Kembali Ke Kehidupan

Gambar

Pantai

Pabila  Kau mencinta, janganlah berkata: Tuhan  ada di dalam hatiku, tapi sebaiknya engkau merasa, aku berada di dalam Tuhan

(Kahlil Gibran, The Prophet).

“Poetry is My Religion “

(Ide Hintze)

Jiwaku ada dalam halaman-halaman ini

(Pope Jhon XXIII)

Manusia diberi kemampuan oleh Tuhan untuk berharap dan berharap, sampai kemudian dia berharap untuk mengambil kelopak kelalaian dari matanya. Sehingga dapat menyaksikan diri sejati. Dan siapa yang menyaksikan diri sejati maka ia telah menyaksikan kebenaran dari kehidupan yang sejati untuk dirinya. Untuk semua manusia, dan alam semesta.

Kahlil Gibran

Dari Dalam Lubuk Hatiku

Dari dalam lubuk hatiku seekor burung bangkit  dan terbang menuju angkasa. Semakin tinggi ia terbang, semakin besar ia tumbuh. Mulanya ia  hanyalah seperti seekor burung laying-layang, kemudian menjadi seekor  burung  penyanyi, kemudian seekor rajawali. Kemudian menjadi sebesar awan di musim semi dan kemudian memenuhi segenap langit yang penuh bintang.

Dari dalam lubuk hatiku seekor burung terbang menuju angkasa dan bertambah besar lagi ketika ia terbang. Tetapi ia belum meninggalkan hatiku.

Oh  imanku, pengetahuanku yang begitu liar, bagaimana bisa aku terbang setnggi itu untuk menyaksikan bersamamu jiwa manusia yang agung sedang menulisi langit?

121

Me

Bagiamana aku dapat mengubah lautan dalam diriku menjadi kabur, dan menguap bersamamu menuju angkasa yang tak bertepi?

Bagaimana mungkin seorang tahanan dalam kuil dapat melihat  kubah emasnya? Bagiamana pula sebuah bij dapat membentangkan diri untukmembungkus buahnya?

Oh  imanku, aku dirantai di dalam batang-batang perak dan kayu hitam, dan aku tak dapat terbang bersamamu.

Dari dalam hatiku engkau masih terbang menuju angkasa, dan jika hatiku dapat merengkuhmu, aku akan puas.

(Kahlil Gibran).

Sumbersari,  4/2002/ 3: 40  Gibran-Henk Juli 2002

Hidupku tak kumengerti cintaku tak kumengerti. Semuanya hilang bagai mimpi. Mereka berkata tentang srigala dan tikus. Minum dari  sungai yang sama. Tempat singa melepas dahaga. Mereka berkata tentang elang dan burung-burung hering. Mencabikkan paruhnya ke dalam bangkai. Dalam damai, keduanya. Di kehadiran bangkai-bangkai mati itu. Oh cinta, yang tangan lembutnya mengekanng hasrat-hasratju. Membuatku lapar dan dahaga.  Akan martabat dan kebanggaan. Jangan biarkan nafsu kuat terus mengganguku . Memakan roti dan meminum anggur. Menggoda diriku yang lemah ini. Biarkan rasa lapar menggigitku. Biarkan rasa haus membakarku. Biarkan aku mati dan binasa. Sebelum kuangkat tanganku untuk cangkir yang  tidak kau isi dan mangkuk yang tidak kau berkahi.

Sumbersari,  5/2002/ 4: 02

Merasuk ke relung kehidupanku. Kehadiranku membawa makna. Hatiku beku ketika cinta memanggil. Sukma bergetar memenjarakan rajawali di hatiku. Mengapa cerita yang hilang mengusik kesendirianku. Hilang kehidupan yang kususun dalam perwajahan kisahku. Perjalanan menghantar jalanku dalam setiap sudut , sungguh bermakna.  Kubunuh  pilu di dadaku  saat gejolak ada dalam sudut makna. Persaudaraan terwujud, kasih memberi dan menuangkan warna-warna di kehidupanku. Penuh cerita yang ada  pada hari-hariku.  Semuanya karenamu.

Palembang- Kebingunanku. 7/2002/ 4:20 jui 2002

Memilih adalah suatu hal yang membingungkanku. Bagaikan memilih  seorang istri, mengarahkan sukmaku  untuk dapat mencintai, untukNya. Spritual yang membingungkan. Antara kehendak yang makin mengarahkan diriku pada sebuah keputusan. Dalam kebingunganku, memasrahkan pada sukma yang abadi. Sang Khalik yang memanggilku.

Palembang- Pencerahanku. 8/2002/ 4: 50

Pertalian yang tak memungkinkan bersua. Pelayanan demi pelayanan dirimu. Awal-awal hidupku yang sungguh memberi makna pencerahan. Semua indah, ada makna yang tersibak kala semuanya terwujud. Pemberian dari yang Agung. Sebuah relasi yang membukakan makna kehidupan. Syukur padaMu.

Palembang- Memberi Arti. 10/2002/ 3:55

Rohku melayang layang mengepakkan sayap leinginanku. Melepaskan setiap detik  keinginan yang menggebu. Kehadiran yang menciptakan  nuansa. Membaka gejolak keinginan yang meghadorkan bayag-bayang. Kini hilang  dalam kenangan. Memberikan aku kesempatan  untuk diam.Aku terkurung dalam diri yang memiliki ribuan keinginan. Pesonanya menebarkan kisah dalam hari hariku.  Terbersit sebuah kesucian diri yang ternodai.  Salah yang menyayat-nyayat. Diri yang berhadapan dengan keinginan sesaat. Hadir lalu pergi tak member arti. Hanya sebuah kehendak sesaat yang tersalurkan di kesempitan diriku.

(malam minggu, 26/01/2013)

Iklan
Categories: Inspirasi, Kisah Kisahku | Tag: , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: