinya diantaranya Gunung Dempo, Gunung Tanggamus, Gunung Rajabasa , Gunung Krakatau dan gunung gunung yang lain.

Tak hanya gunung dia mengaku juga si pecintai pantai, pantai yang selelu memberinya banyak inspirasi.  Semua hal yang berkaitan dengan alam dan pendakian alam, explore hutan dan juga pantai.

Sebagai warga  Negara Indonesia dan sebagai warga Lampung I LOVE LAMPUNG:

Gambar

Menara Siger di Bakauheni Gerbang Pulau Sumatera

South Lampungh Regency atau dikenal Kabupaten Gerbang Sumatera memiliki bentang alam yang sangat indah membentang dari Tanjung Tua di Bakauheni  hingga Ketibung dihiasi dengan bentangan pantai yang eksotik di pantai barat dengan pulau pulaunya.

Selain itu  di Pantai Timur membentang dari Bakauheni menuju Ketapang  juga pantai dan pulau pulau kecil menghiasi.

Kekayaan pantai tersebut menambah aset dan juga penghasilan bagi para pelaku wisata yang menambah pundi pundi di sektor wisata. Namun apakah keindahan alam tersebut dibarengi oleh upaya penyelamatan biota yang ada di sekitarnya.

Miris saat berada di beberapa pantai, mau menyelam banyak pecahan beling dan kaca serta sampah sampah plastik. Tapi di beberapa tempat masih ada lokasi yang bisa digunakan untuk melakukan penyelaman.

Lalu ujar Fitri Alkohol: “What we can do?”

Ayo lakukan sesuatu #Saveourbeach katanya. Jiwa petualangan dan kecintaannya terhadap alam terketuk sebagai mahasiswa pecinta alam.

Ayo lakukan sesuatu ungkapnya.

#Saveourbeach akan dimuali dengan melakukan tindakan nyata. Dari sebuah kecintaan terhadap alam bukan hanya menikmati namun juga melestarikan.

Project yang akan dilakukan diantaranya; Membersihkan, Menanam, Mengedukasi.

#Membersihkan

Kami akan membersihkan segala sampah berserakan yang ada di pantai pantai yang ada di South Lampung Regency. Kedengarannya sederhana atau malah dianggap gila. Tapi akan kami lakukan ungkap Fitri. Masih sungguh menyenangkan karena sampah sampah pantai tersebut sebagian besar adalah sampah alam yang terbawa gelombang dan ombak di pantai diantaranya ranting ranting pepohonan yang bisa musnah secara alami. Akan sangat mengkuatirkan jika sampah tersebut adalah sampah plastk yang butuh waktu lama untuk bisa diterima bumi.

#Menanam

Sekitar 2 juta tanaman berbagai jenis diantaranya Cemara,. Mangrove, Sengon, Jati , Kelapa akan ditanam di wilayah pantai Minang Rua, Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni. Konsepnya sederhana ekowisata dan sebuah pelestarian jangka panjang. Bukan hanya sekedar #Saveourbeach tapi pendukung di wilayah tersebut juga adalah pegunungan dan lembah yang sangat indah.

Hebatnya terdapat air terjun yang bisa menyegarkan mata. Ribuan bibit pohon akan ditanam di sekitar pantai.

#Mengedukasi

Konsep ini pasti sebagai mahasiswa si Fitri akan melakukannya. Banyak orang hanya datang untuk menikmati alam tanpa mau menjaganya. Mengedukasi bisa dilakukan dengan memberi contoh nyata  diantaranya tindakan nyata pembersihan dan konservasi. Selain itu akan dilakukan peringatan agar selalu menjaga kebersihan alam kita.

Sebuah adu konsep yang berkejaran dengan waktu. Sebab semuanya akan tumbuh dan semuanya akan berubah.

Selanjutnya tak hanya sekedar konsep tapi terus berbuat.

#SAVEOURBEACH

Beginilah kondisi pantai kita:

Gambar

Pantai Minang Rua Bakauheni

Gambar

Pantai Minang Rua Bakauheni

Gambar

Pantai Minang Rua Bakauheni

Bakauheni 10 April 2014

Next Action…

Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

My Travel Not To Escape Life But For Life To Not Escape Me!

We travel not to escape life but for life to not escape us. Aku selalu merenungkan kalimat itu. Mengena dalam aktifitas hidupku.

Gambar

Model dadakan

Terkadang orang selalu mudah mengatakan My life My Adventure. Tetapi bagaimana adventure sesungguhnya belum ada yang bisa menemukan. Perjalanan kali ini adalah perjalanan kesekian kalinya. Ada dua kisah yang kucatat dalam perjalananku. Memahami arti hidup;

Gambar

Foto: KMP Dharma Kencana IX (Foto: Hendricus Widiantoro)

Pemuda Itu dan Kekuatirannya

Namanya Jhoni, mengaku dari Palembang. Usianya masaih terpaut dua tahun lebih tua denganku. Entah mengapa ia duduk tepat dua meter dariku untuk sejenak duduk menunggu mobil jurusan Kalideres Jakarta. Entah dari mana ia memulainya aku yang masih ngantuk hanya bersandar di loby ruang tunggu Pelabuhan Merak. Oh ya aku berangkat dari pelabuhan Bakauheni naik Shalem dari dermaga 1 Pelabuhan Bakauheni sekitar pukul 22:00. Sampai di Pelabuhan Merak sekitar pukul 00:01 sehingga masih terlalu dini hari melanjutkan perjalananku ke Jawa Barat.

Jhoni mengaku dari Palembang karena sudah minder dan malu karena sebagai sulung dari empat bersaudara belum juga nikah. Usaha dan segala upaya sudah dilakukan untuk mencari pasangan hidup namun tidak kunjung menemui. “Pernah sebenarnya tapi gagal” ujarnya.

Kini niatnya hanya satu ingin sukses di Jakarta dan pulang kembali ke Palembang untuk meminang gadis pujaannya, itupun jika dia mendapatkannya. Pembicaraan hingga jam 2.00 pagi itu berakhir setelah dia terlelap di ruang tunggu yang dingin beralaskan koran. Sementara aku terbiasa menjadi sang pejalan yang siap tidur dalam kondisi sulit sekalipun.

(Jadi memandang diriku sendiri. Sebab hingga aku berpamitan kepadanya untuk mencegat bus dia tak pernah tahu kalau aku juga mungkin gagal sepertinya).

Model Spontan dan Kilat

Selanjutnya di atas KMP Mutiara Persada I, sebuah kapal yang merupakan milik PY Atosim Lampung Pelayaran. Aku naik kapal ini baru pertama kali, lumayan bagus dengan deck kendaraan yang sangat luas, dek penumpang dengan berbagai pilihan mau yang AC atau berangin cendela di luar.

Gambar

H saat melambaikan tangan kepada anaknya

Dari mulai di toko waralaba aku sudah bersamanya, Namanya H*** ya nama yang sangat sama dengan Dewi dalam Mytology Yunani. Hingga ke gangway pun kami masih sempat bersama hingga terbuka kalimat bahwa dia pun mau ke Lampung.

Karena tak ada teman akhirnya kami duduk di dek penumpang luar yang bisa memandang ke segala arah. Syukurlah akhirnya si Dewi Yunani ini memperkenankan aku untuk sedikit mengambil gambarnya.

Mulanya dengan mencuri namun karena ia sadar kucuri dengan D5200 ku akhirnya sekalian kuberanikan untuk minta sekedar menjadi dokumentasi perjalananku.

“Jeprat jepret aja ga ada izin kalau nanti saya laporkan pelanggaran hak cipta gimana hayoo?” yang akhirnya malah menambah akrab dengan si model dadakanku ini. Tak banyak cerita karena mungkin dia mulai mengantuk. Namun perjalanan sekitar 2 jam untuk tidur pun agaknya terlalu mubazir.

Tak tahu dari mana memulai agaknya kisah perjuangannya jadi singleparents yang membawanya ke tanah Jawa. Rupanya dia ke Lampung sementara hanya untuk menjemput jagoan kecilnya yang ada di Lampung.
“Mumpung libur jadi aku ajak jalan jalan sama neneknya. Ini nanti aku ga turun dari kapal tapi langsung naik, ” ungkapnya.

Waktu terasa singkat namun banyak hal ia ungkapkan untuk selalu bersyukur di balik sebuah perpisahan. Kini perjuangan yang harus dijalaninya membesarkan puteranya seorang diri. Di dermaga 3 lambaian puteranya sudah menunjukkan rasa kangen seorang ibu dan putera yang lama tak bertemu.

Namun sebelum itu untung ia berkenan untuk memberiku beberapa angle pas dengan background Menara Siger. Bye mamas…

(Terima kasih kisahmu H***. Itu juga kisahku…dan untuk itulah
aku selalu bersyukur sebab my travel not to escape life but for
life to not escape me)

Ini Foto Foto perjalananku kali ini: 

Gambar

Model Dadakan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Gambar

Model Dadakan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Gambar

Model Dadakan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Gambar

Model Dadakan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Gambar

KMP Dharma Kencana IX (Foto: Hendricus Widiantoro)

9.1

Menara Siger Lampung Selatan (Foto: Hendricus Widiantoro)

Menara Siger

Bakauheni April 9 2014 pada hari pencoblosan

Categories: Foto Perjalananku, Kisah Kisahku, Perjalanan Hidup | Tag: , , , , | Tinggalkan komentar

Jepretan Dalam Perjalananku

5.1

Entah engkau siapa. Namun terimakasih sudah menjadi spontan modelku he he. Menara Siger jadi lebih indah. Edisi fotografi perjalananku. Selalu ada yang baru dan mewarnai perjalananku.

Bakauheni, 9 April 2014 pada hari pencoblosan

Categories: Kisah Kisahku | Tag: | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.