Siapakah Dirinya

“Kita Hidup Dengan kontradiksi,di tapal batas antara lupa dan ingat, Orang bisa ingat kalau mampu mengurutkan secara benar sampai tapal batas”

Tiap hari Mak Kenek mencari kapuk di bukit. Hanya untuk uang 10 ribu. Yang ia ingat hanyalah ” hari ini saya harus makan, setelah itu mengambil air wudhu menghadap sang Khalik, untuk bekal di akhirat. Anak tiada, harta tiada, dan orang tercinta telah kembali ke Sang Kuasa. “

Sebentar lagi rumah digusur. Tinggal di mana???

 

Iklan
Categories: Kisah Kisahku | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: