With My Daughter to Curug Cilember

Perjalanan wisata yang menjadi destinasi selanjutnya bersama  puteriku yaitu Curug Cilember. Tak seperti biasanya perjalanan yang kulakukan sendiri bertepatan dengan liburan anakku di bulan November 2013 kugunakan waktu untuk mengajaknya menikmati keindahan beberapa tempat yang ada di Indonesia salah satunya air terjun. Mengesankan bagi puteriku karena untuk pertama kalinya ia bisa jalan bareng papanya. Sebagai singleparents saat saat seperti ini adalah sebuah rasa syukur yang bisa diungkapkan dengan mengajaknya bersamaku dalam sebuah perjalanan wisata.

Curug Cilember berlokasi tidak jauh dari Jakarta jika ditempuh dengan kendaraan, berada Desa Jogjogan Kecamatan Cipayung, Bogor dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam  menggunakan kendaraan roda empat. Untuk menuju lokasi ini, dari arah Jakarta mengikuti jalan ke arah Puncak. Di sekitar Cipayung, setelah Cimory dan Taman Matahari akan terlihat plang hijau disebelah kiri jalan penunjuk arah menuju Curug Cilember.

Gambar

Curug Cilember

Sampai di lokasi, brrr…dingin terasa di sekujur tubuhku..Bahkan saat aku tanya puteriku ia mengatakan seperti ada di air es. Padahal belum menyentuh air. Sejuknya udara segar dengan suasana alam hijau oleh pohon-pohon pinus, pakis hutan di sekitarnya membuat tempat ini benar benar nyaman. Selain itu lokasi berkemah juga tersedia di tempat ini lengkap dengan tenda tenda yang disiapkan cukup dengan membayar sewanya penghobi berkemah bisa menyalurkan hobinya. Jika tak mau berkemah villa pun disiapkan.

Zrami 29

Puteriku menikmati kesegaran air terjun

Sebelum mencapai Curug Cilember, di pintu masuk dikenakan uang masuk sebesar Rp. 12.000/orang. Terdapat tempat parkir untuk mobil dan motor. Setelah masuk tak kusia siakan untuk menikmati setiap jengkal jalan setapak yang kulewati. Pastinya dengan bekal DSLR D5200 ku meski bukan fotografer namun untuk mengabadikam moment perjalanan seperti ini tak kulewatkan. Jeprat jepret mengabadikan keceriaan puteriku.

Meskipun hawa dingin, tapi sepertinya puteriku bersemangat sekali sampai sampai melihat aliran sungai kecil ingin mandi. Padahal dinginnya brrrr…..

Untuk menuju ke lokasi air terjun memang harus melewati  jalan setapak yang sudah ditata rapi dan jajaran pohon pohon pinus berselimut lumut, pakis benar benar sebuah anugerah alam yang membuat hati berdecak kagum pada pencipta.

Kalau dari info yang aku lihat di penunjuk arah, Curug  Cilember mempunyai tingkatan yang berbeda-beda, dari  Curug 1 sampai dengan Curug 7.  Karena masih sangat pagi dan mengajak puteriku, terlalu berisiko untuk mengikuti jalan terjal tersebut, jadilah sekedar menikmati keindahan curug 7. Curug yang paling tinggi adalah Curug 1. Tapi bagi yang sudah usia lanjut sebaiknya tidak naik  sampai ke Curug 1 karena jalan menuju Curug 6, 5, 4, 3, 2,1 cukup menanjak yang sempit dan melelahkan.

Gambar

Aliran air dari air terjun mengalir di sungai kecil

Tapi bagi yang pecinta fotografi lokasi ini sangat  tepat untuk belajar “slow speed”. Karena aliran air yang sangat indah untuk diabadikan. Tunggu apalagi? Ada waktu pastinya sangat tepat untuk mensyukuri keindahan alam ini.

Gambar

Bersama puteriku

Meskipun hanya sehari namun pengalaman ini memberi kesan mendalam bagi puteriku. Setidaknya dengan sebuah hadiah kecil ini sebuah kebahagiaan sebagai singleparents melihat puteriku bisa tertawa bahagia adalah bentuk keagungan Tuhan dalam perjalanan hidupku.

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: