Catatan Kecil Backpacker: SURABAYA Kebaikan Kecil Tak Terlupa

Gambar

Im Backpacker

Ingatan itu terbersit dipikiranku bukan karena sengaja, tapi berawal dari chating dengan salah satu teman Backpackerku. Hari ini dia   berangkat ke Surabaya menggunakan kereta Turangga dari Bandung menuju Surabaya. Yah Surabaya, kota kenanganku beberapa tahun silam ..

Temanku mengawali perjalannya dari Metro menuju Bakauheni menggunakan bis umum lalu menlanjutkan perjalannya ke Bandung (Mampir ke saudaranya di Bandung) kemudian melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Wah wah jadi iri karena ga tangung tanggung dia naik kelas Eksekutif, tapi sesuailah sama kantongnya he he…

Tapi sebenarnya bukan soal itu yang aku ingin catat, namun karena kebaikan sang rekan yang selalu memberikan saran tempat tempat yang bagus untuk dikunjungi lengkap dengan sarana untuk Backpakeran membuat kami selalu bertukar ilmu. Bahkan bagaimana mengatasi saat saat sulit (Ga ada duit) pun harus sekreatif mungkin.

Flash Back lagi ke Surabaya,,ingat saat saat itu dari sebuah perjalanan yang membawaku liburan ke kota Pahlawan tersebut. Setelah berada beberapa hari di sebuah rumah sakit swasta di Surabaya di dekat Kebun Binatang aku melanjutkan perjalanan ke Blitar. Entah karena teledor atau memang uang yang aku miliki adalah hak orang ternyata beberapa lembar uang yang aku siapkan telah berpindah: entah jatuh atau bagaimana.

Putar otak,,bingung, namun mencoba tenang. Kebingunganku ditangkap seseorang, namanya Pak Edi. Ia menanyakan tujuanku. Agar moment untuk menyampaikan kegelisahanku tak hilang tanpa malu malu aku sampaikan padanya dan ia mengerti. Rupanya ia pun memiliki tujuan searah ke Lawang.

“Sudah nanti bapak belikan tiket,” ungkapnya.

Jadilah aku naik kereta dari Gubeng ke Blitar dengan tiket kebaikan pak Edi. Ia bercerita pekerjaanya di Surabaya yang hanya seorang tukang reparasi motor. Niatnya yang tulus untuk membesarkan putera puterinya yang tinggal di Bandung memaksanya merantau ke Surabaya. Dalam hatiku ia pasti memiliki alasan kuat untuk ke Surabaya.

Kami berpisah di Stasiun Lawang, lagi lagi tanpa kuminta sambil berpamitan untuk turun ia masih memberiku selembar uang yang diselipkan di makanan yang ia berikan kepadaku. Aku tak kuasa menhana haru.

Kala itu tak ada alat komunikasi yang bisa aku pakai, hanya selembar kertas ia berikan kepadaku alamatnya di Bandung, Sebab ia berencana akan pulang ke Bandung membuka usaha di sana. Sebelum pulang ke Bandung ia ingin mengunjungi saudaranya di lawang.

Masa itu pun sudah berlalu.

Aku kembali mengingat (di mana Pak Edi, dengan kebaikan besar yang aku ingat hingga sekarang)..

Hal sama kuingat  jauh sebelum aku “tertimpa” masalah saat dalam perjalanan seperti itu.

Aku  mengingat hal itu kulakukan pada seseorang yang mengaku kehabisan uang saat dari Jakarta hendak ke Palembang. Entah benar atau tidak aku tak peduli kala itu (Masih kelas 2 SMA). Hanya dengan tas punggung dan beberapa helai baju di dalam tas tersebut.

Jatra I

Jatra I

Ia bercerita sudah meminta tolong orang sepanjang Bakauheni hingga Penengahan namun tak ada satupun yang memberinya uang atau tumpangan. Akhirnya aku ajak dia ke Terminal Rajabasa dan kubayari ongkosnya, kubelikan makanan ala kadarnya di Rajabasa lalu aku antar dia ke Stasiun Tanjungkarang.

Dua pengalaman menjadi seseorang yang ditolong, menolong.

Dalam kesendirianku pun aku ingat sebuah Twitt dari Kata Bijak: Hukum Alam akan berlaku dan selalu sempurna, berlakulah baik dan kebaikan kebaikan akan menghampiri..

Aku hanya geleng geleng kepala,,ini sebuah pengalaman hidup tak aku rencana, tak aku sadari namun aku menarik benang merah dari peristiwa kecil itu.

Bahkan saat aku berlibur dengan cara backpacker ke Cianjur, pertolongan dan juga penerimaan dari sebuah keluarga yang tak kukenal sebelumnya akhirnya menerimaku tinggal di rumahnya selama hampir seminggu. Liburan yang kulakukan untuk merayakan hari ulang tahunku di bulan Oktober tahun 2013 lalu. Selalu ada pertolongan meskipun saat saat berwisata di daerah yang sama sekali belum pernah kukunjungi.

Tuhan ga diam, DIA memakaiku untuk menolong orang dan DIA memakai orang untuk menolongku.

Selalu dalam perjalanan hidupku pengalaman itu tak pernah aku lupa.

Backpacker selalu mengajariku banyak hal..bahkan wisata selalu mengajariku tentang banyak hal.

Iklan
Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: