Monthly Archives: April 2013

Inspirasi Untuk Selalu Bersyukur

Inspirasi Untuk Selalu Bersyukur

Seorang ibu di Desa Banding yang menjemur rumput laut

Di Balik Kisah Seorang Cleaning Service
13 March 2010

Dia adalah seorang cleaning service di sebuah kantor instansi pemerintahan daerah. Sebut saja namanya Sumi. Seorang wanita single parent paruh baya yang harus bekerja menghidupi kedua anaknya seorang diri, setelah kepergian sang suami setahun yang lalu karena sakit.

Menghidupi dua orang anak yang masih kecil bukanlah perkara gampang, apalagi ‘hanya’ dengan profesi sebagai seorang cleaning service. Namun dengan kondisi seperti itu, Sumi tetap berusaha untuk menjalankan profesinya dengan sebaik-baiknya tanpa mengeluh. Sesosok yang ‘talk less, do more’ atau ’sedikit bicara, banyak bekerja’.

Kedua buah hatinya, yang pertama adalah seorang anak laki-laki yang duduk di bangku kelas 6 SD dan yang kedua adalah seorang batita perempuan yang berusia satu tahun lebih. Anak laki-laki kebanggaannya, sebut saja panggilannya Abol, adalah seorang anak yang bersemangat dan berprestasi di sekolahnya. Dengan kondisi keuangan yang pas-pasan, Sumi selalu berusaha memenuhi permintaan Abol untuk membelikan buku-buku pelajaran yang diwajibkan oleh guru di sekolah, karena beasiswa Abol tidak cukup untuk memenuhi semua kebutuhan sekolahnya.

Suatu ketika, di satu sore yang cerah, di awal bulan februari. Abol mengajak ibunya berkunjung ke rumah saudara mereka untuk memetik buah rambutan karena kebetulan sekarang memang sedang ‘musim’ buah tropis berwarna merah itu. Dengan menggunakan sepeda motor, mereka berangkat. Namun malang, motor yang mereka kendarai tiba-tiba menabrak pintu sebuah mobil yang sedang diparkir di tepi jalan. Sang supir mobil yang sedang lengah, membuka pintu mobil tanpa melihat kondisi di belakang jalan, apakah sepi atau ada kendaraan yang sedang melaju. Satu perkara kecil, namun bisa berdampak sangat fatal.

405772_355253464499553_434369733_n

Pantai Banding

Sumi tak bisa menahan kendali motor dan sontak terjatuh. Sumi terjatuh dengan posisi tetap memegang kendali motor, namun malang bagi Abol, Abol yang saat itu tidak berpegangan pada pinggang ibunya, kehilangan keseimbangan dan terpental beberapa meter dengan posisi tertelungkup di aspal jalan. Abol seketika tak sadarkan diri dan segera dilarikan ke rumah sakit. Karena kondisinya yang sangat kritis, bocah malang itu harus mendapatkan perawatan intensif di ruangan ICU.

Berita kecelakaan yang menimpa Sumi dan anaknya cepat menyebar ke seluruh penjuru kantor. Sumbangan berupa dana sukarela segera dikumpulkan sebagai bentuk solidaritas. Untuk masalah biaya, untunglah sang supir ‘teledor’ akan bertanggung jawab atas segala biaya yang muncul akibat peristiwa kecelakaan itu. Dengan pertanggungjawaban itu setidaknya bisa mengurangi beban Sumi dalam membiayai perawatan sang anak di rumah sakit.

Karena peristiwa naas ini, sumi terpaksa absen dari pekerjaannya. Sebagai seorang cleaning service, selain melakukan beberapa pekerjaan rutin yang menjadi kewajibannya, Sumi juga diminta untuk membantu melakukan beberapa pekerjaan di sebuah ruangan, seperti membersihkan ruangan dan menyiapkan minuman untuk 17 orang pegawai setiap hari. Dengan pekerjaan tambahan itu, tentu saja Sumi mendapat gaji tambahan di luar gaji tetapnya setiap bulan. Namun semenjak Sumi absen, beberapa pegawai wanita di ruangan itu otomatis harus menggantikan peran Sumi untuk sementara waktu.

Beberapa dialog seperti ini sering terdengar. Dialog antar pegawai wanita yang menggantikan Sumi melakukan pekerjaan di luar dari pekerjaan mereka.

“Haduuhh… banyak banget sih gelas-gelasnya, capek nyucinya ni…”

“Iya, gimana nggak banyak, satu orang kadang-kadang make dua gelas. Uda dibikinin kopi, minta disiapin air putih pula…”

Itu baru urusan gelas, belum lagi bila ada pegawai yang kebetulan makan siang di ruangan dengan meninggalkan piring kotor. Atau bila usai acara makan-makan di ruangan, yang tentu saja meninggalkan sisa piring dan gelas kotor dengan jumlah yang tidak sedikit.

Kadang-kadang ada juga kejahilan di sini.

“Tutup sama alas gelasnya nggak usah dicuci aja, lumayan kan bisa ngurangi cucian…”

Masih urusan minuman, kadang-kadang mereka juga harus dipusingkan dengan masalah seputar selera minum beberapa pegawai, terutama dari kalangan bapak-bapak. Masing-masing memiliki selera minum yang berbeda, sedikit manis, manis sedang atau sangat manis.

Apakah Sumi pernah mengeluh seperti ini? Tidak. Tidak pernah terdengar sedikitpun keluhannya. Atau mungkin hanya dalam hati saja? Entahlah. Yang pasti, dia tidak pernah menunjukkan kesusahannya di hadapan orang lain. Walaupun harus menjalani kehidupan yang berat dengan tambahan cobaan yang tidak ringan. Seperti kecelakaan yang baru saja dialaminya.

Lalu, bagaimana dengan keadaan Abol setelah kecelakaan? Satu minggu lamanya Abol berada di ruangan ICU dalam keadaan tidak sadar. Pada minggu kedua, ketika kesadarannya telah pulih, Abol pun dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Namun kondisinya belum sepenuhnya normal, untuk makan dan minum pun harus dengan bantuan selang. Dan pada minggu ketiga, kondisi Abol berangsur baik dan sudah diijinkan dokter untuk mendapat perawatan jalan di rumah.

Sumi sudah berniat untuk kembali bekerja ketika Tuhan berkehendak lain. Di satu subuh yang tenang, di awal bulan maret tepat satu bulan setelah kecelakaan terjadi, keheningan subuh dihentakkan oleh tangis pilu seorang ibu tatkala harus kehilangan seorang putra kebanggaannya. Iya, Abol telah pergi, menghembuskan nafas terakhirnya dengan tenang, menyusul jejak kematian sang ayah yang telah mendahului mereka satu tahun yang lalu. Abol yang sangat dekat dengan sosok sang ayah, seolah tak mau kehilangan dengan segera menyusul ayah yang dicintainya ke alam sana.

Untuk kali yang kedua Sumi harus kehilangan orang-orang terkasih. Seorang suami dan seorang putra harus ia relakan pergi meninggalkannya terlalu cepat.

Sumi yang tegar, Sumi yang malang, tetaplah kuat dan tawakal karena hidup harus tetap berjalan.

Kisah Sumi ini semoga bisa menjadikan teladan bagi kita. Sosok yang biasa namun luar biasa ketika harus menjalani kehidupannya yang diwarnai dengan berbagai cobaan. Musibah, apapun itu bentuknya tidak pernah mengenal latar belakang seseorang, bahkan pada sosok seorang Sumi. Kadang kita lupa untuk bersyukur pada nikmat yang telah dilimpahkan Tuhan kepada kita, karena kadang, tanpa meminta dengan doa pun nikmat itu datang pada kita dengan sendirinya. Kadang kita lupa untuk berbagi, berbagi nikmat yang kita miliki kepada sesama. Dan kadang kita pun sering mengeluh atas sesuatu yang tidak kita inginkan, atau atas sesuatu yang kita inginkan namun tak terwujud, bahkan untuk hal yang sepele. Padahal, apa yang terjadi pada kita itu belumlah seberapa bila dibandingkan dengan apa yang dialami orang-orang di luar sana yang serba kekurangan.

Semoga kita tersadar bahwa hidup hanya sementara, dan apa yang kita miliki adalah titipanNya.

Salam…

Sebuah kisah yang ditulis oleh Amalda di KOMPASIANA 13 Maret 2010..thanks friend

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Sebuah Perjalanan

Sebuah Perjalanan

Masa Depan

Morning My Paparazzi..

Hujan, tepatnya gerimis pagi ini,,melaju pelan di jalanan yang masih sepi, tak ada kabut dan langit masih ikut basah.. Seperti biasa, masih bersama Nidji pagi ini yang menginspirasi hari hariku..

Tak ada kata terlambat, untuk kita mengawali ataupun merubah keadaan menjadi lebih baik..

Silent sound broke my heart
A doze of pain will start your brainIn one and two three second has passed
When i’m with you i will never be sad
Busy sound blows my mindHeart beat central in this modern town In one and two three second has passedWhen i’m with you i will never be sad
Sleep in the deep of my heartCryin’ for love to depart
Don’t give upKeep tryin’It’s never too lateIt’s never too late
In one and twoTraffic has passedWhen i’m with youI will never be sad
Back to Reff
It’s never too lateIt’s never too late

Dan saat akhir pekan ini, engkau masih ada di kota ini…dan tak akan pernah bisa sejenak pun pergi.

Di tepi kota ini Ku merasa sangat sepi Berdiri di atas karang Kukenang wajahmu
Berikan aku waktu’Tuk berlabuh ke pelukmu Sadarkan semua niatmu

Dan jangan tinggalkan akuJangan tinggalkan..

Aku ingin pulangAku ingin pulang
Berikan doamuAgar aku pulang
Aku ingin pulangAku ingin pulang
Berikan sayapmuAgar aku pulang
Aku ingin cepat pulang
Aku ingin cepat pulang
Berikan sedikit waktumu
Untuk tetap menunggu

Tetap menunggu..

Baby you said your all that i need
Baby you said you make me complete
Just come back home
Just come back home to me ..

Namun My Paparazzi,,

Tak mungkin engkau melihatku karena dunia kita berbeda,, semuanya serasa tak mungkin.

Bila engkau mengerti hidup tak semudah membalikkan telapak tangan..semuanya butuh proses, sebuah perjalanan yang akan membawa kita ke tujuan…

Jika engkau mengerti, Nidji sudah mengatakan untuk kita:

Akankah kau melihatku
Saat ku jauh
Akankah kau merasakanKehilanganku
Jiwaku yang telat mati Bukan cintaku
Janjiku s’lalu abadiHanya milikmu

Aku pergi dan takkan kembali
Akhir dari cinta yang abadi
Akankah kau melihatku
Di akhir nanti
Jiwaku yang telah mati
Bukan cintakuJanjiku s’lalu abadi Hanya untukmu
Aku pergi dan takkan kembali
Air mata untuk yang abadi
Aku pergi ke alam yang suci
Akhir dari abadi cintaku
Aku pergi ke alam yang abadi
Akhir dari cinta yang abadi

Hanya Tuhan yang akan menuliskan kisah hidup kita di perjalanan ini…

Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Mary Elisabeth Haskell, of Gibran Reincarnation

Dear Paparazi,,Good morning…

Pagi ini, kumelaju di jalanan tol dalam kota ini, dengan sebuah keinginan untuk membahagiakannya, puteriku,, semalam aku sempat mendengar suaranya meski sesaat..dalam hening, dalam suasana yang tak kumengerti.

Namun dear, selalu perjalanan ini menjadi saksi..hanya kularut dalam suasana melankolis dalam perjalanan pagi ini dengan harapan masih bisa mendengar suaramu hari ini…

Mungkin lagu NIDJi ini mewakili perasaanku hari ini untukmu..

menemani perjalananku melaju di jalanan tol dalam kota ini…Gambar

Nidji – Jangan Lupakan Lirik

Ku berjalan terus tanpa henti
Dan dia pun kini telah pergi
Ku berdoa di tengah, indahnya dunia
Ku berdoa untuk dia yang kurindukan..

Memohon untuk tetap tinggal
Dan jangan engkau pergi lagi
Berselimut di tengah dingin dunia
Berselimut dengan dia yang kurindukan..

Would it be nice to hold you ..
Would it be nice to take you home..
Would it be nice to kiss you..

Memohon untuk tetap tinggal
Dan jangan engkau pergi lagi
Bernyanyilah na na na na na
Bernyanyilah untuk dia yang kurindukan

Would it be nice to hold you ..
Would it be nice to take you home ..
Would it be nice to kiss you..

Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan diriku
Jangan pernah lupakan aku
Jangan hilangkan diriku
Jangan pernah lupakan aku
Jangan pergi dari aku..

294216_266061533418747_1688042_n

Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Kahlil Gibran Inspiration: Memberikan Kekuatan Pada Sayapku

Memberikan kekuatan pada sayap-sayapku dan meletakkan perbuatan baik pada jari-jariku

Beach

My paparazzi
April, 1
Ia berdialog dengan dirinya, tak tahu apa yang dirasa.. namun getaran hatinya berkata, Aku mencintaimu dengan harapan, kini aku mencintaimu dengan ketakutan, dan cintaku lebih kuat dari yang telah lalu. Tapi aku takut padamu…
Lalu wanita itu menulis di tabletnya tanpa tahu apa yang hatinya rasakan . Persis sama seperti yang diungkapkan Kahlil Gibran pada kekasihnya Mary Elisabeth Haskell.

121

Me

My Paparazzi, dengan cinta yang mendalam kepadamu, yang membangkitkan hidup dalam jiwaku, memberikan kekuatan pada sayap-sayapku dan meletakkan perbuatan baik pada jari-jariku.
“Ketika aku sedih dan sendiri,,my Paparazzi, aku selalu membaca surat-suratmu. Ketika kabut sedang menggumpal di jiwaku, aku ambil dan aku baca semuanya. Membacanya kembali dan aku merasa berenang dalam warna-warna keindahan serta kengerian yang berpadu bagai pelangi. .

Jujur aku tak tahu yang aku rasakan, entah itu nyaman, bahagia, ketakutan aku sedang menimbangnya..Apakah aku sedang menuju padamu dalam rasa nyaman, ataukah aku hanya lelah dengan mengikuti air yang terus membawaku mengalir..
Tapi entahlah,,,semoga ini bukan Al Ajnihah Al Mutakassirah

(Inspirasi Kahlil Gibran )

Categories: Backpackeran, Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , , , | Tinggalkan komentar

Inspirasi Pagi : Ayah

Papa n Ezra

Me And Ezra

Sebuah Inspirasi….

Suatu ketika, ada seorang gadis kecil bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk- bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Gadis kecil itu bertanya pada ayahnya : Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut denga…n badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?” Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda. Ayahnya menjawab : “Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Gadis kecil itu berguman : ” Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut gadis kecil itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, membuat gadis kecil itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian gadis kecil itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :”Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?” Ibunya menjawab: “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya itu jawaban Sang Bunda. Gadis kecil itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran. Hingga pada suatu malam, Gadis kecil itu bermimpi.

Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini. “Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi.

“ “Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. “ “Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya“

“Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya.”

ASDP

Me And Ezra

“Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. “ “Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya.

Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara.” “Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan & menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. & bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki- laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari & menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia & BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. “

“Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia & Akhirat.” Terbangun gadis kecil itu, dan segera dia berlari, berlutut & berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya.” AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH.” ***

(From other Source)

Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.