Backpaker My Spirit , My Journey : Bermodal Google Maps dan GPS to Sawarna

Legon 18

Bentangan Pantai Sawarna dari ketinggian yang menawan

Perjalanan backpakeran kali ini dengan modal nekat, berbekal dengan peralatan seadanya (backapker banget pokoknya) Naked Backbacker…kalau dikatakan touring kayaknya sih ga standart banget soalnya toh kuda besi hanya dipakai menghantar minus standar ala backpaker sejati he  he…

Lets Go hei hoooo…dimulai pukul 15.00  hari Jumat (20/9/2013) berangkat dengan ciuman dari puteriku dan foto yang dijepret olehnya dengan Blackberry (yang akan ada di Ios dan Android)…

Starpoint tetep di kantin Rukun lokasi favorit di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Bersama Mas Dedi kami berangkat memulai debut pertama kami ke Pantai Sawarna Beach dengan berbekal Google Map dan GPS. Sama sama belum pernah ke pantai ini he he.. tapi peta dari google dan penunjuk arah di jalan selalu menjadi patoka.  Pukul 17:01 dengan kuda besinya mas Dedi yang handal kami naik ke KMP Windu Karsa Pratama…dengan standar khusus pastinya he he ala backpacker.  Yach seperti biasanya terombang ambing di Selat Sunda selama hampir tiga jam membuatku mual.

sunset at Tanjung Layar Sawarna_5

Tanjung Layar

sunset at Tanjung Layar Sawarna_4 At Tanjung Layar Sawarna_1

Setelah terombang ambing tiga jam KMP Windu Karsa Pratama merapat juga di Pelabuhan Merak Banten sekitar pukul 20:05. Welcome Pulau Jawa dalam hati setelah itu kami menyusuri kota Merak menuju ke Serang untuk singgah. Di kota Cilegon kemacetan akibat beberapa lampu merah mulai menghambat. Semula kami berencana menginap di hotel kelas backpaker namun dari beberapa hotel beberapa diantaranya full bocked.

“Mas ada kamar yang kelas backpacker ga” tanyaku pada resepsionis.

“Backpacker apa ya pak??” katanya..hadoohhhh ni orang gimana sih ga tau…

“Adanya sama mas kelas satu semua harga kamar Rp 350 ribu”

“ya udah mas nanti dulu nyari hotel yang lain” sambil mikir dan berlalu plus ngeliatin dompet mana cukuuuup..

Jadilah kami hanya berputar putar di alun alun kota Serang.  Hampir satu jam lebih di Serang hingga laparisasi melanda tapi apa boleh buat pukul 21:30 jadilah makan malam di Warteg bu Sri di dekat Kejaksaan Negeri Kota Serang.

3. Laparisasi bisa di atasi namun hotel belum didapat di Serang mau tak mau perjalanan dilanjuuut deh. Kota yang harus disinggahi selanjutnya Pandeglang. Di kanan jalan kami temukan hotel kelas backpaker. Lumayanlah buat istirahat dengan budget minimalisasi kami. Awalnya milih kamar nomor 6 dengan price 100rb hanya dngn kipas lalu pemilik menawarkan kelas yang ada TV nya dengan harga nambah 20 ribu. Deal deh yg penting bisa ngecas dll mana sudah pukul 23.00 fisik sudah lelah. Namun alangkah sayang udah sampai Pandeglang belum muter muter di alun alun kota Pandeglang sambil berburu kuliner di sana tapi berhubung masih kenyang yaaa nyari minum aja dan sedikit cemilan lalu kembali ke hotel . Sempat nonton pertandingan Persib vs Malaysia juga sambil menuhi batere BB n power bank. Tiduuuuuuuur

Bangun jam 03.00 untuk packing dan persiapan melanjutkan perjalanan kami ke Sawarna. Continue menyusuri kota Pandeglang yang mulus jalannya…

Meski masih ngantuk dan akibat dingin menusuk di Hotel ga mandi langsung packing berangkaaaaaat. Di hp terlihat jam menunjukkan pukul 06.00 berangkat dengan kecepatan rata rata 60 km/jam namun akibat perbaikan jalan di Sepanjang jalan arah Labuan motor terhambat.  Akhirnya sampai juga jam 11.00 di Sawarna

Langsung pesen homestay dengan harga 100rb yah standar lah dengan kenaikan dollar katanya..
Saatnya hunting fottooooo panas pun dilakoni,,panas menyengat kaki tapi narzis tetep wajib..

Belum puasss kalo belum ke Gua Lalay yang panjang lorongnya mencapai 1km. Namun karena ga bawa salin terpaksa deh ga masuk ke gua tersebut. Cuma foto foto aja he he

Widi_1

Me

Ga lengkap kalau belum mengabadikan moment sunseet meski dengan model dadakan dan pastinya berbekal senjataku d5200 hayoo shooot.  Bersama ratusan pencari sunset lainnya akhirnya dapat juga moment itu. Masih belum tidur akhirnya setelah mencari makan di warung dengan harga yang sangat sangat standar di lokasi wisata (namun harganya sama dengan bukan di tempat wisata) yang jelas aku rekomendasikan enak deh…Capek ah tiduuur duluuu di homestay Imelda.

Brr masih dingin tapi demi egoisme mengejar Sunset jam 05:15 kudu bangun. Legon Pari adalah destinasi yang ga boleh terlewat. Jaraknya yang jauh plus medan yang sulit pun dilakoni,,dapat juga moment moment sunrise meskipun harus  bangun pagi pagi.

Selesai juga menyambangi beberapa spot meskipun masih banyak yang perlu dikunjungi namun keterbatasan waktu tak bisa dimanipulasi. Harus pulang …

Perjalanan pulang masih diwarnai dengan jalan jelek di beberapa ruas khususnya menuju Malimping- Ciketik- namun mau ambil arah Pandeglang lagi terpaksa dibatalkan akibat perbaikan jalan di sana sini yang menghambat. Lewatlah akhirnya di jalur labuhan menuju arah Cilegon yang relatif mulus di sepanjang jalur Pandeglang  Labuhan…

Sampai Merak nyaris sama pas kami berangkat pukul 17:00 dan naik di Kapal Mustika Kencana yang fasilitasnya kuakui sangat sangat istimewa dengan benar benar standar Backpaker sekali (apa apa free: duduk, pindah kelas).. Sampai di Bakauheni sudah hampir pukul 21: 00 akhirnya sampai lagi di Kantin Rukun..

Dengan penuh keheranan…

Gambar

Tanjung layar

Pulang dan sesampainya di rumah di sambut puteriku yang kangen he he he..papa minta es krimmm,,ayooooo…

Iklan
Categories: Adventure and Treking, Backpackeran, Fotografi, Kisah Kisahku | Tag: , , | 2 Komentar

Navigasi pos

2 thoughts on “Backpaker My Spirit , My Journey : Bermodal Google Maps dan GPS to Sawarna

  1. foto terakhir itu foto di mana mas?

    • Sory mas baru aku balas,,itu foto di Tanjung Layar masih di Sawarna Beach..soalnya aku baru pulang Backpakeran ke Cianjur-Cipanas- Puncak Bogor,,dan karena ada something dengan Sinyal jadi ga bisa masuk internet he heh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: