Edisi Ngonthel : Urip Kuwi Golek Jeneng … Ojo Mung Golek Jenang ? Really?

Ngonthel ndisek yuk:

Image

Sepeda Onthel Mbah Parijan

Hujan,,,suaranya membuat genting di atas kamar seperti alunan musik..Mau tidur belum bisa, si kecil sudah bobo dengan memeluk boneka panda kesayangannya, padahal ratusan boneka berbagai macam ada di lemari tapi entah ga tau kenapa sampai kunyel, dekil dia suka memeluknya…dibawa tidur ke manapun : Bahkan saat aku ajak backpackeran ke Jakarta, Bogor pun masih sempat mau dibawa:

“Pa dede panda di bawa nggak?”

“Waduh de, di Jakarta banyak boneka”

Tapi,,,kini dia lagi pingin sepeda, karena sepeda yang dibelikan buatnya sudah ga bisa dipakai lagi, bukan karena rusak tapi karena tingginya sudah membuatnya harus punya sepeda baru.

Penengahan-20140426-04517

Boneka koleksi Ezra

Tak patah semangat, dia pun menyimpan recehan demi recehan di celengan ayam, celengan bebek, dan celengan kaleng. Tapi belum kuberikan juga untuknya sebuah sepeda, bukan karena tak mampu beli tapi dia sudah tau mana yang harus lebih dahulu dibeli.

Sebuah lemari etalase untuk boneka boneka kesayangannya yang ingin dibelinya lagi.

Sepeda…

Jadi inget sewaktu mendapat petuah dari seorang bloger lain..naik sepeda itu tak melulu soal berapa jarak tempuh yang sudah ditempuh, namun ada hal lain yang lebih bisa dihayati dari hal tersebut.

Butuh kayuhan demi kayuhan, tapi ga setiap saat harus mengayuh tergantung kondisi jalan,,kalau nanjak ya dikayuh, kalau turunan masak mau dikayuh terus, ” mblandang” kata mbahku …

“Koyo ngonolah urip le…”

“Yo mbah”

Hidup terasa indah bukan karena jumlah umur, tapi bagaimana kita menikmati setiap detik untuk mendapatkan umur tersebut …

Bersepeda juga bukan masalah barang beroda dua tanpa mesin itu, atau onderdil serta material penyusun sepeda itu. Namun,  gimana caranya  menggunakan sepeda dan segala aksesorisnya agar memperoleh pengalaman perjalanan yang lebih josss…

Pastinya untuk dinikmati, bisa diceritakan, bukan juga buat pamer,,,

Yo  koyo ngonolah urip.

Kehidupan tak melulu harta yang dicari, didapatkan, tapi bagaimana memberi arti  harga yang kita punya untuk membuat hidup kita lebih berharga secara batin, bukan hanya secara nominal.

Lagi lagi mengenang nasehatnya:

“Thole,,urip kuwi golek jeneng … ojo golek jenang” …

Kalau bahasa gaulnya sekarang kurang lebih:

“Hidup itu cari nama bukan cari makan..”,

Artine,,,hidup itu harus bermanfaat (bagi orang banyak) sehingga membuat nama yang baik, bukan hidup hanya cari harta tapi tak membuat perbedaan apa-apa.

Sama dengan sepeda, buat apa punya sepeda kalau cerita yang kita punya hanya pada saat kita membelinya

“bangga harganya, ,merknya yang terkenal dan bla bla..”

Bukan pada saat menaikinya  tapi perjalanan ke mana saja, bertemu siapa saja, atau membawa diri ke siapa saja untuk bermanfaat bagi siapa saja.

“Terus apa urusan kamu?”

he he inilah hidup, kadang diri merasa sombong,,segalanya sudah dimiliki; Kecantikan, ketenaran, kemapanan, atau bahkan kemandirian.

Namun lebih dari itu semua apakah EGO bermanfaat bagi orang lain?

Ataukah justru membawa sakit bagi orang lain sampai tak terlupakan…

Image

Me and Ezra

Lalu aku ingat dengan sepeda yang tak atau belum kubelikan buat puteriku yang sebentar lagi ulang tahun.

Juga boneka miliknya: Kenapa ada boneka yang bagus, bahkan sangat bagus dengan bulu bulu halusnya, tapi dia ga suka?

Kenapa dia justru sayang sama boneka dekilnya? Kenapa mereka yang diberi kemapanan, kecantikan pun belum mendapat apapun yang diharapkannya?

Kenapa memilih untuk menantang “main stream” yang ada.

Yach itulah filosofi diri dan setiap orang pasti berbeda beda.

Tapi setuju sama mbahku:

Urip bukan sekedar mencari harta, tapi seberapa bermanfaat dan memanfaatkan diri bagi orang lain.

“Hidup terasa indah jika sedikit saja memberi manfaat. Apapun itu bentuknya…”

(Kamarku yang dingin di bawah rintihan hujan, hati beku,  Sumbersari 03/12/2013)

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: